Gaungkan Nilai Antikorupsi ke Ruang Publik di Jantung Ibu Kota
Jakarta, Kabariku – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan PT Transjakarta meresmikan nama baru Halte Transjakarta Setiabudi Integritas pada Minggu (21/6/2026).
Penamaan halte yang berada di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan nilai-nilai antikorupsi dan integritas di ruang publik yang setiap hari dilalui ribuan masyarakat.
Halte yang berjarak sekitar 400 meter dari Gedung Merah Putih KPK tersebut kini mengusung tambahan kata “Integritas” sebagai simbol penguatan pesan kejujuran, tanggung jawab, konsistensi, dan keberanian melakukan hal yang benar dalam kehidupan sehari-hari.

Peresmian dilakukan bertepatan dengan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jakarta. Melalui inisiatif ini, KPK berharap nilai integritas tidak hanya disampaikan di ruang kelas, kantor, atau forum resmi, tetapi juga hadir dan dekat dengan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.
Ketua KPK, Setyo Budiyanto, mengatakan halte transportasi publik dapat berfungsi lebih dari sekadar tempat transit penumpang.
Menurutnya, ruang publik juga bisa menjadi sarana edukasi yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan positif kepada masyarakat.
“Melalui penamaan halte ini, kami berharap setiap orang yang menggunakan transportasi publik dapat terus diingatkan bahwa integritas merupakan nilai yang penting dan relevan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Setyo.
Ia menegaskan bahwa integritas bukan hanya soal kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga mencakup kejujuran, tanggung jawab, keselarasan antara ucapan dan tindakan, serta keberanian untuk mengambil keputusan yang benar.

Senada dengan KPK, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai tingginya penggunaan transportasi publik di Jakarta menjadi peluang strategis untuk menyebarkan nilai-nilai positif kepada masyarakat.
Menurut Pramono, peningkatan konektivitas antarmoda transportasi telah mendorong semakin banyak warga beralih menggunakan angkutan umum. Karena itu, keberadaan Halte Setiabudi Integritas diharapkan menjadi pengingat yang terus hadir dalam mobilitas harian masyarakat Jakarta dan sekitarnya.
“Penamaan Setiabudi Integritas diharapkan dapat menjadi pengingat yang terus hadir di tengah aktivitas warga yang menggunakan transportasi publik,” katanya.
Sementara itu, Direktur PT Transjakarta, Welfizon Yuza, menyatakan bahwa transportasi publik tidak hanya berperan dalam mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga dapat menjadi media untuk menanamkan nilai-nilai positif.
“Dengan semangat ini, integritas kami harapkan dapat menjadi bagian dari nilai yang tumbuh dan dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Selain meresmikan Halte Transjakarta Setiabudi Integritas, KPK juga memperkenalkan dua titik stop bus non-BRT baru, yakni Setiabudi Integritas 1 yang berada di sisi trotoar Jalan HR Rasuna Said dan Pusat Edukasi Antikorupsi KPK yang berlokasi di sisi Gedung ACLC KPK.
Melalui penamaan tersebut, KPK berharap pesan antikorupsi dapat semakin dekat dengan masyarakat dan menjadi bagian dari budaya sehari-hari. Sebab, integritas tidak hanya sebatas konsep atau slogan, melainkan nilai yang dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Peresmian tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat struktural KPK, mantan Gubernur DKI Jakarta periode 1997-2007 Sutiyoso, jajaran Pemprov DKI Jakarta, Ketua DPRD DKI Jakarta, manajemen PT Transjakarta, serta masyarakat yang mengikuti kegiatan Car Free Day di kawasan Jakarta.*
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com






















Discussion about this post