Jakarta, Kabariku.com Langkah Mantan Presiden RI ketujuh Joko Widodo (Jokowi) untuk memperkuat dinasti politik melalui Gibran Rakabuming Raka dalam pertarungan Pemilu 2029 terkendala kepentingan parpol masing-masingnya koalisi Jokowi.
Pengamat politik Universitas Terbuka, Insan Praditya Anugrah menilai jika Jokowi terus memaksa mendorong Gibran sebagai calon presiden di Pemilu 2029 dipastikan parpol koalisi Jokowi akan pecah.
“Jika koalisi Jokowi hanya mengusung Gibran dengan mesin PSI, besar kemungkinan justru partai-partai seperti Golkar, Demokrat, PKS bisa saja tidak tertarik mengusung Gibran,” kata Insan kepada Kabariku.com, Sabtu (13/6/2026).
Insan menegaskan bahwa sosok Gibran sangat lemah untuk di bandingkan sebagai capres 2029.Pasalnya banyak tokoh-tokoh muda lainnya yang bisa mengalahkan Gibran.
“Secara sosok, Gibran terlalu lemah dibandingkan tokoh-tokoh seperti Sherly Tjoanda, Agus Harimurti Yudhoyono atau Anies Baswedan yang sedang naik daun di mata masyarakat,” ujarnya.
Insan menyampaikan bahwa meskipun PSI sebagai bendera Gibran untuk maju di pemilu 2029 ,tak bisa dipastikan parpol lain ikut mendukung Gibran.
” Walaupun Gibran lewat PSI maju di Pemilu 2029, tapi tidak bisa dipastikan parpol koalisi Jokowi kompak dukung Gibran,” ujarnya.
Informasi yang dihimpun bahwa adanya dorongan PSI untuk menggaet parpol lain seperti, Golkar, Nasdem, dan PAN untuk mendukung Gibran di Pemilu 2029.
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

















Discussion about this post