Jakarta, Kabariku.com – Komunitas pengemudi ojek online (ojol) Driver Legend Indonesia atau Legend memperingati hari jadinya yang ke-7 pada 7 Juni 2026. Sejak berdiri pada 7 Juni 2019, organisasi ini dikenal sebagai salah satu kelompok pengemudi ojol yang aktif menyuarakan berbagai aspirasi terkait perlindungan profesi dan kesejahteraan mitra pengemudi di Indonesia.
Selama tujuh tahun terakhir, Legend terlibat dalam berbagai gerakan advokasi yang mendorong hadirnya payung hukum dan kepastian legalitas bagi profesi ojek online. Isu tersebut hingga kini masih menjadi salah satu tuntutan utama yang diperjuangkan oleh berbagai komunitas pengemudi di Tanah Air.
Ketua Umum Driver Legend Indonesia, Rusdy Alsaery, menilai perjalanan tujuh tahun organisasinya diwarnai berbagai pengalaman dan pencapaian yang menurutnya memberi kontribusi bagi perkembangan komunitas ojol nasional.
“7 tahun bagi kami merupakan hal yang kompleks dan luar biasa, masih muda tapi sudah begitu banyak pencapaian positif yang telah kami raih dan itu suatu kebanggaan tersendiri bagi kami dapat memberikan kontribusi langsung di belantika Ojol Nasional,” kata Rusdy dalam keterangan yang diterima, Senin, 8 Juni 2026.
Selain aktif dalam isu advokasi, Legend juga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial. Komunitas tersebut tercatat pernah menyalurkan bantuan bagi korban bencana alam serta menggelar santunan bagi anak yatim.
Sekretaris Jenderal Legend, M. Yunus Ranadona, menyebut organisasinya pernah berpartisipasi dalam sejumlah kegiatan kemanusiaan, termasuk membantu korban bencana di Pulau Sabu, Nusa Tenggara Timur, dan gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat.
Menurut Yunus, Legend juga terlibat dalam sejumlah kegiatan berskala nasional yang berkaitan dengan isu-isu pengemudi ojek online.
“Kami pernah terlibat dalam giat sosial bencana alam pulau Sabu NTT, bencana alam Cianjur, kami juga terlibat dalam pelantikan Presiden Joko Widodo, menggelar aksi TIPOSI aksi terbesar sepanjang sejarah Ojol, pemenangan Presiden Prabowo Subianto hingga berbagai aksi demi aksi ojol berskala besar di Jabodetabek. Bahkan Pembina kami (Kangmas Lutfi) sempat ditangkap Aparat dan mendekam selama beberapa hari di Polda Metro Jaya karena membela aspirasi ojol saat masa pandemi covid 19, Legend itu benar-benar kompleks!” ujar Yunus.
Sementara itu, Bendahara Umum Legend, Syahrani yang dikenal dengan sapaan Bunda Rani, mengatakan organisasi tersebut tengah melakukan evaluasi internal untuk memperkuat peran komunitas ke depan.
“7 tahun ini kami coba berbenah dan mengevaluasi diri agar bisa lebih baik lagi, tentunya bukan lebih baik dari kelompok atau wadah lain, tetapi lebih baik dari Legend yang sebelumnya,” kata dia.
Di tengah peringatan hari jadinya, Legend juga menyoroti isu pemotongan biaya aplikasi sebesar 8 persen yang menjadi perdebatan di kalangan pengemudi dan perusahaan aplikasi. Untuk merespons isu tersebut, komunitas ini menginisiasi wadah bernama Sahabat Opa Ata bersama sejumlah kelompok pengemudi lainnya.
Penasihat Agung Driver Legend Indonesia yang dikenal sebagai Opa Ata menyatakan pihaknya mendukung perhatian pemerintah terhadap sektor transportasi online, termasuk melalui Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026. Namun, ia meminta pemerintah mempertimbangkan keseimbangan kepentingan seluruh pihak dalam ekosistem transportasi digital.
“Kami mengapresiasi besarnya perhatian pak Presiden terhadap nasib Ojol lewat Perpres no 27 tahun 2026, namun kami minta supaya pak Presiden bisa lebih bijak lagi dalam mempertimbangkan keberadaan ekosistem transportasi online dan memberikan win-win solutions kepada semua pihak baik Mitra, Aplikator, maupun para pengguna,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Pembina Utama Legend, Kangmas Lutfi. Ia menilai kebijakan yang menyangkut sektor transportasi online harus dibangun melalui dialog dan mempertimbangkan kondisi para pengemudi sebagai bagian penting dari ekosistem tersebut.
“Kami percaya bahwa kebijakan yang baik adalah kebijakan yang lahir dari dialog, data, dan keberpihakan pada rakyat kecil. Ojol bukan sekadar profesi, tetapi perjuangan hidup jutaan keluarga di Indonesia sebagai mitra dari aplikator, tempat dimana harapan itu masih ada saat pemerintah tidak bisa memberikan solusi atas kebutuhan permasalahan ojol,” kata Kangmas Lutfi.
Memasuki usia ke-7 tahun, Legend menyatakan akan terus berperan dalam memperjuangkan aspirasi pengemudi ojek online sekaligus memperkuat kegiatan sosial dan pengembangan organisasi di tingkat nasional.
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com


















Discussion about this post