Jakarta, Kabariku – Program prioritas pemerintah di bidang pemenuhan gizi nasional membutuhkan dukungan serta partisipasi luas dari masyarakat. Karena itu, komunikasi publik dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Biro Hukum dan Humas Badan Gizi Nasional (BGN), Khairul Hidayati, mengatakan pemerintah perlu membangun pemahaman publik yang baik mengenai tujuan, manfaat, hingga mekanisme pelaksanaan program tersebut.
“Program sebesar ini membutuhkan dukungan dan partisipasi masyarakat. Karena itu, pemerintah harus mampu membangun pemahaman publik yang baik mengenai tujuan, manfaat, dan mekanisme program,” ujar Khairul dalam kuliah pakar yang diselenggarakan Universitas Pertahanan secara daring, Jumat (8/5/2026).
Khairul menjelaskan, strategi komunikasi Program MBG dilakukan melalui berbagai pendekatan, mulai dari komunikasi interpersonal melalui kader, tenaga kesehatan, guru, hingga tokoh masyarakat.
Pendekatan itu dinilai efektif karena masyarakat cenderung lebih percaya kepada figur yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Selain pendekatan langsung, pemerintah juga memanfaatkan media sosial dan komunikasi massa untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas dan cepat.
Menurut Khairul, komunikasi publik yang baik diharapkan membuat masyarakat memahami Program MBG bukan sekadar program bantuan, melainkan gerakan bersama membangun generasi sehat Indonesia.
“Dengan komunikasi publik yang baik, pemerintah berharap Program MBG tidak hanya dipahami sebagai program bantuan, tetapi sebagai gerakan bersama membangun generasi sehat Indonesia,” katanya.

Capaian Komunikasi Publik BGN Triwulan I 2026
Dalam paparannya, Khairul turut membeberkan capaian komunikasi publik BGN sepanjang triwulan I 2026.
Berbagai kegiatan komunikasi telah dilakukan, mulai dari publikasi berita, siaran pers, artikel, layanan informasi publik, kerja sama media, workshop, konferensi pers, hingga penanganan isu strategis.
“Komunikasi publik yang cepat, terbuka, dan responsif menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Program MBG,” jelas Khairul..
Selain menyampaikan informasi, komunikasi publik juga berfungsi memperkuat transparansi dan akuntabilitas pemerintah. BGN juga memperkuat pendekatan komunikasi digital melalui berbagai platform media sosial seperti Instagram, TikTok, dan YouTube.
Platform tersebut digunakan untuk menyebarkan konten edukasi gizi, podcast, hingga informasi terkait pelaksanaan MBG agar dapat menjangkau masyarakat luas, khususnya generasi muda.
Pemerintah Hadir di Ruang Digital
Khairul menjelaskan, pendekatan komunikasi digital ini penting karena pola konsumsi informasi masyarakat saat ini telah berubah. Masyarakat, terutama generasi muda, lebih banyak memperoleh informasi melalui media digital.
“Karena itu pemerintah harus hadir di ruang digital untuk memastikan informasi yang diterima masyarakat akurat dan terpercaya,” lanjut Khairul.
Ia menambahkan, media sosial juga menjadi instrumen penting untuk membangun keterlibatan publik sekaligus memperluas edukasi gizi kepada masyarakat.
Khairul menegaskan, pendekatan sosial-antropologi dan komunikasi publik diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku konsumsi masyarakat, meningkatkan efektivitas program gizi, serta menurunkan angka stunting dan malnutrisi dalam jangka panjang.
“Tujuan akhir dari seluruh kebijakan ini adalah menciptakan masyarakat Indonesia yang sehat, produktif, dan berkualitas. Karena itu Program MBG bukan hanya program jangka pendek, tetapi bagian dari strategi pembangunan manusia Indonesia dalam jangka panjang,” pungkasnya.*
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

















Discussion about this post