Bekasi, Kabariku – Dewan Pimpinan Pusat Da’i Rantau Minang (DPP DARAM) menggelar Silaturahmi Akbar, Sabtu (18/4/2026) di Bekasi. Dalam kegiatan tersebut, DPP DARAM meresmikan kantor pusat sekaligus mencanangkan pembangunan Islamic Centre DARAM bertaraf internasional.
Sejumlah tokoh nasional dan Beberapa tokoh Minangkabau di perantauan serta berbagai organisasi kemasyarakatan Minangkabau juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Silaturahmi Akbar ini menjadi ajang konsolidasi sekaligus penguatan jaringan dakwah dan sosial di kalangan perantau Minangkabau. Peresmian kantor pusat DPP DARAM dinilai sebagai langkah strategis dalam memperluas jangkauan program organisasi ke berbagai daerah.
Dalam rangkaian acara, isu independensi organisasi turut menjadi sorotan. Perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Buya Gusrizal Gazahar, menjelaskan bahwa sejak awal DARAM didirikan dengan fokus utama pada dakwah, bukan kepentingan politik praktis.
Ia menegaskan bahwa arah gerakan DARAM berada pada “politik keumatan”, yakni upaya mengelola kehidupan umat secara sosial dan bernegara, tanpa berorientasi pada perebutan jabatan. Komitmen tersebut, menurutnya, akan tetap terjaga selama organisasi berjalan sesuai dengan pedoman dasar dan anggaran rumah tangga yang telah ditetapkan.
“Kontribusi DARAM dalam politik lebih pada pemikiran, nasihat, dan peran moral yang bermuara pada kepentingan umat dan bangsa secara keseluruhan, bukan pada penguasaan jabatan tertentu,” ujarnya.
Selain itu, keberlanjutan program juga menjadi perhatian dalam pengembangan organisasi. Ia menekankan bahwa peresmian kantor pusat harus diikuti dengan optimalisasi fungsi dan perannya sebagai pusat aktivitas. Penguatan jaringan dakwah juga dinilai penting untuk memperluas dampak organisasi.
Di sisi lain, keberhasilan program disebut sangat bergantung pada sumber daya manusia yang memiliki komitmen, baik dari segi waktu, kemampuan, maupun dukungan finansial. Potensi kader yang memiliki kapasitas dan inovasi perlu dihimpun dan diberdayakan untuk mendorong perkembangan organisasi ke depan.
Terkait rencana pembangunan Islamic Centre DARAM Internasional, hingga saat ini lokasi masih dalam tahap penjajakan. Sejumlah opsi tengah dikompilasi bersama para tokoh dengan mempertimbangkan konsep pengembangan kawasan yang terintegrasi.
Islamic Centre tersebut dirancang tidak hanya sebagai masjid, tetapi sebagai kawasan terpadu yang mencakup pusat pendidikan, kegiatan ekonomi, dan berbagai fasilitas penunjang lainnya. Karena itu, dibutuhkan lokasi yang representatif untuk mendukung pengembangan jangka panjang.
Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam kegiatan ini. Kehadiran berbagai elemen masyarakat memperkuat posisi DARAM sebagai organisasi yang aktif dalam membangun peran keumatan di Indonesia.
Melalui kegiatan ini, DPP DARAM berharap terbangunnya sinergi antara tokoh, organisasi, dan pemerintah dalam mendukung pembangunan umat yang berkelanjutan, dengan Islamic Centre sebagai salah satu proyek strategis ke depan.
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com





















Discussion about this post