Jakarta, Kabariku – Presiden Prabowo Subianto menunjukkan ketertarikannya pada latar belakang keilmuan criminal mind daripengusaha dan kreator konten Mardigu Wowiek Prasantyo, dengan menaruh perhatian pada pemahaman motif perilaku kriminal dalam diskusi bersama sejumlah tokoh nasional di Hambalang, Bogor.
Dalam perbincangan tersebut, Prabowo menyinggung pendidikan Mardigu yang berkaitan dengan kriminologi. Ia menyebut Mardigu mempelajari bidang yang berhubungan dengan pola pikir kriminal hingga investigasi forensik.
Menurutnya, keahlian seperti itu memiliki peran penting, terutama dalam memahami tindak kejahatan.
Prabowo bahkan sempat berkelakar bahwa kemampuan tersebut seharusnya bisa dimanfaatkan di lembaga seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Ia menilai pemahaman tentang pola pikir pelaku kejahatan dapat membantu mengungkap kasus sekaligus mencegah tindakan kriminal.
“Penting ini, harusnya di KPK,” ujar Prabowo, yang disambut tawa para peserta diskusi, dikutip Rabu (25/3/2026).
Ia juga menyoroti fenomena individu yang telah memiliki kekayaan namun tetap melakukan pelanggaran hukum.
Menurutnya, perilaku tersebut perlu dipahami lebih dalam dari sisi psikologis dan pola pikir pelaku.
Menanggapi hal tersebut, Mardigu menyatakan kesiapannya untuk menjelaskan fenomena tersebut.
“Itu yang harus dijelaskan itu, Pak,” ucapnya singkat.
Diskusi tersebut berlangsung selama 6,5 jam, dengan format meja bundar yang berlangsung dalam suasana akrab namun substantif.

Pertemuan ini turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Pemimpin Redaksi SCTV-Indosiar Retno Pinasti, mantan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) sekaligus konsultan politik Hasan Nasbi, mantan Menteri Keuangan Muhammad Chatib Basri, jurnalis dan pendiri Narasi Najwa Shihab, serta pengamat politik Rizal Mallarangeng.
Dalam unggahan kanal YouTube Prabowo Subianto @djojohadikusuma, disebutkan bahwa pertemuan ini menjadi ruang diskusi mendalam terkait isu geopolitik global dan arah kebijakan strategis nasional.
Presiden juga menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi lintas elemen bangsa guna menjaga persatuan dan mendorong transformasi nasional.
Profil dan Jejak Karier “Bossman” Mardigu
Mardigu Wowiek Prasantyo, yang dikenal dengan julukan “Bossman”, merupakan pengusaha, pengamat geopolitik, sekaligus kreator konten yang cukup berpengaruh di ruang publik. Ia lahir di Madiun, Jawa Timur, pada era 1960-an.
Ia memiliki latar belakang pendidikan psikologi dengan spesialisasi criminal mind dan forensic investigation dari San Francisco State University, yang berfokus pada analisis perilaku kriminal dan teknik penyelidikan kasus.
Kariernya dimulai di dunia perbankan sebagai staf treasury pada awal 1990-an, sebelum kemudian membangun jaringan bisnis yang mencakup berbagai sektor seperti minyak dan gas, aset digital, hingga kuliner.
Mardigu juga dikenal sebagai sosok yang aktif di dunia pendidikan dan pernah terlibat sebagai pengajar di Sekolah Tinggi Intelijen Negara, serta disebut pernah menjadi staf ahli di Kementerian Pertahanan.
Di ruang publik, ia dikenal vokal menyampaikan kritik terhadap pemerintah melalui berbagai konten yang dibuatnya, mulai dari isu korupsi, polemik penanganan pandemi COVID-19, hingga fenomena “bagi-bagi jabatan”.
Selain itu, Mardigu juga merupakan pendiri Rumah Yatim Indonesia yang membina lebih dari 10.000 santri dari seluruh Indonesia. Ia meyakini bahwa merawat anak yatim merupakan salah satu jalan untuk membuka pintu rezeki.
Aktivitasnya sebagai kreator konten di media sosial dan YouTube dengan jutaan pengikut turut memperluas pengaruhnya, khususnya di kalangan muda dan professional.*
Baca juga :
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com



















Discussion about this post