Jakarta, Kabariku – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merespons maraknya gift atau saweran yang diterima Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat melakukan siaran langsung di TikTok bersama putranya.
Lembaga antirasuah itu mengimbau agar setiap pemberian yang berpotensi menimbulkan keraguan segera dikonsultasikan atau dilaporkan sebagai bentuk kehati-hatian terhadap gratifikasi.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, pejabat publik dapat memanfaatkan kanal pelaporan resmi apabila terdapat keraguan atas suatu pemberian.
“Jika ragu, dapat juga dikonsultasikan ataupun dilaporkan, terlebih pelaporan gratifikasi itu sangat mudah, bisa online melalui gol.kpk.go.id atau melalui unit pengelola gratifikasi (UPG) yang ada di Kemenkeu, pun juga bisa dengan lapor langsung ke KPK,” ujar Budi, Kamis (26/2/2026).
Budi menyampaikan apresiasi terhadap sikap Purbaya yang dinilai waspada terhadap potensi gratifikasi. Berdasarkan tayangan yang beredar, gift dalam siaran langsung tersebut disebut ditujukan kepada anaknya dan tidak berkaitan dengan pelaksanaan tugas maupun jabatan sebagai penyelenggara negara.
“Kami tentunya menyampaikan apresiasi kepada Pak Menteri, yang aware dan berhati-hati dengan potensi gratifikasi. Jika kita melihat tayangannya, saweran atau pemberian tersebut untuk anaknya, dan tidak terkait dengan pelaksanaan tugas ataupun jabatannya sebagai penyelenggara negara,” katanya.

Meski demikian, KPK tetap mengingatkan pentingnya prinsip transparansi dan kehati-hatian, terutama bagi pejabat publik yang rentan terhadap potensi benturan kepentingan.
Dalam penjelasannya, Budi juga menyinggung kisah Hoegeng Iman Santoso. Kapolri kelima periode 1968-1971 itu disebut pernah menutup toko bunga milik istrinya untuk menghindari potensi konflik kepentingan akibat jabatannya.
“Yang menarik juga, soal mematikan fitur gift kita jadi diingatkan cerita Jenderal Hoegeng yang menutup toko bunga istrinya, karena orang yang membeli bunga bisa jadi karena melihat jabatan suaminya, dan bisa timbul benturan kepentingan,” ucap Budi.
Diketahui, akun TikTok milik Yuda (Yuda.P.S) beberapa kali menerima gift dengan ikon paus yang nilainya disebut mencapai lebih dari Rp1 juta per kiriman. Dalam siaran tersebut, Yuda tampak membacakan notifikasi saweran dari warganet.
“Nyawer paus, Rp1 juta lebih. Paus lagi, terima kasih,” ujar Yuda saat membaca notifikasi gift yang masuk, Rabu (25/2/2026).
Menkeu Purbaya yang berada di samping putranya sempat merespons dengan nada bercanda namun serius, menegaskan bahwa gift tersebut diberikan kepada anaknya dan bukan kepada dirinya sebagai pejabat negara guna menghindari potensi gratifikasi.
Yuda saat itu sempat menyinggung kemungkinan menonaktifkan fitur gift untuk mencegah polemik lebih lanjut.***
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com





















Discussion about this post