Jakarta, Kabariku – Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB) terus memperkuat perannya di bidang pendidikan, sosial, dan kemanusiaan. Hingga Februari 2026, yayasan yang bernaung di lingkungan Bhayangkari dan Polri ini tercatat bersama Polri mengelola 1.179 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Ketua Pembina YKB periode 2025-2026 dijabat oleh Juliati Sigit Prabowo yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Bhayangkari. Sementara itu, posisi Ketua Pengurus Pusat YKB diemban oleh Winta Wahyu Widada.
Dibawah kepengurusan terbaru, YKB menegaskan komitmennya mendukung program strategis pemerintah, khususnya di sektor pendidikan dan pemenuhan gizi anak.

Dukung Program Makan Bergizi Gratis
Sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG), YKB bersama Polri melaksanakan groundbreaking 436 unit SPPG secara serentak di seluruh Indonesia. Program ini menjadi bagian dari implementasi Asta Cita Presiden RI.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya meresmikan total 1.179 SPPG dan 18 gudang pangan Polri. SPPG berfungsi memproduksi dan mendistribusikan makanan sehat dan bergizi bagi peserta didik.
Sejumlah daerah telah merasakan manfaat program tersebut, antara lain Lampung dengan 28 SPPG, Jombang (6 unit), serta wilayah Kebumen, Pidie, dan Hulu Sungai Selatan. Di tingkat Polres, YKB aktif mendirikan dapur-dapur SPPG guna memastikan distribusi gizi berjalan efektif dan tepat sasaran.
Kegiatan peresmian dan peletakan batu pertama turut dihadiri Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, Irwasum Polri Komjen Pol. Drs. Wahyu Widada, serta jajaran Pejabat Utama Polri dan pengurus YKB pusat maupun daerah.

Berawal dari Kepedulian Pendidikan
YKB berdiri atas prakarsa Ny. Widodo Budidarmo, Ketua Umum Bhayangkari periode 1975-1978. Akta pendirian yayasan kemudian didaftarkan pada 5 Mei 1980 oleh Ny. Poppy Awaluddin Djamin melalui notaris Ny. Hidajati Ananta Prajitno Nitisastro, S.H., di Jakarta. Tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Ulang Tahun YKB.
Cikal bakal pembentukan yayasan dilatarbelakangi kebutuhan pengelolaan sekolah umum yang sebelumnya dijalankan oleh satuan-satuan Polri.
Seiring berkembangnya waktu, pada 1990 dilakukan perubahan anggaran dasar untuk memperluas bidang usaha, termasuk pendirian Panti Asuhan Wisma Bhara Tunas Bhakti di Kedung Halang, Bogor, yang diresmikan Kapolri saat itu, Jenderal Polisi Drs. M. Sanusi.
Mengacu pada Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001 tentang Yayasan dan perubahannya dalam UU Nomor 28 Tahun 2004, YKB secara bertahap juga telah menyelesaikan salinan akta bagi 629 sekolah di bawah naungannya.

Program Unggulan 2025-2026
Pada periode 2025-2026, YKB memprioritaskan sejumlah program strategis, antara lain:
Pendidikan
-Pengembangan Sekolah Kemala Bhayangkari menjadi sekolah unggulan;
-Pembangunan SMA/Sekolah Taruna Kemala Bhayangkara, termasuk di Gunung Sindur, Jawa Barat; dan
-Peluncuran sistem penerimaan murid baru berbasis manajemen modern.
Yayasan Kemala Bhayangkari memiliki sekitar 694 sampai 713 unit sekolah yang tersebar di seluruh Indonesia, mulai dari tingkat Kelompok Bermain (KB), Taman Kanak-kanak (TK) sebagai mayoritas, hingga SMA/SMK dan Sekolah Luar Biasa (SLB). Sekolah ini berfokus pada pendidikan anak usia dini hingga menengah untuk putra-putri Polri dan masyarakat umum.
Selain pendidikan formal, yayasan ini juga mengelola panti sosial dan ribuan guru, dengan fokus pada pembentukan karakter dan pendidikan berkualitas bagi anak-anak di lingkungan Polri dan masyarakat.
Berdasarkan data Yayasan Kemala Bhayangkari, yayasan ini menaungi ratusan sekolah dengan total murid mencapai 40.585 siswa hingga ke tingkat pendidikan menengah dan luar biasa.

Sosial dan Kesehatan
-Dukungan terhadap MBG melalui operasional SPPG;
SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari fokus melayani kebutuhan gizi pelajar, termasuk sekolah-sekolah di bawah naungan Yayasan Kemala Bhayangkari (TK Bhayangkari) dan sekolah umum lainnya.
Menu yang disajikan SPPG di bawah Bhayangkari disesuaikan dengan standar Badan Gizi Nasional (BGN) dan Angka Kecukupan Gizi (AKG).
-Penyelenggaraan bakti sosial dan bakti kesehatan, termasuk pemeriksaan kesehatan dan layanan farmasi; dan
-Bantuan bagi keluarga besar Polri, anak berkebutuhan khusus, serta korban bencana alam.
Keagamaan dan Pengembangan SDM
-Kegiatan pembinaan keagamaan dan sosial kemasyarakatan; dan
-Rapat kerja lima tahunan untuk sinkronisasi program lintas bidang secara terstruktur.
Sejak berdiri hingga kini, peran Ketua Umum Bhayangkari selaku Ketua Pembina YKB dinilai strategis dalam menjaga kesinambungan visi yayasan, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga besar Polri dan masyarakat luas.
Dengan penguatan sektor pendidikan dan dukungan terhadap pemenuhan gizi nasional, Yayasan Kemala Bhayangkari menegaskan posisinya sebagai mitra aktif Polri dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.***
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com




















Discussion about this post