Jakarta, Kabariku.com – Langkah pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara yang membeli sebagian saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari aktivis nasional Sandri Rumanama yang menilai investasi tersebut perlu diikuti dengan strategi pengelolaan yang lebih komprehensif.
Menurut Sandri, kebijakan pemerintah untuk masuk ke dalam struktur kepemilikan GoTo tidak cukup hanya sebatas pembelian saham. Pemerintah, kata dia, juga perlu menyiapkan ekosistem bisnis serta infrastruktur pendukung agar investasi tersebut memberikan dampak yang lebih besar bagi negara dan masyarakat.
“Memang kecil sih hanya 8 persen, namun harusnya pemerintah melalui Danantara sudah mestinya melek bisnis. Mode digital bisnis transportasi sangat menjanjikan dan harus dimaksimalkan. Minimal ada BUMN pengelola transportasi mode digital roda dua dan roda empat,” ujar Sandri.
Ia menjelaskan, sektor transportasi digital saat ini telah berkembang jauh melampaui layanan angkutan penumpang. Bisnis transportasi roda empat (R4) dan roda dua (R2) kini telah bertransformasi menjadi ekosistem yang mengintegrasikan layanan ride-hailing dengan sektor otomotif, logistik, hingga layanan keuangan digital.
Menurut Sandri, model bisnis terintegrasi yang dijalankan oleh Gojek sebagai bagian dari grup GoTo maupun Grab menunjukkan besarnya potensi ekonomi yang dapat dihasilkan dari industri transportasi berbasis aplikasi. Integrasi antara layanan mobilitas, pengiriman barang, pembayaran digital, hingga berbagai layanan pendukung lainnya telah menciptakan ekosistem bisnis yang masif dan terus berkembang.
Ia menilai potensi tersebut seharusnya dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pemerintah melalui Danantara, tidak hanya sebagai investor, tetapi juga sebagai pihak yang berperan aktif dalam pengelolaan dan pengembangan bisnis transportasi digital nasional.
“Ini bisnis yang menjanjikan. Harusnya pemerintah melalui Danantara bukan sekadar pembelian saham, namun perlu didorong manajemen pengelolaan oleh pemerintah. Bisa jadi skema holding ke BUMN yang sudah ada seperti DAMRI atau dibuat BUMN baru,” papar Sandri.
Sandri berpandangan bahwa keterlibatan negara dalam sektor transportasi digital dapat menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia di tengah persaingan ekonomi digital yang semakin ketat. Selain itu, kehadiran BUMN khusus yang mengelola layanan transportasi digital dinilai berpotensi menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional sekaligus memperluas manfaat bagi para mitra pengemudi dan masyarakat pengguna layanan.(Bemby)
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com





















Discussion about this post