Jakarta, Kabariku – Guru Besar Ekonomi Pertanian Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Achmad Tjachja Nugraha, M.P., PIA., CFrA., CACP., meluncurkan buku terbaru berjudul “Technopreneurship: Teori, Aplikasi, dan Implementasi dalam Bisnis Berbasis Teknologi” pada Februari 2026.
Buku setebal lebih dari 600 halaman ini menawarkan panduan komprehensif membangun bisnis teknologi secara strategis dan berkelanjutan di tengah percepatan transformasi digital.
Dalam buku tersebut, Prof Achmad menegaskan bahwa Technopreneurship tidak sekadar identik dengan mendirikan startup atau menciptakan aplikasi digital.
Menurutnya, kunci utama terletak pada kemampuan membaca peluang ekonomi, merancang model bisnis yang tepat, serta memastikan keberlanjutan usaha di tengah kompetisi global yang semakin ketat.
“Teknologi hanyalah alat. Nilai tambahnya muncul ketika inovasi dipadukan dengan strategi bisnis yang tepat,” ujar Prof Achmad.
Buku ini menguraikan tahapan membangun bisnis berbasis teknologi secara sistematis, mulai dari merumuskan ide berbasis problem nyata, menyusun perencanaan usaha, hingga melakukan analisis risiko di ekosistem digital yang dinamis.
Strategi pemasaran digital dan penguatan branding juga dibahas sebagai fondasi penting untuk memenangkan persaingan pasar.

Salah satu pembahasan yang menjadi sorotan adalah strategi Blue Ocean, yakni pendekatan untuk menciptakan ruang pasar baru yang minim kompetitor, alih-alih terjebak dalam persaingan pasar yang padat.
Melalui strategi ini, pelaku usaha didorong membangun keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Sebagai akademisi sekaligus praktisi, Prof Achmad memadukan kerangka teori dengan implementasi aplikatif.
Konsep-konsep strategis disajikan secara runtut dan mudah dipahami, sehingga relevan bagi mahasiswa, dosen, peneliti, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ingin memperkuat fondasi bisnis berbasis teknologi.
Ia juga menyoroti besarnya potensi ekonomi digital Indonesia, didukung populasi besar dan penetrasi internet yang terus meningkat. Namun, potensi tersebut dinilai hanya dapat dioptimalkan jika lahir technopreneur visioner yang mampu berpikir strategis dan inovatif.
“Kita tidak boleh hanya menjadi konsumen teknologi. Kita harus mampu menjadi pencipta inovasi yang memberi manfaat luas bagi masyarakat,” tegasnya.
Peluncuran buku ini diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam memperkuat ekosistem technopreneurship nasional, sekaligus mendorong generasi muda berani mengambil peran sebagai pencipta inovasi di era ekonomi digital.
Buku Technopreneurship diproyeksikan menjadi referensi utama dalam mata kuliah kewirausahaan, entrepreneurship, maupun technopreneurship, serta panduan praktis bagi pelaku UMKM yang ingin bertransformasi berbasis teknologi.***
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com





















Discussion about this post