• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Kamis, Juli 23, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home News

Ketua PWI Pokja Kepolisian Jakbar: Narkoba Bukan Masalah Polisi Saja, Ini Tanggung Jawab Bangsa

Tresna Sobarudin oleh Tresna Sobarudin
22 Juli 2025
di News
A A
0
Ketua PWI Pokja Kepolisian Jakarta Barat, Teuku Faisal

Ketua PWI Pokja Kepolisian Jakarta Barat, Teuku Faisal

ShareSendShare ShareShare

Jakarta, Kabariku – Maraknya penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda mendapat sorotan tajam dari Ketua PWI Pokja Kepolisian Jakarta Barat, Teuku Faisal. Dalam sebuah diskusi terbuka yang digelar di kantor PWI Pokja Kepolisian Jakarta Barat, yang beralamat di Cendrawasih Raya Cengkareng Jakarta Barat, Senin (21/7/2025),

Faisal menegaskan bahwa perang melawan narkoba tidak bisa hanya dibebankan pada aparat kepolisian, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

“Ini bukan semata urusan polisi atau BNN. Ini soal masa depan anak-anak kita. Soal keberlangsungan negeri ini. Jika kita tidak bergerak bersama, kita akan kehilangan generasi emas,” ujar Faisal penuh keprihatinan.

RelatedPosts

Kasus Pembunuhan Anggota TNI: Polisi Tetapkan 3 Tersangka Baru, Total Jadi 7 Orang

SETARA Institute Kritik Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak: “Langkah Koersif dan Inkonstitusional”

Kapolda NTT Terima Kunjungan Kakanwil Ditjenpas, Perkuat Sinergi Pengamanan dan Penegakan Hukum

Menurutnya, penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja saat ini sudah sangat mengkhawatirkan, bahkan kerap berawal dari kebiasaan yang dianggap sepele: merokok, mengonsumsi alkohol, nongkrong hingga larut malam, nonton video porno, bermain judi online, hingga terlibat dalam geng motor dan tawuran.

“Banyak yang tak sadar bahwa rokok dan miras adalah pintu masuk. Lalu ada pengaruh lingkungan dan internet. Saat kontrol lemah, anak-anak bisa terjerat narkoba hanya dalam hitungan minggu,” jelas Faisal.

Satu Kasus, Banyak Sumber Masalah

Faisal juga mengungkapkan bahwa penanganan kasus narkoba pada remaja seringkali hanya berhenti pada proses hukum, tanpa ada upaya pemulihan menyeluruh terhadap kondisi psikologis, lingkungan sosial, maupun nilai-nilai keluarga.

“Kalau hanya ditangkap dan dipenjara, tapi tidak ada pembinaan, dia bisa kembali mengulang. Lingkungannya tetap sama, orang tuanya tetap tak peduli, sistem pendidikan tetap lemah. Ini bukan solusi,” tegasnya.

Baca Juga  PWI Pokja Polres Jakarta Barat Gelar Aksi Sosial Ramadan, Bagikan Ratusan Takjil dan Nasi Kotak

Ia menilai bahwa masalah narkoba sudah masuk ke akar sosial, sehingga pendekatan represif saja tidak cukup. Yang dibutuhkan adalah sinergi antara rumah, sekolah, media, tokoh agama, dan pemerintah, dalam membangun sistem perlindungan terhadap anak-anak muda.

Peran Orang Tua dan Sekolah Sangat Sentral

Dalam kesempatan itu, Teuku Faisal juga menyoroti melemahnya pengawasan orang tua dan lemahnya pendidikan karakter di sekolah.

“Hari ini, banyak anak SMP sudah pegang HP 24 jam. Tapi adakah orang tua yang benar-benar tahu apa yang ditonton anaknya? Di sekolah, pelajaran moral digantikan target nilai ujian. Ini bahaya laten,” katanya.

Faisal mengajak para pendidik untuk kembali memprioritaskan pembentukan akhlak dan pengawasan terhadap perilaku siswa, bukan semata pencapaian akademik.

Media Juga Harus Hadir sebagai Penyelamat

Sebagai wartawan senior, Faisal juga mengajak para jurnalis untuk tidak hanya menjadi “penonton” dari kasus-kasus kenakalan remaja yang viral, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan pencegahan.

“Media harus ikut menjaga akal sehat masyarakat. Tulis berita bukan hanya soal siapa ditangkap, tapi kenapa dia bisa begitu. Berikan edukasi, bukan sensasi,” tuturnya.

Seruan Moral: Ini Tanggung Jawab Kita Semua

Di akhir pernyataannya, Faisal menegaskan bahwa narkoba adalah ancaman nasional, dan semua pihak harus mengambil bagian dalam melindungi generasi penerus bangsa.

“Kalau hari ini kita cuek, besok yang jadi korban bisa anak kita sendiri. Jangan tunggu sampai terlambat. Mari kita ubah cara pikir: narkoba bukan cuma urusan polisi, ini tanggung jawab kita sebagai bangsa.”

Faisal juga mendorong adanya gerakan nasional berbasis komunitas yang aktif turun ke sekolah, kampus, tempat ibadah, dan ruang publik untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya narkoba dan pentingnya peran keluarga.

Baca Juga  Bareskrim Tangkap Direktur Persiba Balikpapan, Manajemen Tegaskan Tidak Terkait Klub

Apa yang disampaikan Teuku Faisal bukan sekadar peringatan, tapi alarm sosial yang sudah berbunyi keras. Jika tak segera disikapi dengan kolaborasi dan komitmen nyata, Indonesia bukan hanya akan kehilangan generasi, tapi juga masa depannya. (Bem)*

Tags: Ketua PWI Pokja Kepolisian Jakarta BaratnarkobaTeuku Faisal
ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

Eks Marinir TNI AL yang Gabung Tentara Rusia Ingin Kembali Jadi WNI, Beikut Ini Beberapa Unggahannya

Post Selanjutnya

APKLI Perjuangan Canangkan Gerakan Pasar Rakyat, Gubernur DKI: Ini Sejalan Visi Presiden Prabowo

RelatedPosts

Kasus Pembunuhan Anggota TNI: Polisi Tetapkan 3 Tersangka Baru, Total Jadi 7 Orang

22 Juli 2026

SETARA Institute Kritik Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak: “Langkah Koersif dan Inkonstitusional”

22 Juli 2026

Kapolda NTT Terima Kunjungan Kakanwil Ditjenpas, Perkuat Sinergi Pengamanan dan Penegakan Hukum

22 Juli 2026
Foto: Istimewa

Sandri Rumanama Puji Polri Usut Dugaan Korupsi Kejagung, Dorong Kortas Tipikor Jadi Badan

22 Juli 2026

Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Bocorkan ‘Adiknya’ Jadi Calon Pengganti

22 Juli 2026

Ekonom Senior Ferry Latuhihin Pertanyakan Sikap S&P Pertahankan Outlook Indonesia Tetap Stabil.

22 Juli 2026
Post Selanjutnya
itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan keterangan kepada wartawan tentang pencanangan Gerakan Pasar Rakyat/Bem

APKLI Perjuangan Canangkan Gerakan Pasar Rakyat, Gubernur DKI: Ini Sejalan Visi Presiden Prabowo

Hashim Djojohadikusumo

Jejak Hashim Djojohadikusumo: Datang Saat Orang Lain Menjauh, Muncul Saat Harapan Menipis

Discussion about this post

KabarTerbaru

Kasus Pembunuhan Anggota TNI: Polisi Tetapkan 3 Tersangka Baru, Total Jadi 7 Orang

22 Juli 2026

SETARA Institute Kritik Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak: “Langkah Koersif dan Inkonstitusional”

22 Juli 2026

Presiden Prabowo Tunjuk Sudaryono Jadi Kepala BGN, Pastikan Program MBG Tetap Berjalan

22 Juli 2026

FAGAR Bertemu Dirjen GTK, Dorong Percepatan Pengangkatan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu

22 Juli 2026

Kapolda NTT Terima Kunjungan Kakanwil Ditjenpas, Perkuat Sinergi Pengamanan dan Penegakan Hukum

22 Juli 2026
Foto: Istimewa

Sandri Rumanama Puji Polri Usut Dugaan Korupsi Kejagung, Dorong Kortas Tipikor Jadi Badan

22 Juli 2026

Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Bocorkan ‘Adiknya’ Jadi Calon Pengganti

22 Juli 2026

Ekonom Senior Ferry Latuhihin Pertanyakan Sikap S&P Pertahankan Outlook Indonesia Tetap Stabil.

22 Juli 2026

Jalan Nasional di Nias Belum Tuntas, DPD RI Desak Penguatan Anggaran BBPJN Sumut

22 Juli 2026

Presiden Prabowo Tunjuk Sudaryono Jadi Kepala BGN, Pastikan Program MBG Tetap Berjalan

22 Juli 2026

Kabar Terpopuler

  • Owner PT Global Komodo Indonesia, Hironimus Amal. (Foto: Dok. Pribadi)

    Wow, Ekspedisi Ini Jadi Sistem Pendukung Kemajuan Bisnis Pariwisata Labuan Bajo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Manusia Jadi Komoditas Menghilang: Belajar Pasar dari Jepang yang Suka “Menguap”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Presiden Prabowo Subianto Perlu Mengevaluasi Dugaan Kebocoran Informasi Pertemuan Terkait Febri Adriansyah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Koalisi MBG Watch Ajukan Judicial Review UU APBN 2026 ke MK, Soroti Anggaran Makan Bergizi Gratis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sinyal Belum Ada Pergantian Kapolri?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Retakan Bernegara Mulai Terlihat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Bocorkan ‘Adiknya’ Jadi Calon Pengganti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM
DJITUBERITA.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com