• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Minggu, Juli 12, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Dwi Warna

Silmy Karim Tersangka Kasus Izin Tinggal WNA, KPK Ungkap Kode “Malaikat” Sekali Klik Ada Harganya

Tresyana Bulan oleh Tresyana Bulan
6 Juni 2026
di Dwi Warna
A A
0
ShareSendShare ShareShare

Jakarta, Kabariku – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) nonaktif, Silmy Karim, sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan dan penerimaan gratifikasi terkait pengurusan izin tinggal warga negara asing (WNA).

Tak hanya Silmy Karim, KPK juga menetapkan tujuh pejabat dan pegawai Direktorat Jenderal Imigrasi sebagai tersangka dalam perkara yang disebut berlangsung secara sistematis dan terstruktur sejak 2022 hingga 2026.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Ketua KPK, Setyo Budiyanto, mengungkapkan penyelidikan kasus ini berawal dari pengembangan perkara Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) di Kementerian Ketenagakerjaan yang ditangani KPK pada 2025.

RelatedPosts

KPK Tahan Eks Sekjen MPR, Diduga Terima Gratifikasi “Uang Assalamualaikum” Rp30 Miliar

Mochammad Jasin Dorong KPK Usut Dugaan Suap di Balik Amplop Bupati Kuansing ke Menhut

Drama Amplop ke Raja Juli Terungkap! Ini Kronologi Kasus Bupati Kuansing hingga Uang Dikembalikan

Dari hasil koordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), ditemukan transaksi mencurigakan yang melibatkan 35 pegawai Kementerian Imipas.

PPATK mencatat aliran dana pada 96 rekening bank dengan total nilai mencapai Rp366,7 miliar sepanjang 2019 hingga 2025. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar Rp9,7 miliar atau 3 persen yang berasal dari gaji dan tunjangan resmi.

Sisanya, sebesar Rp357 miliar atau 97 persen, diduga berasal dari pemohon layanan keimigrasian seperti visa, izin tinggal, paspor, dan perizinan tenaga kerja asing.

Modus “Setiap Klik Ada Harganya”

Dalam konstruksi perkara yang dipaparkan KPK, Silmy Karim yang saat itu menjabat Direktur Jenderal Imigrasi pada periode 2023-2024 diduga meminta setoran dari proses pengurusan izin tinggal WNA melalui Direktur Izin Tinggal, Jaya Saputra.

Perintah tersebut kemudian diteruskan kepada dua pejabat di Direktorat Izin Tinggal, yakni Bagus Bramantyo dan Tessar Bayu Setyaji, untuk menarik biaya tambahan dari para pemohon.

Baca Juga  KPK Tetapkan Lima Tersangka Korupsi di Lingkungan LPEI Senilai $USD 60 Juta

KPK mengungkap adanya praktik yang dikenal dengan istilah “setiap klik ada harganya”, dimana setiap tahapan proses pengajuan izin tinggal dikenakan pungutan di luar ketentuan resmi.

Untuk mengumpulkan dana tersebut, staf Direktorat Izin Tinggal, Gusti Bernardiansyah, diduga menggunakan sejumlah rekening nominee sebagai rekening penampung pembayaran dari biro jasa maupun WNA.

Selama periode 2022 hingga 2026, para pelaku diduga menerima uang sedikitnya Rp145,5 miliar melalui transaksi tunai maupun transfer yang dilakukan secara layering (berlapis) menggunakan pihak perantara.

Jatah Rp100 Juta per Pekan untuk Silmy Karim

KPK mengungkap dana yang terkumpul dibagikan secara rutin setiap hari Jumat kepada sejumlah pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi.

Silmy Karim diduga menerima setoran rutin sebesar Rp100 juta setiap pekan.

Untuk menyamarkan distribusi uang, para pelaku menggunakan sejumlah kode khusus. Salah satunya adalah istilah “malaikat” yang merujuk pada pejabat tinggi penerima aliran dana.

Selain itu, digunakan pula istilah yang terinspirasi dari personel grup musik seperti “vokalis”, “gitaris”, “backing vocal”, hingga “koreografer” untuk mengidentifikasi penerima setoran tertentu.

Dana hasil dugaan pemerasan tersebut kemudian digunakan untuk kepentingan pribadi, pembelian aset, hingga mendirikan usaha towing sebagai sarana penyamaran asal-usul uang.

Uang Hasil Korupsi Dibeli Emas dan Properti

KPK juga menemukan indikasi upaya penyamaran aset ketika perkara RPTKA mulai diusut pada 2025.

Para pihak yang terlibat diduga menarik dana dari rekening penampung dan mengalihkannya ke bentuk emas batangan. Bahkan, sebagian transaksi pembelian rumah disebut dilakukan menggunakan kepingan emas.

Menurut KPK, praktik pemerasan terjadi karena proses pengajuan izin tinggal sengaja dipersulit. Pemohon yang mengurus melalui biro jasa dipaksa membayar biaya tambahan di tingkat kantor imigrasi daerah maupun Direktorat Jenderal Imigrasi di pusat agar permohonannya dapat diproses.

Baca Juga  PPATK: Lebih dari 1.000 di Lingkungan DPR-DPRD Terpapar Judi Online dengan 63.000 Transaksi

“Konstruksi perkara ini menunjukkan adanya pola perintah dari atas ke bawah dan aliran setoran dari bawah ke atas yang berlangsung secara sistemik,” ujar Seryo.

OTT KPK Amankan 18 Orang

Dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan pada 2-3 Juni 2026, KPK mengamankan 18 orang di sejumlah lokasi, termasuk Bali dan Bandung.

Salah satu yang diamankan adalah Silmy Karim yang disebut menyerahkan diri kepada penyidik.

Selain itu, KPK menyita berbagai aset yang diduga berasal dari hasil tindak pidana korupsi dengan nilai total mencapai Rp17,5 miliar.

Barang bukti yang disita antara lain: 7 unit mobil; 15 unit sepeda motor; 11 unit sepeda; Saldo rekening bank; Aset kripto, Emas batangan; Mata uang asing; Sertifikat tanah dan kendaraan.

Dari salah satu tersangka, KPK menyita empat akun aset kripto senilai Rp1,2 miliar serta 500 gram emas.

Delapan Tersangka Resmi Ditahan

Berdasarkan alat bukti yang cukup, KPK menetapkan delapan tersangka dalam perkara ini, yakni:

1. Silmy Karim – Wamen Imipas dan mantan Dirjen Imigrasi

2. Saffar Muhammad Godam – Plt Dirjen Imigrasi 2024-2025

3. Jaya Saputra – Direktur Izin Tinggal

4. Bagus Bramantyo – Kasubdit Direktorat Izin Tinggal

5. Tessar Bayu Setyaji – Kasubdit Direktorat Izin Tinggal

6. Ronald Arman Abdullah – Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Barat

7. Juniadi Sri Priambudi – Ketua Tim Alih Status ITAS

8. Gusti Bernardiansyah – Staf Subdirektorat Izin Tinggal

Seluruh tersangka ditahan selama 20 hari pertama, terhitung sejak 4 hingga 23 Juni 2026.

Modes Proses Digital ‘Setiap Klik Ada Harganya‘

KPK menilai perkara ini memiliki dampak yang jauh lebih luas dibanding kasus RPTKA karena menyangkut seluruh layanan izin tinggal warga negara asing di Indonesia, termasuk pekerja asing, anggota keluarga mereka, hingga wisatawan mancanegara.

Baca Juga  KPK Bentuk Satgas Penyidikan Khusus Anggaran Covid-19

Lembaga antirasuah itu juga menyoroti adanya upaya mengakali sistem digitalisasi pelayanan publik melalui praktik pungutan liar yang dilakukan secara sistematis.

“Kami melihat adanya modus baru yang memanfaatkan proses digital dengan konsep ‘setiap klik ada harganya‘. Ini menjadi tantangan serius dalam reformasi pelayanan publik,” kata Seryo.

KPK memastikan penyidikan akan terus dikembangkan, termasuk menelusuri kemungkinan penerapan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terhadap para tersangka.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 12 huruf e dan/atau Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, juncto ketentuan dalam KUHP terbaru.

Dalam kesempatan ini, KPK turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih  kepada masyarakat serta seluruh pihak yang telah mendukung serta berkontribusi dalam peristiwa tertangkap tangan di Dirjen/Kementerian Imipas.

Khususnya kepada jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Polda Bali, serta Polrestabes Bandung yang telah memfasilitasi pemeriksaan awal terhadap para terduga pelaku, termasuk kawan-kawan jurnalis, yang senantiasa membersamai upaya pemberantasan korupsi.*

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: #MerahPutihTegakBerdiri8 Tersangka Korupsi RPTKADirektorat Jenderal ImigrasiKementerian KetenagakerjaanKomisi Pemberantasan KorupsiPPATKsetiap klik ada harganyaSilmy Karim tersangka
ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

Diterpa Isu Penghentian Operasional, BGN Tegaskan MBG Tetap Berjalan di Seluruh Indonesia

Post Selanjutnya

Aliansi Rakyat Garut Bersatu Dukung Kejagung Usut Tuntas Dugaan Korupsi dan Jual Beli SPPG

RelatedPosts

dok. KPK

KPK Tahan Eks Sekjen MPR, Diduga Terima Gratifikasi “Uang Assalamualaikum” Rp30 Miliar

10 Juli 2026

Mochammad Jasin Dorong KPK Usut Dugaan Suap di Balik Amplop Bupati Kuansing ke Menhut

8 Juli 2026

Drama Amplop ke Raja Juli Terungkap! Ini Kronologi Kasus Bupati Kuansing hingga Uang Dikembalikan

7 Juli 2026

KPK Geledah Sejumlah Lokasi di Kuansing, Dalami Dana HPT Kasus Korupsi Bupati Suhardiman Amby 

6 Juli 2026
Foto : Istimewa

Siaga 98 Desak Raja Juli Kooperatif, Dukung KPK Usut Rangkaian Korupsi Bupati Kuansing 

6 Juli 2026

KPK OTT Bupati Langkat Syah Afandi, Tangkap Tujuh Orang di Tiga Wilayah Sumut

3 Juli 2026
Post Selanjutnya

Aliansi Rakyat Garut Bersatu Dukung Kejagung Usut Tuntas Dugaan Korupsi dan Jual Beli SPPG

Yuda Puja Turnawan Ajak Generasi Muda Lawan "Lost Generation" lewat Donor Darah, Meriahkan Bulan Bung Karno

Discussion about this post

KabarTerbaru

Presiden Prabowo Panggil Menhan, Panglima TNI, Kapolri hingga Kepala BIN ke Istana

12 Juli 2026

Rudi Margono: Jamwas yang Pernah Pimpin Tim Supervisi BLBI KPK, Kini Jadi Plt Jampidsus

11 Juli 2026

Hendardi: Kejagung Jangan Defensif, Dugaan Intervensi TNI Harus Diusut Tuntas

11 Juli 2026

Habiburokhman: Komisi III DPR Bentuk Tim Pengawas, Pastikan Kasus Febrie Adriansyah Dikawal Hingga Tuntas

11 Juli 2026

Kortastipidkor Polri Tetapkan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah dan DR sebagai Tersangka Korupsi dan TPPU

11 Juli 2026

Jumat Berbagi, Polres Tangsel Bersama Bhayangkari Hadir Berbagi Kebahagiaan untuk Masyarakat

11 Juli 2026

Operasi Brantas Jaya 2026 Berhasil, Polsek Cisauk Ringkus Residivis Curanmor

11 Juli 2026

Polri Tetapkan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah sebagai Tersangka Dugaan Korupsi dan TPPU

11 Juli 2026

Bus Sekolah Gratis Tangsel Dipastikan Tetap Beroperasi hingga Akhir 2026, Pemkot Tambah Anggaran Rp400 Juta

11 Juli 2026

Presiden Prabowo Panggil Menhan, Panglima TNI, Kapolri hingga Kepala BIN ke Istana

12 Juli 2026

Kabar Terpopuler

  • Atlet Renang Pelajar Garut Borong Medali di O2SN Jabar, Kalula Lolos ke Tingkat Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diresmikan Sejak November 2025, SPPG Milik Eks Bupati Agus Supriadi Belum Juga Beroperasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Penugasan AKBP Syarif yang Tetap Mendampingi Jokowi: Antara Kebutuhan Pengamanan dan Persepsi Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mantan Branch Manager MNC Bank Cabang MNC Tower,Saidah Amir Sussy Ditahan Polisi, Diduga Gelapkan Dana Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sosok Jenderal Humanis Akpol 1995 Ahli Hukum Cybercrime Unpad; Brigjen Pol Mokhamad Ngajib

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bongkar Dugaan Korupsi PLN hingga Asabri, Polri Geledah Cafe dan Money Changer di Cipete

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perusahaan Udang Milik Kaesang Pangarep Terlilit Utang Lebih dari Rp2 Triliun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM
DJITUBERITA.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com