Jakarta, Kabariku – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa menemui ribuan mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa di depan Gerbang Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (19/6/2026) malam.
Kehadiran kedua pimpinan DPR itu disambut antusias para mahasiswa. Dasco dan Saan bahkan sempat berbaur di atas mobil komando bersama massa aksi sebelum menyampaikan komitmen DPR dalam mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Hidup mahasiswa, hidup mahasiswa, hidup rakyat Indonesia,” pekik Dasco di hadapan para demonstran.
Sebelum menemui massa aksi, Dasco dan Saan terlebih dahulu berdialog dengan perwakilan mahasiswa di Ruang Abdul Muis, Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen. Pertemuan tersebut juga diwarnai konferensi pers bersama yang membahas berbagai aspirasi terkait pelaksanaan Program MBG.
Dalam dialog tersebut, Dasco menegaskan DPR akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap program unggulan pemerintah itu agar pelaksanaannya lebih efektif, tepat sasaran, dan efisien.
“DPR bersama mahasiswa akan mengawasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan tidak menimbulkan pemborosan anggaran,” ujar Dasco.
Dasco Menghubungi Nanik S Deyang
Sebagai bentuk respons atas aspirasi yang disampaikan mahasiswa, Dasco secara langsung menghubungi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, melalui sambungan telepon di hadapan para peserta dialog.
Melalui percakapan tersebut, Dasco meminta penjelasan mengenai berbagai langkah efisiensi yang telah dilakukan BGN, termasuk penghentian operasional dapur MBG pada hari libur serta kebijakan penataan program lainnya.
“Hasil rapat kemarin harus dijalankan. Dapur yang tidak berjalan optimal atau tidak bermanfaat harus ditutup, begitu juga pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu harus diefisiensikan,” tegasnya.
Menanggapi hal itu, Nanik menjelaskan berbagai langkah efisiensi yang telah diterapkan BGN berhasil menghasilkan penghematan anggaran sekitar Rp46 triliun. Penghematan tersebut berasal dari sejumlah kebijakan, termasuk penghentian operasional pada hari libur dan penataan pelaksanaan program di lapangan.
Menurut Nanik, angka penghematan tersebut masih berpotensi meningkat hingga sekitar Rp70 triliun sampai akhir tahun seiring penerapan kebijakan efisiensi tambahan.
Dasco Ingatkan Anggaran Negara Harus Tepat Sasaran
Mendengar penjelasan tersebut, Dasco mengingatkan bahwa penghematan anggaran harus dibarengi dengan perbaikan tata kelola program secara menyeluruh.
DPR, kata dia, akan memastikan setiap penggunaan anggaran negara benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Ia juga meminta BGN menertibkan dapur-dapur MBG yang tidak sesuai kebutuhan riil di lapangan serta melakukan verifikasi penerima manfaat agar program berjalan tepat sasaran.
Menurut informasi yang diterima DPR, Dasco menjelaskan, keberadaan dapur yang jumlahnya melebihi kebutuhan dapat memicu pemborosan anggaran hingga sekitar Rp1 triliun setiap bulan. Karena itu, penataan dan evaluasi menjadi langkah penting untuk menjaga efektivitas program.
Di hadapan mahasiswa, Dasco menegaskan bahwa pengawasan DPR terhadap Program Makan Bergizi Gratis akan berjalan seiring dengan upaya pemerintah melakukan efisiensi dan perbaikan tata kelola.
“Pengawasan DPR berjalan, sementara BGN juga bekerja keras melakukan efisiensi untuk menyelamatkan anggaran negara. Langkah-langkah perbaikan seperti ini harus terus dilanjutkan,” pungkas Dasco.*
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com




















Discussion about this post