Jakarta, Kabariku – Kejaksaan Republik Indonesia melalui Badan Pemulihan Aset (BPA) resmi membuka gelaran BPA Fair 2026 di Kantor Badan Pemulihan Aset, Jakarta, Senin (18/5/2026).
Ajang lelang aset rampasan negara tersebut digelar sebagai langkah transformasi pengelolaan aset berbasis transparansi, integritas, dan akselerasi pemulihan aset.
Kepala Badan Pemulihan Aset Kejaksaan RI, Kuntadi menegaskan bahwa BPA Fair 2026 bukan sekadar agenda lelang biasa, melainkan bentuk komitmen Kejaksaan dalam menghadirkan tata kelola aset negara yang akuntabel dan profesional.

“Melalui pergelaran BPA Fair ini, masyarakat beserta seluruh pemangku kepentingan diajak untuk melihat secara langsung alur transparan pengurusan aset yang dikelola oleh negara. Penyelenggaraan BPA Fair ini didasari oleh tiga pilar utama yakni transparansi, integritas, dan akselerasi penyelesaian aset,” ujar Kuntadi dalam sambutannya.
BPA Fair 2026 berlangsung pada 18-21 Mei 2026 bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. Dalam penyelenggaraan tahun ini, sebanyak 308 aset dalam 245 lot disiapkan untuk dilelang kepada publik dengan target minimal 75 persen aset terjual.
Beragam barang bernilai tinggi dipamerkan dalam ajang tersebut, mulai dari kendaraan mewah, tas premium, perhiasan, emas, hingga karya seni.
Seluruh aset merupakan hasil pemulihan aset negara yang dirawat dalam kondisi baik sebelum dilelang kepada masyarakat.
Sejak rangkaian pre-event launching pada 22 April 2026, proses lelang telah mencatat hasil signifikan. Salah satunya lelang tanah di Jatake, Kabupaten Tangerang, dengan nilai limit Rp6,87 miliar yang berhasil terjual mencapai Rp32,27 miliar atau sekitar 460 persen di atas harga limit.
Selain itu, BPA juga berhasil melelang minyak dengan nilai limit Rp879,08 miliar dan terjual Rp914,58 miliar atau naik 1,04 persen dari nilai limit.

Sementara sebidang tanah di Benoa, Bali, laku terjual Rp5,06 miliar atau lebih tinggi dari harga limit Rp4,80 miliar.
Antusiasme masyarakat terhadap BPA Fair 2026 juga terus meningkat. Hingga saat ini, tercatat sekitar 104.200 orang mengunjungi situs BPA Fair 2026 dan sebanyak 3.400 orang mendaftar sebagai visitor.
Selain itu, hampir 100 peserta membuka akun lelang baru untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Tak hanya itu, sebanyak 400 peserta lelang telah menyetor uang jaminan lelang, yang disebut menunjukkan peningkatan hingga 300 persen serious potential buyer dibanding sebelumnya.
Kuntadi menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kejaksaan RI, DJKN, serta perbankan nasional yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) atas dukungan dalam proses pemulihan aset tindak pidana.
“Semakin banyak yang berpartisipasi, maka semakin banyak aset yang akan terjual dan semakin besar manfaat yang dikembalikan kepada negara,” katanya.
Ia berharap BPA Fair menjadi standar baru dalam pengelolaan barang rampasan negara sekaligus titik tolak transformasi nyata Badan Pemulihan Aset.
“Semoga kegiatan ini menjadi berkah bagi negara, menjadi titik tolak transformasi nyata Badan Pemulihan Aset, serta menjadi bukti bahwa barang rampasan dikelola dengan penuh tanggung jawab,” pungkasnya.

Acara pembukaan BPA Fair 2026 turut dihadiri Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu, Jaksa Agung Muda Pengawasan Rudi Margono, Direktur Lelang DJKN Syukriah HG, serta Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI Leonard Eben Ezer Simanjuntak.
Kehadiran Leonard Eben Ezer Simanjuntak turut menjadi perhatian dalam agenda tersebut. Ia terlihat meninjau langsung sejumlah aset bernilai tinggi, termasuk koleksi perhiasan mewah yang dipamerkan untuk dilelang.
Kehadiran jajaran pimpinan Himbara seperti Bank Negara Indonesia, Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, Bank Syariah Indonesia, dan Bank Tabungan Negara juga memperkuat sinergi lintas lembaga dalam mendukung pemulihan aset negara dan penguatan ekonomi nasional.*
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

















Discussion about this post