• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Senin, Mei 18, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Opini

IMF Jangan Menggurui Kedaulatan Fiskal Indonesia

Tresyana Bulan oleh Tresyana Bulan
16 Februari 2026
di Opini
A A
0
ShareSendShare ShareShare

oleh :
Bin Bin Firman Tresnadi
Dewan Pembina Nalar Bangsa Institute

Kabariku – Usulan IMF dalam laporan Selected Issues Paper bertajuk “Golden Vision 2045: Making The Most Out of Public Investment”, menyarankan agar Indonesia menaikkan tarif pajak karyawan demi menjaga defisit di bawah 3% PDB harus dibaca secara jernih: ini bukan sekadar rekomendasi teknis, tetapi cerminan paradigma ekonomi yang memprioritaskan disiplin fiskal di atas keadilan sosial.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

APBN bukan hanya instrumen akuntansi. Ia adalah alat perjuangan politik-ekonomi untuk memastikan distribusi kekayaan nasional berpihak pada rakyat.

RelatedPosts

MBG Jadi Mesin Ekonomi Nasional: Puluhan Ribu SPPG Gerakkan Hampir 1 Juta Tenaga Kerja dan Rp1 Triliun Per Hari

Tradisi Intelektual Pejabat Publik

Hari Pers Dunia: Kasus Kadri Amin dan Ancaman Ekosistem Pers

Karena itu, ketika solusi yang ditawarkan adalah menaikkan pajak karyawan-kelas pekerja dan kelas menengah produktif-maka yang terjadi adalah pemindahan beban penyesuaian fiskal kepada mereka yang justru menjadi tulang punggung produksi nasional.

Defisit tidak lahir dari gaji buruh atau pegawai. Defisit lahir dari struktur ekonomi yang timpang, dari konsentrasi aset pada segelintir elite, dari kebocoran fiskal, dari insentif yang terlalu lunak pada pemilik modal besar, dan dari lemahnya penegakan hukum pajak.

Jika yang disentuh justru tarif PPh karyawan, maka itu adalah reproduksi ketidakadilan fiskal.

Presiden Prabowo Subianto sendiri pernah menegaskan, “Negara harus melindungi rakyatnya, terutama yang paling lemah”.

Prinsip ini seharusnya menjadi fondasi dalam menyusun kebijakan fiskal. Melindungi berarti tidak menambah beban struktural pada pekerja ketika tantangan ekonomi global masih berat.

Secara ekonomi, menaikkan pajak karyawan berisiko menekan daya beli. Daya beli melemah berarti konsumsi domestik melemah. Konsumsi melemah berarti produksi tersendat.

Baca Juga  Lawan Fitnah, Jaga Agenda Rakyat

Produksi tersendat berarti lapangan kerja terancam. Ini bukan sekadar teori, tetapi rantai sebab-akibat yang nyata dalam ekonomi berbasis permintaan domestik seperti Indonesia. Lebih jauh, terlalu bergantung pada resep IMF menunjukkan problem kedaulatan kebijakan.

Bangsa yang merdeka tidak menyusun anggaran hanya untuk memenuhi ekspektasi lembaga internasional atau pasar global. Kita menyusun anggaran untuk memperkuat industri nasional, memperluas kesempatan kerja, dan mempercepat distribusi kesejahteraan.

Menjaga defisit di bawah 3% penting sebagai rambu konstitusional. Namun tujuan tertinggi bukan angka defisit, melainkan keadilan sosial.

Jika defisit digunakan untuk mempercepat industrialisasi, ketahanan pangan, hilirisasi, dan penguatan jaminan sosial, maka itu adalah investasi produktif bagi masa depan bangsa.

Solusi yang lebih tepat adalah:

– Pengetatan pengawasan terhadap penghindaran pajak korporasi besar.

– Optimalisasi pajak sektor rente dan kekayaan.

– Efisiensi belanja tanpa memangkas program pro-rakyat.

– Ekspansi basis pajak melalui industrialisasi dan formalisasi ekonomi.

Sosialisme Indonesia tidak menolak disiplin fiskal. Tetapi disiplin fiskal tidak boleh dibangun di atas pundak pekerja. Negara harus jelas berpihak: pada produksi nasional, pada buruh, pada petani, pada kelas menengah produktif.

Defisit boleh kita kelola. Stabilitas boleh kita jaga. Tetapi keadilan sosial tidak boleh dinegosiasikan.***

Sawangan, 16 Februari 2026

*Golden Vision 2045: Making The Most Out of Public Investment: Indonesia

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Golden Vision 2045: Making The Most Out of Public InvestmentInternational Monetary Fund (IMF)Nalar Bangsa InstituteSelected Issues Paper
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

BNN – Kemendes Deklarasikan Jawa Timur Bersinar, Perangi Narkoba hingga Pelosok Desa

Post Selanjutnya

LPSK Kawal Perlindungan Korban Perdagangan Anak Tamansari, 10 Tersangka Diamankan Polisi

RelatedPosts

MBG Jadi Mesin Ekonomi Nasional: Puluhan Ribu SPPG Gerakkan Hampir 1 Juta Tenaga Kerja dan Rp1 Triliun Per Hari

16 Mei 2026

Tradisi Intelektual Pejabat Publik

13 Mei 2026

Hari Pers Dunia: Kasus Kadri Amin dan Ancaman Ekosistem Pers

10 Mei 2026

Polisi Siber dan Harapan Keberlanjutan Keamanan Bangsa

8 Mei 2026

Teddy Indra Wijaya: Diam di Tengah Serangan Politik, Karier Cemerlang Tentara Profesional di Pusat Kekuasaan

8 Mei 2026
Foto Kantor Kompolnas : Istimewa

Cukup Sebagai Mitra Strategis, Kompolnas Tidak Perlu Kewenangan Eksekutorial

3 Mei 2026
Post Selanjutnya

LPSK Kawal Perlindungan Korban Perdagangan Anak Tamansari, 10 Tersangka Diamankan Polisi

Kemenag Jadwalkan Sidang Isbat 17 Februari, Ini Potensi Perbedaan Awal Ramadhan 1447 Hijriah

Discussion about this post

KabarTerbaru

Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Mensesneg: Cadangan Beras Tembus 5,3 Juta Ton

18 Mei 2026

Pemerintah Resmi Tetapkan 1 Zulhijah 1447 H Jatuh pada 18 Mei 2026, Iduladha 27 Mei 2026

18 Mei 2026

PGRI Kabupaten Ciamis Raih Juara Utama Puspa Swara Wanoja Sunda 2026

17 Mei 2026
HBTKVI soroti mahalnya bedah jantung dan minimnya dokter BTKV di 13 provinsi. (Kabariku.com)

HBTKVI Minta Pemerataan Dokter BTKV demi Perkuat Layanan Jantung Nasional

17 Mei 2026

Bumdes Harus Sinergi Dengan Koperasi Merah Putih

17 Mei 2026
Ilustrasi pencabulan/i-stock

DPRD Minta Polisi Usut Tuntas Dugaan Pelecehan Oknum Guru Ngaji, Pemda Diminta Turun Tangan

17 Mei 2026

Presiden Prabowo Resmikan 166 SPPG dan 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri, Perkuat Program Makan Bergizi Gratis

16 Mei 2026

Presiden Prabowo Resmikan Museum Marsinah: Ruang Edukasi dan Simbol Penghormatan Perjuangan Buruh

16 Mei 2026
PB HMI dorong dukungan publik untuk geothermal Garut dan ketahanan energi nasional.(Istimewa)

PB HMI Sebut Geothermal Garut Bisa Jadi Penopang Energi Bersih dan Ekonomi Daerah

16 Mei 2026

Desa Nelayan Modern Hadir di Miangas, Presiden Prabowo Bangun Ekonomi Biru Wilayah Perbatasan

10 Mei 2026

Kabar Terpopuler

  • MK Kabulkan Pencabutan Uji Materi UU APBN 2026 Terkait Tata Kelola MBG

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST 2025 WIKA Beton Sahkan Dividen Tunai, Ini Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ahmad Khozinudin Minta Polri Profesional Tangani Kasus Ade Armando dan Grace Natalie

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wapres Gibran Dorong Kepala Daerah Aktif Promosikan Destinasi Wisata di Forum BBTF 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Deretan Kapolri Terlama: Fondasi R.S. Soekanto, Integritas Hoegeng hingga Polri Presisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pelarangan Film “Pesta Babi”, YLBHI: Pengangkangan Konstitusi dan Ancam Kebebasan Berekspresi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com