• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Minggu, Juni 28, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Kabar Peristiwa

Kasus Keracunan “Alarm” Serius: Kepala Staf Kepresidenan Respon Persoalan Program MBG

Tresyana Bulan oleh Tresyana Bulan
24 September 2025
di Kabar Peristiwa
A A
0
Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari memberikan keterangan pers di Gedung Bina Graha, Jakarta

Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari memberikan keterangan pers di Gedung Bina Graha, Jakarta (dok KSP)

ShareSendShare ShareShare

Jakarta, Kabariku – Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menegaskan pentingnya langkah cepat, tegas, dan terukur untuk mencegah terulangnya kasus keracunan pangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Insiden yang terjadi di sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) disebutnya sebagai alarm serius yang menuntut pengelolaan program secara disiplin dan berbasis standar.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

“Masalah yang sama dicatat oleh tiga lembaga. Bahkan oleh BGN sendiri, angkanya secara statistik sinkron, sama-sama di sekitar 5.000 kasus. Perbedaan angka antar lembaga jangan dibaca sebagai kontradiksi, justru menunjukkan konsistensi bahwa masalah tersebut nyata dan butuh penanganan segera,” ujar Qodari, dikutip Rabu (24/9/2025).

RelatedPosts

Seratnusa Angkat Potensi Limbah Organik di Women Ecopreneurs Market Day Bali

Rakernas I IVENDO Hasilkan 8 Program Strategis, Fokus Perkuat Daya Saing Industri Event Nasional

Dasco Didampingi Kapolda Metro Tinjau TKP Kecelakaan Kereta Bekasi Timur, Puluhan Korban Dievakuasi

Menurut Qodari, keracunan umumnya dipicu oleh rendahnya higienitas makanan, suhu penyimpanan yang tidak sesuai standar, kesalahan pengolahan, kontaminasi silang oleh petugas, hingga reaksi alergi penerima manfaat.

Ia menegaskan bahwa pemerintah merespons cepat persoalan ini.

“Pemerintah tidak tone deaf, tidak buta dan tuli. Bahkan Pak Mensesneg pada Jumat lalu sudah menyampaikan permintaan maaf dan komitmen evaluasi,” ujarnya.

Kesenjangan Standar Keamanan Pangan Masih Lebar

Qodari mengungkapkan, data Kementerian Kesehatan menunjukkan masih minimnya penerapan standar keamanan pangan di SPPG. Dari total 1.379 SPPG, hanya 413 yang memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) Keamanan Pangan, dan lebih sedikit lagi, hanya 312 yang benar-benar menjalankannya.

“Dari sini sudah kelihatan, kalau mau mengatasi masalah ini maka SOP-nya harus ada dan dijalankan,” tegasnya.

Selain SOP, pemerintah juga mewajibkan setiap SPPG memiliki Sertifikasi Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS) dari Kemenkes sebagai bukti pemenuhan standar mutu makanan. Namun hingga 22 September 2025, dari total 8.583 SPPG, baru 34 yang mengantongi SLHS, sementara 8.549 lainnya belum.

Baca Juga  Skema MBG 5 Hari Tunggu Keputusan Prabowo, Fokus Kualitas dan Hemat Anggaran 40 Triliun

“Ini menegaskan bahwa solusi tidak bisa ditunda. Setiap SPPG wajib memiliki SOP dan SLHS sebagai prasyarat operasional,” kata Qodari.

Regulasi Ada, Tantangan Ada di Pengawasan

Hasil koordinasi KSP dengan Kementerian terkait mengonfirmasi bahwa regulasi terkait keamanan pangan sudah diterbitkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dengan dukungan BPOM.

Tantangan terbesarnya kini adalah memastikan aturan tersebut benar-benar diaktifkan dan dipatuhi di lapangan.

“Dari sisi regulasi dan aturan sudah diterbitkan oleh BGN dan dibantu BPOM. PR-nya adalah sisi aktivasi dan pengawasan kepatuhan,” ujarnya.

Qodari juga menyoroti data BPOM yang menunjukkan bahwa 9 dari 10 SPPG yang melaporkan kasus keracunan pada Agustus-September 2025 merupakan SPPG baru yang beroperasi kurang dari satu bulan.

“Memang ini sisi-sisi rentannya. Kalau pesawat itu paling riskan saat baru take off. Di MBG ini ada masa yang saya sebut critical one month, masa tiga puluh hari pertama yang sangat rawan,” jelasnya.

Skema Terbuka: Cegah Pungli dan Percepat Target

Selain aspek teknis, Qodari juga menyoroti pentingnya strategi baru untuk mengejar target pendirian 30.000 SPPG dan mencegah praktik pungutan liar (pungli) yang kerap muncul dari yayasan kepada investor.

“Dari target 83 juta penerima dan 30.000 SPPG, langsung saja titik-titik itu dibuka kepada publik. Siapa yang mau membantu proses pendirian SPPG bisa daftar online. Kalau tidak bisa memenuhi syarat dalam batas waktu, maka diganti dengan pendaftar berikutnya,” ujarnya.

Menurut Qodari, skema terbuka akan mempercepat pencapaian target sekaligus menutup ruang pungli.

Ia mengingatkan bahwa praktik pungli berpotensi menurunkan kualitas bahan pangan.

“Kalau ada pungli, maka alokasi Rp10.000 per anak bisa berkurang. Ujungnya kualitas bahan menurun dan berisiko menimbulkan keracunan. Padahal ini bukan semata angka uang, melainkan menyangkut kesuksesan program MBG,” tegasnya.

Baca Juga  Melawan Lupa! Mantan Aktivis PRD Kecam Politisi yang Lupa Sejarah 'Kembalikan Kawan Kami'

Sebagai langkah konkret, Qodari mendorong pelibatan dinas kesehatan dan puskesmas dalam pengawasan SPPG. Saat ini ada sekitar 10.000 puskesmas di seluruh Indonesia yang dapat dimanfaatkan untuk pengawasan berkala.

“Mereka bisa dilibatkan minimal sebulan sekali. Kalau bulan pertama yang kritikal itu, bahkan bisa seminggu sekali,” jelasnya.

Qodari menegaskan kembali komitmen pemerintah dalam menjalankan amanat Presiden untuk menjaga gizi anak bangsa.

“Sekali lagi, pemerintah tidak tutup mata, tidak buta dan tuli. Program MBG adalah amanat Presiden untuk menjaga gizi anak bangsa, dan kita semua berkewajiban memastikan terlaksana dengan selamat dan bermartabat,” pungkasnya.***

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Kantor Staf KepresidenanKepala Staf Kepresidenan Muhammad QodariKeracunan MBGProgram MBG
ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

Menhub : Tekankan Pentingnya Transportasi Tak Hanya Pembangunan Infrastruktur, Namun sebagai Instrumen Keadilan Sosial

Post Selanjutnya

Presiden Trump Puji Pidato Presiden Prabowo di PBB: “You Did a Great Job”

RelatedPosts

Seratnusa Angkat Potensi Limbah Organik di Women Ecopreneurs Market Day Bali

11 Mei 2026

Rakernas I IVENDO Hasilkan 8 Program Strategis, Fokus Perkuat Daya Saing Industri Event Nasional

1 Mei 2026

Dasco Didampingi Kapolda Metro Tinjau TKP Kecelakaan Kereta Bekasi Timur, Puluhan Korban Dievakuasi

28 April 2026
Doni Salmanan/IG

Aset Doni Salmanan Laku Rp13,4 Miliar, Kejari Pastikan Masuk Kas Negara

10 April 2026
Plastik mahal/lambe turah

Dampak Konflik Timur Tengah, Harga Plastik Dalam Negeri Melonjak Tajam

6 April 2026

Pemerintah Batasi Program MBG Hanya di Hari Sekolah Demi Efektivitas

5 April 2026
Post Selanjutnya
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri Multilateral Meeting on the Middle East atas undangan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump di Ruang Konsultasi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, pada Selasa, 23 September 2025. (Foto: BPMI Setpres)

Presiden Trump Puji Pidato Presiden Prabowo di PBB: “You Did a Great Job”

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri Multilateral Meeting on the Middle East atas undangan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump di Ruang Konsultasi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, pada Selasa, 23 September 2025. (Foto: BPMI Setpres)

Presiden Prabowo Hadiri Pertemuan Multilateral Timur Tengah, Presiden Trump Tegaskan Komitmen Akhiri Perang Gaza

Discussion about this post

KabarTerbaru

Perkuat Peran Media, Muhammad Nazaruddin Resmikan Sayap Partai Jurnalis dan Influencer

28 Juni 2026

Heboh Foto Anak Diduga Dicuri dan Diedit untuk Narasi Gay Parenting, Polisi Persilakan Korban Lapor

28 Juni 2026

Cegah Korupsi, Kejagung Minta BPD Perkuat Pengawasan Dana Desa dan Program MBG

28 Juni 2026

Diduga Sekap dan Rantai Tiga Karyawan Selama 21 Hari, Pemilik Percetakan Dilaporkan ke Polisi

28 Juni 2026

Komdigi: Komunikasi Pemerintah Harus Memahami Cara Publik Mengonsumsi Informasi

28 Juni 2026

Ketahanan Pangan dan Tugas Pokok Polri

28 Juni 2026

BaraNusa Desak KSP Dudung Buka Data Pendana Aksi Dukungan MBG

28 Juni 2026

Menkomdigi: Kasus Dugaan Penyekapan di Bandung Jadi Pengingat Pentingnya Waspada di Ruang Digital

28 Juni 2026

Kemenhan Ungkap Alasan Calon Manajer Koperasi Merah Putih Wajib Ikut Latsarmil

27 Juni 2026

Presiden Prabowo Ajak Anak Bangsa Perkuat Persatuan Ditengah Perbedaan dan Keberagaman

27 Juni 2026

Kabar Terpopuler

  • Mewujudkan Polisi Kelas Dunia: Menyambut Hari Bhayangkara Ke-80

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polda Metro Jaya Tegaskan Minta Pihak UBK Buktikan Pengakuan Oknum Polisi Terkait Dana Rp20 Juta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Loyalis Jokowi Murka Roy Suryo dan dr Tifa Tak Ditahan, Muncul Seruan Gibran Lawan Prabowo di 2029

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Razman Arif Nasution Resmi Ditahan di Lapas Cipinang, Jalani Hukuman 18 Bulan atas Kasus Pencemaran Nama Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diduga Sekap dan Rantai Tiga Karyawan Selama 21 Hari, Pemilik Percetakan Dilaporkan ke Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kajian Rutin Disnakertrans Garut Dirangkai Pelepasan Purna Tugas Amin Hendrayana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diplomasi Sepak Bola Iran di Tengah Ketegangan Politik Iran-AS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM
DJITUBERITA.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com