• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Kamis, Juni 4, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Opini

Strategi Prabowo Memerdekakan Palestina

Tresna Sobarudin oleh Tresna Sobarudin
31 Mei 2025
di Opini
A A
0
ShareSendShare ShareShare

Oleh: Arvindo Noviar

DUNIA telah terlalu lama mengunyah kata “damai” sambil meneguk darah dari tanah yang dijajah. Palestina, negeri kecil yang tubuhnya dipetakan ulang oleh imperium, hari ini menjadi luka terbuka di jantung umat manusia. Sementara langit Gaza penuh oleh arwah anak-anak yang tak sempat dewasa, konferensi-konferensi internasional sibuk menjual perdamaian dalam kemasan keuntungan. Tapi dari Timur dunia, dari negeri yang pernah dijajah dan tahu betul rasanya kehilangan tanah dan nama, muncul suara yang tidak keras tapi mengakar—Indonesia. Dan dalam kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, suara itu menjelma strategi.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Bukan strategi diam. Tapi langkah terencana, sadar, dan berani. Di hadapan pertanyaan besar dunia: “Kapan Indonesia akan membuka hubungan dengan Israel?”, Presiden Prabowo menjawab dengan syarat yang tidak bisa ditawar: “Setelah Palestina merdeka.” Ini bukan retorika. Ini adalah batas moral yang ditarik dengan terang. Sebuah pagar nilai yang melindungi kehormatan bangsa dan memperkuat posisi Indonesia dalam geopolitik global.

RelatedPosts

Tantangan Nanik S. Deyang: Menata Ulang Arah dan Integritas Program MBG

Presiden di Panggung Dunia, Mendagri Menjaga Kesinambungan Pemerintahan

Tragedi Rp 1.400 Per Kilogram: Jeritan Petani Sawit di Balik Dinding Ambisi Ekspor Satu Pintu

Langkah ini tidak lahir dari kekosongan. Dunia hari ini sedang bergerak cepat, tidak hanya oleh perang senjata, tetapi juga oleh perang posisi, opini, dan dominasi ekonomi. Amerika Serikat kehilangan cengkeraman, Cina membangun pengaruh senyap melalui jalur sutra baru, dan Rusia menggoyang ulang peta kekuasaan lewat Ukraina. Di tengah ini, Timur Tengah—tanah tiga agama—terus berkecamuk dalam percaturan antara martabat dan kompromi. Banyak negara Muslim mulai menjalin hubungan dengan Israel demi stabilitas semu dan kalkulasi ekonomi. Namun Indonesia, melalui Prabowo, memilih tidak tenggelam dalam arus tersebut.

Baca Juga  Ketua Harian JAGA IKN: Badan Otorita Harus Tegas dan Profesional Terkait Pembiayaan IKN Nusantara

Ia bukan menutup pintu diplomasi—ia menunda pembukaan dengan syarat yang agung: kemerdekaan Palestina. Karena Prabowo paham, hubungan internasional bukan sekadar transaksi, tapi pernyataan. Dan Indonesia, yang konstitusinya menyatakan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa, tidak bisa mengkhianati sejarah dan dirinya sendiri hanya demi kecepatan investasi atau pujian dari blok besar dunia.

Strategi ini bukan pasif. Ini adalah cara aktif untuk menjaga posisi tawar Palestina di mata dunia. Prabowo tahu, selama Indonesia belum membuka hubungan, ada tekanan moral yang tetap hidup. Dunia tidak bisa mengklaim bahwa isu Palestina sudah selesai jika negara sebesar Indonesia belum menyerah. Dengan itu, Prabowo menjadikan Indonesia semacam jangkar perlawanan yang sah, kredibel, dan tidak mudah diabaikan.

Lebih dari itu, ia sedang membangun pijakan agar ketika Palestina merdeka—dan hari itu akan datang—Indonesia bisa langsung hadir sebagai mitra sejajar. Bukan sebagai simpatisan belaka, tetapi sebagai negara besar yang menolak tunduk pada peta ketidakadilan. Dan ketika Palestina sudah menjadi negara merdeka yang berdaulat, dengan kursi di forum internasional, dengan bendera yang tidak lagi robek di antara puing, saat itulah hubungan dengan Israel bisa dibuka. Bukan sebagai bentuk pengkhianatan, tapi sebagai strategi panjang yang berhasil: Palestina yang telah berdiri tegak sebagai bangsa.

Dalam strategi ini pula, Prabowo menjaga agar Indonesia tetap menjadi suara penting di dunia Islam, sekaligus kekuatan nonblok yang dapat dipercaya. Ia tidak sedang memuaskan telinga massa, tapi sedang merancang peta jalan yang realistis, jangka panjang, dan menyelamatkan kehormatan. Inilah strategi yang tidak menjual heroisme, tapi menumbuhkan harapan yang kokoh. Seperti para petani yang menanam padi bukan untuk dimakan esok hari, tapi demi panen besar di musim mendatang.

Baca Juga  Hasan Nasbi Pamit Tanpa Gaduh dari Panggung Komunikasi Istana: "Waktunya Menepi dan Duduk di Kursi Penonton"

Palestina bukan sekadar tempat. Ia adalah simbol dari apa yang salah dalam peradaban modern. Dan selama bangsa itu belum merdeka, maka dunia belum pantas menyebut dirinya maju. Indonesia, melalui Prabowo, memahami hal itu. Karena Indonesia sendiri pernah direbut dan dijajah. Maka dari tanah yang pernah dirampas, lahir pemimpin yang tahu bagaimana memperjuangkan yang dirampas.

Strategi Prabowo bukan suara sunyi, tapi pukulan pelan yang bergema lama. Ia bukan diplomasi basa-basi, tapi arah kebijakan yang membawa nyawa: bahwa kemerdekaan bukan hadiah, melainkan harga diri. Dan harga diri tidak pernah bisa dibeli dengan hubungan dagang atau pengakuan sesaat.

Ketika fajar kemerdekaan Palestina datang, dunia akan mencatat siapa yang berdiri dan siapa yang berpaling. Dan Indonesia, dalam langkah tegas Prabowo, akan berdiri di barisan terdepan—bukan sebagai penonton sejarah, tapi sebagai bagian dari mereka yang menulisnya.***

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Arvindo NoviarKemerdekaan PalestinaPalestinaprabowo
ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

Kasus Covid-19 Kembali Melonjak: Pemerintah Terbitkan Edaran Kewaspadaan

Post Selanjutnya

Masih 8 Korban Longsor Gunung Kuda Belum Ditemukan, Termasuk Perempuan Penjual Es Keliling

RelatedPosts

Tantangan Nanik S. Deyang: Menata Ulang Arah dan Integritas Program MBG

4 Juni 2026

Presiden di Panggung Dunia, Mendagri Menjaga Kesinambungan Pemerintahan

31 Mei 2026
Tandiesak Parinding (Petani Sawit Mandiri/Eks.Pengurus Pusat GMKI) (Doc.pribadi)

Tragedi Rp 1.400 Per Kilogram: Jeritan Petani Sawit di Balik Dinding Ambisi Ekspor Satu Pintu

25 Mei 2026

Membaca Ketakutan Media The Economist terhadap Prabowo

20 Mei 2026

Rupiah Centrum: Saatnya Keluar dari Bayang-Bayang Dollar

18 Mei 2026

MBG Jadi Mesin Ekonomi Nasional: Puluhan Ribu SPPG Gerakkan Hampir 1 Juta Tenaga Kerja dan Rp1 Triliun Per Hari

16 Mei 2026
Post Selanjutnya
Dulsija menunjukkan KTP Muniah, adiknya yang hilang dalam peristiwa longsor galian C Gunung Kuda, Cirebon/Tangkap layar YouTube Liputan6

Masih 8 Korban Longsor Gunung Kuda Belum Ditemukan, Termasuk Perempuan Penjual Es Keliling

Wakil Menteri Hukum, Edward O.S. Hiariej dalam acara Rapat Koordinasi dan Penyusunan Daftar Inventarisasi Masalah RUU KUHAP 2026

Kemenkum Gandeng Koalisi Masyarakat Sipil Rumuskan Formulasi KUHAP Baru

Discussion about this post

KabarTerbaru

Kejagung Beberkan Modus Tiga Tersangka Korupsi MBG, Atur Mitra hingga Mark Up Pengadaan

4 Juni 2026

Kelulusan Gemilang, Letkol Teddy Indra Wijaya Ukir Prestasi Taskap Terbaik dengan Predikat Virajaty Dikreg LXVII Seskoad

4 Juni 2026

Tantangan Nanik S. Deyang: Menata Ulang Arah dan Integritas Program MBG

4 Juni 2026

Pembekalan Lemhannas 2026, Wapres Gibran Minta Birokrasi Adaptif dan Bebas Ego Sektoral

3 Juni 2026

Sempat Bantah Kena OTT, Kejagung Ungkap Sony Sonjaya Terafiliasi Tiga Yayasan hingga Intervensi Verifikasi SPPG

3 Juni 2026
Kejagung menahan Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung, dan Sony Sonjaya sehari setelah dicopot Presiden Prabowo.(Istimewa)

Terbongkar! Alasan di Balik Pencopotan Dadan Hindayana Sebelum Akhirnya Ditahan Kejagung

3 Juni 2026

Jelang Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Aktivis 98 Garut Soroti Pengelolaan TPA Pasir Bajing

3 Juni 2026

FSP BUMN IRA Desak Danantara Evaluasi Pejabat BUMN yang Belum Tuntaskan Hak Pekerja

3 Juni 2026

PWI dan IPB Rancang Beasiswa S2 Wartawan, Perkuat Kompetensi dan Profesionalisme Pers

3 Juni 2026

Kelulusan Gemilang, Letkol Teddy Indra Wijaya Ukir Prestasi Taskap Terbaik dengan Predikat Virajaty Dikreg LXVII Seskoad

4 Juni 2026

Kabar Terpopuler

  • Jenderal (Purn) Try Sutrisno, Wakil Presiden RI 1993-1998

    Mengenal Tujuh  Anak Try Sutrisno: Dari Jenderal, Dosen, hingga Psikolog di Amerika Serikat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Terbongkar! Alasan di Balik Pencopotan Dadan Hindayana Sebelum Akhirnya Ditahan Kejagung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sempat Bantah Kena OTT, Kejagung Ungkap Sony Sonjaya Terafiliasi Tiga Yayasan hingga Intervensi Verifikasi SPPG

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • FSP BUMN IRA Desak Danantara Evaluasi Pejabat BUMN yang Belum Tuntaskan Hak Pekerja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Diselidiki, Kejagung Periksa Sejumlah Pejabat BGN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dadan Hindayana Dicopot dari Jabatan Kepala BGN, Presiden Prabowo Rombak Pimpinan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Senyum dan Gandengan Tangan Prabowo-Megawati di Hari Lahir Pancasila: Simbol Persatuan Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com