• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Kamis, Maret 26, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Opini Artikel

Yogya Peradaban yang Tersisa

Redaksi oleh Redaksi
28 Februari 2023
di Artikel
A A
0
ShareSendShare ShareShare

oleh :
Dr. Andry Wibowo, Sik., MH., Msi.

Yogyakarta, Kabariku- Lebih kurang dua tahun saya tinggal dan bekerja di Yogya. Sebagai orang kelahiran Yogya, pengalaman ditugaskan selama hampir dua tahun di kota ini memperkaya wawasan, pengetahuan dan pemahahaman pribadi saya tentang Yogyakarta.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Bagi saya Yogya merupakan kota atau daerah yang mengesankan. Dari sisi kesejarahan, catatan panjang Yogyakarta sejak masa Nusantara, jaman kolonial, kemerdekaan, hingga revolusi, menjadikannya sebagai epicentrum peradaban Indonesia yang amat penting.

RelatedPosts

Taman Yu Yuan (Yu Yuan Garden) dan Polisi Shanghai

Meninggalnya Seorang Lelaki Sholeh

Yayasan Kemala Bhayangkari Bangun SDM Unggul Lewat Sekolah Unggulan dan Program Gizi Nasional

Pada jaman Nusantara misalnya, Yogya meninggalkan banyak cerita mitologi dan peristiwa yang memberikan pemaknaan atas perjalanan hidup dan kehidupan manusia. Melahirkan tradisi dan budaya adiluhung dari peradaban yang bersandarkan pada tata laku sosial. Peradaban yang bersumber dari nilai lokal sehingga terus bertahan menjadi tradisi dan budaya.

Demikian pula pada masa kolonial, kemerdekaan dan revolusi. Yogya memberi banyak kontribusi pada proses sejarah yang meneguhkan keyakinan Indonesia merdeka, lahir dan berdiri melalui nilai kejuangan yang memuat aspek patriotisme dan kolektifisme sosial politik. Kesemua nilai tersebut menyatu dalam spirit untuk menjaga dan meneguhkan kedaulatan sebagai bangsa yang merdeka.

Hari ini, kita masih dapat merasakan Yogya sebagai daerah di Indonesia yang mampu mempertahankan wajah aslinya. Kota budaya dengan masyarakat yang ramah, santun, dengan penuh kebersamaan. Meskipun dalam banyak hal Yogya telah beradaptasi menghadapi dinamika perubahan ekosistem sosial, globalisasi dan interkoneksi manusia dengan melampaui cara- cara tradisionalnya.

Saya merasakan perubahan wajah keseharian masyarakat yogya hari ini dengan membandingkannya pada kondisi tahun 80-an. Sebagai contoh, mobilitas keseharian masyarakat Yogya hari ini tidaklah berbeda dengan masyarakat Indonesia di kota lain. Jika pada tahun 80 dan 90-an kita menyaksikan masyarakat Yogya bersepeda dalam menjalankan aktivitas kesehariannya, hari ini jalan-jalan kota Yogya penuh sesak dengan sepeda motor.

Baca Juga  Bodohkah Mereka?

Pada sisi lainnya, Yogyakarta, Solo, Magelang, Purworejo sebagai daerah yang terhubung memberi banyak pelajaran penting pelestarian bangunan peradaban masa lalu yang hingga kini masih kokoh berdiri. Hal yang menunjukkan pusat perkembangan peradaban Jawa di masa lalu pernah ada disini. Banyak sekali candi yang tersebar di wilayah itu, tidak hanya sebagai tempat ibadah umat pada zamannya, melainkan sebagai pusat bagi para pemimpin agama sekaligus pemimpin publik mengambil keputusan yang berkaitan dengan urusan kehidupan masyarakat.

Warisan yang lebih nyata juga dapat dilihat di keraton Yogyakarta maupun pada pusat pemerintahan era kolonial. Kehadiran keraton menjadi bukti tak terbantahkan bahwasanya pusat peradaban selalu dimulai dari pusat pemerintahan.

Hal utama yang ingin disampaikan dalam tulisan ini adalah bagaimana para pemimpin dan sistem pemerintahan di masa lalu dalam mengelola ekosistem kehidupan yang lebih kompleks. Peran kepemimpinan pemerintahan untuk dapat mengambil keputusan publik yang terukur, terencana dan dapat dirasakan serta bermanfaat secara lama. Sekaligus meneguhkan pembangunan yang dilaksanakan akan meninggalkan memori positif bagi setidaknya 1 abad generasi.

Dalam konteks ini para pemimpin terdahulu membuktikan, sistem pemerintahannya mengambil keputusan yang sangat bermanfaat bagi generasi berikutnya. Kebijakan pembangunan sangat mempertimbangkan aspek populasi – sumberdaya pendukung kehidupan yang alamiah – dan membangun ruang ruang produktifitas kehidupan yang selaras satu dengan lainnya. Pembangunan ditopang oleh satu sistem nilai tata laku yang kemudian menjadi kebiasaan, tradisi dan kebudayaan.

Hal inilah yang kemudian menjadi memori positif tidak saja bagi generasi yang hidup pada zamannya, tetapi juga bagi generasi berikutnya. Dengan begitu, kedatangan para wisatawan dan mahasiswa di Yogya tidak sekedar memverifikasi catatan sejarah dalam bentuk berwisata dan menimba ilmu, tetapi juga untuk memahami dan mengambil hikmah dari masa lalu untuk memahami masa kini dan menyusun rencana kehidupan di masa depan.

Baca Juga  Sewindu INTEGRITY Law Firm 'Hadiah Besar dari Pulau Kecil Wawonii'

Dari sini saya dapat menyimpulkan, mengapa Yogyakarta dapat menjadi salah satu kota wisata yang ikonik. Karena satu hal, pemerintahan di masa lalu sukses membangun peradaban unik yang menjadi ciri khas masyarakat Yogya. Bukan hanya dari sisi arsitektur fisik berupa bangunan keraton, pasar Beringharjo dan jalan Malioboro, serta candi yang berserakan di wilayahnya, tetapi juga sistem nilai yang menjadi tradisi dan budaya yogya. Hal inilah yang membuat banyak orang ingin sekedar datang ke Malioboro, jalan panjang yang menghubungkan keraton menuju gunung Merapi yang menjadi simbol filosofi Yogyakarta.

Dari Yogya saya belajar, pembangunan yang baik adalah pembangunan yang terencana dengan mempertimbangkan keseimbangan populasi – sumber daya pendukung kehidupan alamiah – ruang produktifitas masyarakat. Pembangunan yang ditopang oleh sistem nilai bersama yang menjadi tradisi dan kebudayaan membentuk karakter kehidupan, yang membedakan kita dengan bangsa lain.

Selasa,28 Februari 2023

Matur Suwun Yogya. Yogyakarta Memang Istimewa.

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Dr. Andry WibowoKabinda DIYMH.SIk.Warta PemiluYogya Peradaban yang Tersisa
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Warga Padaawas Garut Mediasi untuk Mendengarkan Keputusan Bersama PT. Star Energy

Post Selanjutnya

Serahkan Tujuh Unit Kendaraan Hibah. Bupati Garut: Terima Kasih Pemerintah Jepang, Semoga Bermanfaat Bagi Kita Semua

RelatedPosts

Taman Yu Yuan (Yu Yuan Garden) dan Polisi Shanghai

23 Maret 2026

Meninggalnya Seorang Lelaki Sholeh

20 Maret 2026

Yayasan Kemala Bhayangkari Bangun SDM Unggul Lewat Sekolah Unggulan dan Program Gizi Nasional

26 Februari 2026
dok Dispusipda

Garut Tempo Doeloe: Menyibak Jejak Priangan di Masa Kolonial dalam Bingkai Sejarah Swiss van Java

18 Februari 2026

The Network Defense: Mengapa Kekayaan Epstein Melampaui Uang

11 Februari 2026
ilustrasi

Coretax: Digitalisasi Pajak yang Dipaksakan?

28 November 2025
Post Selanjutnya

Serahkan Tujuh Unit Kendaraan Hibah. Bupati Garut: Terima Kasih Pemerintah Jepang, Semoga Bermanfaat Bagi Kita Semua

Pemuda Katolik: Tinjau Ulang Jam Masuk Sekolah Subuh di NTT

Discussion about this post

KabarTerbaru

Baznas RI Pastikan Pelayanan Pemudik Optimal Lewat Kunjungan ke Limbangan

Ketua Badan Amil Zakat Nasional Tinjau Posko Mudik di Limbangan Garut, Pastikan Layanan Optimal bagi Pemudik

26 Maret 2026

KPK Ingatkan 96 Ribu Wajib Lapor Segera Setor LHKPN Sebelum 31 Maret 2026

26 Maret 2026
ilustrasi

MBG (Makanan Bergizi Gratis): Antara Proyek Ambisius dan Kegagalan Komunikasi Politik

26 Maret 2026

Rakor Lintas K/L: Seskab Teddy dan Menteri Bahas Stimulus Ekonomi dan Kebijakan Energi

26 Maret 2026

TAUD: Ganti Kepala BAIS Bukan Solusi, Bongkar Rantai Komando Kasus Andrie Yunus

26 Maret 2026
Interaksi antara pengunjung dan satwa di Taman Satwa Cikembulan

Taman Satwa Cikembulan Dipadati Pengunjung, Pertunjukan Satwa Jadi Andalan

26 Maret 2026
Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayjen TNI  Aulia Dwi Nasrullah kepada awak media di Jakarta Pusat, Selasa (17/3/2026) (ANTARA/Walda Marison)

Kasus Penyiraman Aktivis KontraS, Jabatan Kabais TNI Diserahkan

26 Maret 2026

Tindaklanjuti Arahan Presiden, Kepala BGN Perkuat Standar SPPG dan Mutu MBG

25 Maret 2026

Yaqut Kembali ke Rutan KPK, Penyidik Dalami Kasus Kuota Haji 2023-2024

25 Maret 2026

Seskab Teddy Ungkap Presiden Prabowo Telepon Presiden Palestina: Momen Idulfitri Pererat Solidaritas

25 Maret 2026

Kabar Terpopuler

  • Petugas mengevakuasi korban meninggal dalam bencana longsor di Bungbulang Garut (Dok. BPBD Garut)

    Longsor di Bungbulang Garut: Satu Meninggal, Akses Jalan Terputus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Taman Yu Yuan (Yu Yuan Garden) dan Polisi Shanghai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjalanan Karier Brigjen TNI Dwi Sasongko, Penerima Adhi Makayasa1998 Butuh 16 Tahun Raih Pangkat Letkol

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jelang Lebaran, Musibah Kebakaran di Garut, Yuda Puja Turnawan Serahkan Bantuan untuk Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Tujuh  Anak Try Sutrisno: Dari Jenderal, Dosen, hingga Psikolog di Amerika Serikat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Presiden Prabowo Terkesan Latar “Criminal Mind” Bossman, Sebut Relevan bagi KPK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com