• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Senin, Agustus 10, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Opini Artikel

Yogya Peradaban yang Tersisa

Redaksi oleh Redaksi
28 Februari 2023
di Artikel
A A
0
ShareSendShare ShareShare

oleh :
Dr. Andry Wibowo, Sik., MH., Msi.

Yogyakarta, Kabariku- Lebih kurang dua tahun saya tinggal dan bekerja di Yogya. Sebagai orang kelahiran Yogya, pengalaman ditugaskan selama hampir dua tahun di kota ini memperkaya wawasan, pengetahuan dan pemahahaman pribadi saya tentang Yogyakarta.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Bagi saya Yogya merupakan kota atau daerah yang mengesankan. Dari sisi kesejarahan, catatan panjang Yogyakarta sejak masa Nusantara, jaman kolonial, kemerdekaan, hingga revolusi, menjadikannya sebagai epicentrum peradaban Indonesia yang amat penting.

RelatedPosts

Salam Wa Rahmah: “Belajar dari Republik Islam Iran untuk Menghalau Badai Kehancuran Negeri”

Partai Gerakan Rakyat dan Ruang Kosong Demokrasi

Retakan Bernegara Mulai Terlihat

Pada jaman Nusantara misalnya, Yogya meninggalkan banyak cerita mitologi dan peristiwa yang memberikan pemaknaan atas perjalanan hidup dan kehidupan manusia. Melahirkan tradisi dan budaya adiluhung dari peradaban yang bersandarkan pada tata laku sosial. Peradaban yang bersumber dari nilai lokal sehingga terus bertahan menjadi tradisi dan budaya.

Demikian pula pada masa kolonial, kemerdekaan dan revolusi. Yogya memberi banyak kontribusi pada proses sejarah yang meneguhkan keyakinan Indonesia merdeka, lahir dan berdiri melalui nilai kejuangan yang memuat aspek patriotisme dan kolektifisme sosial politik. Kesemua nilai tersebut menyatu dalam spirit untuk menjaga dan meneguhkan kedaulatan sebagai bangsa yang merdeka.

Hari ini, kita masih dapat merasakan Yogya sebagai daerah di Indonesia yang mampu mempertahankan wajah aslinya. Kota budaya dengan masyarakat yang ramah, santun, dengan penuh kebersamaan. Meskipun dalam banyak hal Yogya telah beradaptasi menghadapi dinamika perubahan ekosistem sosial, globalisasi dan interkoneksi manusia dengan melampaui cara- cara tradisionalnya.

Saya merasakan perubahan wajah keseharian masyarakat yogya hari ini dengan membandingkannya pada kondisi tahun 80-an. Sebagai contoh, mobilitas keseharian masyarakat Yogya hari ini tidaklah berbeda dengan masyarakat Indonesia di kota lain. Jika pada tahun 80 dan 90-an kita menyaksikan masyarakat Yogya bersepeda dalam menjalankan aktivitas kesehariannya, hari ini jalan-jalan kota Yogya penuh sesak dengan sepeda motor.

Baca Juga  The Network Defense: Mengapa Kekayaan Epstein Melampaui Uang

Pada sisi lainnya, Yogyakarta, Solo, Magelang, Purworejo sebagai daerah yang terhubung memberi banyak pelajaran penting pelestarian bangunan peradaban masa lalu yang hingga kini masih kokoh berdiri. Hal yang menunjukkan pusat perkembangan peradaban Jawa di masa lalu pernah ada disini. Banyak sekali candi yang tersebar di wilayah itu, tidak hanya sebagai tempat ibadah umat pada zamannya, melainkan sebagai pusat bagi para pemimpin agama sekaligus pemimpin publik mengambil keputusan yang berkaitan dengan urusan kehidupan masyarakat.

Warisan yang lebih nyata juga dapat dilihat di keraton Yogyakarta maupun pada pusat pemerintahan era kolonial. Kehadiran keraton menjadi bukti tak terbantahkan bahwasanya pusat peradaban selalu dimulai dari pusat pemerintahan.

Hal utama yang ingin disampaikan dalam tulisan ini adalah bagaimana para pemimpin dan sistem pemerintahan di masa lalu dalam mengelola ekosistem kehidupan yang lebih kompleks. Peran kepemimpinan pemerintahan untuk dapat mengambil keputusan publik yang terukur, terencana dan dapat dirasakan serta bermanfaat secara lama. Sekaligus meneguhkan pembangunan yang dilaksanakan akan meninggalkan memori positif bagi setidaknya 1 abad generasi.

Dalam konteks ini para pemimpin terdahulu membuktikan, sistem pemerintahannya mengambil keputusan yang sangat bermanfaat bagi generasi berikutnya. Kebijakan pembangunan sangat mempertimbangkan aspek populasi – sumberdaya pendukung kehidupan yang alamiah – dan membangun ruang ruang produktifitas kehidupan yang selaras satu dengan lainnya. Pembangunan ditopang oleh satu sistem nilai tata laku yang kemudian menjadi kebiasaan, tradisi dan kebudayaan.

Hal inilah yang kemudian menjadi memori positif tidak saja bagi generasi yang hidup pada zamannya, tetapi juga bagi generasi berikutnya. Dengan begitu, kedatangan para wisatawan dan mahasiswa di Yogya tidak sekedar memverifikasi catatan sejarah dalam bentuk berwisata dan menimba ilmu, tetapi juga untuk memahami dan mengambil hikmah dari masa lalu untuk memahami masa kini dan menyusun rencana kehidupan di masa depan.

Baca Juga  Pertama Kali Presiden Jokowi Saksikan dan Serahkan Tropy Juara Seri Perdana F1 Powerboat di Danau Toba

Dari sini saya dapat menyimpulkan, mengapa Yogyakarta dapat menjadi salah satu kota wisata yang ikonik. Karena satu hal, pemerintahan di masa lalu sukses membangun peradaban unik yang menjadi ciri khas masyarakat Yogya. Bukan hanya dari sisi arsitektur fisik berupa bangunan keraton, pasar Beringharjo dan jalan Malioboro, serta candi yang berserakan di wilayahnya, tetapi juga sistem nilai yang menjadi tradisi dan budaya yogya. Hal inilah yang membuat banyak orang ingin sekedar datang ke Malioboro, jalan panjang yang menghubungkan keraton menuju gunung Merapi yang menjadi simbol filosofi Yogyakarta.

Dari Yogya saya belajar, pembangunan yang baik adalah pembangunan yang terencana dengan mempertimbangkan keseimbangan populasi – sumber daya pendukung kehidupan alamiah – ruang produktifitas masyarakat. Pembangunan yang ditopang oleh sistem nilai bersama yang menjadi tradisi dan kebudayaan membentuk karakter kehidupan, yang membedakan kita dengan bangsa lain.

Selasa,28 Februari 2023

Matur Suwun Yogya. Yogyakarta Memang Istimewa.

Tags: Dr. Andry WibowoKabinda DIYMH.SIk.Warta PemiluYogya Peradaban yang Tersisa
ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

Warga Padaawas Garut Mediasi untuk Mendengarkan Keputusan Bersama PT. Star Energy

Post Selanjutnya

Serahkan Tujuh Unit Kendaraan Hibah. Bupati Garut: Terima Kasih Pemerintah Jepang, Semoga Bermanfaat Bagi Kita Semua

RelatedPosts

Salam Wa Rahmah: “Belajar dari Republik Islam Iran untuk Menghalau Badai Kehancuran Negeri”

5 Agustus 2026

Partai Gerakan Rakyat dan Ruang Kosong Demokrasi

31 Juli 2026

Retakan Bernegara Mulai Terlihat

21 Juli 2026

Catatan Ringan Juli 2026: Dua Blok dan Satu Kue

13 Juli 2026

Lima Cahaya Penjaga Hati dari Jalan Dosa

5 Juli 2026

Watak Integritas Polisi: Kunci Utama Terwujudnya Kemajuan Bangsa

28 Juni 2026
Post Selanjutnya

Serahkan Tujuh Unit Kendaraan Hibah. Bupati Garut: Terima Kasih Pemerintah Jepang, Semoga Bermanfaat Bagi Kita Semua

Pemuda Katolik: Tinjau Ulang Jam Masuk Sekolah Subuh di NTT

Discussion about this post

KabarTerbaru

Dok.Foto: Istimewa

Presiden Prabowo Belum Reshuffle Kabinet, Kursi Wamenimipas dan Wamentan Masih Kosong

10 Agustus 2026

AI Makin Canggih, Diskominfo Tangsel Ingatkan Warga Waspadai Hoaks dan Deepfake

10 Agustus 2026

Kader PSI jadi Korban Dugaan ‘Permainan’ Oknum PLN: Listrik Rumah Diputus-Disuruh Bayar Denda Belasan Juta

10 Agustus 2026
Dok.Foto: Istimewa

Ada Isu Strategis Jelang 17 Agustus, Dasco Gelar Rapat Polkam, Pesan Panglima TNI Jadi Sorotan

10 Agustus 2026

Danantara Serahkan Utang Whoosh ke Kemenkeu, Purbaya Ungkap Skema Pengelolaan dan Nasib Saham KCIC

10 Agustus 2026

MUI Dorong Pemerintah Pertimbangkan Hukuman Mati dan Pemiskinan untuk Perkuat Efek Jera Koruptor

10 Agustus 2026

Operasi Gabungan Gagalkan Penyelundupan 1,3 Ton Ketamne di Perairan Natuna, 8 ABK Kapal King Sun Diamankan

9 Agustus 2026

YONIF TP 845/KSATRIA SATAM DAN KODIM 0414/BELITUNG AMBIL ANDIL DALAM PENGAMANAN AKSI UNJUK RASA DI PT TIMAH BELITUNG TIMUR

9 Agustus 2026

Pasca Ricuh, Penambang Kembali Datangi STP PT Timah untuk Jual Bijih Timah

9 Agustus 2026

Presiden Prabowo Terima Laporan Program Strategis TNI hingga Persiapan HUT ke-81 RI

7 Agustus 2026

Kabar Terpopuler

  • Dok.Foto:Istimewa

    Mabes Polri Bungkam soal Masa Aktif Wakapolri, Status Komjen Dedi Prasetyo Masih Jadi Tanda Tanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perebutan Presidium KAHMI Jabar Dinilai Jadi Momentum Perkuat Jalan KDM Menuju Pilpres 2029

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Abdul Rokib Laporkan Dugaan Persekusi ke Polres Garut, Sebut Dikerumuni Puluhan Orang dan Dipaksa ke Polsek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Agus Muttaqien Alfaz Siap Pimpin MW KAHMI Jabar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Komjak RI Koordinasi Kemenko Polkam Kawal Penanganan Kasus Korupsi dan TPPU Mantan Jampidsus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kader PSI jadi Korban Dugaan ‘Permainan’ Oknum PLN: Listrik Rumah Diputus-Disuruh Bayar Denda Belasan Juta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polemik Revitalisasi Pasar Baru Garut Kian Mengemuka, Transparansi Proyek Jadi Sorotan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM
DJITUBERITA.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com