• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Kamis, Januari 29, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Artikel
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Artikel
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Opini Artikel

Yogya Peradaban yang Tersisa

Redaksi oleh Redaksi
28 Februari 2023
di Artikel
A A
0
ShareSendShare ShareShare

oleh :
Dr. Andry Wibowo, Sik., MH., Msi.

Yogyakarta, Kabariku- Lebih kurang dua tahun saya tinggal dan bekerja di Yogya. Sebagai orang kelahiran Yogya, pengalaman ditugaskan selama hampir dua tahun di kota ini memperkaya wawasan, pengetahuan dan pemahahaman pribadi saya tentang Yogyakarta.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Bagi saya Yogya merupakan kota atau daerah yang mengesankan. Dari sisi kesejarahan, catatan panjang Yogyakarta sejak masa Nusantara, jaman kolonial, kemerdekaan, hingga revolusi, menjadikannya sebagai epicentrum peradaban Indonesia yang amat penting.

RelatedPosts

Coretax: Digitalisasi Pajak yang Dipaksakan?

Pengalaman Saya, Lala Zhulaeha, Mengajar di SMA Terbuka Caringin

KADIN Jawa Barat Terpecah, Dunia Usaha Tercuncang: Saatnya Kita Bersatu Kembali!

Pada jaman Nusantara misalnya, Yogya meninggalkan banyak cerita mitologi dan peristiwa yang memberikan pemaknaan atas perjalanan hidup dan kehidupan manusia. Melahirkan tradisi dan budaya adiluhung dari peradaban yang bersandarkan pada tata laku sosial. Peradaban yang bersumber dari nilai lokal sehingga terus bertahan menjadi tradisi dan budaya.

Demikian pula pada masa kolonial, kemerdekaan dan revolusi. Yogya memberi banyak kontribusi pada proses sejarah yang meneguhkan keyakinan Indonesia merdeka, lahir dan berdiri melalui nilai kejuangan yang memuat aspek patriotisme dan kolektifisme sosial politik. Kesemua nilai tersebut menyatu dalam spirit untuk menjaga dan meneguhkan kedaulatan sebagai bangsa yang merdeka.

Hari ini, kita masih dapat merasakan Yogya sebagai daerah di Indonesia yang mampu mempertahankan wajah aslinya. Kota budaya dengan masyarakat yang ramah, santun, dengan penuh kebersamaan. Meskipun dalam banyak hal Yogya telah beradaptasi menghadapi dinamika perubahan ekosistem sosial, globalisasi dan interkoneksi manusia dengan melampaui cara- cara tradisionalnya.

Saya merasakan perubahan wajah keseharian masyarakat yogya hari ini dengan membandingkannya pada kondisi tahun 80-an. Sebagai contoh, mobilitas keseharian masyarakat Yogya hari ini tidaklah berbeda dengan masyarakat Indonesia di kota lain. Jika pada tahun 80 dan 90-an kita menyaksikan masyarakat Yogya bersepeda dalam menjalankan aktivitas kesehariannya, hari ini jalan-jalan kota Yogya penuh sesak dengan sepeda motor.

Baca Juga  PMPH Study Visit dan Baksos ke Kampung Naga Tasikmalaya Jawa Barat

Pada sisi lainnya, Yogyakarta, Solo, Magelang, Purworejo sebagai daerah yang terhubung memberi banyak pelajaran penting pelestarian bangunan peradaban masa lalu yang hingga kini masih kokoh berdiri. Hal yang menunjukkan pusat perkembangan peradaban Jawa di masa lalu pernah ada disini. Banyak sekali candi yang tersebar di wilayah itu, tidak hanya sebagai tempat ibadah umat pada zamannya, melainkan sebagai pusat bagi para pemimpin agama sekaligus pemimpin publik mengambil keputusan yang berkaitan dengan urusan kehidupan masyarakat.

Warisan yang lebih nyata juga dapat dilihat di keraton Yogyakarta maupun pada pusat pemerintahan era kolonial. Kehadiran keraton menjadi bukti tak terbantahkan bahwasanya pusat peradaban selalu dimulai dari pusat pemerintahan.

Hal utama yang ingin disampaikan dalam tulisan ini adalah bagaimana para pemimpin dan sistem pemerintahan di masa lalu dalam mengelola ekosistem kehidupan yang lebih kompleks. Peran kepemimpinan pemerintahan untuk dapat mengambil keputusan publik yang terukur, terencana dan dapat dirasakan serta bermanfaat secara lama. Sekaligus meneguhkan pembangunan yang dilaksanakan akan meninggalkan memori positif bagi setidaknya 1 abad generasi.

Dalam konteks ini para pemimpin terdahulu membuktikan, sistem pemerintahannya mengambil keputusan yang sangat bermanfaat bagi generasi berikutnya. Kebijakan pembangunan sangat mempertimbangkan aspek populasi – sumberdaya pendukung kehidupan yang alamiah – dan membangun ruang ruang produktifitas kehidupan yang selaras satu dengan lainnya. Pembangunan ditopang oleh satu sistem nilai tata laku yang kemudian menjadi kebiasaan, tradisi dan kebudayaan.

Hal inilah yang kemudian menjadi memori positif tidak saja bagi generasi yang hidup pada zamannya, tetapi juga bagi generasi berikutnya. Dengan begitu, kedatangan para wisatawan dan mahasiswa di Yogya tidak sekedar memverifikasi catatan sejarah dalam bentuk berwisata dan menimba ilmu, tetapi juga untuk memahami dan mengambil hikmah dari masa lalu untuk memahami masa kini dan menyusun rencana kehidupan di masa depan.

Baca Juga  Demokrasi dan Media Sosial

Dari sini saya dapat menyimpulkan, mengapa Yogyakarta dapat menjadi salah satu kota wisata yang ikonik. Karena satu hal, pemerintahan di masa lalu sukses membangun peradaban unik yang menjadi ciri khas masyarakat Yogya. Bukan hanya dari sisi arsitektur fisik berupa bangunan keraton, pasar Beringharjo dan jalan Malioboro, serta candi yang berserakan di wilayahnya, tetapi juga sistem nilai yang menjadi tradisi dan budaya yogya. Hal inilah yang membuat banyak orang ingin sekedar datang ke Malioboro, jalan panjang yang menghubungkan keraton menuju gunung Merapi yang menjadi simbol filosofi Yogyakarta.

Dari Yogya saya belajar, pembangunan yang baik adalah pembangunan yang terencana dengan mempertimbangkan keseimbangan populasi – sumber daya pendukung kehidupan alamiah – ruang produktifitas masyarakat. Pembangunan yang ditopang oleh sistem nilai bersama yang menjadi tradisi dan kebudayaan membentuk karakter kehidupan, yang membedakan kita dengan bangsa lain.

Selasa,28 Februari 2023

Matur Suwun Yogya. Yogyakarta Memang Istimewa.

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Dr. Andry WibowoKabinda DIYMH.SIk.Warta PemiluYogya Peradaban yang Tersisa
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Warga Padaawas Garut Mediasi untuk Mendengarkan Keputusan Bersama PT. Star Energy

Post Selanjutnya

Serahkan Tujuh Unit Kendaraan Hibah. Bupati Garut: Terima Kasih Pemerintah Jepang, Semoga Bermanfaat Bagi Kita Semua

RelatedPosts

ilustrasi

Coretax: Digitalisasi Pajak yang Dipaksakan?

28 November 2025

Pengalaman Saya, Lala Zhulaeha, Mengajar di SMA Terbuka Caringin

23 November 2025

KADIN Jawa Barat Terpecah, Dunia Usaha Tercuncang: Saatnya Kita Bersatu Kembali!

28 Oktober 2025

Dalam Perspektif Islam, Hoaks Bukan Hanya Informasi Palsu Melainkan Dosa Sosial dan Pelanggaran Moral

13 September 2025
Gunung Padang, sebuah situs di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Indonesia, telah menjadi pusat perdebatan dan spekulasi sejak penemuannya pada tahun 1914

Dari Polemik ke Pengakuan: Gunung Padang dan Jalan Terang Sains untuk Rekonsiliasi Ilmiah

7 September 2025

Terdzalimi: Mendulang Hikmah di Balik Derita

16 Juli 2025
Post Selanjutnya

Serahkan Tujuh Unit Kendaraan Hibah. Bupati Garut: Terima Kasih Pemerintah Jepang, Semoga Bermanfaat Bagi Kita Semua

Pemuda Katolik: Tinjau Ulang Jam Masuk Sekolah Subuh di NTT

Discussion about this post

KabarTerbaru

Eks Komisaris PT IAE Iswan Ibrahim usai menjalani pemeriksaan KPK. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

Eks Komisaris PT IAE Iswan Ibrahim Tidak Banding di Perkara PGN

28 Januari 2026
Wali Kota Aceh Sayuti Abubakar terpilih sebagai Ketua Komisariat Alumni Fakultas Hukum Universitas Pancasila periode 2026–2030 (Bemby/kabariku)

Sayuti Abubakar, Wali Kota Lhokseumawe Nahkodai Alumni Fakultas Hukum Universitas Pancasila

28 Januari 2026
Komisi Yudisial (KY) menggelar konferensi pers terkait laporan tahunan 2025. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

Komisi Yudisial Terima 2.649 Aduan Publik dan Usulkan Sanksi Etik 124 Hakim di 2025

28 Januari 2026
Komisi Yudisial (KY) menggelar konferensi pers laporan tahunan 2025. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

Raih WTP ke-18, Indeks Kinerja Komisi Yudisial 2025 Nyaris Sempurna

28 Januari 2026

ADPPI: Geothermal Energi Bersih, Dampak Ekologis Bisa Dikelola

28 Januari 2026
Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

KPK Terbitkan Aturan Baru Pelaporan Gratifikasi 2026, Ini Daftar Perubahannya

28 Januari 2026

Menkeu Purbaya: Sektor Keuangan Terjaga, Ekonomi 2026 Diproyeksi 5,4 Persen

28 Januari 2026

Dukung Program Pemerintah, Mensesneg: 435 Regulasi Diterbitkan Sejak Oktober 2024

28 Januari 2026
dok. BNN RI

BNN Gagalkan Peredaran 100 Kg Sabu di Aceh Timur, Satu Kurir Diamankan

27 Januari 2026

Kabar Terpopuler

  • dok. BNN RI

    BNN Gagalkan Peredaran 100 Kg Sabu di Aceh Timur, Satu Kurir Diamankan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Tujuh  Anak Try Sutrisno: Dari Jenderal, Dosen, hingga Psikolog di Amerika Serikat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sayuti Abubakar, Wali Kota Lhokseumawe Nahkodai Alumni Fakultas Hukum Universitas Pancasila

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekam Jejak Advokat hingga Wali Kota, Sayuti Abubakar Masuk Radar Ketua Alumni FHUP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KPK Tegaskan Kasus Dugaan Korupsi CSR BI Terus Berjalan, Penahanan Tersangka Tunggu Waktu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AMPPIBI Apresiasi Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Tetapkan Empat Tersangka Baru Korupsi Dana BOS Mts di Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menutup Masa Dinas, Komjen Chryshnanda Tinggalkan Warisan Reformasi di Tubuh Polri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com Terverifikasi Faktual Dewan Pers dan telah mendapatkan Sertifikat dengan nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Artikel
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com