• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Rabu, April 15, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home News

Diskusi Publik Terkait Bansos 24,17 Triliun dan Subsidi Obligor BLBI 50-60 Triliun

Redaksi oleh Redaksi
7 September 2022
di News
A A
0
ShareSendShare ShareShare

Jakarta, Kabariku- Diskusi Publik yang digagas Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan Studi Demokrasi Rakyat (SDR) menyoal Bantuan Sosial (Bansos) dan Subsidi Obligor Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Acara digelar di Universitas Prof. Dr. Moestopo, Jakarta Selatan, diskusi dimulai pukul 13.00 WIB berakhir pukul 13.00 WIB  pada hari Rabu (7/9/2022).

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Dalam diskusi, Andrianto, Tokoh Pergerakan Reformasi 98 selaku pembicara pada diskusi tersebut menyatakan, Kenaikan BBM era Jokowi menegaskan arah dan implementasi kebijakan ekonomi yang Neo Liberalis.

RelatedPosts

Isu Anggaran MBG Fantastis, Kepala BGN: Pengadaan Proporsional dan Terukur

Kejagung Mutasi 53 Pejabat, Harli Siregar Tinggalkan Kajati Sumut ke Posisi Jamwas

15 Tahun Mengabdi di MK, Anwar Usman: Purnabakti Ibarat Kertas Putih Tanpa Coretan

“Bercongkolnya Sri Mulyani adalah Refresentasi agent neo liberal,” kata Andrianto.

Sri Mulyani, lanjutnya, mantan Dr IMF Asia Pasifik (2002-2004) dan Direktur World Bank (2010-2016). Dalam mazab neo liberal tidak diinginkan adanya Subsidi.

“Semua berlandaskan hukum pasar bebas dimana harga minyak dunia ditentukan di London Stock Escange dengan patokan minyak jenis Brent,” jelasnya.

Andrianto memaparkan, Harga ini bisa naik-turun sesuai market demandnya. Masalahnya Indonesia miliki azas ekonomi Pancasila terutama pasal 5 keadilan sosial dan UUD 45 pasal 33 dan 34.

“Mari kita bedah,” ujarnya.

Apakah istilah Subsidi untuk BBM jenis pertalite sudah sesuai? Adalah kurang tepat rasanya bila itu buat menambal APBN.

Bagaimana dengan PMN atau Penyertaan Modal Negara kepada BUMN sebesar 38 Triliun? Suntikan untuk modal Kereta cepat Jakarta-Bandung sebesar 5 Triliun.

“Semua kan bila menyangkut APBN ya Subsidi,” cetusnya.

Apakah pantas BUMN  juga di Subsidi? Ini jelas melanggar sila ke 5 Pancasila. Lantas bagaimana dengan asumsi bila tidak di naikan akan ada subsidi 500 Triliun?

Baca Juga  Sebut Nama Jokowi di Sidang, SDR Minta Kuasa Hukum Johnny Luruskan Makna Eksepsinya

Padahal APBN 2023 berasumsi minyak dunia di level 120 USD per Barell sementara saat ini minyak dunia sedang turun di 89 USD per Barrel karna permintaan yang menurun sebagai dampak awal resesi yang terjadi dibeberapa negara.

“Lantas jatah Pertalite dalam APBN 25 Juta kilo liter dan baru terpakai 23 Juta kilo liter artinya masih ada tersisa,” beber Andrianto.

Subsidi minyakpun, lanjutnya, di APBN sesungguhnya hanya sekira 250an Triliun yang terbagi dalam subsidi energi yakni untuk PLN, Gas dan BBM.

Lantas apa benar nilai ‘keekonomian’ pertalite itu 17.000 dan 10.000 harga sekarang masih d bilang subsidi?

“Mari kita hitung,” ucapnya.

Saat ini Pertamina masih menghasilkan 700 ribu barrel/hari berati kita Impor 700 ribu barell/hari karna kebutuhan rata rata 1.400.000 barrel/hari.

Secara rata-rata, jika harga mix maka harga campuran harga diskon impor $70 plus harga milik sendiri $30, bagi dua atau rata rata.

 Artinya $50/barrel tambahkan 30% ongkos refineri dan distribusi, jadi $65/barrel. $0,4 perliter ini tergantung dollar dikali kan berapa.

Intinya harga keekonomian Pertalite  itu mendekati Ro 5000 bukan mendekati klaim pemerintah Rp.17.000 perliter.

“Jelas rezim Jokowi makin neo liberalis ada dugaan hutang yang bakal jatuh tempo ini sangat besar,” ungkapnya.

Menurut Andrianto, selama ini sudah sering berjalan hutang baru untuk bayar hutang.

“Istilahnya berhutang untuk tutup Jurang”.

Lebih jauh Andrianto memaparkan, Hutang jumbo akibat Project Infrastruktur yang tidak terkendali dan masuk akal seperti Project IKN yang rasanya mustahil terwujud bilamana ekonomi sebuah negara sedang susah.

“Nampaknya ada 2 pisau Analisis dari kenaikan BBM saat ini,” ujarnya.

Pertama, Batas waktu pembayaran hutang makin membayangi bila tidak mampu as gagal Bayar/Default maka black list terjadi di mata Internasional yg bisa berdampak negatif.

Baca Juga  Tarik Janjinya yang Mau Bubarkan NasDem, SDR: Surya Paloh Plin-Plan

“Maka dicabutlah subsidi sehingga investor senang lantas kita bisa peroleh hutang baru,” ujarnya.

Kedua, Seperti halnya PCR ada dugaan bisnis terhadap rakyatnya, kinipun terjadi kepada BBM.

“Bansos yang nilainya cuman 24 Triliun buat 20 juta rakyat rasanya cuma seperti Amphetamin nikmat sesaat tapi melarat sesudahnya,” cetusnya.

Bandingkan pula dengan Subsidi bunga rekapitulasi BLBI yang sebesar 60-70 Triliun/tahun dalam APBN.

Kalo rezim bener kenapa Malaysia bisa pertalite seharga Rp.7100 atau Vivo milik Swis seharga Rp.8900 harga tanpa subsidi.

“Kita pertalite 10.000 masih disebut subsidi,” tandasnya.

Acara diskusi di pandu Selfiani SE,Mak berlangsung seru diikuti ratusan mahasiswa Univ Prof. Dr. Moestopo dan mahasiswa se-Jabotabek.***

Red/K.101

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Bansos dan subsidi BLBIDiskusi PublikFakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB)Studi Demokrasi Rakyat (SDR)Tokoh Pergerakan Reformasi 98
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Donasi Rp 200 Juta dari KORPRI KPK untuk Fasilitas Pendidikan di Banten

Post Selanjutnya

Langkah Hampir Mustahil Anies Turun Mulus

RelatedPosts

Isu Anggaran MBG Fantastis, Kepala BGN: Pengadaan Proporsional dan Terukur

15 April 2026

Kejagung Mutasi 53 Pejabat, Harli Siregar Tinggalkan Kajati Sumut ke Posisi Jamwas

15 April 2026

15 Tahun Mengabdi di MK, Anwar Usman: Purnabakti Ibarat Kertas Putih Tanpa Coretan

14 April 2026

BNN Perkuat Pendekatan Rehabilitasi, Sinergi Kemen Imipas Optimalkan P4GN

14 April 2026

Anggaran EO Rp113,9 Miliar, BGN Bangun Sistem Kerja Profesional untuk Optimalkan MBG

13 April 2026

Evaluasi Kabinet Prabowo, Pengamat: Reshuffle atau Risiko Turun Kepercayaan Publik

13 April 2026
Post Selanjutnya

Langkah Hampir Mustahil Anies Turun Mulus

Atas Nama Fakta, Hati Nurani dan Akal Sehat

Discussion about this post

KabarTerbaru

Pemkab Garut Bersama SID Luncurkan Program Digitally Enabled District Kabupaten

15 April 2026

Kolaborasi DPRD, Dinsos, dan Perumda Bantu Warga Miskin Ekstrem di Garut

15 April 2026

Bupati Garut Buka Mukerda MUI, Soroti Tantangan Moral di Era Digital

15 April 2026

Isu Anggaran MBG Fantastis, Kepala BGN: Pengadaan Proporsional dan Terukur

15 April 2026

Kejagung Mutasi 53 Pejabat, Harli Siregar Tinggalkan Kajati Sumut ke Posisi Jamwas

15 April 2026
Puspa Swara Wanoja Sunda 2026 Resmi Bergulir di Bogor

Puspa Swara Wanoja Sunda 2026 Dimulai, Ajang Harmoni Perempuan Jawa Barat di Bogor

15 April 2026
Koordinator SIAGA 98, Hasanuddin

Koordinator Siaga 98 Nilai Laporan Faizal Assegaf terhadap Jubir KPK Tidak Tepat

14 April 2026

DPC Organda Garut Gelar Halalbihalal, Dorong Kemandirian Ekonomi Anggota

14 April 2026
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Garut, H. Subhan Fahmi

Model Penunjukan Ketua Dinilai Efektif, PKB Garut Targetkan Kemenangan 2029

14 April 2026

Seskab Teddy: Satgas PKH Selamatkan Aset Negara Rp370 Triliun, Denda Capai Rp31,3 Triliun

11 April 2026

Kabar Terpopuler

  • Jenderal (Purn) Try Sutrisno, Wakil Presiden RI 1993-1998

    Mengenal Tujuh  Anak Try Sutrisno: Dari Jenderal, Dosen, hingga Psikolog di Amerika Serikat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dualisme Memanas, Dewan Pertimbangan FKDT Garut Pertanyakan Legalitas SK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Breaking News: KPK Kembali OTT Kepala Daerah, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Diciduk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Rekomendasi ke Aksi, SIAGA 98 Desak Realisasi Reformasi Polri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Doa hingga Aksi Nyata, Haul Akbar Hidayatul Faizien Sentuh Kebutuhan Masyarakat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Evaluasi Kabinet Prabowo, Pengamat: Reshuffle atau Risiko Turun Kepercayaan Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com