• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Minggu, Maret 15, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Ekonomi

Node, Jenama Sepatu Lokal Memanfaatkan Limbah Produksi Pertanian

Redaksi oleh Redaksi
24 Juni 2022
di Ekonomi, News
A A
0
ShareSendShare ShareShare

Kabariku- Beberapa tahun belakangan ini, produk-produk dengan klaim ramah lingkungan kian menjamur. Masyarakat pun menyambut tren tersebut dengan antusias. Ini merupakan salah satu upaya sederhana yang dilakukan untuk menjaga bumi tetap sehat.

Beberapa produk ramah lingkungan yang banyak digunakan antaralain; tas belanja kain, sedotan stainless, perlengkapan makan-minum untuk menghindari alat-alat sekali pakai, pembalut kain, menstrual cup, hingga sabun multiguna non deterjen.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Kebanyakan barang-barang tersebut merupakan alternatif dari pilihan sebelumnya yang kurang ramah lingkungan, sekali pakai, dan mengakibatkan jumlah sampah yang meningkat.

RelatedPosts

Polri Dalami Keterangan Saksi dan Bukti Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS di Jakarta Pusat

Yusril Desak Polisi Bongkar Aktor Intelektual di Balik Penyerangan Andrie Yunus

PDI Perjuangan Desak Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

Namun, ada satu produk ramah lingkungan yang dibuat dengan memanfaatkan komponen alami dari limbah produksi pertanian.

Jenama tersebut ialah Node, singkatan dari No Deforestation, yang memproduksi sepatu dari limbah jerami dan sekam.

Sepatu ramah lingkungan Node biosneakers ini merupakan hasil riset dan produksi produksi PT. Triangkasa Lestari Utama (TLU) yang bekerja sama dengan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian (BB Pascapanen) serta Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian.

Fadjry Djufry, Kepala Balitbangtan, mengatakan bahwa kehadiran sepatu biosneakers ini merupakan salah satu kontribusi dari Balitbangtan dalam memanfaatkan limbah prduksi pertanian.

Kehadiran biosneakers ini menjadi sebuah inovasi yang penuh manfaat karena berhasil memanfaatkan limbah, meningkatkan nilai tambah, daya saing, substitusi impor, dan pelestarian lingungan.

“Kementerian Pertanian terus mendorong penciptaan inovasi yang mampu memberikan nilai tambah pada hasil pertanian secara berkelanjutan, seiring upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan petani dan kelompok masyarakat lainnya,” kata Fadjry. Jum’at (24/6/2022).

Baca Juga  Bupati Garut Optimistis Jalan Tol akan Membuka Akses dan Dorong Ekonomi Daerah

Pembuatan sepatu Node menggunakan bahan baku 95 persen organik, ramah lingkungan, dan limbah dari sepatunya sendiri dapat terurai secara alami. Pada bagian sol luar terbuat dari karet alam dengan campuran biosilika dari sekam padi. Sedangkan sol bagian dalamnya terbuat dari serat bambu. Untuk penggunaan kulit biosneakers ini merupakan kain berbahan rami dan tali sepatu katun dari 100 persen kapas.

Setidaknya ada 13 komponen alami yang digunakan sebagai bahan baku sepati Node, misalnya sekam padi, karet alam, kain goni, serat kenaf, dan perekat sepatunya dari bahan berbasis eucalyptus. Sepatu Node juga tidak ada unsur plastik atapun logam.

Prayudi Syamsuri selaku Kepala BB Pascapanen menjelaskan, kelahiran sepatu Node ini berawal dari keinginan Menteri Pertanian untuk meningkatkan pendapatan petani, baik melalui peningkatan produktivitas dan produksi padi, ataupun dari pemanfaatan produk sampingan dan limbah seperti sekam.

“Selain memproduksi beras, Indonesia juga setiap tahunnya menghasilkan lebih dari 10 ton sekam padi sebagai hasil samping atau limbah dari penggilingan padi yang belum banyak dimanfaatkan,” terangnya.

Sekam merupajan kulit padi setelah diambil bulir berasnya dan merupakan hasil sampingan dari penggilingan padi selain bekatul. Melimpahnya sekam seringkali dibuang begitu saja karena dianggap limbah.

Dari hasil riset BB Pascapanen menunjukkan bahwa sekam padir ternyata memiliki kandungan silika tinggi dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan industri yang selama ini dipenuhi dari impor. Kata Prayudi, silikam dari sekam atau biosilika dalam bentuk cair bisa diberikan kembali ke tanaman padi untuk memaksimalkan hasil panen.

Sedangkan dari hasil kolaborasi riset BB Pascapanen dengan PT TLU menunjukkan bahwa biosilika dari sekam padi mempunyai sejumlah kelebihan untuk digunakan sebagai bahan pengisi barang jadi karet, misalnya seperti biosneakers, dibandingkan dengan silika asal bahan tambang yang selama ini banyak diimpor.

Baca Juga  Penetapan Hasil Sidang Isbat 1 Ramadhan 1443 Hijriyah Jatuh pada Minggu 3 April 2022

Perlu diketahui bahwa jumlah gabah di Indonesia per tahun dapat mencapai 55 juta ton dan 11 juta ton di antaranya berupa limbah sekam padi. Dari satu ton sekam tersebut dapat menghasilkan 150-200 kilogram silika, yang berarti bisa didapatkan 2,2 ton silika per tahun dari limbah sekam padi yang ada.

BB Pascapanen pun telah berhasil mengembangkan teknologi sol-gel energi rendah dengan skala semi pilot untuk memproduksi silika dari sekam padi. Ukuran partikelnya skala nanometer sekitar 20-200 mm yang dinamakan nanobiosilika. Prayudi menjelaskan bahwa salah satu produk biosilika dapat dimanfaatkan sebagai filler penguat pada karet sol sepatu yang nantinya dapat cepat terurai.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan, Sepatu Node yang terbuat dari bahan-bahan pertanian lokal dan ramah lingkungan ini merupakan kolaborasi apik antara pemerintah dengan pelaku usaha ekonomi kreatif.

“Kita lihat pandemi Covid-19 tidak menyurutkan kreativitas anak muda pelaku usaha. Anggapan awal industri sepatu tidak berhubungan dengan pertanian, ternyata malah sangat nyambung,” ungkapnya.

Untuk produk sepatu Node dijual dengan harga mulai Rp400 ribu hingga Rp1,2 jutaan. Produksi sepatu Node dari rentang waktu Oktober 2020 hingga 2021 telah memanfaatkan sebanyak 8,8 ton sekam padi, 4 ton karet alam, 1,5 ton getah pinus, 1,5 ton minyak kelapa, dan 3 ton berbagai serat alam.

David Chrisnaldi sebagai pendiri Node menjelaskan, Pihaknya menyediakan layanan pengolahan produk habis masa pakai sekitar tiga sampai lima tahun dengan mendekomposisi sol sepatu dan daur ulang bagian upper sepatu.

Pembeli pun tak perlu khawatir soal kualitas bahan dan keawetan sepatu. Sebab, meski bahan bakunya dari tanaman tidak berarti cepat rusak. Kata David, nanobiosiloka dari sekam padi membuat alas kaki dengan fleksibilitas tinggi sehingga kuat, lentur, dan pastinya tidak kaku. Pun, sepatu Node memiliki daya cengkeram tinggi atau antislip pada kondisi basah, sepatunya ringan dan nyaman digunakan.

Baca Juga  KPK Ajak Masyakat Menjadi Responden Survei Persepsi Kinerja

Sebagai informasi tambahan; Brand NODE www.nodeorganic PT Karya Adyatma Sejahtera, David Chrisnaldi-Owner.***

Red/K.103

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: David Chrisnaldilimbah produksi pertanianNode-No DeforestationPT Karya Adyatma Sejahtera
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Bambang BeaThor Suryadi: “Demokrasi Pancasila itu Presidensial”

Post Selanjutnya

Forum Muslim Garut Bersatu Gelar Aksi Kecam Politisi India Hina Nabi Muhammad SAW

RelatedPosts

Polri Dalami Keterangan Saksi dan Bukti Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS di Jakarta Pusat

14 Maret 2026
Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra. (Foto: Humas Kemenko Kumham Imipas)

Yusril Desak Polisi Bongkar Aktor Intelektual di Balik Penyerangan Andrie Yunus

14 Maret 2026

PDI Perjuangan Desak Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

14 Maret 2026

PRIMA Kutuk Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS, Desak Polisi Usut Tuntas

14 Maret 2026

Kepala BNN di CND Vienna, Dorong Strategi Komprehensif Lawan Narkotika dan Penyalahgunaan Vape

13 Maret 2026

REPDEM Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

13 Maret 2026
Post Selanjutnya

Forum Muslim Garut Bersatu Gelar Aksi Kecam Politisi India Hina Nabi Muhammad SAW

Pengusutan Meninggalnya Dua Bobotoh PERSIB di Piala Presiden. Berikut Komentar IPW

Discussion about this post

KabarTerbaru

Kurangi Kemacetan Jalur Mudik Garut, Kapolres Garut Dampingi Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Beri Kompensasi Rp1,4 Juta untuk Kusir Delman dan Tukang Becak

15 Maret 2026
Ketua Umum Lintas Aktivis Antar Generasi Indonesia (LAAGI) Sukma Hidayat (Foto:Istimewa)

Sukma Hidayat Kecam Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Singgung Kasus Novel Baswedan

14 Maret 2026

Polri Dalami Keterangan Saksi dan Bukti Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS di Jakarta Pusat

14 Maret 2026

Negara Hadir hingga Pelosok, Pemerintah Percepat Pembangunan dan Perkuat Kesejahteraan Rakyat

14 Maret 2026
Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra. (Foto: Humas Kemenko Kumham Imipas)

Yusril Desak Polisi Bongkar Aktor Intelektual di Balik Penyerangan Andrie Yunus

14 Maret 2026

PDI Perjuangan Desak Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

14 Maret 2026
Masyarakat membeli kebutuhan pokok dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah yang digelar Polres Garut di Lapangan Apel Polres Garut, Jumat (13/3/2026).

Polres Garut Gelar Gerakan Pangan Murah untuk Bantu Warga Selama Ramadhan

14 Maret 2026
**Caption:**
Petugas kepolisian melakukan pemantauan dan pengaturan arus lalu lintas di jalur nasional Kadungora, Kabupaten Garut, pada hari pertama pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026, Jumat (13/3/2026). Arus kendaraan terpantau masih relatif landai dengan situasi lalu lintas yang aman dan lancar.

Operasi Ketupat Lodaya 2026 Dimulai, Lalu Lintas di Jalur Kadungora Masih Lengang

14 Maret 2026

PRIMA Kutuk Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS, Desak Polisi Usut Tuntas

14 Maret 2026

Seskab Teddy Ungkap Momen Presiden Prabowo Bertemu Mantan Ajudan dan Pengawal

10 Maret 2026

Kabar Terpopuler

  • AMPPIBI Apresiasi Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Tetapkan Empat Tersangka Baru Korupsi Dana BOS Mts di Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Longsor di Bungbulang Garut: Satu Meninggal, Akses Jalan Terputus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dasco dan Prasetyo Hadi Temui Habib Rizieq di Petamburan, Sampaikan Pesan Presiden Prabowo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Tujuh  Anak Try Sutrisno: Dari Jenderal, Dosen, hingga Psikolog di Amerika Serikat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • JK, Jangan Memancing di Air Keruh!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KDM Usulkan Cikuray Jadi Tahura, Aktivis Lingkungan Pertanyakan Kesiapan Pemkab

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com