• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Rabu, Maret 11, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Seni Budaya

Ngaguar Budaya Karuhun ‘Ngawuwuh Mirosea Sarakan’ di Mulakeudeu Garut

Redaksi oleh Redaksi
17 Desember 2021
di Seni Budaya
A A
0
ShareSendShare ShareShare

GARUT, Kabariku- Masyarakat Mulakeudeu menggelar acara Ngawuwuh (Mirosea Sarakan) dalam rangka Ngaguar Budaya Karuhun, bertempat di Kampung Mulakeudeu, RW 04 Desa Sukalaksana, Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut. Kamis (16/12/2021).

Acara tersebut dalam rangka melestarikan seni budaya di Kabupaten Garut, dihadiri Kadisparbud, Kabid Seni Budaya, Sri Rejeki Utaminingsih, Kadin Garut, Camat Sucinaraja, Danposramil, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, BPD, Tokoh masyarakat setempat dan 20 anggota komunitas seni dan budaya serta pupuhu kampung adat Mulakeudeu yang ada di Kabupaten Garut.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut Budi Gan gan Gumilar, SH.M,Si , dalam sambutan pembukaan menyampaikan, pihaknya mengapresiasi kegiatan festival Ngawuwuh Mirosea Sarakan warga kampung Mulakeudeu desa Sukalaksana yang menampilkan beragam kebudayaan serta memajukan seni budaya yang ada di Kabupaten Garut.

RelatedPosts

Kepala BNN Resmikan Peluncuran SKI: Sinergi Olahraga, Budaya, dan Pencegahan Narkoba

DWP Kemensos Kunjungi Galeri Yose Art, Gali Potensi Seni Anak-Anak Istimewa Sekaligus Jajaki Kolaborasi dengan Pengrajin UMKM

Wamenpar Dorong Pelestarian Tenun Sekomandi, Ikon Budaya Sulawesi Barat

“Kami atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Garut sangat mengapresiasi apa yang dikerjakan; apa yang menjadi gagasan Ngawuwuh yang di prakarsai Nandang wiratma yang masih sangat muda namun sudah berpikir untuk memajukan seni budaya sehinga bisa mendorong Destinasi pariwisata Desa di Kabupaten Garut,” ungkap Budi

Kadisparbud menyebut, hal itu sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017.

“Bahwa kewajiban kita, baik pemerintah maupun masyarakat untuk bersama-sama memajukan budaya kita, karena, siapa lagi yang akan memajukan budaya kalau bukan kita sendiri,” papar dia.

Pemerintah daerah, lanjutnya, mendukung aktivitas komunitas seni di Kabupaten Garut dengan memfasilitasi kegiatan komunitas seni.

Baca Juga  Telah Dibuka Destinasi Wisata 'Bukit Sampiran Asri' di Ciamis Jawa Barat

Salah satunya dengan menghadiri Ngawuwuh Mulakeudeu yang berlokasi di kampung Jalan Mulakeudeu Desa Sukalaksana, Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut.

Sementara itu, Ketua Pelaksana acara Festival Ngawuwuh Mulakeudeu Mirosea Sarakan, Nandang Wiratma, menuturkan, dalam kegiatan tersebut pihaknya selama tiga hari dalam bulan Desember, akan menampilkan beberapa seni dan kebudayaan khas yang ada di Kampung Mulakeudeu sambil makan nasi tumpeng dan minum wedang jahe sebagai tradisi leluhur di sini.

“Kekayaan adalah bukan hanya uang, kekayaan adalah warisan dari leluhur, yaitu seni budaya yang sangat luar biasa yang hari ini akan ditampilkan di acara festival Ngawuwuh Mulakede Mirosea Sarakan,” tutur Nandang

Sampai saat ini, lanjut Nandang, di Kabupaten Garut, baru ada dua komunitas Ngawuwuh seperti ini, yang menampilkan adat seni budaya di Kabupaten Garut yang tercatat di Disparbud.

Diharapkannya, dengan adanya kegiatan Ngawuwuh Mulakeudeu Mirosea Sarakan ini bisa menjadi motivasi dan bisa mengembangkan serta membesarkan kebudayaan komunitas seni yang ada di Kabupaten Garut.

“Maksud dan tujuan festival Ngawuwuh Mulakede Mirosea sarakan ini adalah cara mengembangkan seni budaya dan bagaimana Garut budayanya bisa berdimensi internasional bukan hanya tingkat lokal maupun tingkat nasional,” ujarnya.

Selain membuka acara festival Ngawuwuh, Kadis Disparbud juga menandatangani Mulakeudeu sebagai destinasi pariwisata. Sebagai acara puncak, akan digelar wayang golek dan Ceu Edoh Preman Pensiun.***

Red/K.101

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Ceu Edoh Preman PensiunDestinasi wisataDisparbud Garut.Festival Ngawuwuh Mulakeudeu Mirosea SarakanKamp Malakeudeu
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Waspada Varian Omicron, Presiden Jokowi: “Segera Lakukan Vaksinasi di Sejumlah Fasilitas Kesehatan”

Post Selanjutnya

Kapolri: “Peran Utama Itwasum Polri adalah Menjamin Tujuan Pemerintah yang Akuntabel, Efektif dan Efisien”

RelatedPosts

Kepala BNN Resmikan Peluncuran SKI: Sinergi Olahraga, Budaya, dan Pencegahan Narkoba

2 Desember 2025

DWP Kemensos Kunjungi Galeri Yose Art, Gali Potensi Seni Anak-Anak Istimewa Sekaligus Jajaki Kolaborasi dengan Pengrajin UMKM

6 Oktober 2025
Wamenpar Ni Luh Puspa berkesempatan mencoba proses menenun Sekomandi dengan alat tenun tradisional gedogan, Dalam kunjungan kerja ke Rumah Tenun Sekomandi, Mamuju, Sulawesi Barat, Rabu (27/8/2025)./Kemenpar

Wamenpar Dorong Pelestarian Tenun Sekomandi, Ikon Budaya Sulawesi Barat

30 Agustus 2025
Ibu-ibu di Kota Palembang, Sumatera Selatan, mengenakan kebaya untuk merayakan Hari Kebaya Nasional 2025/ Dok Pemprov Sumatera Selatan

24 Juli Ditetapkan sebagai Hari Kebaya Nasional, Ini Ciri Khas Kebaya Indonesia dan Negara Tetangga

24 Juli 2025
Menteri Kebudayaan Fadli Zon

Pemerintah Tetapkan 17 Oktober sebagai Hari Kebudayaan Nasional, Menbud Fadli Zon Ungkap Alasannya

20 Juli 2025

Dari Gayo Salman Yoga S Tulis Buku Langka di Indonesia

4 Juni 2025
Post Selanjutnya

Kapolri: "Peran Utama Itwasum Polri adalah Menjamin Tujuan Pemerintah yang Akuntabel, Efektif dan Efisien"

Habib Syakur Sebut Kritikkan Anwar Abbas ke Presiden Depan Umum, Kurang Elegan

Discussion about this post

KabarTerbaru

Mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas saat memenuhi panggilan penyidik KPK untuk dimintai keterangan. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

Gugatan Praperadilan Kandas, Hakim PN Jaksel: Penetapan Tersangka Yaqut Sah

11 Maret 2026

Bupati Garut : Program MBG yang Diinisiasi Presiden Prabowo Merupakan Program Unggulan dengan Efek Multidimensi

11 Maret 2026
Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri Thobari dibonceng SG meninggalkan kantor PUPR dengan membawa tas selempang diduga berisi uang. (Foto: Dok. Humas KPK)

KPK Resmi Tetapkan 5 Tersangka Dalam OTT Rejang Lebong Bengkulu

11 Maret 2026
Ilustrasi sidang etik hakim di Majelis Kehormatan Hakim, Mahkamah Agung (Foto: Dok. KY)

Hakim Pukul Anak Sendiri Hingga Kepala Bocor Berujung Dicopot

11 Maret 2026
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku.com)

OTT di Berbagai Daerah Jadi Alarm, KPK Dorong Penguatan Sistem Mitigasi Korupsi

11 Maret 2026
Forkom BEM/DEMA PTAI menggelar Ramadhan Peduli di Depok dengan buka puasa bersama dan santunan anak yatim.(Ist)

Ramadhan Peduli di Depok: Forkom BEM/DEMA PTAI Satukan Mahasiswa dan Santri, Santuni Anak Yatim

10 Maret 2026

Mewaspadai Politics of Fear dan Pentingnya Persatuan Nasional Dalam Menghadapi Krisis di Kawasan Timur Tengah

10 Maret 2026
Ilustrasi sidang uji materi di Mahkamah Konstitusi/MK. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

Anggaran MBG di APBN 2026 Digugat ke MK, Koalisi Sipil Soroti Dasar Hukumnya

10 Maret 2026
Mantan pimpinan KPK Busyro Muqoddas saat menjadi pembicara dalam acara UKW (Foto: Dok. Dewan Pers)

Program MBG Dipersoalkan, Masyarakat Sipil Ajukan Uji Materi UU APBN 2026 ke MK

10 Maret 2026

Kabar Terpopuler

  • Petugas mengevakuasi korban meninggal dalam bencana longsor di Bungbulang Garut (Dok. BPBD Garut)

    Longsor di Bungbulang Garut: Satu Meninggal, Akses Jalan Terputus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Tujuh  Anak Try Sutrisno: Dari Jenderal, Dosen, hingga Psikolog di Amerika Serikat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dasco dan Prasetyo Hadi Temui Habib Rizieq di Petamburan, Sampaikan Pesan Presiden Prabowo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • MTPI Soroti Lambatnya Penyelesaian Perizinan di BKPM

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ayo Berpartisipasi! KPK Lelang Mobil dan Barang Branded, Cek Jadwal dan Harga Limitnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • JK, Jangan Memancing di Air Keruh!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com