• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Selasa, Juli 21, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Ekonomi

Aliansi Stabilkan Harga: Pemerintah Jokowi harus Cek Ulang Kebijakan Pengelolaan Pangan

Redaksi oleh Redaksi
9 Desember 2019
di Ekonomi
A A
0
Abdul Syarif Hidayatullah

Abdul Syarif Hidayatullah

ShareSendShare ShareShare

KABARIKU – Kelompok masyarakat ekonomi nasionalis yang tergabung dalam Aliansi Stabilkan Harga (ASH) mendesak Presiden Jokowi segera mengevaluasi total kebijakan pengelolaan pangan nasional.

Kordinator ASH Abdul Syarif Hidayatullah mengatakan, pemerintah harus mengecek ulang kebijakan pengelolaan pangan, produksi pangan, perdagangan pangan, juga soal kebijakan impor pangan.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

“Kebijakan pangan yang buruk jelas merugikan petani, dan bertolak belakang dengan upaya membangun kemandirian pangan,” ujar Syarif di Jakarta, Sabtu (7/12/2019).

RelatedPosts

Muhadjir Effendy Hormati Putusan MK soal Izin Tambang Ormas, Muhammadiyah Tunggu Tindak Lanjut Pemerintah

Menkop Ferry Dialog dengan 10 Asosiasi Desa, Matangkan Operasional Koperasi Merah Putih

Ketika Manusia Jadi Komoditas Menghilang: Belajar Pasar dari Jepang yang Suka “Menguap”

Syarif mengaku prihatin mengetahui adanya 20 ribu ton beras yang akan dibuang akibat penurunan mutu alias busuk. Beras sebanyak itu rusak akibat kelamaan disimpan dalam gudang.Padahal, jika pejabat terkait itu cerdas, Syarif yakin beras kualitas buruk itu bisa diolah, ketimbang dimusnahkan atau dibuang begitu saja.

“Bisa saja misalnya beras berkualitas buruk itu diolah menjadi pakan ternak. Tapi karena pejabatnya tidak kreatif maka akhirnya main buang dan memusnahkan agar cepat mendapat keuntungan pribadi,” ucapnya.

Baginya, penentu kebijakan pangan yang ada dalam pemerintahan Jokowi cenderung malas berpikir keras. Mereka tidak mampu memperkirakan stok beras dalam gudang.

“Akibatnya ya seperti saat sekarang ini, beras menjadi buruk karena terlalu lama disimpan,” tukasnya.

Atas kejadian tersebut, ia menilai pihak yang paling dirugikan adalah petani karena stok yang melimpah dalam gudang bulog tentu akan berdampak pada serapan beras dari petani. Akhirnya harga beras jatuh.

“Mengenaskan memang, semua kebijakan hanya disandarkan pada keuntungan ekonomi semata,” tukas Syarif.

Baca Juga  Toko Mas Pantes Resmi Hadir di Ciplaz Garut, Bawa Konsep Emas dan Berlian Terintegrasi

Ia pun menyebut nilai-nilai Pancasila yang semestinya dijadikan dasar dalam merumuskan dan membuat kebijakan malah diabaikan.

Ini menggambarkan cara pandang para penentu kebijakan hanya bersandar pada ideologi kapitalis.

“Mengelola negara seperti coba-coba, sehingga banyak salah angkat orang lantas salah analisis. Itulah sumber masalahnya,” ungkap Syarif.

Di sisi lain, ia menyebut kapitalisme telah masuk dan merusak sendi-sendi Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. “Akhirnya kebijakan bangsa dan negara berbelok arah,” tuntas Syarif. (Has)

Tags: Abdul Syarif HidayatullahAliansi Stabilkan Hargapengelolaan pangan
ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

Nenek Berusia 87 Tahun Diperkosa Kakek 72 Tahun Hingga Pingsan

Post Selanjutnya

Lima Tol Ini Gratis pada Natal dan Tahun Baru

RelatedPosts

Muhadjir Effendy Hormati Putusan MK soal Izin Tambang Ormas, Muhammadiyah Tunggu Tindak Lanjut Pemerintah

18 Juli 2026

Menkop Ferry Dialog dengan 10 Asosiasi Desa, Matangkan Operasional Koperasi Merah Putih

17 Juli 2026

Ketika Manusia Jadi Komoditas Menghilang: Belajar Pasar dari Jepang yang Suka “Menguap”

17 Juli 2026

Wamendes PDT Dukung Gagasan B8C Kaltim Bangun Desa Pertanian Modern, Siap Perkuat Ketahanan Pangan

16 Juli 2026

Kemendag Tangani 1.911 Layanan Konsumen di Semester I 2026, Pengaduan Elektronik hingga Paylater Mendominasi

15 Juli 2026

Tinggalkan Open Dumping, Menteri Jumhur Ajak Daerah Bangun Pengelolaan Sampah Modern Berbasis Ekonomi Sirkular

13 Juli 2026
Post Selanjutnya

Lima Tol Ini Gratis pada Natal dan Tahun Baru

Jaksa Agung ST Burhanuddin

Kejagung segera Pecat Dua Jaksa Kejati DKI

Discussion about this post

KabarTerbaru

Dewan Pers Sesalkan Sikap Hotman Paris, Tegur Pernyataan yang Dinilai Merendahkan Profesi Wartawan

21 Juli 2026

Ketua AMMI Ali Yusuf : KPK Lebih Netral Tangani Kasus Febrie

21 Juli 2026
Praktisi hukum sekaligus peneliti hukum maritim, Yerikho Manurung,(Istimewa)

Yerikho Manurung Dorong Reformasi Sistem Keselamatan Pelayaran Nasional Berbasis Ekonomi Biru

21 Juli 2026

Respons Istana soal Kasus Febrie: Penegakan Hukum Berjalan Tanpa Intervensi Presiden

21 Juli 2026

Viral Dugaan Razia Potong Rambut Berlebihan di Sekolah Belitung, Siswa Jadi Sorotan, Dinas Pendidikan Diminta Bertindak Tegas

20 Juli 2026
Oplus_131072

Masinton Pasaribu Ajak Keluarga Besar PPTSB Bersinergi Bangun Tapanuli Tengah

20 Juli 2026

KPK Tangkap 19 Orang dalam OTT di Lombok Barat, Bupati Ahmad Zaini Dibawa ke Jakarta

20 Juli 2026

OTT KPK, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Ditangkap

20 Juli 2026

Dikritik PWI, Hotman Paris Akhirnya Minta Maaf atas Ucapan kepada Wartawan

20 Juli 2026

Respons Istana soal Kasus Febrie: Penegakan Hukum Berjalan Tanpa Intervensi Presiden

21 Juli 2026

Kabar Terpopuler

  • Owner PT Global Komodo Indonesia, Hironimus Amal. (Foto: Dok. Pribadi)

    Wow, Ekspedisi Ini Jadi Sistem Pendukung Kemajuan Bisnis Pariwisata Labuan Bajo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profil Lengkap Mayor Teddy: dari Taruna Nusantara hingga Ranger School, Kini Berpangkat Letkol

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Manusia Jadi Komoditas Menghilang: Belajar Pasar dari Jepang yang Suka “Menguap”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • WPR dan IPR di Bangka Belitung: Solusi Tata Kelola atau Perpanjangan Ketergantungan pada Timah?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Baik! RS Medina Garut Rekrut 99 Peserta Program Magang Nasional Kemenaker

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Presiden Prabowo Subianto Perlu Mengevaluasi Dugaan Kebocoran Informasi Pertemuan Terkait Febri Adriansyah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Tuduhan Penggelapan dan Penipuan Dr.Andi Kusuma,S.H.M.kn., CTL.,Resmi SP3D

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM
DJITUBERITA.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com