GARUT – Upaya menekan angka putus sekolah di Kabupaten Garut terus dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan wakil rakyat. Salah satunya dilakukan Anggota DPRD Kabupaten Garut, Yuda Puja Turnawan, dengan mendampingi Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Garut Iwan Riswandi dan Camat Banyuresmi Heri Hermawan mengantarkan anak putus sekolah kembali ke bangku pendidikan.
Kunjungan tersebut dilakukan pada Selasa (11/8/2026) di Kampung Jamburea RT 02 RW 11, Desa Banyuresmi, Kecamatan Banyuresmi. Dalam kesempatan tersebut, Yuda bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Garut kembali menengok kondisi keluarga Ibu Ina Marlina sekaligus mengantarkan anaknya, Panji, untuk didaftarkan bersekolah di SMPN 2 Banyuresmi.
Yuda mengatakan, kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari komunikasi bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Garut untuk memastikan Panji dapat kembali memperoleh haknya atas pendidikan.
“Alhamdulillah dari Dinas Pendidikan ada bantuan untuk Ibu Hina dan yang paling penting hari ini Dinas Pendidikan Kabupaten Garut akan membawa dan mendaftarkan Ananda Panji untuk sekolah. Insyaallah sudah dikomunikasikan dan memang ada SMPN 2 Banyuresmi,” kata Yuda.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan, khususnya Sekretaris Dinas Pendidikan Iwan Riswandi, yang secara langsung mendampingi proses pendaftaran Panji.
Menurut Yuda, langkah tersebut merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk menekan angka putus sekolah sekaligus meningkatkan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) di Kabupaten Garut.
“Saya selaku anggota DPRD menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Dinas Pendidikan yang hari ini Pak Sekdis berkenan mengantarkan Ananda untuk didaftarkan ke SMPN 2 Banyuresmi. Ini bagian dari ikhtiar kita bersama untuk menekan angka putus sekolah di Kabupaten Garut dan meningkatkan RLS,” ujarnya.
Yuda menilai kasus Panji bukanlah satu-satunya persoalan putus sekolah yang masih terjadi di Kabupaten Garut. Karena itu, diperlukan komunikasi dan kepedulian seluruh pihak agar anak-anak yang mengalami persoalan pendidikan dapat segera ditangani.
Ia meminta pemerintah desa, pemerintah kecamatan, wakil rakyat, maupun masyarakat untuk aktif melaporkan apabila menemukan anak yang putus sekolah.
“Tentu masih ada seperti Ananda Panji yang lainnya di Kabupaten Garut ini. Ini dibutuhkan komunikasi semua pihak. Ketika ada anak-anak putus sekolah di Kabupaten Garut, dikomunikasikan ke pemerintah desa, pemerintah kecamatan, wakil rakyat, dan Dinas Pendidikan,” katanya.
Yuda berharap setiap laporan tersebut dapat segera ditindaklanjuti sehingga anak-anak yang putus sekolah memiliki jalan untuk kembali mendapatkan pendidikan.
Ia juga menyebut Panji berpeluang menjadi salah satu penerima manfaat Kartu Garut Hebat yang disiapkan Dinas Pendidikan Kabupaten Garut sebagai salah satu instrumen untuk membantu menekan angka putus sekolah.
“Insyaallah nanti Ananda Panji akan menjadi salah satu penerima manfaat dari Kartu Garut Hebat. Ini merupakan ikhtiar Dinas Pendidikan Garut untuk menekan angka putus sekolah,” ucapnya.
Di sisi lain, kunjungan tersebut juga menjadi momentum bagi Yuda untuk kembali menyoroti kondisi keluarga Panji yang tengah menghadapi persoalan ekonomi dan kesehatan.
Ayah Panji, Dinarya, untuk sementara harus meninggalkan pekerjaannya sebagai tukang pangkas di kawasan Pagarsih, Kota Bandung, demi merawat istrinya, Ina Marlina, yang terbaring sakit di rumah.
Ina Marlina diketahui mengalami kondisi kesehatan serius. Tubuhnya tampak sangat kurus dengan penyusutan otot dan perut membesar akibat kanker hati. Keluarga tersebut juga telah beberapa kali menjalani pengobatan di RSHS, namun kondisi Ina belum menunjukkan perbaikan yang berarti.
Dalam kondisi tersebut, Dinarya harus menjalankan peran sebagai suami sekaligus merawat istrinya dan menggantikan tugas istrinya dalam mengurus ketiga anak mereka.
Yuda mengatakan, keluarga Dinarya dan Ina Marlina tercatat dalam Desil 1 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Kondisi tersebut, menurutnya, perlu menjadi perhatian pemerintah agar keluarga tersebut memperoleh intervensi sosial dan ekonomi yang sesuai dengan kebutuhannya.
“Selaku wakil rakyat saya meminta dengan sangat kepada Pemkab Garut agar memberikan bantuan kewirausahaan yang bisa dilakukan di rumah. Dengan begitu Pak Dinarya bisa tetap mencari rezeki sambil merawat istrinya dan ketiga anaknya,” ujarnya.
Sebelumnya, pada Jumat (7/8/2026), Yuda juga telah mengunjungi keluarga tersebut bersama Camat Banyuresmi Heri Hermawan, Pendamping Sosial Desa Banyuresmi Asep Ismail, serta Pemerintah Desa Banyuresmi.
Saat itu, Yuda melihat langsung kondisi Ina Marlina yang terkulai lemah di rumahnya. Ia kemudian menyisihkan sebagian uang perjalanan dinas kunjungan kerja dari Yogyakarta untuk memberikan bantuan sembako dan santunan uang kepada keluarga tersebut.
Yuda berharap Dinas Sosial Kabupaten Garut dapat memberikan perhatian melalui program rehabilitasi sosial (rehabsos) kepada keluarga Dinarya dan Ina Marlina.
Ia juga berharap Sentra Terpadu Pangudi Luhur dapat melakukan asesmen terhadap kondisi keluarga tersebut sehingga terdapat peluang mendapatkan bantuan kewirausahaan dari Kementerian Sosial RI.
“Semoga ada atensi Rehabsos Dinsos Garut untuk keluarga ini. Semoga juga Sentra Terpadu Pangudi Luhur bisa melakukan asesmen agar keluarga ini dapat memperoleh bantuan kewirausahaan dari Kemensos RI,” katanya.
Menurut Yuda, penanganan keluarga rentan seperti Dinarya dan Ina Marlina tidak cukup hanya mengandalkan satu sumber bantuan. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dunia usaha melalui program CSR, serta lembaga filantropi seperti BAZNAS.
“Semoga Pemkab Garut bisa mengoptimalkan kolaborasi pendanaan CSR dan BAZNAS untuk membantu Pak Dinarya dan Ibu Ina Marlina,” pungkasnya.
Bagi Yuda, persoalan pendidikan, kesehatan, dan kemiskinan merupakan persoalan yang saling berkaitan. Karena itu, ketika menemukan keluarga dengan kondisi rentan, intervensi pemerintah harus dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya menyelesaikan satu persoalan tetapi juga memastikan keberlangsungan hidup keluarga tersebut.
—
Kirim dari Fast Notepad
















Discussion about this post