• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Minggu, Maret 1, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Opini

Efek Covid 19, Dunia Menuju Keseimbangan Baru

Redaksi oleh Redaksi
24 Maret 2020
di Opini
A A
0
Taufik Amrullah. (*)

Taufik Amrullah. (*)

ShareSendShare ShareShare

Oleh Taufiq Amrullah (mantan Ketua KAMMI)

KABARIKU – Selamat datang dunia yang baru. Tak bisa dibayangkan bahwa tanpa “world war III” tatanan dunia akan berubah begitu cepat menuju ke titik keseimbangan yang baru (new equilibrium) dalam berbagai dimensi kemanusiaan. Bukanlah perang antar manusia seperti perang dunia pertama dan kedua yang menyebabkan tatanan berubah. Tapi “perang” manusia dengan makhluk Tuhan yang sangat kecil bernama virus, corona virus disease (Covid-19).

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

‘Perang’ ini menyadarkan bahwa manusia harus berbagi lingkungan dengan makhluk lainnya dan tidak lagi melakukan “cross border” dengan dalih apa pun. Boleh jadi juga manusia selama ini telah menjadi ‘virus’ yang merusak bumi sehingga terjadi reaksi melalui virus yang memaksa manusia mengunci diri agar membuat bumi bisa rehat sejenak menyeimbangkan ekosistem. Foto-foto lingkungan yang bersih di kanal-kanal Venesia yang jernih dipenuhi ikan dan angsa putih setelah lock down diberlakukan, sebelumnya kanal itu kotor dan keruh dengan bau tidak sedap.

RelatedPosts

Yayasan Kemala Bhayangkari Bangun SDM Unggul Lewat Sekolah Unggulan dan Program Gizi Nasional

Kontribusi Alumni SMA Taruna Nusantara

Garut Tempo Doeloe: Menyibak Jejak Priangan di Masa Kolonial dalam Bingkai Sejarah Swiss van Java

Covid 19 ini menyerang manusia tanpa ampun, penularannya pun cukup mudah. Dengan berjabat tangan lalu mengusap wajah pun sudah tertular, hal yang seringkali dilakukan banyak orang. Virus ini pun bisa bertahan menempel berhari-hari di berbagai benda seperti pakaian, dinding, kaca, handle pintu, tuas kran air dan bahkan bisa bertahan hidup di udara bebas selama beberapa jam.

Dengan berada di satu ruangan tertutup bersama salah satu penderita, sudah bisa tertular. Virus ini sudah membunuh 3 persen dari pasien dengan sangat cepat. Obatnya belum ditemukan atau belum disepakati secara umum oleh dokter. Obat malaria dan herbal dianggap cukup manjur tapi belum melewati uji coba secara massal. Vaksin bagi yang masih sehat juga masih dalam penelitian, sejumlah kabar bahwa vaksin diproduksi massal di China atau Korea belum meyakinkan publik. Jadilah informasi simpang siur dan kebanyakan orang memilih berjaga-jaga dan melakukan self lock down. Sebagian lagi memilih tetap keluar rumah dengan alasan pekerjaan atau ketidaktahuan bahkan tidak peduli.

Manusia di bumi perlahan dipaksa mengubah pola hidup. Lebih banyak di rumah dan rajin mencuci tangan membersihkan diri. Pola hidup yang baru mulai terjadi secara alami, pola hidup yang lebih sehat, lebih mandiri (karena menjaga diri tidak tertular) tapi lebih peduli pada lingkungan agar orang-orang sekelilingnya tidak tertular juga.

Baca Juga  Statement Megawati di Rakernas II PDI Perjuangan, Direktur Eksekutif LeSPK Yogyakarta: “Itu Peringatan Bagi Kader Partai Agar Jangan Bermain Api"

Kehidupan masyarakat juga menemukan kosakata yang baru, social distance. Orang-orang akan semakin berhati-hati dalam berinteraksi secara fisik dan mulai tidak nyaman dalam kerumunan. Tidak lagi mudah berjabat tangan apalagi cipika cipiki. Cara bersalaman berubah dengan tanpa harus melakukan kontak fisik. Obrolan di warung kopi yang tertutup, belanja di mall, menghadiri konser, konferensi, model rapat dan forum-forum pun perlahan berubah.

Otomatis fasilitas pendukungnya akan berubah juga. Disain kafe akan lebih terbuka, sidang dan forum online lebih digemari, mall akan lebih bernuansa alami dan terbuka, dan liburan lebih memilih outdoor dan tempat yang relatif sepi. Manusia berinteraksi dalam lingkungan sosial secara lebih efisien, mengurangi basa-basi, tetapi mulai lebih peduli karena masalah kesehatan tetangga bisa jadi berefek dan menjadi masalah dirinya juga.

Cara belajar dan menuntut ilmu juga akan memberikan hal yang baru, home schooling dan belajar online bisa jadi akan menjadi pilihan sebuah keluarga manakala lingkungan sekolah tidak lagi aman bagi kesehatan anak didik. Sekolah tidak bisa sepenuhnya menjamin dan mengontrol aktivitas setiap siswa di luar jam pelajaran. Seorang siswa yang mengalami flu dan batuk bisa saja menularkan ke semua siswa yang lain. Atau seorang siswa yang baru kembali dari liburan di luar negeri bisa saja menjadi carrier penyakit menular pada siswa lainnya yang bisa menularkan pula ke keluarga masing-masing siswa. Belajar di rumah dan melaporkan hasil belajarnya ke sekolah secara online akan menjadi tren di masa depan, atau pola belajar home schooling secara penuh lalu mengikuti ujian paket dari pemerintah akan memberikan rasa aman bagi keluarga.

Manusia juga akan dihadapkan pada pola pekerjaan yang relatif bebas dan berfokus pada hasil, produktivitas tidak lagi diukur pada kehadiran fisik nine to five di kantor. Cara bekerja yang baru yakni work from home menjadi pilihan di masa depan dimana kontrol pekerjaan bisa lebih efektif secara online dan berdasarkan output. Pekerjaan-pekerjaan rutin dan berat yang bisa diselenggarakan oleh robot atau mesin akan terus diupayakan. Namun pekerjaan fisik yang membutuhkan manusia akan masih akan dikerjakan sebagaimana biasanya, walaupun tidak lagi secara rutin melainkan by order atau kontraktual. Hal ini akan mendorong regulasi baru dari pemerintah dan penyesuaian dari para pengusaha dan tenaga kerja.

Kehidupan keluarga yang lebih intensif. Dimana perumahan akan kembali ramai dengan keluarga yang lengkap. ‘Work from home’ dan ‘home schooling’ akan membangun intensitas dan keintiman dalam keluarga. Bisa dibayangkan bahwa sebuah rumah tangga akan menjadi sekaligus sekolah dan juga kantor. Seorang kepala keluarga akan bekerja di sebuah ruang kerja di rumahnya dengan perlengkapan kantor yang memadai, tablet, laptop, printer, layanan wifi berkecepatan tinggi dan fasilitas teleconference yang canggih. Dia akan bekerja dari jam 10 pagi hingga jam 9 malam. Bayangkan produktivitas dan penghematan yang dilakukan, tidak perlu lagi sewa kantor, biaya transportasi, dan makan siang bisa dihemat. Sebenarnya banyak yang sudah melakukan ini, tetapi akan menjadi trend pasca dampak self lock down dan social distancing ini. Kantor layanan pemerintah juga sudah banyak memberi service secara online, hanya sesekali diperlukan pertemuan fisik seperti keperluan tanda tangan dan survey on the spot.

Di ruang belajar, anak-anak usia sekolah akan memulai aktivitas pada jam 8 pagi dengan kurikulum home schooling yang tak kalah bagusnya dengan sekolah unggulan. Dengan layanan internet dan fasilitas komputer, anak-anak bisa belajar secara mandiri di bawah arahan kedua orang tuanya dan sesekali menghadirkan pembimbing dari luar. Dalam waktu singkat, peserta didik akan menguasai berbagai disiplin ilmu.

Baca Juga  Allahu Akbar Allahu Akbar, Selain Allah Tidak Akbar

Layanan jual beli online akan menjadi semakin favorit mulai dari kebutuhan dapur hingga life style bisa dilakukan. Bank-bank telah membuka layanan online dan bermunculan aplikasi bank yang semua bisa diakses dengan smartphone.

Dapat kita bayangkan perubahan kebutuhan manusia dengan perubahan pola hidup. Infrastruktur akan menjadi lebih efektif, kendaraan tidak memacetkan jalan, gedung-gedung konser, konferensi, perkantoran dan mall menjadi lebih kecil dan dialihkan fungsinya sebagai fasilitas layanan publik, seperti kesehatan, riset, gudang kebutuhan rakyat dan lainnya.

Perubahan ini akan memaksa percepatan cara berpikir manusia secara massal. Bisa jadi melampaui renaissance dan revolusi industri di masa lalu. Abad pertengahan menuju abad modern atau perubahan ‘peta dunia’ pasca perang dunia I lalu perang dunia II. Perubahan yang sejatinya hanya penegasan kepada manusia bahwa bumi ini dihuni bersama dengan makhluk Tuhan lainnya dan harus berbagi lingkungan, termasuk dengan virus. Manusia harusnya sejak awal menyadari perlunya membangun border dengan virus dan makhluk hidup lain. Jangan lagi ada crosing border. Virus dengan kemampuan mutasi dan menjadi patogen bagi manusia dengan cepat bisa bereflikasi menjadi trilyunan virus dan menular ke manusia lain secara massif yang dapat mengakibatkan bencana kemanusiaan.

Saat ini dan setelah ini berlalu, manusia akan ‘terpaksa’ bekerjasama menghadapi virus ini. Bukan dengan membangun border antar manusia dengan lock down secara paksa. Dengan kemajuan teknologi dan media sosial, warga dunia tidak bisa dihalangi berinteraksi dan saling mengunjungi. Bahkan jika kita kembali ke abad pertengahan, wabah pun telah merebak berkali-kali, kecuali kita kembali ke zaman batu.

Kita dihadapkan pada situasi dunia tanpa leadership. Perang ekonomi lebih mengemuka pasca perang dingin, ditambah tidak ada pemimpin negara-negara maju yang mengambil inisiatif untuk berkolaborasi melawan virus. Semua berprasangka, AS menuduh virus corona Covid 19 berasal dari Wuhan, sebaliknya China menuduh tentara AS yang datang ke Wuhan menyebar virus tersebut. Kita menyaksikan bagaimana wabah merebak ke penjuru bumi dengan cepat menginfeksi dan membunuh manusia. Pandemik Covid 19 ini adalah tragedi kemanusiaan yang membutuhkan penyelesaian secara bersama seluruh manusia dengan kolaborasi efektif para pemimpin dunia.

Baca Juga  Post Truth vs Crowdocracy

Kecepatan Covid 19 menginfeksi manusia berlangsung seiring dengan kecepatan runtuhnya ekonomi di berbagai negara. Semua negara mengalami pelemahan ekonomi, mata uang dan anjloknya saham. Investor menarik uangnya dan orang-orang mulai gelisah dengan pekerjaannya. Para crazy rich kehilanga uang trilyunan rupiah, puluhan juta orang di AS dan ratusan juta di dunia kehilangan pekerjaan, sepertiga penduduk bumi memasuki garis kemiskinan. Kegiatan ekspor dan impor berkurang drastis karena berhentinya produksi. Ekonomi negara-negara diambang krisis. Perang ekonomi AS dan China semakin dalam dan sengit. Dunia manusia babak belur.

Perang melawan virus ini meruntuhkan ekonomi secara massif. Virus yang tidak tampak ini bekerja efektif melemahkan sendi-sendi ekonomi hampir semua negara di dunia. Kepanikan dan ketakutan melanda hampir seluruh manusia, termasuk pemimpinnya. Bagaimana seorang presiden menyampaikan agar rakyat tidak panik, yang dilakukan melalui telekonferensi dari balik istana yang tertutup. Padahal rakyat membutuhkan kehadiran pemimpin memberi ketenangan melalui serangkaian kebijakan publiknya yang memberi ketentraman. Apa solusi bagi pekerja harian setiap hari harus mencari nafkah di luar rumah. Bagaimana fasilitas alat pelindung diri dan insentif bagi tenaga medis di garda terdepan merawat pasien Covid 19.

Di masa depan, kita akan menyaksikan tatanan ekonomi dunia yang baru pasca pandemik Covid 19 ini. Dunia tanpa pemimpin ekonomi, dunia dengan national interest yang mulai dinegosiasikan, dunia dengan kolaborasi dan berbagi kue ekonomi dengan keunggulan dan sumber daya masing-masing. Atau dunia dengan pergeseran hegemoni, dunia dengan kekuatan baru, dunia dengan sistem ekonomi yang baru, merevisi sistem kapitalisme global.

Yang pasti kita menuju ke tatanan dunia dengan keseimbangan baru (new equilibrium) di setiap dimensi kehidupan. Apakah negara-negara kembali memperkuat diri lalu berulang kembali perlombaan yang tidak perlu, atau semakin menyadari perlunya bekerjasama dan berbagi kehidupan dengan setiap makhluk Tuhan. Pada semua tanya itu tersisip harapan semoga Indonesia terus ada dan semakin baik. End. (*)

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Dunia Menuju Keseimbangan BaruEfek Covid 19Taufik Amrullah
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Aktivis ProDEM Hasanuddin Sesalkan Garut Tak Menjadi Bagian Tes Masif Corona

Post Selanjutnya

Dukung Upaya Pencegahan Covid 19, Perbankan Kurangi Jam Operasional

RelatedPosts

Yayasan Kemala Bhayangkari Bangun SDM Unggul Lewat Sekolah Unggulan dan Program Gizi Nasional

26 Februari 2026
Kepala Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara (LPTTN) Sugiono, MBA. memberi arahan dan penjelasan mengenai keberadaan SMA Taruna Nusantara Terintegrasi kepada seluruh Orangtua Calon Siswa Kelas X yang diundang hadir pada hari ini, Selasa tgl. 9 Juli 2024 di Balairung Pancasila SMA Taruna Nusantara

Kontribusi Alumni SMA Taruna Nusantara

20 Februari 2026
dok Dispusipda

Garut Tempo Doeloe: Menyibak Jejak Priangan di Masa Kolonial dalam Bingkai Sejarah Swiss van Java

18 Februari 2026

Garut: Dari Duri Semak hingga Identitas Kolektif

18 Februari 2026

IMF Jangan Menggurui Kedaulatan Fiskal Indonesia

16 Februari 2026

Membaca Bintang Mahaputera dalam Bingkai Legitimasi Institusi

14 Februari 2026
Post Selanjutnya

Dukung Upaya Pencegahan Covid 19, Perbankan Kurangi Jam Operasional

Sekjen SPP Agustiana. (*)

Terkait Corona, Sekjen SPP Keluarkan Surat Perintah untuk Anggota

Discussion about this post

KabarTerbaru

BNN dan BGN Integrasikan Program MBG untuk Perkuat Ketahanan Bangsa

28 Februari 2026

Minat Naturalisasi WNA dan ABG Tinggi, Ditjen AHU Tegaskan Status WNI Sangat Bernilai

28 Februari 2026

Seskab Teddy: MBG Bukan Ancaman Pendidikan, Anggaran Tetap dan Program Bertambah

28 Februari 2026
Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menyerahkan penghargaan kepada Kepala DPPKBPPPA Garut Yayan Waryana/IST

Garut Raih Enam Penghargaan Bangga Kencana Jabar 2026, Perkuat Komitmen Tekan Stunting

28 Februari 2026
Wabup Garut Tinjau Garut Plaza, Siapkan Relokasi PKL dan Penguatan Event Ramadan

Bazar Ramadan Jadi Momentum Penataan PKL di Garut Kota

28 Februari 2026

Kemnaker Buka 20.000 Kuota Pelatihan Vokasi Nasional 2026, Gratis dan Bersertifikat

28 Februari 2026
Dubes Yaman untuk Indonesia, Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh, menyambangi Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra bahas kerjasama hukum dan kemanusiaan. (Foto: Humas Kemenko Kumham Imipas)

Indonesia–Yaman Perkuat Kerja Sama Hukum dan Kemanusiaan

28 Februari 2026
Direktur Lokataru Foundation, Delpedro Marhaen saat di dalam ruang sidang PN Jakarta Pusat (Foto: Istimewa)

Aktivis Lokataru Delpedro Marhaen Dituntut 2 Tahun Bui

28 Februari 2026

Yuda Puja Turnawan Perjuangkan Hunian Layak bagi Pahlawan Lingkungan Copong

27 Februari 2026

Kabar Terpopuler

  • Petugas mengevakuasi korban meninggal dalam bencana longsor di Bungbulang Garut (Dok. BPBD Garut)

    Longsor di Bungbulang Garut: Satu Meninggal, Akses Jalan Terputus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Tahun Berjuang, Korban Jiwasraya Desak Menkeu Purbaya Lunasi Sisa 25,5 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prof Achmad Tjachja Nugraha Rilis Buku “Technopreneurship”: Rahasia Membangun Bisnis Teknologi di Era Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ada Dissenting Opinion dalam Sidang Vonis Riva Siahaan Dkk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anomali BUMN Farmasi: Kimia Farma Disuntik Rp845 Miliar, Indofarma Menanti Kejelasan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polres Garut Ajak Masyarakat Manfaatkan SuperApp PRESISI Polri, Wujudkan Pelayanan Cepat dan Humanis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com