Foto: Dari kiri ke kanan, Doni Primanto Joewono, Destry Damayanti, Filianingsih Hendarta, dan Juda Agung, figur yang menjadi sorotan sebagai calon pengganti Gubernur Bank Indonesia. Dokumentasi/Ilustrasi.
Jakarta, Kabariku – Pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI) memunculkan spekulasi mengenai sosok yang layak memimpin bank sentral. Pelaku pasar dan ekonom menilai pengganti Perry harus memiliki rekam jejak kuat di bidang kebijakan moneter, stabilitas sistem keuangan, serta mampu menjaga independensi Bank Indonesia di tengah dinamika ekonomi global.
Sejauh ini, Destry Damayanti dinilai sebagai kandidat terkuat. Selain menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior dan kini memimpin BI sebagai pejabat sementara, Destry memiliki pengalaman sebagai ekonom, mantan Anggota Dewan Komisioner LPS, serta pernah menjadi Chief Economist Bank Mandiri. Rekam jejak tersebut membuatnya dikenal luas oleh pelaku pasar, perbankan, dan otoritas keuangan.
Nama lain yang juga dinilai memiliki kapasitas adalah Doni Primanto Joewono. Sebagai Deputi Gubernur BI, Doni dikenal berpengalaman dalam sistem pembayaran nasional, digitalisasi transaksi, serta transformasi sektor keuangan digital yang menjadi salah satu fokus Bank Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Selanjutnya, Filianingsih Hendarta juga masuk dalam radar pengamat. Deputi Gubernur BI tersebut memiliki pengalaman panjang di bidang pendalaman pasar keuangan, pengelolaan devisa, dan kebijakan pasar uang. Keahliannya dinilai penting untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memperkuat pasar keuangan domestik.
Figur lain yang kerap disebut adalah Juda Agung. Dengan latar belakang kuat di bidang kebijakan moneter dan stabilitas makroekonomi, Juda dinilai memiliki kapasitas teknokratis yang mumpuni, meski sebelumnya telah mengakhiri masa tugasnya sebagai Deputi Gubernur BI.
Meski berbagai nama bermunculan, hingga kini pemerintah belum mengumumkan calon resmi Gubernur BI definitif. Sesuai Undang-Undang Bank Indonesia, calon Gubernur BI akan diusulkan oleh Presiden dan harus memperoleh persetujuan DPR RI. Pasar berharap proses tersebut berlangsung transparan dan menghasilkan figur yang mampu menjaga kredibilitas serta independensi bank sentral.
Pasca pengunduran diri Perry Warjiyo, perhatian pelaku pasar langsung tertuju pada stabilitas nilai tukar rupiah. Pada perdagangan awal pekan, rupiah tercatat melemah terhadap dolar Amerika Serikat hingga mendekati level Rp18.000 per dolar AS, mencerminkan respons pasar terhadap ketidakpastian transisi kepemimpinan Bank Indonesia.
Dikutip Reuters melaporkan pelemahan rupiah sekitar 0,36% ke level terlemah dalam lebih dari sepekan, sementara sejumlah analis menilai sentimen pasar kini bergantung pada siapa sosok yang akan ditunjuk sebagai Gubernur BI definitif.
Di tengah tekanan tersebut, pelaku pasar berharap pemerintah segera menghadirkan figur yang memiliki kredibilitas tinggi di bidang moneter dan mampu menjaga independensi Bank Indonesia. Kepastian kepemimpinan baru diyakini menjadi faktor penting untuk memulihkan kepercayaan investor, menjaga stabilitas rupiah, serta memastikan arah kebijakan moneter tetap konsisten di tengah tantangan ekonomi global.(Red)
















Discussion about this post