Sumedang, Kabariku – Presiden Prabowo Subianto melantik Pamong Praja Muda (PPM) Angkatan XXXIII Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Tahun 2026 di Kampus IPDN, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (29/7/2026).
Dalam amanatnya, Presiden menegaskan bahwa seluruh lulusan IPDN harus mengutamakan kepentingan rakyat, menjaga integritas, serta menjadi motor penggerak birokrasi yang profesional dan bebas korupsi.
“Kalian harus bekerja dengan hati tanpa kesombongan. Selalu dekat dengan rakyat, selalu membela rakyatmu. Kalau ragu-ragu, berpihaklah kepada rakyatmu. Kalau kau ragu-ragu mengambil keputusan, tanya kepada dirimu, mana yang menguntungkan rakyat,” ujar Presiden Prabowo.
Kepala Negara menekankan bahwa seorang pamong praja merupakan pelayan masyarakat yang harus mengabdi sepenuhnya kepada bangsa dan negara. Karena itu, setiap kebijakan yang diambil harus berorientasi pada kepentingan masyarakat, bukan kepentingan pribadi maupun kelompok.

Selain mengedepankan pelayanan kepada rakyat, Presiden Prabowo mengingatkan para Pamong Praja Muda untuk menjaga persatuan nasional dengan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila.
Menurutnya, Indonesia yang terdiri atas berbagai suku, agama, ras, dan kelompok etnis hanya dapat maju apabila seluruh elemen bangsa tetap bersatu.
“Jangan punya kesetiaan sempit. Negara kita besar, banyak suku, banyak agama, banyak ras, banyak kelompok etnis. Semua satu keluarga. Semua suku adalah saudaramu. Semua agama adalah saudaramu. Semua ras adalah saudaramu. Semua kelompok etnis adalah saudaramu,” katanya.
Presiden juga meminta para lulusan IPDN tetap berpegang teguh pada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai landasan dalam menjalankan pemerintahan.
UUD 1945, kata Presiden Prabowo, merupakan cita-cita luhur para pendiri bangsa yang lahir dari perjuangan panjang merebut kemerdekaan.
“Undang-Undang Dasar 1945 adalah murni suara kemerdekaan dan cita-cita pendiri bangsa kita. Jangan pernah mengkhianati pendiri-pendiri bangsa kita,” tegasnya.
Pamong Praja Muda Pemegang Estafet Kepemimpinan
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menyebut Pamong Praja Muda sebagai generasi penerus yang akan memegang estafet kepemimpinan pemerintahan sekaligus menentukan keberhasilan pembangunan nasional pada masa mendatang.
“Masa depan milik Saudara-saudara sekalian. Kami bekerja dan mengabdi untuk membuka jalan bagi kalian. Kalian adalah anak-anak kami yang kami siapkan untuk menjaga Republik ini setelah kami sudah tidak ada,” ucap Presiden.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa keberhasilan berbagai program pemerintah sangat bergantung pada kualitas birokrasi di lapangan. Karena itu, para lulusan IPDN harus menjadi pemimpin yang mampu memastikan setiap kebijakan pemerintah berjalan secara efektif.
“Saudara adalah penggerak birokrasi pemerintahan, penentu keberhasilan pembangunan di lapangan. Gagasan sebesar apa pun tidak akan berhasil apabila tidak dilaksanakan dengan baik,” ujarnya.
Presiden juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan global. Ia menyinggung strategi “divide et impera” atau politik pecah belah yang sejak lama digunakan untuk melemahkan suatu bangsa.
“Divide et impera, pecah belah dan berkuasa. Pecah belah antara suku, agama, ras, kelompok etnis, dan golongan. Jangan sampai bangsa kita terpecah,” kata Prabowo.
Lebih lanjut, Kepala Negara menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan birokrasi pemerintahan yang unggul, efisien, disiplin, serta bersih dari praktik korupsi agar mampu mewujudkan cita-cita menjadi negara maju.
“Negara yang kuat memerlukan pemerintahan dalam negeri yang unggul, efisien, disiplin, dan yang paling penting tidak korup, cinta Tanah Air, serta mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan yang lain,” tegasnya.
Presiden Prabowo optimistis masa depan Indonesia semakin menjanjikan. Ia menyebut berbagai proyeksi internasional memperkirakan Indonesia akan menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia dalam 25 tahun mendatang.
“Cita-cita besar itu sudah di ambang kenyataan. Semua pakar dunia meramalkan bahwa 25 tahun lagi Indonesia akan menjadi ekonomi keempat di dunia, di atas Prancis, Jerman, dan Inggris,” tuturnya.
Menutup amanatnya, Presiden mengajak seluruh Pamong Praja Muda membangun kolaborasi dengan seluruh elemen bangsa, menjaga nama baik almamater, serta mengabdikan diri sepenuhnya bagi kepentingan rakyat dan negara.
“Saya percaya lulusan IPDN Angkatan XXXIII Tahun 2026 adalah putra-putri terbaik bangsa yang memiliki semangat pengabdian, disiplin, keberanian, dan integritas. Selamat berjuang. Indonesia menanti pengabdianmu,” pungkas Presiden Prabowo.*





















Discussion about this post