Tangerang Selatan,Kabariku.com– Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus memperkuat upaya pengelolaan sampah dari sumbernya melalui Program Biopori Kantor.
Program yang diterapkan sejak Oktober 2025 di kawasan perkantoran Lengkong Wetan ini menjadi salah satu langkah nyata untuk mengurangi timbulan sampah organik sekaligus membangun budaya peduli lingkungan di kalangan aparatur sipil negara (ASN).
Dalam program tersebut, setiap ruangan kerja dilengkapi ember tertutup khusus untuk menampung sampah organik, seperti sisa makanan.
Seluruh pegawai didorong membiasakan diri memilah sampah organik dan nonorganik sejak dari tempat sampah masing-masing agar proses pengelolaan berjalan lebih efektif.
Kepala DCKTR Kota Tangerang Selatan, Ade Sufrizal, menegaskan bahwa pengelolaan sampah yang baik harus dimulai dari lokasi sampah itu dihasilkan.
Menurutnya, lingkungan perkantoran memiliki potensi besar dalam menekan volume sampah apabila seluruh pegawai memiliki kesadaran untuk memilah sampah sejak awal.
“Kalau sampah bisa dikelola di lingkungan perkantoran, kenapa tidak dilakukan,” ujar Ade, Senin (27/7/2026).
Ia menjelaskan, setiap sore petugas kebersihan mengumpulkan sampah organik dari seluruh ruangan untuk dimasukkan ke dalam lubang biopori.
Sementara itu, sampah nonorganik disalurkan ke bank sampah yang dikelola Dharma Wanita Persatuan DCKTR Kota Tangerang Selatan agar dapat dimanfaatkan kembali melalui proses daur ulang.
Lubang biopori yang digunakan memiliki diameter sekitar 12 inci dengan kedalaman 80 hingga 100 sentimeter. Pada bagian atas dipasang pipa setinggi sekitar 20 sentimeter untuk memudahkan proses pengisian sekaligus perawatan.
Di dalam lubang tersebut, sisa makanan akan diuraikan secara alami oleh mikroorganisme dan organisme tanah hingga berubah menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan kembali.
Melalui program ini, DCKTR Tangsel berharap pengelolaan sampah berbasis sumber dapat menjadi kebiasaan yang diterapkan secara luas, baik di lingkungan perkantoran maupun masyarakat.















Discussion about this post