Jakarta,Kabariku.com– Ekonom senior Ferry Latuhihin kembali menyoroti kondisi perekonomian Indonesia. Melalui kanal YouTube pribadinya yang diunggah pada Senin (20/7/2026), Ferry mempertanyakan keputusan lembaga pemeringkat global S&P Global Ratings yang tetap mempertahankan outlook ekonomi Indonesia pada status stabil.
Pernyataan tersebut disampaikan Ferry dalam sesi tanya jawab bersama para pengikutnya. Ia menilai keputusan tersebut patut dipertanyakan lantaran sejumlah indikator makroekonomi Indonesia justru menunjukkan kecenderungan melemah.
Ferry menyoroti adanya ketidaksesuaian antara kondisi sejumlah indikator ekonomi dengan penilaian yang diberikan lembaga pemeringkat internasional tersebut. Menurutnya, kondisi perekonomian nasional perlu dilihat secara lebih menyeluruh, tidak hanya berdasarkan indikator tertentu.
Ia pun mempertanyakan alasan S&P Global Ratings tetap memberikan outlook stabil di tengah berbagai tekanan yang dihadapi perekonomian Indonesia.
“Yang menjadi pertanyaan adalah, mengapa outlook Indonesia masih dipertahankan stabil, sementara sejumlah indikator makro menunjukkan pelemahan?” ujar Ferry dalam sesi tersebut.
Menurut Ferry, perkembangan ekonomi Indonesia perlu mendapat perhatian serius, terutama ketika tekanan terhadap daya beli, pertumbuhan ekonomi, nilai tukar, hingga kondisi fiskal menjadi perhatian publik.
Ia menilai, status outlook stabil memang dapat memberikan sentimen positif bagi pasar.
Namun, penilaian tersebut tidak boleh membuat pemerintah dan masyarakat mengabaikan berbagai risiko ekonomi yang tengah berkembang.
Ferry juga mengingatkan bahwa peringkat dan outlook dari lembaga pemeringkat internasional bukan satu-satunya ukuran untuk menilai kesehatan ekonomi sebuah negara. Kondisi riil di lapangan, menurutnya, juga harus menjadi pertimbangan utama.
Sorotan Ferry tersebut kembali memunculkan perdebatan mengenai kondisi fundamental ekonomi Indonesia. Di satu sisi, lembaga pemeringkat masih melihat adanya stabilitas ekonomi makro. Namun di sisi lain, sejumlah indikator menunjukkan tantangan yang perlu segera diantisipasi pemerintah.
Perbedaan antara penilaian lembaga pemeringkat dan kondisi sejumlah indikator ekonomi inilah yang kemudian menjadi perhatian Ferry Latuhihin. Ia mendorong agar pemerintah lebih terbuka dalam membaca berbagai risiko ekonomi dan tidak hanya berpatokan pada penilaian lembaga internasional.


















Discussion about this post