Bogor, Kabariku – Badan Narkotika Nasional (BNN) terus memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda melalui program Ananda Bersinar (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkotika).
Program ini menjadi strategi utama BNN dalam membangun generasi yang tangguh, berintegritas, dan bebas dari ancaman narkotika sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
Penguatan program tersebut dilakukan melalui keterlibatan BNN dalam Kongres ke-IV Blok Pelajar Politik Merdeka (BP2M) yang diikuti 585 pelajar SMA/SMK sederajat dari wilayah Jabodetabek dan Banten.
Kegiatan berlangsung pada 29-31 Mei 2026 di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) BNN RI, Bogor, Jawa Barat.
Kongres bertema “Mewujudkan Generasi BP2M yang Berintegritas, Inovatif, dan Berdampak untuk Indonesia Emas 2045” menjadi ruang penguatan karakter, kepemimpinan, serta literasi politik bagi kalangan pelajar.

Dalam pembukaan kongres pada Sabtu (30/5), Deputi Pemberdayaan Masyarakat BNN RI, Aldrin Hutabarat, memaparkan kondisi terkini permasalahan narkotika di Indonesia yang masih didominasi kelompok usia muda sebagai salah satu sasaran rentan penyalahgunaan narkoba.
Menurut Aldrin, pelajar memiliki peran strategis dalam upaya pencegahan melalui peer-to-peer influence atau pendekatan antarteman sebaya yang menjadi salah satu fokus Program Ananda Bersinar.
Pendekatan tersebut dinilai efektif karena generasi muda memiliki pengaruh kuat dalam membentuk perilaku dan pola pikir lingkungan sekitarnya.
“Generasi muda bukan hanya kelompok yang rentan terhadap penyalahgunaan narkotika, tetapi juga memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan,” papar Aldrin.
Dorong BP2M Menjadi Penggiat P4GN
Karena itu, para peserta BP2M didorong untuk menjadi Penggiat Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di sekolah maupun lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Aldrin menegaskan, keberhasilan perang melawan narkotika tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan partisipasi aktif generasi muda yang memiliki energi, kreativitas, dan idealisme.
“Mari menjadi bagian dari gerakan besar mewujudkan Indonesia yang bersih dari narkotika. Perjuangan melawan narkotika adalah perjuangan menyelamatkan masa depan bangsa,” katanya.
Upaya menciptakan generasi bebas narkotika dinilai sejalan dengan agenda pembangunan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045. Selain memiliki ketahanan terhadap pengaruh negatif, generasi muda juga dituntut memiliki karakter kepemimpinan, wawasan global, serta kepedulian terhadap bangsa dan negara.
Membentuk Generasi Kosmopolitan Hadapi Tantangan Masa Depan
Pesan serupa disampaikan Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, saat membuka Kongres ke-IV BP2M. Ia menekankan pentingnya membentuk generasi kosmopolitan yang memiliki mental aktivis, kompetensi global, dan jiwa nasionalisme yang kuat untuk menghadapi tantangan masa depan.
Melalui Program Ananda Bersinar, BNN berharap lahir generasi muda yang tidak hanya bersih dari narkotika, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, serta semangat kepemimpinan.
Karakter tersebut diyakini menjadi modal penting bagi pelajar untuk tampil sebagai agen perubahan dan penggerak utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.*
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com





















Discussion about this post