Jakarta, Kabariku – Peringatan 70 tahun Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia (SEMMI) tidak hanya menjadi ajang seremoni, tetapi juga ruang penegasan arah organisasi di tengah situasi global yang kian dinamis. Puncak perayaan yang berlangsung di Gedung LPP TVRI, Jakarta, Jumat (17/4/2026), dihadiri ratusan kader serta sejumlah tokoh nasional.
Ketua Umum Pengurus Besar SEMMI, Bintang Wahyu Saputra, menekankan bahwa usia organisasi yang telah memasuki tujuh dekade harus diiringi dengan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Hari ini di usia ke-70 tahun kita mempunyai cita-cita yaitu adalah menuju kesejahteraan yang sejati untuk kemerdekaan sejati,” ujar Bintang.
Ia menegaskan, kontribusi tersebut tidak hanya diwujudkan dalam wacana, tetapi juga melalui aksi langsung di lapangan, termasuk kegiatan sosial yang terus dilakukan di berbagai wilayah.
“Yang di mana kita turut melakukan bakti sosial di mana-mana, sehingga SEMMI mampu tetap berkontribusi untuk Indonesia,” lanjutnya.
Di sisi lain, Bintang menyoroti pentingnya peran mahasiswa dalam menjaga keseimbangan pembangunan melalui fungsi kontrol sosial. Menurut dia, pembangunan yang masif tetap membutuhkan pengawasan agar berjalan sesuai dengan kepentingan publik.
“Sepertinya halnya kita terlibat dalam edukasi-edukasi dan terlibat aktif dalam pengawasan-pengawasan, sosial kontrol,” jelas dia.
Dalam konteks global, ia mengingatkan bahwa ketidakstabilan geopolitik, ekonomi, dan sosial saat ini berpotensi memengaruhi arah pembangunan nasional. Karena itu, ia menilai persatuan menjadi faktor kunci.
“Yang di mana pembangunan ini harus tetap dikontrol walaupun visinya itu sangat baik dan kondisi geopolitik, geoekonomi dan geososial hari ini sedang tidak stabil, oleh karena itu kita butuh persatuan yang kuat dalam rangka mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh kader SEMMI di Indonesia untuk memperkuat soliditas dan mengambil peran lebih aktif dalam pembangunan.
“Sehingga cita-cita semua ke depan bisa tercapai,” ucapnya.
Sementara itu, Presiden Lajnah Tanfidziyah DPP Syarikat Islam (SI), Hamdan Zoelva, menilai SEMMI memiliki posisi strategis dalam menyiapkan generasi pemimpin masa depan.
“Hari ini adalah milad 70 tahun SEMMI, ini adalah umur yang sudah cukup panjang. Harapan saya SEMMI tetap menjadi perkaderan Syarikat Islam dan mereka akan menjadi pemimpin Syarikat Islam pada masa yang akan datang,” ujarnya.
Menurut Hamdan, penguatan internal organisasi menjadi langkah mendesak, terutama dalam hal konsolidasi dan kaderisasi.
“Oleh karena itu saatnya sekarang organisasi SEMMI memperkuat konsolidasi organisasi, memperkuat perkaderan, banyak pelajar, di samping melakukan kegiatan pengabdian dalam membantu pemerintahan, membantu negara, itulah tugas-tugas pengabdian yang tidak boleh dilupakan oleh SEMMI,” paparnya.
Ia juga menekankan pentingnya pelatihan kepemimpinan sebagai fondasi utama dalam membentuk karakter kader.
“Tapi hal yang juga sangat pokok adalah melakukan perkaderan, pelatihan leadership, karena SEMMI bagi saya adalah calon pemimpin Syarikat Islam yang akan datang,” tambahnya.
Ketua Panitia Milad ke-70 SEMMI, Sandri Rumanama, dalam kesempatan yang sama menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada Bang Bob Hasan (Ketua Badan Legislasi DPR) yang selalu mendukung SEMMI. Apa pun acara kami, beliau selalu menyempatkan hadir,” ujar Sandri.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada sejumlah pejabat negara yang hadir serta pihak lain yang turut memberikan dukungan.
“Serta pihak-pihak lainnya yang tidak bisa kami sebut satu per satu. Terima kasih atas semua dukungannya kepada SEMMI,” tandasnya.
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com


















Discussion about this post