Jakarta, Kabariku – Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Dedi Prasetyo menegaskan komitmen Polri dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui transformasi digital dan inovasi teknologi pada Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Fungsi Lalu Lintas Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Auditorium Mutiara PTIK, Jakarta Selatan, Jumat (22/5/2026).
Dalam arahannya, Komjen Pol. Dedi Prasetyo menyampaikan bahwa Rakernis Fungsi Lantas 2026 menjadi bagian dari implementasi arah kebijakan pimpinan Polri sekaligus tindak lanjut rekomendasi percepatan reformasi Polri, khususnya dalam penguatan pelayanan masyarakat yang modern, cepat, dan transparan.

“Pada kegiatan Rapat Kerja Teknis Kakorlantas Polri Tahun Anggaran 2026, kegiatan ini sebagai bentuk komitmen dari Kakorlantas untuk menjelaskan apa yang menjadi arah kebijakan pimpinan Polri. Ini juga menjadi bagian daripada tindak lanjut rekomendasi Komisi Percepatan Reformasi Polri,” ujar Wakapolri.
Menurut Komjen Dedi, fungsi lalu lintas saat ini memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat, distribusi logistik, hingga stabilitas ekonomi nasional.
Karena itu, digitalisasi pelayanan lalu lintas dinilai bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan yang harus segera diwujudkan di seluruh jajaran Polri.
Korlantas Luncurkan SIM Digital dan Sistem Pelayanan Terintegrasi
Dalam Rakernis tersebut, Korlantas Polri juga meluncurkan sejumlah layanan digital terbaru guna mempermudah akses pelayanan kepada masyarakat secara cepat, akuntabel, dan mudah dijangkau.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan ialah SIM Digital serta sistem pelayanan perpanjangan STNK dan BPKB berbasis digital yang telah disiapkan secara terintegrasi.
“Tujuannya adalah untuk mempermudah proses pelayanan kepada masyarakat, akuntabel, dan tentunya juga mudah diakses oleh masyarakat dengan sistem digitalisasi ini,” ungkap Wakapolri Dedi.
Ia menjelaskan, sistem digital tersebut mengintegrasikan berbagai layanan kepolisian lalu lintas mulai dari penerbitan SIM, perpanjangan STNK, hingga pengurusan BPKB dalam satu platform pelayanan terpadu berbasis teknologi.

E-TLE Drone Mobile Diperkuat Teknologi Face Recognition
Tak hanya itu, Rakernis Fungsi Lantas 2026 juga menjadi momentum peluncuran E-TLE Drone Mobile, teknologi pengawasan lalu lintas berbasis udara yang mampu mendeteksi pelanggaran secara dinamis melalui sistem kamera cerdas dan face recognition.
“E-TLE Drone Mobile ini juga bisa meng-capture face recognition. Jadi, bisa dipadukan dari identifikasi kendaraan dan terintegrasi langsung dengan sistem data yang sudah ada. Kemudian juga untuk menghindari kesalahan dalam penindakan lalu lintas, bisa memverifikasi dengan menggunakan sistem pengenalan wajah. Ini sebuah langkah yang luar biasa,” jelasnya.
Wakapolri menambahkan, penerapan smart policing akan terus diperkuat melalui pengembangan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), integrasi CCTV, pemanfaatan artificial intelligence (AI), hingga sistem lalu lintas berbasis data real time guna meningkatkan efektivitas penegakan hukum dan pelayanan publik.

Operasi Ketupat 2026 Berhasil, Kepercayaan Publik Meningkat
Dalam kesempatan tersebut, Polri juga memberikan apresiasi kepada Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi beserta seluruh stakeholder terkait atas sinergi dan kolaborasi selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 dan pengamanan arus mudik Lebaran yang dinilai berjalan optimal.
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam Rakernis, angka kecelakaan selama Operasi Ketupat 2026 turun 5,31 persen, sementara jumlah korban meninggal dunia menurun hingga 30,41 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Survei Indikator Politik Indonesia juga mencatat tingkat kepuasan masyarakat terhadap penyelenggaraan mudik Lebaran 2026 mencapai 85,3 persen, sedangkan tingkat kepercayaan publik terhadap Polri meningkat menjadi 63,7 persen.
Meski demikian, Dedi mengingatkan jajaran Korlantas agar tidak cepat berpuas diri. Ia menyoroti masih tingginya titik rawan kecelakaan atau black spot, trouble spot, kecelakaan di perlintasan sebidang, hingga kemacetan di sejumlah kota besar yang masih membutuhkan perhatian serius.
“Jajaran Korlantas adalah etalase Polri. Setiap perilaku anggota di lapangan akan memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap institusi,” tegasnya.
Rakernis Jadi Forum Evaluasi dan Penyusunan Strategi 2027
Menurutnya, Rakernis Fungsi Lantas 2026 juga menjadi forum evaluasi pelaksanaan operasi lalu lintas sepanjang tahun 2026 sekaligus penyusunan desain operasi tahun 2027 agar pelayanan Polri kepada masyarakat semakin presisi, profesional, dan humanis.
“Langkah-langkah progresif ini kita harapkan dapat terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, baik di jalan maupun pelayanan-pelayanan kepolisian lainnya,” tutup Wakapolri.*
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com


















Discussion about this post