Jakarta, Kabariku – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri meningkatkan pengawasan terhadap potensi ancaman terorisme sebagai upaya menjaga keamanan nasional di tengah meningkatnya dinamika geopolitik global menjelang Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kapolri, Listyo Sigit Prabowo, menyusul situasi internasional yang memanas, khususnya konflik yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Juru Bicara Densus 88 Kombes Pol. Mayndra Eka Wardhana mengatakan peningkatan pengawasan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan yang dapat memengaruhi stabilitas nasional, terutama pada momentum mudik dan perayaan Lebaran.
“Sebagaimana arahan Kapolri, situasi global saat ini sedang memanas dan melibatkan banyak negara serta kepentingan. Oleh karena itu, Densus 88 meningkatkan pengawasan terhadap ancaman terorisme yang berpotensi mengganggu keamanan masyarakat,” ujar Mayndra di Jakarta, dikutip Kamis (5/3/2026).
Arahan tersebut disampaikan Kapolri dalam rapat koordinasi kesiapan Operasi Ketupat 2026 pada Senin (2/3). Dalam kesempatan itu, Kapolri menekankan pentingnya mempertahankan capaian zero terrorist attack yang berhasil dijaga selama tiga tahun terakhir, terutama saat periode mudik dan perayaan Idulfitri.
Menurut Kapolri, Polri telah melakukan berbagai langkah pencegahan, termasuk melalui tindakan preventive strike. Sepanjang 2025, aparat berhasil mengamankan 51 tersangka terorisme. Selain itu, pada masa mudik tahun lalu aparat juga mengamankan tujuh orang yang masuk dalam daftar target pengawasan.
Meski demikian, aparat keamanan masih memantau sekitar 13.252 target yang berpotensi memiliki keterkaitan dengan aktivitas terorisme. Situasi geopolitik internasional, termasuk eskalasi konflik di Timur Tengah serta simbol pengibaran bendera merah oleh Iran sebagai tanda pembalasan, dinilai dapat memicu pergerakan kelompok tertentu yang perlu diantisipasi.
“Ini menjadi pekerjaan rumah bagi rekan-rekan, khususnya Densus 88, untuk mempertahankan zero terrorist attack. Konflik global yang terjadi saat ini memiliki potensi memicu pergerakan tertentu yang harus kita antisipasi,” tegas Kapolri.
Untuk itu, Kapolri meminta penguatan sinergi dengan seluruh jajaran intelijen, TNI, serta pemerintah daerah guna memastikan situasi keamanan tetap kondusif selama periode mudik dan Lebaran 2026.
“Koordinasi dengan TNI dan pemerintah daerah penting untuk memantau pendataan ulang kelompok-kelompok teroris dan aktivitas yang sedang kita ikuti,” ujar Kapolri.
Dengan peningkatan kewaspadaan dan koordinasi lintas sektor tersebut, Polri berharap perayaan Idulfitri tahun ini dapat berlangsung aman, nyaman, dan terbebas dari ancaman terorisme.***
Baca juga :
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com


















Discussion about this post