Jakarta, Kabariku – Pemerintah Indonesia menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Ungkapan duka tersebut dituangkan dalam surat resmi Presiden Prabowo Subianto yang diserahkan Menteri Luar Negeri RI Sugiono kepada Duta Besar Iran untuk Indonesia H.E Mohammad Boroujerdi di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas eskalasi konflik di Timur Tengah menyusul serangan militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Menlu Sugiono menekankan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional serta Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan mendorong langkah de-eskalasi melalui jalur diplomasi.
“Kami mendiskusikan perkembangan situasi terkini di Timur Tengah. Saya tekankan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional dan Piagam PBB, serta perlunya upaya de-eskalasi melalui diplomasi,” di akun X @Menlu_RI.
Ia juga menyampaikan bahwa surat Presiden Prabowo turut ditujukan kepada Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, berisi pesan duka cita mendalam atas wafatnya Ayatollah Khamenei.
Eskalasi Konflik: Indonesia Siap Fasilitasi Dialog
Serangan militer yang oleh Washington disebut “Operation Epic Furry” dan oleh Tel Aviv dinamai “Operation Roaring Lion” terjadi pada Sabtu lalu. Operasi tersebut dilaporkan menimbulkan ratusan korban jiwa di Iran, termasuk Ayatollah Khamenei serta sejumlah pejabat senior Teheran.
dalam pernyataan resminya menyebutkan sedikitnya 787 warga negara gugur dalam serangan tersebut, berdasarkan laporan lapangan dari tim operasional mereka.
Situasi ini memperburuk ketegangan di kawasan dan memicu kekhawatiran komunitas internasional terhadap potensi meluasnya konflik di Timur Tengah.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI menyatakan Indonesia siap memfasilitasi dialog guna mengembalikan stabilitas keamanan kawasan.
Dalam pernyataan di media sosial X, Kemlu RI menyesalkan gagalnya perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang berujung pada eskalasi militer.
“Indonesia menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog dan diplomasi,” demikian pernyataan X @Kemlu_RI.
Pemerintah Indonesia juga menyatakan bahwa apabila kedua belah pihak menyetujui, Presiden Prabowo bersedia melakukan perjalanan ke Teheran untuk menjalankan peran mediasi secara langsung.
Komunikasi dengan AS dan Iran
Perkembangan terbaru, Menlu Sugiono mengungkapkan telah melakukan komunikasi dengan pihak Amerika Serikat dan Iran terkait tawaran Indonesia untuk memfasilitasi perundingan damai.
“Saya berkomunikasi dengan kedua belah pihak, pihak AS dan pihak Iran. Kita tunggu bagaimana nanti, karena mereka akan melihat situasinya beberapa hari dan beberapa minggu ke depan,” ujar Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Sugiono juga mengatakan telah berbicara langsung melalui sambungan telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Dalam komunikasi tersebut, Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi jembatan dialog.
“Yang pasti kami menyampaikan lagi keinginan dari Bapak Presiden untuk menjadi mediator dalam upaya mendinginkan dan menurunkan eskalasi di wilayah tersebut. Dan pandangan ini diterima oleh beliau,” kata Sugiono.
Komitmen Diplomasi Aktif
Menurut Sugiono, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Indonesia menjalankan politik luar negeri bebas aktif dan berperan konstruktif dalam merespons konflik global. Ia menegaskan, dialog dan diplomasi tetap menjadi jalan terbaik untuk meredakan ketegangan.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa peran mediasi hanya dapat terwujud apabila seluruh pihak yang berkonflik menyatakan kesediaan untuk difasilitasi.
“Indonesia ingin berada pada posisi bagaimana kita bisa menjadi jembatan atas perbedaan, menawarkan kesiapan dan peran kita,” tandasnya.***
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com


















Discussion about this post