• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Jumat, Juli 17, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home News Nasional

11 Juta PBI BPJS Belum Aktif, Prof Sugianto: Negara Tak Boleh Abai Hak Konstitusional Warga Miskin

Ainul Ghurri oleh Ainul Ghurri
3 Maret 2026
di Nasional, News
A A
0
Guru Besar Hukum Tata Negara dan Otonomi Daerah Prof. Dr. Sugianto (Foto: Dok. Pribadi)

Guru Besar Hukum Tata Negara dan Otonomi Daerah Prof. Dr. Sugianto (Foto: Dok. Pribadi)

ShareSendShare ShareShare

Jakarta, Kabariku— Belum optimalnya sinergitas antara Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, dan BPJS Kesehatan kembali menjadi sorotan.

Persoalan Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS yang belum aktif dinilai bukan sekadar masalah administratif, melainkan menyangkut hak konstitusional rakyat miskin yang dijamin undang-undang.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Guru Besar Hukum dan Otonomi Daerah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. Sugianto, menegaskan bahwa pemerintah harus serius dan segera mengakomodasi kembali warga miskin dan tidak mampu agar status kepesertaan PBI BPJS mereka aktif kembali.

RelatedPosts

Hotman Paris Resmi Bela Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Dampingi Pemeriksaan Perdana sebagai Tersangka

Tersangka TPPU Dilimpahkan ke Kejagung, Don Ritto Bantah Uang dan Emas Sitaan Berasal dari Korupsi

Wamendes PDT Dukung Gagasan B8C Kaltim Bangun Desa Pertanian Modern, Siap Perkuat Ketahanan Pangan

“Ini bukan soal teknis birokrasi semata. Ini soal hak konstitusional warga negara. Negara tidak boleh abai,” kata Sugianto kepada Kabariku.com Selasa (3/3/2026).

Sugianto mengingatkan bahwa Pasal 34 UUD 1945 secara tegas menyebutkan fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara. Bahkan negara wajib mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat serta menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan yang layak.

“Artinya, persoalan PBI BPJS tidak bisa dibiarkan berlarut-larut,” tandasnya.

Ia menjelaskan, ketika masyarakat miskin tidak bisa mengakses layanan kesehatan karena kepesertaan tidak aktif, maka yang dipertaruhkan adalah amanat konstitusi.

Data yang beredar menunjukkan, masih jutaan peserta PBI yang belum aktif. Dari sekitar 11 juta kasus yang bermasalah, baru sekitar 869 ribu yang terselesaikan. Angka ini dinilai sangat jauh dari harapan.

“Kalau benar jumlahnya sebesar itu, maka ini harus menjadi alarm nasional. Pemerintah pusat harus turun tangan serius,” ujarnya.

Baca Juga  Delapan Jenis Penyakit dengan Klaim BPJS Kesehatan Terbesar

Beban APBN, Bukan APBD

Dalam pandangannya, pembiayaan klaster PBI BPJS seharusnya sepenuhnya dibebankan pada APBN sebagai tanggung jawab pemerintah pusat.

Pemerintah daerah kabupaten/kota dinilai tidak seharusnya menanggung beban tersebut, mengingat kemampuan fiskal tiap daerah berbeda-beda.

“Kalau diserahkan ke daerah, akan terjadi ketimpangan. Daerah yang kuat fiskalnya mungkin mampu, tapi daerah lemah akan kesulitan. Padahal hak warga negara tidak boleh dibedakan berdasarkan kemampuan APBD,” jelasnya.

Ia juga mendorong, agar Kemensos dan Kemenkes membentuk tim investigasi terpadu bersama pemerintah daerah untuk melakukan pendataan ulang warga miskin dan tidak mampu secara akurat dan transparan.

Menurutnya, pelayanan kesehatan merupakan bagian penting dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Jika akses kesehatan bagi masyarakat miskin terganggu, maka pembangunan manusia Indonesia ikut terhambat.

“Koordinasi lintas kementerian dan daerah harus diperkuat. Negara wajib memastikan masyarakat miskin benar-benar terlindungi dan mendapatkan layanan kesehatan secara adil dan merata,” pungkasnya.

Isu PBI BPJS kini bukan lagi sekadar persoalan data dan administrasi, melainkan menjadi ujian nyata bagi komitmen negara dalam menegakkan amanat konstitusi dan melindungi rakyatnya yang paling rentan.

Sebelumnya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan bahwa dari total 11 juta peserta program Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JKN) yang sempat dinonaktifkan, sekitar 869 ribu lebih keanggotaan telah kembali aktif.

“Dari 11 juta yang kemarin nonaktif, sejumlah 869.000 telah aktif kembali melalui berbagai skema,” kata Gus Ipul usai menghadiri sosialisasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) di Kompleks Pemda Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (26/2) lalu.

Dari total 11 juta peserta yang dinonaktifkan, sebagian besar memang sudah tepat sasaran. Namun, kata dia, masih ada sebagian peserta lainnya memerlukan perbaikan data.

Baca Juga  JAM PIDSUS Kejagung Periksa Direktur PT Mandiri Sekuritas dan Lima Lainnya, Saksi Dugaan Kasus PT ASABRI

Tags: BPJS KesehatanGus IpulIuran BPJSJKNKemensosKementerian KesehatanKementerian Sosial
ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

MA–KY Pecat Hakim DD Karena Telantarkan Istri dan Anak

Post Selanjutnya

KPK OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

RelatedPosts

Hotman Paris Resmi Bela Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Dampingi Pemeriksaan Perdana sebagai Tersangka

17 Juli 2026

Tersangka TPPU Dilimpahkan ke Kejagung, Don Ritto Bantah Uang dan Emas Sitaan Berasal dari Korupsi

17 Juli 2026

Wamendes PDT Dukung Gagasan B8C Kaltim Bangun Desa Pertanian Modern, Siap Perkuat Ketahanan Pangan

16 Juli 2026

DPRD Kabupaten Tangerang Desak Pendampingan Korban Kekerasan Seksual hingga Meja Hijau

16 Juli 2026

RUU Perampasan Aset yang Dibahas Komisi III DPR RI Harus Selaras dengan UU Lain dan Menjamin Kepastian Hukum

16 Juli 2026

Kemendag Tangani 1.911 Layanan Konsumen di Semester I 2026, Pengaduan Elektronik hingga Paylater Mendominasi

15 Juli 2026
Post Selanjutnya
Gedung Merah Putih KPK, di Kuningan, Jakarta Selatan. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

KPK OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

PDPI mengingatkan bahaya sleep apnea yang kerap tak terdiagnosis serta tingginya kasus TB Indonesia yang masih peringkat kedua dunia.

Mendengkur Bisa Picu Stroke! Dokter Paru Soroti Sleep Apnea dan Ancaman TB Resisten Obat

Discussion about this post

KabarTerbaru

Hotman Paris Resmi Bela Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Dampingi Pemeriksaan Perdana sebagai Tersangka

17 Juli 2026

Ketika Manusia Jadi Komoditas Menghilang: Belajar Pasar dari Jepang yang Suka “Menguap”

17 Juli 2026

DPRD Kota Tangerang Dorong Optimalisasi Aset dan PAD dalam Rekomendasi Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025

17 Juli 2026

Tersangka TPPU Dilimpahkan ke Kejagung, Don Ritto Bantah Uang dan Emas Sitaan Berasal dari Korupsi

17 Juli 2026

Ketika Etika Mengalahkan Aturan, Negara Kehilangan Pedoman Bersama

17 Juli 2026

YLBHI Persoalkan Pelimpahan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung, Desak KPK Ambil Alih

16 Juli 2026

Presiden Prabowo Apresiasi Groundbreaking Proyek LNG Abadi Masela, Tonggak Kemandirian Energi Nasional

16 Juli 2026

DPC PKB Garut Perkuat Konsolidasi Lewat Yasinan dan Diskusi Mingguan

16 Juli 2026

Wamendes PDT Dukung Gagasan B8C Kaltim Bangun Desa Pertanian Modern, Siap Perkuat Ketahanan Pangan

16 Juli 2026

Seskab Teddy: Presiden Prabowo dengan DEN Bahas Ketahanan Ekonomi hingga Percepatan GovTech

15 Juli 2026

Kabar Terpopuler

  • Owner PT Global Komodo Indonesia, Hironimus Amal. (Foto: Dok. Pribadi)

    Wow, Ekspedisi Ini Jadi Sistem Pendukung Kemajuan Bisnis Pariwisata Labuan Bajo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profil Lengkap Mayor Teddy: dari Taruna Nusantara hingga Ranger School, Kini Berpangkat Letkol

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • WPR dan IPR di Bangka Belitung: Solusi Tata Kelola atau Perpanjangan Ketergantungan pada Timah?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Baik! RS Medina Garut Rekrut 99 Peserta Program Magang Nasional Kemenaker

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Catatan Ringan Juli 2026: Dua Blok dan Satu Kue

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PSI Tangsel: Bergabungnya Narji Cagur Jadi Suntikan Semangat bagi Kader

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Presiden Prabowo Panggil Menhan, Panglima TNI, Kapolri hingga Kepala BIN ke Istana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM
DJITUBERITA.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com