• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Minggu, Maret 1, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Kabar Peristiwa

Fenomena Langka 3 Maret 2026: Blood Moon Saat Berbuka, Cap Go Meh di Malam Purnama

Tresyana Bulan oleh Tresyana Bulan
1 Maret 2026
di Kabar Peristiwa
A A
0
ilustrasi fenomena Blood Moon

ilustrasi fenomena Blood Moon

ShareSendShare ShareShare

Jakarta, Kabariku – Masyarakat Indonesia akan menyaksikan fenomena astronomi langka berupa Gerhana Bulan Total (GBT) pada Selasa, 3 Maret 2026. Peristiwa yang kerap disebut “blood moon” ini menjadi istimewa karena puncaknya bertepatan dengan waktu berbuka puasa di wilayah Indonesia Bagian Barat pada bulan suci Ramadhan.

Berdasarkan penjelasan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gerhana terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus sehingga Bulan sepenuhnya masuk ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Pada fase totalitas, Bulan akan tampak berwarna merah akibat fenomena hamburan Rayleigh, yakni pembiasan cahaya Matahari oleh atmosfer Bumi yang menyisakan spektrum merah hingga mencapai permukaan Bulan.

RelatedPosts

Pemprov Jabar Dampingi 12 Warga Korban Dugaan TPPO di NTT

Tragedi Siswa SD di NTT, Kemensos Turunkan Tim Asesmen dan Perkuat DTKS

Kolaborasi ASN dan Masyarakat Wujudkan Sungai Bersih Lewat Gerakan Indonesia ASRI

Pelaksana Tugas Direktur Seismologi Teknik Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG, A. Fachri Radjab, menjelaskan bahwa fenomena dengan konfigurasi waktu yang sama seperti ini baru akan terulang sekitar 18 tahun mendatang.

“Gerhana bulan total merupakan fenomena alamiah murni. Secara ilmiah, dampak yang nyata hanya berkaitan dengan kondisi pasang surut air laut yang berpotensi lebih tinggi akibat gaya gravitasi Bulan,” ujarnya, Minggu (1/3/2026).

Jadwal Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 (WIB)

Seluruh wilayah Indonesia dari Sabang hingga Merauke dapat mengamati gerhana ini. Berikut rincian fase gerhana dalam Waktu Indonesia Barat (WIB):

-Awal fase penumbra: 15.00 WIB

-Gerhana sebagian: 16.40 WIB

-Puncak gerhana bulan total: 18.03 WIB

-Akhir fenomena: sekitar 21.00 WIB

Wilayah Indonesia bagian timur (WIT) bahkan berpeluang menyaksikan seluruh rangkaian fase sejak awal karena Bulan telah terbit saat gerhana dimulai.

Baca Juga  Heboh Pengeroyokan Maling Hingga Tewas, Kapolres Garut Ingatkan Warga Tidak Main Hakim Sendiri
Aman Diamati Tanpa Alat Khusus

Berbeda dengan gerhana Matahari, gerhana Bulan aman diamati dengan mata telanjang tanpa kacamata khusus.

BMKG akan melakukan pemantauan di 36 lokasi di seluruh Indonesia menggunakan teropong astronomi, serta menyiarkan fenomena ini melalui kanal resmi Info BMKG bagi masyarakat yang tidak dapat menyaksikan secara langsung.

Masyarakat yang tidak bisa keluar rumah tetap dapat menyaksikan fenomena ini melalui siaran langsung (live streaming) di kanal resmi Info BMKG.

Fachri menegaskan bahwa Gerhana Bulan Total adalah fenomena alamiah murni. Secara ilmiah, dampak yang nyata hanya terjadi pada kondisi pasang surut air laut, di mana permukaan air laut akan menjadi lebih tinggi karena gaya gravitasi bulan.

Masyarakat diharapkan tidak mempercayai mitos-mitos yang tidak berdasar, seperti: Bulan dimakan raksasa, Larangan bagi ibu hamil untuk keluar rumah, dan mandi saat gerhana untuk menambah aura kecantikan.

“Mengingat fenomena ini terjadi di bulan Ramadan dan merupakan tanda kebesaran Sang Pencipta, umat Islam disunnahkan untuk melaksanakan Salat Gerhana setelah melihat fenomena tersebut,” ungkap Fachri.

Secara ilmiah, gerhana merupakan peristiwa astronomi yang dapat dijelaskan melalui pergerakan benda langit.

Shalat Gerhana dan Imbauan Muhammadiyah

Karena terjadi pada Ramadhan, umat Islam dianjurkan melaksanakan Shalat Gerhana setelah menyaksikan fenomena tersebut. Shalat Gerhana Bulan Total yang diprediksi akan terjadi pada Selasa Wage, 14 Ramadhan 1447 H, bertepatan dengan 3 Maret 2026.

Melalui maklumat Nomor 01/MLM/I.1/E/2026, Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah mengimbau pelaksanaan Shalat Gerhana Bulan Total selama fase berlangsung.

Maklumat yang dipublikasikan melalui Suara Muhammadiyah menegaskan bahwa gerhana bukan pertanda bencana atau nasib buruk, melainkan tanda kebesaran Tuhan yang harus disikapi secara ilmiah dan dituntunkan dengan ibadah dan berdzikir.

Baca Juga  Basarnas Temukan 7 Kantong Jenazah di Hari Ketujuh Pencarian Reruntuhan Ponpes Al-Khoziny

Waktu shalat khusuf kali ini sejak matahari terbenam (maghrib) di wilayah masing-masing sampai dengan waktu Gerhana sebagian berakhir.

Berdekatan dengan Cap Go Meh 2026

Menariknya, awal Maret 2026 juga diwarnai momentum budaya lain. Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili jatuh pada 17 Februari 2026, sementara perayaan Cap Go Meh-hari ke-15 setelah Imlek-bertepatan dengan Rabu, 3 Maret 2026.

Dalam tradisi Tionghoa, Cap Go Meh menandai malam purnama pertama di tahun baru sebagai simbol keberuntungan dan penutup rangkaian Imlek. Informasi tersebut juga dimuat dalam laman resmi Kementerian Pariwisata.

Dengan bertepatan antara Ramadan, Gerhana Bulan Total, dan Cap Go Meh, awal Maret 2026 menjadi momen langka yang mempertemukan fenomena astronomi, praktik keagamaan, dan tradisi budaya dalam satu rentang waktu yang berdekatan.***

*Dokumen Maklumat Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah dan Panduan Shalat Gerhana Bulan Total

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Blood Moon 3 MaretCap Go Meh
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Gugurnya Ayatullah Khamenei: Alarm Arah Politik Luar Negeri Indonesia

RelatedPosts

Penjemputan belasan pekerja hiburan asal Jabar oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Kepolisian Daerah (Polda) Jabar di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak 12 orang pekerja diduga kuat menjadi korban TPPO. /Dok. Polda Jabar/

Pemprov Jabar Dampingi 12 Warga Korban Dugaan TPPO di NTT

25 Februari 2026

Tragedi Siswa SD di NTT, Kemensos Turunkan Tim Asesmen dan Perkuat DTKS

6 Februari 2026
Mendukung Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah), ASN Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Jawa Barat bersama Kader TPK, Penyuluh KB, dan Komunitas Gober bergotong royong membersihkan Sungai Cikapundung Kolot, Kelurahan Binong, Selasa (4/2/2026).

Kolaborasi ASN dan Masyarakat Wujudkan Sungai Bersih Lewat Gerakan Indonesia ASRI

5 Februari 2026
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi/Pemprov Jabar

Gubernur Jabar Tegaskan Audit Ketat Proyek 2025, Kontraktor Bermutu Rendah Terancam Tak Dibayar Penuh

12 Januari 2026
Mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil/Pemprov Jabar

Ridwan Kamil dan Atalia Praratya Resmi Bercerai, Tegaskan Pisah Secara Baik-baik

8 Januari 2026
Kepala Bareskrim (Kabareskrim) Polri Komjen Pol. Syahardiantono berbicara dalam acara Rilis Akhir Tahun 2025 di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Selasa (30/12/2025) (Foto: Divhumas Polri)

Pengamanan Nataru, Densus 88 Amankan Tujuh Terduga Teroris Jaringan NII dan Ansharuh Daulah

31 Desember 2025

Discussion about this post

KabarTerbaru

ilustrasi fenomena Blood Moon

Fenomena Langka 3 Maret 2026: Blood Moon Saat Berbuka, Cap Go Meh di Malam Purnama

1 Maret 2026

Gugurnya Ayatullah Khamenei: Alarm Arah Politik Luar Negeri Indonesia

1 Maret 2026

BNN dan BGN Integrasikan Program MBG untuk Perkuat Ketahanan Bangsa

28 Februari 2026

Minat Naturalisasi WNA dan ABG Tinggi, Ditjen AHU Tegaskan Status WNI Sangat Bernilai

28 Februari 2026

Seskab Teddy: MBG Bukan Ancaman Pendidikan, Anggaran Tetap dan Program Bertambah

28 Februari 2026
Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menyerahkan penghargaan kepada Kepala DPPKBPPPA Garut Yayan Waryana/IST

Garut Raih Enam Penghargaan Bangga Kencana Jabar 2026, Perkuat Komitmen Tekan Stunting

28 Februari 2026
Wabup Garut Tinjau Garut Plaza, Siapkan Relokasi PKL dan Penguatan Event Ramadan

Bazar Ramadhan Jadi Momentum Penataan PKL di Garut Kota

28 Februari 2026

Kemnaker Buka 20.000 Kuota Pelatihan Vokasi Nasional 2026, Gratis dan Bersertifikat

28 Februari 2026
Dubes Yaman untuk Indonesia, Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh, menyambangi Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra bahas kerjasama hukum dan kemanusiaan. (Foto: Humas Kemenko Kumham Imipas)

Indonesia–Yaman Perkuat Kerja Sama Hukum dan Kemanusiaan

28 Februari 2026

Kabar Terpopuler

  • Petugas mengevakuasi korban meninggal dalam bencana longsor di Bungbulang Garut (Dok. BPBD Garut)

    Longsor di Bungbulang Garut: Satu Meninggal, Akses Jalan Terputus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Tahun Berjuang, Korban Jiwasraya Desak Menkeu Purbaya Lunasi Sisa 25,5 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prof Achmad Tjachja Nugraha Rilis Buku “Technopreneurship”: Rahasia Membangun Bisnis Teknologi di Era Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ada Dissenting Opinion dalam Sidang Vonis Riva Siahaan Dkk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anomali BUMN Farmasi: Kimia Farma Disuntik Rp845 Miliar, Indofarma Menanti Kejelasan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Tujuh  Anak Try Sutrisno: Dari Jenderal, Dosen, hingga Psikolog di Amerika Serikat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com