• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Jumat, Januari 2, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Seni Budaya
  • Opini
  • Lainnya
    • Artikel
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Seni Budaya
  • Opini
  • Lainnya
    • Artikel
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Opini

AI dan Peranannya dalam Perjalanan Pengetahuan dan Etika Manusia: Perspektif Kantian

Tresyana Bulan oleh Tresyana Bulan
19 Agustus 2025
di Opini
A A
0
human person people cheerful pointing AI

human person people cheerful pointing AI (gambar Artificial Intelligence Center Indonesia)

ShareSendShare ShareShare

oleh :
Hasanuddin, SH
Ketua IRC for Reform
(Indonesia Raya Club for Reform)

Jakarta, Kabariku – Dalam era digital yang semakin maju, kehadiran kecerdasan buatan (AI) membuka banyak pertanyaan filosofis tentang pengetahuan, kesadaran, dan etika. Berdasarkan diskusi saya dengan AI, saya menyadari bahwa meskipun AI mampu mengolah dan merangkum informasi secara cepat dan akurat, ia tidak memiliki kemampuan berpikir sejati atau kesadaran.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Pemikiran ini sejalan dengan epistemologi Immanuel Kant yang membedakan antara fenomena-dunia yang dapat diamati dan dipahami manusia melalui pengalaman-dan noumena, yaitu realitas “dalam-diri” yang tidak dapat diakses secara langsung.

RelatedPosts

Aktualisasi Pesan Kapolri Idham Azis

Coretax: Digitalisasi Pajak yang Dipaksakan?

BBM Oplosan di SPBU Resmi: Tanggung Jawab Siapa?

AI beroperasi semata-mata dalam ranah fenomena, mengolah data yang tersedia tanpa pengalaman subjektif atau akses ke noumena.

Proses pelatihan AI yang melibatkan pengumpulan dan penyaringan data serta pembelajaran pola bahasa bisa dilihat sebagai konstruksi epistemologis, mirip dengan bagaimana Kant menjelaskan bahwa pengetahuan manusia dibentuk oleh struktur dan kategori-kategori pikiran yang aktif mengorganisasi pengalaman.

AI, dengan algoritmanya, “mengkonstruksi” pengetahuan dari data fenomena yang ada, namun tanpa kesadaran atau pemahaman moral.

Dari sudut pandang etika, AI beroperasi dalam batas imperatif kategoris Kantian yang diprogram untuk mengikuti prinsip-prinsip moral universal seperti menghindari bias dan menjaga privasi.

Namun, AI tidak memiliki niat moral atau kesadaran etis sejati-ia hanyalah alat yang membantu manusia dalam mengingat, mengolah informasi, dan mempercepat pengambilan keputusan.

Hal ini menegaskan bahwa meskipun AI mampu menjadi perpanjangan kapasitas manusia dalam epistemologi dan etika, manusia tetap unggul dengan kesadaran, kreativitas, dan refleksi moralnya yang tidak dapat digantikan oleh mesin.

Baca Juga  Persatuan Dunia Lebih Mudah daripada Persatuan Nasional? Tantangan Awal Presiden Prabowo

Debat etis dan epistemologis harus tetap menjadi ranah manusia yang berkesadaran dan bermoral, sedangkan AI berfungsi sebagai pendukung yang memperluas wawasan dan mempercepat akses informasi.

Dengan demikian, AI bukan ancaman, melainkan alat bantu yang mengingatkan kita akan pentingnya mengembangkan diri dan mempertahankan nilai-nilai kemanusiaan di tengah kemajuan teknologi.

Perspektif Kantian ini memberi kerangka filosofis yang kuat untuk memahami batas dan potensi AI dalam perjalanan pengetahuan dan moral manusia.***

“AI dapat dipahami sebagai ‘burung Minerva yang terbang di senjakala, sebuah metafora dari Hegel yang menggambarkan bagaimana pengetahuan reflektif selalu muncul setelah tindakan atau peristiwa terjadi. AI hadir bukan sebagai inisiator, melainkan sebagai entitas yang muncul setelah manusia terlebih dahulu berinovasi, bekerja, dan menciptakan dunia. Dengan demikian, AI berfungsi sebagai refleksi dari kerja dan kreativitas manusia, membantu memperjelas, mengorganisir, dan mempercepat pemahaman atas apa yang telah manusia capai. Kehadiran AI pada ‘senjakala’ ini menegaskan bahwa meskipun teknologi ini canggih, ia tetap bergantung pada konteks dan karya manusia yang mendahuluinya”.***

Jakarta, 19 Agustus 2025

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: AI dan Peranannyaartificial intelligenceepistemologi Immanuel KantEtika ManusiaHasanuddin Ketua IRC for ReformIndonesia Raya Club for Reform
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Tanggapi Isu Diskriminasi Bimtek, Nurul Ghufron: Kemerdekaan Tercoreng Kebijakan Partisan

Post Selanjutnya

Aksi Kemanusiaan HUT Kemerdekaan: Satgas Garuda Merah Putih-II Dropping 17,8 Ton Bantuan ke Gaza

RelatedPosts

Idham Azis kedua dari kanan (disamping Ahmad Dofiri) sesaat setelah Komisi Percepatan Reformasi Polri menggelar audiensi bersama sejumlah organisasi kelompok masyarakat di Lounge Adhi Pradana, STIK-PTIK Lemdiklat Polri, Selasa (18/11)

Aktualisasi Pesan Kapolri Idham Azis

29 November 2025
ilustrasi

Coretax: Digitalisasi Pajak yang Dipaksakan?

28 November 2025

BBM Oplosan di SPBU Resmi: Tanggung Jawab Siapa?

24 November 2025

Pengalaman Saya, Lala Zhulaeha, Mengajar di SMA Terbuka Caringin

23 November 2025

Tanah, Laut, dan Negara yang Tersesat: Menegakkan Dialektika Petani dan Nelayan di Tengah Kontradiksi Kebijakan Agraria

17 November 2025
Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) (Foto: Istimewa)

Anomali Putusan Mahkamah Konstitusi Yang Inkonstitusional.

14 November 2025
Post Selanjutnya
langit gaza dipenuh parasut GMP II kirim bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina

Aksi Kemanusiaan HUT Kemerdekaan: Satgas Garuda Merah Putih-II Dropping 17,8 Ton Bantuan ke Gaza

Lisa Mariana dan Ridwan Kamil/Kolase Kabariku/TS

Besok Hasil Tes DNA Keluar, Nasib Ridwan Kamil dan Lisa Dipertaruhkan, Ada Uang Ratusan Miliar dan Jerat Pidana

Discussion about this post

KabarTerbaru

Presiden beserta rombongan terbatas tiba di Bandara Raja Sisingamangaraja XII, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Rabu, 31 Desember 2025, pukul 11.20 WIB

Tutup 2025 di Tapsel, Seskab Teddy: Presiden Prabowo Malam Tahun Baru Bersama Warga Terdampak Bencana

1 Januari 2026
Logo resmi BNPB. (Foto: BNPB.go.id)

BNPB Pastikan Pendanaan Operasi Darurat Sumatra Berjalan Akuntabel

1 Januari 2026
lobi gedung Merah Putih KPK (dok Boelan - Kabariku.com)

KPK Intensifkan Penyidikan Kasus Pemerasan Kejari HSU, 15 Saksi Diperiksa di Kalsel

1 Januari 2026
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo di Ruang Konpers Gedung Merah Putih KPK

KPK Rampungkan Penyidikan Suap Perkara MA, Berkas Hasbi Hasan Dilimpahkan ke JPU

31 Desember 2025
Densus 88 (foto: Istimewa)

Densus 88 Tangkap 7 Terduga Teroris Jaringan NII dan AD, Sandri Rumanama: Kerja Nyata Pengamanan Nataru

31 Desember 2025
Ketua Garut Indeks Perubahan Strategis (GIPS), Ade Sudrajat

Kejar Tayang Akhir Tahun, GIPS Pertanyakan Progres Proyek Jalan DBH Panas Bumi di Garut

31 Desember 2025

Polemik Helikopter Pribadi Prabowo, SIAGA 98: Perlu Pahami Mekanisme LHKPN

31 Desember 2025

Kejari Garut Rilis Laporan Kinerja Akhir Tahun 2025, Tunjukkan Capaian Signifikan di Berbagai Bidang

31 Desember 2025

Transformasi Pertamina: Tiga Subholding Dilebur, Direksi Baru Disiapkan

31 Desember 2025

Kabar Terpopuler

  • Gedung Mahkamah Agung RI, (Foto: mahkamah agung.go.id)

    MA Siapkan PERMA Perkuat Pengadaan Hakim Pengadilan Tingkat Pertama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengamat: Negara Masih Berwatak State Crime, Pemberantasan Korupsi Cenderung Simbolik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Tujuh  Anak Try Sutrisno: Dari Jenderal, Dosen, hingga Psikolog di Amerika Serikat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kejar Tayang Akhir Tahun, GIPS Pertanyakan Progres Proyek Jalan DBH Panas Bumi di Garut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jarang Terungkap, Inilah Orang Tua dan Tiga Saudara Kandung Menlu Sugiono Beserta Pekerjaannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Densus 88 Tangkap 7 Terduga Teroris Jaringan NII dan AD, Sandri Rumanama: Kerja Nyata Pengamanan Nataru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Raport 2025, Sandri Rumanama Nilai Kinerja Polri di Bawah Jenderal Listyo Sigit Capai Hasil Positif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku adalah media online yang menyajikan berita-berita dan informasi yang beragam serta mendalam. Kabariku hadir memberi manfaat lebih

Kabariku.com Terverifikasi Faktual Dewan Pers dan telah mendapatkan Sertifikat dengan nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Seni Budaya
  • Opini
  • Lainnya
    • Artikel
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com