• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Kamis, Maret 26, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Opini

Adakah Calon Pemimpin yang Ideal di Pilkada?

Redaksi oleh Redaksi
4 September 2024
di Opini, Pilkada
A A
0
ShareSendShare ShareShare

Penulis :
Yaman Suryaman, SE., M.Si., Ph.D
Dosen Universitas Garut

Garut, Kabariku- Pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024 serentak di seluruh Indonesia, yang meliputi pemilihan bupati, wali kota, dan gubernur, merupakan momen krusial bagi masyarakat untuk menentukan arah pembangunan daerah mereka.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Namun, dalam proses memilih pemimpin, masyarakat sering kali dihadapkan pada tantangan besar: bagaimana menemukan pemimpin yang benar-benar ideal seperti Prabu Rama dalam kisah Ramayana di pewayangan yang mana dia seorang pemimpin yang adil, bijaksana, berani, rela berkorban demi rakyatnya dan memiliki komitmen untuk kesejahteraan rakyatnya di tengah sistem demokrasi yang ada?

RelatedPosts

MBG (Makanan Bergizi Gratis): Antara Proyek Ambisius dan Kegagalan Komunikasi Politik

Taman Yu Yuan (Yu Yuan Garden) dan Polisi Shanghai

Meninggalnya Seorang Lelaki Sholeh

Artikel ini bertujuan memberikan wawasan kepada masyarakat tentang pentingnya memilih pemimpin yang tepat dan strategi agar tidak salah dalam memilih.

Tantangan dalam Menemukan Pemimpin Ideal

Dalam konteks politik Indonesia saat ini, sebagian besar kandidat yang maju dalam pemilihan kepala daerah adalah orang-orang yang mendapatkan rekomendasi dari partai politik.

Rekomendasi inipun ditentukan oleh pimpinan pusat partai bukan oleh dewan pimpinan partai di daerah sendiri yang lebih memahamai situasi dan rekam jejak kandidat.

Fenomena ini tidak hanya berlaku untuk anggota partai, tetapi juga mereka yang bukan kader partai, namun memiliki popularitas dan dukungan finansial yang cukup besar.

Syarat mendapatkan rekomendasi ini sering kali menuntut kandidat untuk memiliki popularitas dan dana yang besar untuk kampanye serta memperoleh dukungan dari partai-partai politik.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar: Apakah sosok pemimpin ideal seperti Prabu Rama bisa tercapai dalam kondisi demokrasi yang seperti ini? Sistem yang lebih mengutamakan popularitas dan kekuatan finansial sering kali menyingkirkan kandidat-kandidat dengan integritas, visi, dan kapasitas yang sebenarnya lebih mumpuni untuk memimpin.

Baca Juga  Kapolri Tekankan Pentingnya Sinergitas Demi Suksesnya Pilkada Serentak 2024

Strategi Memilih Pemimpin yang Tepat

Agar tidak salah memilih, masyarakat perlu menerapkan beberapa strategi penting dalam menentukan pilihan mereka:

1. Kenali Rekam Jejak: Jangan terpaku pada popularitas semata. Cari tahu rekam jejak kandidat dalam hal integritas, kepemimpinan, dan keberhasilan dalam menjalankan tanggung jawab sebelumnya.

Seorang pemimpin yang ideal adalah mereka yang memiliki rekam jejak yang jelas dalam mengatasi masalah-masalah krusial di masyarakat.Apalagi di beberapa daerah terdapat incumbent yang menyalonkan Kembali untuk menjadi kepala daerah.

2. Evaluasi Visi dan Misi: Perhatikan dengan seksama visi dan misi yang diusung oleh para kandidat. Apakah mereka memiliki rencana yang konkret dan realistis untuk memajukan daerah? Apakah program kerja yang mereka tawarkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat? Bukan didasarkan dari seberapa poluler sang calon ini.

Kita bukan memilih orang berdasarkan banyaknya banner dan baligo yang dipasang yang hanya menjual tampang mereka tanpa dicantumkan Visi dan Misi dia Ketika memimpin.

3. Tinjau Sumber Daya dan Pendanaan: Pemimpin ideal tidak hanya diukur dari seberapa besar dana yang mereka miliki untuk kampanye. Masyarakat perlu kritis terhadap sumber dana kampanye dan dukungan politik yang diterima oleh kandidat.

Pastikan bahwa pemimpin yang dipilih tidak terlibat dalam praktik politik uang atau memiliki utang budi yang besar kepada pihak-pihak tertentu yang dapat mempengaruhi kebijakan mereka di masa depan.

Atau istilah lainnya adalah para makelar yang memiliki kepentingan untuk mengeruk kekayaan daerah bagi kepentingan pribadi dan kelompoknya.

4. Pertimbangkan Etika dan Moralitas: Sosok pemimpin yang ideal haruslah memiliki etika dan moralitas yang tinggi. Mereka harus mampu menjadi teladan bagi masyarakat, tidak hanya dalam pekerjaan mereka, tetapi juga dalam kehidupan pribadi dan interaksi sosial mereka. Pemimpin yang baik adalah yang dekat dengan rakyatnya bukan hanya Ketika butuh suara mereka tetapi dalam kehidupan keseharian dia memang bukan tipe orang yang jumawa dan arogan.

Baca Juga  Projo Dukung 8 Cakada di Pilkada Serentak 2024

5. Jangan Terjebak dalam Politisasi Agama atau Suku: Dalam kondisi politik yang sering kali memanfaatkan isu agama dan suku, penting bagi masyarakat untuk tidak terjebak dalam retorika yang membelah persatuan. Pilihlah pemimpin berdasarkan kapasitas dan kualitas mereka, bukan atas dasar politisasi identitas.

Apakah Demokrasi Saat Ini Mendukung Pemimpin Ideal?

Dalam sistem demokrasi yang ada, menemukan pemimpin ideal memang bukan perkara mudah. Sistem yang ada sering kali lebih mengutamakan kandidat yang populer dan memiliki kekuatan finansial, daripada mereka yang benar-benar memiliki kualitas kepemimpinan yang mumpuni. Namun, bukan berarti sistem ini tidak bisa menghasilkan pemimpin ideal. Justru, tantangan ini harus menjadi motivasi bagi masyarakat untuk lebih kritis dan cerdas dalam memilih.

Masyarakat harus menyadari kekuatan suara mereka dalam menentukan nasib daerahnya. Pemimpin ideal akan tercipta jika masyarakat berani memilih berdasarkan kualitas dan rekam jejak, bukan hanya popularitas dan kekuatan uang.

Disinilah peran penting edukasi politik bagi masyarakat untuk memahami betapa pentingnya memilih pemimpin yang benar-benar mampu membawa perubahan positif.

Kesimpulan

Pemilihan kepala daerah serentak adalah momen penting untuk menentukan masa depan daerah. Dalam sistem demokrasi yang ada, tantangan untuk menemukan pemimpin ideal memang besar.

Namun, dengan strategi yang tepat dan kesadaran akan pentingnya memilih berdasarkan kualitas, masyarakat dapat mencegah kesalahan dalam memilih pemimpin. Ingatlah, masa depan daerah Anda ada di tangan Anda. Pilihlah dengan bijak!.***

Garut, 4 September 2024

Red/K.101

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Calon Pemimpin yang IdealPilkada serentak 2024Strategi Memilih Pemimpin yang TepatUniversitas GarutYaman Suryaman
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Satlantas Polres Garut Gelar Ramchek Kendaraan Umum di Terminal Guntur

Post Selanjutnya

Kolaborasi KPK-OPDAT Amerika Serikat, Tingkatkan Kapasitas dalam Penanganan TPPU

RelatedPosts

ilustrasi

MBG (Makanan Bergizi Gratis): Antara Proyek Ambisius dan Kegagalan Komunikasi Politik

26 Maret 2026

Taman Yu Yuan (Yu Yuan Garden) dan Polisi Shanghai

23 Maret 2026

Meninggalnya Seorang Lelaki Sholeh

20 Maret 2026
Pelepasan peserta Mudik Gratis Pegadaian 2026 di Jakarta Selatan, Senin (16/3/2026)

Mudik Gratis Pegadaian 2026, Kantor Wilayah Pegadaian IX Jakarta 2 Turut Berpartisipasi

16 Maret 2026
Prabowo Subianto menjabat sebagai Danjen Kopassus

Danjen Kopassus di Panggung Politik Nasional

16 Maret 2026
Suara Ibu Indonesia dan masyarakat sipil menggelar aksi solidaritas Kami Bersama Andrie di Boulevard UGM

Kasus Andrie Yunus dan Bayang-Bayang Operasi False Flag

15 Maret 2026
Post Selanjutnya

Kolaborasi KPK-OPDAT Amerika Serikat, Tingkatkan Kapasitas dalam Penanganan TPPU

Pangkas Praktik Korupsi, Menteri Budi Arie: Pengembangan INA Digital Dipercepat

Discussion about this post

KabarTerbaru

Baznas RI Pastikan Pelayanan Pemudik Optimal Lewat Kunjungan ke Limbangan

Ketua Badan Amil Zakat Nasional Tinjau Posko Mudik di Limbangan Garut, Pastikan Layanan Optimal bagi Pemudik

26 Maret 2026

KPK Ingatkan 96 Ribu Wajib Lapor Segera Setor LHKPN Sebelum 31 Maret 2026

26 Maret 2026
ilustrasi

MBG (Makanan Bergizi Gratis): Antara Proyek Ambisius dan Kegagalan Komunikasi Politik

26 Maret 2026

Rakor Lintas K/L: Seskab Teddy dan Menteri Bahas Stimulus Ekonomi dan Kebijakan Energi

26 Maret 2026

TAUD: Ganti Kepala BAIS Bukan Solusi, Bongkar Rantai Komando Kasus Andrie Yunus

26 Maret 2026
Interaksi antara pengunjung dan satwa di Taman Satwa Cikembulan

Taman Satwa Cikembulan Dipadati Pengunjung, Pertunjukan Satwa Jadi Andalan

26 Maret 2026
Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayjen TNI  Aulia Dwi Nasrullah kepada awak media di Jakarta Pusat, Selasa (17/3/2026) (ANTARA/Walda Marison)

Kasus Penyiraman Aktivis KontraS, Jabatan Kabais TNI Diserahkan

26 Maret 2026

Tindaklanjuti Arahan Presiden, Kepala BGN Perkuat Standar SPPG dan Mutu MBG

25 Maret 2026

Yaqut Kembali ke Rutan KPK, Penyidik Dalami Kasus Kuota Haji 2023-2024

25 Maret 2026

Seskab Teddy Ungkap Presiden Prabowo Telepon Presiden Palestina: Momen Idulfitri Pererat Solidaritas

25 Maret 2026

Kabar Terpopuler

  • Petugas mengevakuasi korban meninggal dalam bencana longsor di Bungbulang Garut (Dok. BPBD Garut)

    Longsor di Bungbulang Garut: Satu Meninggal, Akses Jalan Terputus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Taman Yu Yuan (Yu Yuan Garden) dan Polisi Shanghai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjalanan Karier Brigjen TNI Dwi Sasongko, Penerima Adhi Makayasa1998 Butuh 16 Tahun Raih Pangkat Letkol

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jelang Lebaran, Musibah Kebakaran di Garut, Yuda Puja Turnawan Serahkan Bantuan untuk Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Tujuh  Anak Try Sutrisno: Dari Jenderal, Dosen, hingga Psikolog di Amerika Serikat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Presiden Prabowo Terkesan Latar “Criminal Mind” Bossman, Sebut Relevan bagi KPK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com