• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Senin, Agustus 10, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home News

53 Tahun Impor Jagung Berakhir, Haidar Alwi Puji Kepemimpinan Prabowo

Irfan Ardhiyanto oleh Irfan Ardhiyanto
26 Juni 2026
di News
A A
0
Indonesia mengakhiri impor jagung setelah 53 tahun dan mulai mengekspor.(Foto: Istimewa)

Indonesia mengakhiri impor jagung setelah 53 tahun dan mulai mengekspor.(Foto: Istimewa)

ShareSendShare ShareShare

Jakarta, Kabariku.com – Indonesia mencetak capaian baru di sektor pertanian. Untuk pertama kalinya setelah puluhan tahun bergantung pada pasokan jagung dari luar negeri, pemerintah menghentikan impor komoditas tersebut pada 2026. Tak hanya itu, Indonesia juga mulai mengekspor jagung, menandai perubahan besar dalam peta ketahanan pangan nasional.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Indonesia telah mengimpor jagung sejak 1973. Berakhirnya ketergantungan impor setelah 53 tahun dinilai menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam upaya membangun kemandirian pangan.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Presiden Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute sekaligus Dewan Pembina Ikatan Alumni ITB, Ir. R. Haidar Alwi, MT, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari arah kebijakan pemerintah yang menempatkan ketahanan pangan sebagai agenda prioritas nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

RelatedPosts

Presiden Prabowo Belum Reshuffle Kabinet, Kursi Wamenimipas dan Wamentan Masih Kosong

Kader PSI jadi Korban Dugaan ‘Permainan’ Oknum PLN: Listrik Rumah Diputus-Disuruh Bayar Denda Belasan Juta

Ada Isu Strategis Jelang 17 Agustus, Dasco Gelar Rapat Polkam, Pesan Panglima TNI Jadi Sorotan

Menurutnya, keberhasilan itu juga tidak bisa dilepaskan dari kolaborasi berbagai pihak, termasuk keterlibatan Polri dalam mendampingi petani dan mengawal pelaksanaan program swasembada jagung di berbagai daerah.

“Mengakhiri impor jagung setelah lebih dari lima puluh tahun bukan sekadar keberhasilan meningkatkan produksi. Ini adalah bukti bahwa Indonesia mampu mengubah sejarah ketika kepemimpinan nasional, kebijakan yang tepat, kerja keras petani, dan pengabdian seluruh institusi negara berjalan dalam satu tujuan. Polri telah menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat juga dapat diwujudkan melalui kontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan sebagai bagian dari ketahanan nasional,” ujar Haidar Alwi.

Baca Juga  Rapat Perdana Board of Peace, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Perdamaian Gaza

Swasembada Bukan Tujuan Akhir

Meski impor telah dihentikan, Haidar Alwi mengingatkan bahwa pekerjaan pemerintah belum selesai. Menurutnya, keberhasilan swasembada harus diikuti dengan meningkatnya kesejahteraan petani agar capaian tersebut dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

Ia menilai ketahanan pangan tidak hanya diukur dari besarnya produksi. Faktor lain seperti ketersediaan pangan, kemudahan akses, pemanfaatan yang optimal, serta stabilitas harga dan pasokan menjadi fondasi yang harus dijaga secara bersamaan.

Untuk itu, Haidar Alwi mendorong pemerintah terus memperluas akses pembiayaan bagi petani agar mereka memiliki kemampuan meningkatkan produktivitas dan membuka lahan pertanian baru.

Di sisi lain, penggunaan benih unggul juga perlu diperluas agar petani memperoleh varietas yang lebih cepat panen, tahan terhadap serangan hama, memiliki hasil tinggi, dan mampu beradaptasi terhadap perubahan iklim.

Ia juga menyoroti persoalan distribusi pupuk yang masih menjadi pekerjaan rumah. Menurutnya, data administrasi mengenai stok pupuk harus benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan sehingga kebutuhan petani dapat terpenuhi tepat waktu, baik dari sisi jumlah maupun kualitas.

Tata Niaga Harus Berpihak kepada Petani

Selain produksi, Haidar Alwi menilai pembenahan tata niaga hasil pertanian menjadi aspek penting yang tidak boleh diabaikan.

Menurutnya, petani harus memperoleh harga jual yang layak sehingga hasil panen benar-benar meningkatkan pendapatan mereka. Karena itu, penguatan koperasi, akses pembiayaan, pembangunan industri pengolahan hasil panen, penyediaan gudang penyimpanan, hingga perluasan jaringan pemasaran perlu terus diperkuat agar ketergantungan terhadap tengkulak semakin berkurang.

Ia juga mengingatkan bahwa petani menghadapi tantangan ekonomi selama masa tanam hingga panen yang berlangsung sekitar tiga bulan. Dalam periode tersebut, kebutuhan hidup keluarga tetap harus dipenuhi sehingga dukungan pembiayaan, kepastian harga, dan jaminan pemasaran menjadi bagian penting dalam kebijakan swasembada pangan.

Baca Juga  Kapolri Tunjuk Dua Eks Penyidik KPK Pimpin Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara

“Survei Haidar Alwi Institute pada Maret hingga April 2026 yang mencatat tingkat kepercayaan publik terhadap Polri mencapai 87,3 persen menjadi salah satu dasar penilaian kami bahwa Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo layak dinobatkan sebagai Kapolri terbaik sepanjang masa. Keberhasilan Polri dalam mendukung program strategis nasional, termasuk mengawal swasembada jagung hingga Indonesia berhasil mengakhiri 53 tahun impor, semakin memperkuat penilaian tersebut. Ini membuktikan bahwa sejarah dapat diubah oleh kepemimpinan yang visioner, kebijakan yang konsisten, serta kerja nyata yang berpihak kepada rakyat. Kini tugas kita bukan hanya mempertahankan swasembada, tetapi memastikan setiap petani semakin sejahtera, produktivitas terus meningkat, dan Indonesia semakin kokoh sebagai bangsa yang berdaulat di bidang pangan. Ketika petani tersenyum, di situlah sesungguhnya negara sedang menuai hasil pengabdiannya,” pungkas Haidar Alwi.

Tags: BPSekspor jagung IndonesiaHaidar Alwiimpor jagung Indonesiakesejahteraan petaniKetahanan Pangan NasionalListyo Sigit PrabowoPolriPrabowo Subiantostop impor jagungswasembada jagung
ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

Menapaki Karier Komjen Panca Putra Simanjuntak dari Perwira Reserse Kini Nahkodai Lemdiklat Polri

Post Selanjutnya

Guru Besar IPB, Diskanak Garut, dan Unit Pakan Mandiri Leles Lestari Dorong Inovasi Pakan Murah Berkualitas

RelatedPosts

Dok.Foto: Istimewa

Presiden Prabowo Belum Reshuffle Kabinet, Kursi Wamenimipas dan Wamentan Masih Kosong

10 Agustus 2026

Kader PSI jadi Korban Dugaan ‘Permainan’ Oknum PLN: Listrik Rumah Diputus-Disuruh Bayar Denda Belasan Juta

10 Agustus 2026
Dok.Foto: Istimewa

Ada Isu Strategis Jelang 17 Agustus, Dasco Gelar Rapat Polkam, Pesan Panglima TNI Jadi Sorotan

10 Agustus 2026

MUI Dorong Pemerintah Pertimbangkan Hukuman Mati dan Pemiskinan untuk Perkuat Efek Jera Koruptor

10 Agustus 2026

Operasi Gabungan Gagalkan Penyelundupan 1,3 Ton Ketamne di Perairan Natuna, 8 ABK Kapal King Sun Diamankan

9 Agustus 2026

Pasca Ricuh, Penambang Kembali Datangi STP PT Timah untuk Jual Bijih Timah

9 Agustus 2026
Post Selanjutnya

Guru Besar IPB, Diskanak Garut, dan Unit Pakan Mandiri Leles Lestari Dorong Inovasi Pakan Murah Berkualitas

Oplus_131072

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Umumkan Mensesneg Prasetyo Hadi Jadi Ketua Satgas Mitigasi PHK

Discussion about this post

KabarTerbaru

Dok.Foto: Istimewa

Presiden Prabowo Belum Reshuffle Kabinet, Kursi Wamenimipas dan Wamentan Masih Kosong

10 Agustus 2026

AI Makin Canggih, Diskominfo Tangsel Ingatkan Warga Waspadai Hoaks dan Deepfake

10 Agustus 2026

Kader PSI jadi Korban Dugaan ‘Permainan’ Oknum PLN: Listrik Rumah Diputus-Disuruh Bayar Denda Belasan Juta

10 Agustus 2026
Dok.Foto: Istimewa

Ada Isu Strategis Jelang 17 Agustus, Dasco Gelar Rapat Polkam, Pesan Panglima TNI Jadi Sorotan

10 Agustus 2026

Danantara Serahkan Utang Whoosh ke Kemenkeu, Purbaya Ungkap Skema Pengelolaan dan Nasib Saham KCIC

10 Agustus 2026

MUI Dorong Pemerintah Pertimbangkan Hukuman Mati dan Pemiskinan untuk Perkuat Efek Jera Koruptor

10 Agustus 2026

Operasi Gabungan Gagalkan Penyelundupan 1,3 Ton Ketamne di Perairan Natuna, 8 ABK Kapal King Sun Diamankan

9 Agustus 2026

YONIF TP 845/KSATRIA SATAM DAN KODIM 0414/BELITUNG AMBIL ANDIL DALAM PENGAMANAN AKSI UNJUK RASA DI PT TIMAH BELITUNG TIMUR

9 Agustus 2026

Pasca Ricuh, Penambang Kembali Datangi STP PT Timah untuk Jual Bijih Timah

9 Agustus 2026

Presiden Prabowo Terima Laporan Program Strategis TNI hingga Persiapan HUT ke-81 RI

7 Agustus 2026

Kabar Terpopuler

  • Dok.Foto:Istimewa

    Mabes Polri Bungkam soal Masa Aktif Wakapolri, Status Komjen Dedi Prasetyo Masih Jadi Tanda Tanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perebutan Presidium KAHMI Jabar Dinilai Jadi Momentum Perkuat Jalan KDM Menuju Pilpres 2029

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Abdul Rokib Laporkan Dugaan Persekusi ke Polres Garut, Sebut Dikerumuni Puluhan Orang dan Dipaksa ke Polsek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Agus Muttaqien Alfaz Siap Pimpin MW KAHMI Jabar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Komjak RI Koordinasi Kemenko Polkam Kawal Penanganan Kasus Korupsi dan TPPU Mantan Jampidsus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kader PSI jadi Korban Dugaan ‘Permainan’ Oknum PLN: Listrik Rumah Diputus-Disuruh Bayar Denda Belasan Juta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polemik Revitalisasi Pasar Baru Garut Kian Mengemuka, Transparansi Proyek Jadi Sorotan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM
DJITUBERITA.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com