Garut, Kabariku – Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PKB Kabupaten Garut yang dilaksanakan pada tanggal 12 April 2026 telah menetapkan 4 Kandidat Calon ketua DPC PKB Garut berdasar pemetaan DPW PKB Jawa Barat dan DPP PKB plus 1 Kandidat Ketua Berdasarkan usulan DPAC.
Bendahara DPC PKB Garut, H. S Fahmi mengatakan bahwa model pemilihan ketua dengan model seperti ini diyakini sebagai pilihan terbaik. Bukan tanpa alasan, pemilihan model seperti ini diyakini akan mewujudkan DPC PKB Kabupaten Garut sebagai partai pemenang di Kabupaten Garut pada 2029.
Fahmi yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Garut ini juga meyakini bahwa pemilihan dengan cara seperti ini akan meminimalkan residu Muscab. Suhu Muscab yang tinggi justru seringkali mengakibatkan konflik berkepanjangan antar pengurus, yang menjadi korban, adalah agenda partai yang banyak terbengkalai.
Pemilihan dengan cara seperti ini juga adalah based experience.
“Ya ini berdasarkan pengalaman. Kita sudah beberapa kali melakukan muscab dengan berbagai model. Kesimpulannya, semakin kecil konflik pasca muscab maka semakin besar perolehan kursi suara dan jumlah kursi,” kata Fahmi.
Puncaknya adalah ketika H. Dadan Hidayatullah ditetapkan oleh DPP PKB tanpa pemilihan. Apa yang terjadi, PKB Garut kata Fahmi, solid dan meraih 8 kursi di DPRD.
Muscab kali ini, meramu formulasi antara pemetaan DPP dan DPW ditambah dengan usulan DPAC apabila DPAC memiliki kader yang pantas diajukan. Maka saluran mekanisme tersebut bisa diterima dan digunakan.
Ditanya soal kesiapan menjadi ketua DPC PKB Garut, Subhan Fahmi mengatakan apabila ini merupakan perintah dari DPP dan DPW.
“Saya waktu Muscab bertanya kepada Teh Imas (Pengurus DPP dan Anggota DPR RI, red) soal kenapa saya tidak ditanya soal kesiapan saya menjadi ketua DPC. Kata Teh Imas, itu bukan pilihan itu perintah,” kata Fahmi menirukan Teh Imas.
“Ya sudah, lahaola, saya siap,” tuturnya.
Mengenai program kerja apabila terpilih sebagai Ketua DPC PKB Garut, Fahmi menyatakan dirinya hanya akan melaksanakan apa yang menjadi instruksi dari DPP dan DPW.
“Sebenarnya bukan dipilih, tapi ditunjuk jadi Ketua. Nah kalau saya ditunjuk, tentu hanya tinggal melaksanakan amanat DPP dan DPW. Bukan berarti saya menganggap gampang, hanya saja, jujur, DPP dan DPW PKB hari ini sudah sangat maksimal memberikan road map yang sangat jelas untuk DPC. Kalau kita konsisten menjalankab itu, maka kita akan maksimal sebagai ketua,” ungkapnya
Fahmi pun menyinggung soal keberadaan Teh Imas sebagai anggota DPR RI. Tahun Pemilu 2024, bagi Kabupaten Garut, khusunya bagi PKB memiliki keuntungan dengan terpilihnya Teh Imas sebagai anggota DPR RI. Karena baru pertama kali bagi PKB punya Anggota DPR RI yang asli pituin Garut.
“Kinerja Teteh Imas sampai hari ini betul betul dirasakan oleh masyarakat Garut. Itu akan menguntungkan PKB dalam konteka elektoral. Meskipun tentunya semuanya atas dasar kepentingan semua masyarakat Garut,” kata Fahmi.***
kasih judul lain
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com



















Discussion about this post