• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Minggu, Agustus 9, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Opini

Menjawab Tuduhan Pembelokan Sejarah: Waspada Operasi Adu Domba Memecah Belah Anak Bangsa

Redaksi oleh Redaksi
4 Oktober 2024
di Opini
A A
0
ShareSendShare ShareShare

oleh :
R. R. Haidar Alwi, MT
Presiden HAI HAC
Tokoh Toleransi Indonesia

Jakarta, Kabariku- Jagat Maya Dihebohkan dengan isu pembelokan sejarah kemerdekaan Indonesia, yang katanya dilakukan oleh Sadah Alawiyin keturunan hadramaut Yaman.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Tersebarnya luas informasi ini mengejutkan masyarakat dan tidak sedikit yang terpengaruh dengan informasi yang disebarkan dan terhasut proyek operasi adu domba ini.

RelatedPosts

Mengintagrasikan Layanan BRT dan Kereta Di Surabaya

Salam Wa Rahmah: “Belajar dari Republik Islam Iran untuk Menghalau Badai Kehancuran Negeri”

Indonesia Tidak Akan Kalah Melawan Desas-desus

Lalu benarkah seluruh tuduhan tersebut? artikel ini akan menjawab seluruh pertanyaan terkait sejarah dan tuduhan pemalsuan sejarah oleh alawiyin lengkap dengan referensinya.

Isu anti Arab atau anti keturunan Yaman ini diawali dengan narasi bahwa ba’alawi yang berasal dari hadramaut Yaman didatangkan oleh Belanda untuk membantu mereka menjajah Nusantara.

Benarkah orang Hadramaut dikenal dengan migrasinya ke banyak negara dengan misi perdagangan dan dakwah sebagaimana dikatakan oleh sejarawan Inggris terkemuka Sir Richard Burton:

“Matahari tidak terbit di suatu wilayah yang tidak didiami orang hadramaut”.

Lalu bagaimana dengan nusantara:

Pertama kalangan ba’alawi atau orang-orang Yaman hadir di nusantara bukan karena didatangkan oleh pemerintah kolonial Belanda.

Sejarawan Inggris lainnya ARB sergen memperkirakan bahwa ba’alawi telah tiba di wilayah Nusantara beberapa waktu sebelum Belanda dan secara bertahap mengendalikan perdagangan pesisir Hindia Belanda. Orang-orang Belanda dan orang-orang Eropa pada umumnya tidak menyukai orang-orang Arab.

Van fluten direktur dalam negeri Hindia Belanda, dalam suratnya menulis orang Eropa di Hindia Belanda semua benci kepada orang Arab, kebencian ini sama saja dengan kebencian orang Eropa terhadap kaum Yahudi.

Baca Juga  Warga Kampung Naringgul Cisarua Bogor Dihantui Rasa Takut Penggusuran

Orang Arab yang tinggal di nusantara tidak mendapat simpati dari orang Eropa malah dia menjadi objek kebencian dan permusuhan.

Semua pegawai termasuk para asisten residen dan kontrolir tetap lebih suka membicarakan persoalan pajak dengan 50 orang Cina daripada mengaturnya dengan satu orang Arab saja.

Vanenberg yang melakukan penelitian tentang orang-orang hadramaut di Hindia Belanda pada akhir abad ke-19, menulis dalam salah satu suratnya kepada Gubernur Jenderal Hindia Belanda, bahwa banyak orang Eropa takut berlebih-lebihan terhadap semua orang yang memakai serban atau yang melaksanakan dengan taat ibadah agamanya.

Rasa takut ini sering dipupuk oleh tulisan kuasi ilmiah dalam surat kabar dan majalah Populer oleh para keturunan Arab snuk horgonnya menambahkan sehingga Belanda berusaha memperketat dan membatasi ruang gerak mereka.

Dalam pemberitaan, ia mengatakan seandainya undang-undang kita tidak membatasi ruang gerak orang hadramaut itu migrasi, mereka ke Hindia pasti lebih banyak daripada sekarang.

Jika orang-orang Arab didatangkan untuk dipekerjakan oleh Belanda dengan asumsi bahwa mereka dipekerjakan di perkebunan atau industri yang diadakan oleh pemerintah kolonial atau pengusaha Belanda, tentunya mereka perlu menghadirkan orang-orang Arab dalam jumlah yang besar untuk dipekerjakan didalam perkebunan dan industri kolonial yang jumlahnya banyak itu.

Terlebih lagi jika memang betul orang-orang Belanda tidak mau mempekerjakan masyarakat pribumi, masalahnya hal semacam ini tidak disebutkan di sumber-sumber sejarah yang ada dan tidak pernah didiskusikan pula oleh para akademisi.

Hendaknya mereka yang membuat klaim semacam ini menghadirkan bukti dan menunjukkan sumber-sumber yang terpercaya tentang hal ini.

Adapun pekerjaan di pemerintahan hampir sepenuhnya dihindari oleh orang Arab, vanenberg misalnya nya menulis:

“Di Pulau Jawa saya hanya mengenal dua pegawai pemerintah yang berasal dari Arab yaitu bupati Magelang dan Patih Brebes keluarga Bupati Cianjur meskipun berasal dari Arab sudah menjadi orang Jawa sehingga tidak mempunyai perasaan seperti orang Arab pada umumnya”.

Baca Juga  MBG (Makanan Bergizi Gratis): Antara Proyek Ambisius dan Kegagalan Komunikasi Politik

Raffles menyebutkan dalam the History Of Java bahwa di antara orang Arab Banyak pedagang tetapi mayoritas adalah ulama. Lalu apakah kita hendak mengatakan bahwa seluruh pegawai pemerintah kaum pribumi sebagai antek Belanda?

Pada abad ke-19 ketika jumlah orang-orang Arab meningkat di Hindia Belanda mereka diharuskan tinggal di distrik yang terpisah di kota-kota besar, dan mereka harus memohon surat jalan untuk bepergian.

Kebijakan ini dikenal sebagai weekend stelser dan Passion stelser, mereka biasanya tidak diizinkan atau dipersulit untuk pergi ke kawasan pedesaan yang menjadi pemukiman utama masyarakat pribumi.

Mereka tidak ingin masyarakat Arab bercampur dengan masyarakat pribumi, kalaupun ada pengaruh yang mungkin diberikan oleh orang-orang Arab terhadap penduduk pribumi hal itu umumnya dalam bentuk yang tidak disukai oleh Belanda.

Karena itulah pada tahun 1904 snok horgonye menulis, hendaknya jangan dikira bahwa pembatasan pusat perdagangan dan beberapa kota dengan kampung yang khusus dapat menghalangi segala keburukan, justru di tempat-tempat itulah ditemukan orang pribumi biasa yang lebih terpelajar berasal dari segala daerah, dan dari situlah pengaruh Arab lebih berbisa pada kalangan luas daripada keadaan lain.

Andaikan belum ada orang Arab yang bermukim di nusantara ini maka menjadi kewajiban pemerintah untuk menolak mereka.***

Red/K.103

Tags: Presiden HAI HACR. R. Haidar AlwiTokoh Toleransi IndonesiaTuduhan Pembelokan SejarahWaspada Operasi Adu Domba
ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

Gibran BerKopyah Berikan Pernyataan Dukungan ke Paslon 02 di Pilkada Garut 2024

Post Selanjutnya

Resmikan Rumah Pemenangan Kopi Someah, Helmi Budiman: Pusat Gerakan Relawan di Garut

RelatedPosts

Mengintagrasikan Layanan BRT dan Kereta Di Surabaya

8 Agustus 2026

Salam Wa Rahmah: “Belajar dari Republik Islam Iran untuk Menghalau Badai Kehancuran Negeri”

5 Agustus 2026

Indonesia Tidak Akan Kalah Melawan Desas-desus

3 Agustus 2026

GAGAL MAKAR – Kini Bangun Opini Lewat Survei

31 Juli 2026

Partai Gerakan Rakyat dan Ruang Kosong Demokrasi

31 Juli 2026

Desa Wisata: Tantangan dan Penyelamat Ekonomi di Tengah Kontraksi Ekonomi Nasional

29 Juli 2026
Post Selanjutnya

Resmikan Rumah Pemenangan Kopi Someah, Helmi Budiman: Pusat Gerakan Relawan di Garut

Rumah Pemenangan Kopi Someah, Relawan Paslon 01 Helmi-Yudi Semakin Solid Menyongsong Pilkada 2024

Discussion about this post

KabarTerbaru

Abdul Rokib Laporkan Dugaan Persekusi ke Polres Garut, Sebut Dikerumuni Puluhan Orang dan Dipaksa ke Polsek

8 Agustus 2026

Mengintagrasikan Layanan BRT dan Kereta Di Surabaya

8 Agustus 2026

Dari Buku Ajar hingga Budaya Membaca, Presiden Prabowo Perkuat Fondasi SDM Indonesia

8 Agustus 2026

STN Jabar Desak Pemerintah Batalkan Pembangunan Yonif TP 322 di Atas Lahan Kelola Warga Mekargalih

8 Agustus 2026
Dok.Foto : Istimewa

Hormati Bulan Kemerdekaan! Sekjen PATRA Ingatkan Ojol Tak Terpancing Isu

8 Agustus 2026

PNM Peduli Renovasi Masjid Annajatul Faizin di Garut

8 Agustus 2026

DPD RI Hadirkan Kantor Perwakilan di Serang untuk Tampung Aspirasi Warga Banten

8 Agustus 2026

Febrie Adriansyah Kembali ke Rutan KPK Usai Diperiksa Tim 9 Kejagung sebagai Tersangka dan Saksi TPPU

8 Agustus 2026

Massa Penambang Datangi Kantor PT Timah di Gantung, Aksi Berujung Ricuh dan Kebakaran Jadi Sorotan

8 Agustus 2026

Presiden Prabowo Terima Laporan Program Strategis TNI hingga Persiapan HUT ke-81 RI

7 Agustus 2026

Kabar Terpopuler

  • Dok.Foto:Istimewa

    Mabes Polri Bungkam soal Masa Aktif Wakapolri, Status Komjen Dedi Prasetyo Masih Jadi Tanda Tanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perebutan Presidium KAHMI Jabar Dinilai Jadi Momentum Perkuat Jalan KDM Menuju Pilpres 2029

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Agus Muttaqien Alfaz Siap Pimpin MW KAHMI Jabar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Publik Pertanyakan Pelayanan SPBU 24.331.148 Kurau, BBM untuk Warga Disebut Habis, Diduga Pengerit Tetap Dilayani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Komjak RI Koordinasi Kemenko Polkam Kawal Penanganan Kasus Korupsi dan TPPU Mantan Jampidsus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dasco Instruksikan Kader Kawal Program Prabowo dan Perangi Hoaks

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Tidak Akan Kalah Melawan Desas-desus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM
DJITUBERITA.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com