• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Senin, Januari 26, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Artikel
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Artikel
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home News

Peringati Hari Anti Perdagangan Orang Sedunia, Aktivis Perempuan Berbagi Kisah dalam Pendampingan Korban

Redaksi oleh Redaksi
18 Agustus 2024
di News
A A
0
ShareSendShare ShareShare

Jakarta, Kabariku- Dalam rangka memperingati hari anti Perdagangan Orang Internasional yang diperingati setiap tanggal 30 Juli, Koalisi Masyarakat Sipil Melawan Kejahatan Terorganisir bekerja sama dengan Media Kompas dan Migran Care menggelar Talkshow di At America dengan tema “Stories of Women Activists: Fighting Human Trafficking and People Smuggling”.

At America sendiri merupakan pusat kebudayaan Amerika Serikat (AS) yang didirikan oleh Kedutaan Besar AS yang memfasilitasi ruang bagi generasi muda, praktisi dan aktivis untuk mempelajari isu-isu penting yang menjadi urusan dari hubungan bilateral antara Amerika dan Indonesia, dimana salah satunya adalah kejahatan perdagangan orang.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Kegiatan yang dilakukan pada tanggal 7 Agustus lalu tersebut, menghadirkan 4 pembicara yang kesemuanya adalah Perempuan.

RelatedPosts

Pemerintah Cabut Izin 22 Pelanggar Pemanfaatan Kawasan Hutan dan 6 Perusahaan Tambang

Usai WEF Davos, Indonesia Resmi Gabung Board of Peace untuk Perdamaian Palestina

KPK Tegaskan Kasus Dugaan Korupsi CSR BI Terus Berjalan, Penahanan Tersangka Tunggu Waktu

Bukan tanpa alasan memilih all female panel dalam talkshow ini, karena didasari atas refleksi persoalan pelik perdagangan orang selama ini, yang mana kita ketahui bersama bahwa mayoritas dari para korban adalah kaum perempuan.

Paulina Heni Hayon, dari the Coalition yang bertindak sebagai moderator, menyampaikan pengantar yang cukup mencengkan terkait dengan praktik perdagangan orang yang makin kesini makin terorganisir modus kejahatannya.

“Praktik perdagangan orang dan penyelundupan orang bisa menyasar kepada siapa saja, yang sangat mudah ditipudaya oleh para calo dengan iming-iming penghidupan yang layak,” kata Heni.

Heni juga menerangkan bahwa, mereka (para korban) sangat rentan, karena dipengaruhi faktor laten yang membelit kehidupan mereka seperti, situasi kemiskinan, pendidikan rendah, dan akses informasi yang terbatas serta angka pengangguran yang tinggi.

Baca Juga  Pembicara Kehormatan JMSI Jawa Barat, Firli Bahuri: "Media Harus Terlibat dalam Orkestrasi Pemberantasan Korupsi"

Dalam paparannya, Ketua The Coalition, Nukila Evanty menyebutkan bahwa alasan dirinya kemudian terlibat menjadi aktivist Perempuan, didasari pada refleksi ketika terlibat mendampingi korban sejak 15 tahun lalu dan bagaimana menghadapi modus-modus kejahatan perdagangan orang yang kian banyak, akan tetapi masih sedikit orang yang menyadari dan memahami bahaya dari kejahatan tersebut.

Ia membeberkan bahwa, isu ini merupakan salah satu kejahatan yang menjadi global karena dampaknya yang luas dan melibatkan jaringan terorganisir linta negara.

Nukila pun menegaskan kalau kejahatan ini (TPPO), bisa menyasar ke semua orang untuk menjadi korban, terutama anak-anak.

Nukila yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif Women Working Group (WWG) juga menambahkan bahwa target dari para trafficker, yakni orang-orang yang putus asa, butuh pekerjaan, butuh kehidupan yang lebih baik.

Lebih lanjut, ia pun menjelaskan bahwa orang -orang yang bekerja di sektor pekerja migran formal pun bisa terperangkap perdagangan orang, misalnya  jika kontrak kerja  mau berakhir dua tahun ketika di luar negeri, ada sindikat yang mengintai dan mengiming-imingi pekerja migran tersebut untuk extend tanpa perlu menempuh rangkaian jalur formal.

Kedepannya Nukila mengharapakan dan mengusulkan agar perlu ada kesepahaman untuk mengisi ruang yang kosong dalam pencegahan, penegakan hukum , peradilan yang adil dalam mata rantai criminal justice system.

Ia pun menghimbau agar Advokat dan aktivis yang perlu secara optimal untuk mengisi celah kekurangan yang dilakukan pemerintah, misalnya melakukan kampanye, dan pelatihan-pelatihan di tingkat desa sampai literasi untuk mengenali perdagangan orang agar tidak terperangkap kedalamnya.

Senada dengan Nukila, Siti Badriyah, dari Migran Care menceritakan pengalamannya sebagai mantan pekerja migran.

Dengan mata berkaca-kaca, ia menuturkan bahwa selama bekerja di Malaysia, banyak sekali mengalami perlakuan eksploitasi dan tindakan kekerasan dari mantan majikannya. Perlakuan itu dialaminya, meskipun proses kerjanya melalui agen perusahaan yang resmi.

Baca Juga  Walkot Bandung Terjaring Tangkap Tangan, Hasto Ingatkan Agar Kader PDI Perjuangan Tak Salah Gunakan Kekuasaan

Siti menggambarkan bahwa menjadi pekerja migran melalui jalur resmi pun rentan menghadapi banyak pelanggaran hak asasi manusia seperti tak digaji, bekerja terus menerus tanpa istirahat cukup, kemudian berganti majikan tanpa sepengetahuan pekerja , pelecehan seksual  dan pengabaian cukup panjang untuk menunggu keadilan.

Penyintas yang kini menjadi Advokat pembela pekerja migran nasional, menyebutkan bahwa pemerintah seharusnya siap dan follow up jika menerima laporan dari korban atau keluarga korban.Bayangkan masih banyak pekerja migran Indonesia yang mungkin menghadapi nasib yang buruk di negara lain.

Baik Nukila maupun Siti menyebutkan kendala-kendala dalam melakukan advokasi  lawan perdagangan orang.

Nukila meyebutkan aksi penegakan hukum yang heroic harus diimbangi dengan pencegahan, peningkatan program pendampingan bagi korban yang mengalami trauma, kerjasama antara penegak hukum dengan organisasi masyarakat sipil dirasa masih kurang dan dukungan lainnya bagi organisasi masyarakat sipil.

Sedangkan Siti menjelaskan .pengalaman nya dan lembaganya menghadapi ancaman termasuk peretasan handphone dan ancaman fisik terhadap dirinya dan organisasinya.

Nukila menambahkan, masih adanya  pelecehan seksual yang dialami advokat perempuan, stalking atau pembuntutan , profiling terhadap advokat perempuan dan bentuk intimidasi lainnya.

“Lawan yang dilawan terlaku besar. Jadi jangan pernah sendirian dan harus bersama-sama dengan individu dan organisasi masyarakat sipil lain,” tukasnya.

Kegiatan yang berlangsung selama 2 jam itu, akhirnya ditutup oleh moderator yang membuat beberapa catatan penting perihal beberapa agenda penting kedepannya yang perlu dilakukan seperti, melakukan kerja-kerja advokasinya secara konkrit, melakukan pendampingan korban sampai tuntas, mendorong upaya pencegahan berbasis nilai-nilai pendidikan dan kultural masyarakat setempat, dan berjejaring kerja secara meluas untuk memerangi bahaya akut perdagangan orang.***

Red/K.103

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Aktivis PerempuanHari Anti Perdagangan Orang SeduniaPendampingan Korban
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Poros Baru untuk Pilkada Garut? Diky Candra Bersanding dengan Hasanuddin

Post Selanjutnya

Presiden Jokowi Sampaikan Rasa Syukur Rangkaian Upacara HUT RI ke-79 RI di IKN Berjalan Lancar dan Khidmat

RelatedPosts

Pemerintah Cabut Izin 22 Pelanggar Pemanfaatan Kawasan Hutan dan 6 Perusahaan Tambang

24 Januari 2026
Menlu Sugiono memberikan keterangan usai Presiden Prabowo menghadiri WEF di Bad Ragaz, Swiss, Jumat (23/01/2026)

Usai WEF Davos, Indonesia Resmi Gabung Board of Peace untuk Perdamaian Palestina

24 Januari 2026
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo saat dimintai keterangan soal kasus dana CSR BI. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku.com)

KPK Tegaskan Kasus Dugaan Korupsi CSR BI Terus Berjalan, Penahanan Tersangka Tunggu Waktu

23 Januari 2026
Warga Purnawirawan TNI AL mendatangi Gedung DPR RI meminta kepastian hukum tanah hunian di Pangkalan Jati, Depok, Jawa Barat (Foto: Istimewa)

Warga Purnawirawan TNI AL Pangkalan Jati Adukan Ketidakpastian Status Tanah ke DPR

23 Januari 2026
Eks Menpora Dito Ariotedjo usai menjalani pemeriksaan KPK. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku.com)

Usai Diperiksa KPK, Dito Ariotedjo Tegaskan Tak Ada Pembahasan Kuota Haji saat Lawatan ke Arab Saudi

23 Januari 2026
Mantan Menpora Dito Ariotedjo, memenuhi panggilan KPK untuk dimintai keterangan soal kuota haji. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku.com)

KPK Periksa Eks Menpora Dito Ariotedjo Soal Dugaan Korupsi Kuota Haji

23 Januari 2026
Post Selanjutnya

Presiden Jokowi Sampaikan Rasa Syukur Rangkaian Upacara HUT RI ke-79 RI di IKN Berjalan Lancar dan Khidmat

Sambut IKN Penuh Bangga, Menteri Budi Arie: Nyalakan Api Nan Tak Kunjung Padam Demi Generasi Mendatang

Discussion about this post

KabarTerbaru

Tak Masuk DTSEN, Lansia Tunanetra di Garut Luput dari Bansos, Yuda Puja Turnawan Turun Tangan

24 Januari 2026

Serakahnomic: Ideologi Perampokan Terorganisir atas Nama Pasar

24 Januari 2026

Pemerintah Cabut Izin 22 Pelanggar Pemanfaatan Kawasan Hutan dan 6 Perusahaan Tambang

24 Januari 2026
Menlu Sugiono memberikan keterangan usai Presiden Prabowo menghadiri WEF di Bad Ragaz, Swiss, Jumat (23/01/2026)

Usai WEF Davos, Indonesia Resmi Gabung Board of Peace untuk Perdamaian Palestina

24 Januari 2026
Potong Tumpeng HUT Megawati Soeharto Putri

Potong Tumpeng HUT Megawati di Tengah Warga Terdampak Longsor, Masyarakat Doakan Kesehatan Kesehatan Ibu Ketum

24 Januari 2026
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo saat dimintai keterangan soal kasus dana CSR BI. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku.com)

KPK Tegaskan Kasus Dugaan Korupsi CSR BI Terus Berjalan, Penahanan Tersangka Tunggu Waktu

23 Januari 2026
Warga Purnawirawan TNI AL mendatangi Gedung DPR RI meminta kepastian hukum tanah hunian di Pangkalan Jati, Depok, Jawa Barat (Foto: Istimewa)

Warga Purnawirawan TNI AL Pangkalan Jati Adukan Ketidakpastian Status Tanah ke DPR

23 Januari 2026
Eks Menpora Dito Ariotedjo usai menjalani pemeriksaan KPK. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku.com)

Usai Diperiksa KPK, Dito Ariotedjo Tegaskan Tak Ada Pembahasan Kuota Haji saat Lawatan ke Arab Saudi

23 Januari 2026
Mantan Menpora Dito Ariotedjo, memenuhi panggilan KPK untuk dimintai keterangan soal kuota haji. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku.com)

KPK Periksa Eks Menpora Dito Ariotedjo Soal Dugaan Korupsi Kuota Haji

23 Januari 2026

Kabar Terpopuler

  • Asosiasi Industri Plastik Hilir menggelar konferensi pers terkait kebijakan BMAD dan BMTP (Foto: Istimewa)

    Asosiasi Industri Plastik Hilir Soroti Dampak Kebijakan BMAD dan BMTP pada Industri Plastik Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Momen Bermakna di Istana, Presiden Prabowo Terima Buku “Jejak Bahasa di Dunia Maya” Karya Dosen UMJ

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekam Jejak Advokat hingga Wali Kota, Sayuti Abubakar Masuk Radar Ketua Alumni FHUP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Tujuh  Anak Try Sutrisno: Dari Jenderal, Dosen, hingga Psikolog di Amerika Serikat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Unggahan Sandy Harun Mengguncang Publik: Tommy Soeharto Dikabarkan Menikah dengan Artis Ida Iasha

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AMPPIBI Apresiasi Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Tetapkan Empat Tersangka Baru Korupsi Dana BOS Mts di Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KPK Tegaskan Kasus Dugaan Korupsi CSR BI Terus Berjalan, Penahanan Tersangka Tunggu Waktu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com Terverifikasi Faktual Dewan Pers dan telah mendapatkan Sertifikat dengan nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Artikel
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com