• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Senin, Juli 27, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Opini

Sistem Pemilu “Menghalangi” Jalur Independen

Redaksi oleh Redaksi
27 Juni 2024
di Opini, Pilkada
A A
0
ShareSendShare ShareShare

oleh :
Fran Fardariko
Independen Analis

Jakarta, Kabariku- Dalam beberapa tahun terakhir, perdebatan masyarakat vs elit telah menggantikan konflik ideologi tradisional dalam menjelaskan keputusan Pemilu para pemilih.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Dalam makalah ini, saya Fran Fardariko sebagai independen analis menyelidiki apakah sikap anti-elit berkontribusi terhadap hasil politik utama: meningkatnya jumlah kandidat independen yang berhasil di pelbagai belahan dunia.

RelatedPosts

Sinyal Belum Ada Pergantian Kapolri?

Retakan Bernegara Mulai Terlihat

Rahasia Negara dan Kedewasaan Publik

Saya menerapkan eksperimen bersama di Chile, dimana sentimen anti-elit dan jumlah politisi independen yang sukses saat ini sangatlah menonjol.

Kami menemukan bahwa preferensi terhadap kandidat independen meningkat secara signifikan di kalangan pemilih dengan orientasi anti-elit. Dalam konteks dimana partai tradisional menghadapi masa-masa sulit, keyakinan tersebut merupakan kunci untuk memahami faktor-faktor dibalik dukungan terhadap kandidat yang tidak berafiliasi dengan partai.

Pemahaman ini penting karena memilih politisi independen dapat mendorong gaya politik yang personalistik, tanpa harus melemahkan akuntabilitas demokrasi, atau mendorong konflik antara eksekutif dan legislatif.

Apa yang mendorong independensi politik ini ;

Sikap anti-elit khususnya yang mendorong konflik moral antara “rakyat” dan “elit korup” menjadi semakin menonjol di seluruh dunia selama dekade terakhir.

Sikap seperti ini kini lazim dan relevan secara politik di berbagai negara seperti Spanyol, Turki, Amerika Serikat, Canada, Chilie dan Venezuela dan masih banyak lagi.

Meskipun pertarungan antara kelompok kiri dan kanan telah lama mendominasi perbincangan politik, ketidak puasan antara masyarakat dan elit telah menjadi faktor kunci dalam menjelaskan pilihan pemilu para pemilih dalam beberapa tahun terakhir yaitu gerakan kandidat independent.

Fenomena politik relevan lainnya adalah keberhasilan kandidat independen dalam Pemilu (yakni individu yang mencalonkan diri tanpa dukungan, atau afiliasi dengan, partai politik) dalam berbagai kondisi politik.

Baca Juga  Bangun Kepercayaan Publik, Pemerintahan Prabowo Harus Bersih Dari Pengaruh Rezim Terdahulu

Misalnya, pada tahun 2022, Rodolfo Hernandez mencalonkan diri sebagai calon independen di Kolombia dan hampir memenangkan Pemilu pada putaran kedua dengan memperoleh 47% suara.

Pada tahun 2016, Patrice Talon, seorang pengusaha independen, terpilih sebagai presiden Benin dengan mengalahkan perdana menteri yang sedang menjabat. Pada tahun 2018, Salome Zourabichvili yang independen terpilih sebagai presiden wanita pertama Georgia.

Transformasi politik ini terjadi dalam konteks menurunnya identifikasi partai, terkikisnya merek partai, berkurangnya pelembagaan sistem kepartaian, dan meningkatnya keterasingan dari sistem kepartaian.

Sementara di Indonesia juga mengalami kondisi di mana mayoritas publik perlahan kepercayaan terhadap partai mulai tergerus.

Sayangnya sistim politik di Indonesia menghambat jalur kandidat independen ini dengan persyaratan dukungan yang hampir tidak masuk akal, 6 sekian persen dari total jumlah pemilih.

Sementara di Chilie, Kolumbia, Kanada atau beberapa negara yang sudah menerapkan, kandidat independent hanya membutuhkan sekian ribuan dukungan atau petisi, dan ini dapat dilakukan melalu jalur organisasi masyarakat, persetujuan parlemen dari Komisi Pemilu Independen/partai, atau dukungan perorangan.

Bagaimanapun jalur independent adalah kehendak publik dan solusi untuk menjalurkan demokrasi atas dasar ketidak puasan publik kepada “elit-elit partai yang korup”.

Baru-baru ini di Jakarta salah satu jalur independen pasangan Dharma Pongrekun dan Kun Wardhana sudah mendapat dukungan 1,2 juta dari penduduk Jakarta masih belum memenuhi syarat verifikasi, dimana menurut KPUD Jakarta, pasangan tersebut hanya memenuhi syarat dukungan KTP beserta formulir dengan jumlah 440 ribu, masih dibawah ambang batas minimum persyaratan yang mana 618 ribuan KTP.

Sementara di negara-negara yang sudah menerapkan sistim independen yang  justru mempermudah demi mendukung program demokrasi atas keinginan publik yang tidak puas dengan kandidat jalur tradisional yaitu kepartaian.

Baca Juga  KPU Garut Mulai Distribusikan Logistik Pilkada 2024 ke 42 Kecamatan

Dengan memanfaatkan batas dukungan seminimum mungkin jalur independen dapat menjadi menu utama yang lebih banyak untuk menjadi pilihan publik, dengan bahasa lain “bukan dia dia lagi”.

Dengan dibukanya jalur independen dengan kemudahan-kemudahan, publik sangat berharap pembaharuan program, tata kelola pemerintahan yang lebih mandiri yang berpihak kepada masyarakat.***

Jakarta, 27 Juni 2024

Red/K.103

Tags: halangi Jalur Independenkonflik moral antara rakyat”dan elit korupperdebatan masyarakat vs elitsistem pemilu
ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

Anniversary Radarjakarta.id: “Berita sebagai Teman Hidup Jurnalis”

Post Selanjutnya

IPW Sebut Mabes Polri akan Runtuh Jika Data Penerima Upeti Judi Online Dibuka, Haidar Alwi: “Fitnah!”

RelatedPosts

Sinyal Belum Ada Pergantian Kapolri?

21 Juli 2026

Retakan Bernegara Mulai Terlihat

21 Juli 2026

Rahasia Negara dan Kedewasaan Publik

21 Juli 2026

Beranikah Seluruh Penegak Hukum Periksa Harta Semua Pejabat? Uji Nyata Komitmen Pemberantasan Korupsi

17 Juli 2026

Ketika Manusia Jadi Komoditas Menghilang: Belajar Pasar dari Jepang yang Suka “Menguap”

17 Juli 2026

Ketika Etika Mengalahkan Aturan, Negara Kehilangan Pedoman Bersama

17 Juli 2026
Post Selanjutnya

IPW Sebut Mabes Polri akan Runtuh Jika Data Penerima Upeti Judi Online Dibuka, Haidar Alwi: "Fitnah!"

Kader Gerindra, Hasanuddin Tanggapi Laporan FAGAR ke BK Soal Kasus Etik Pimpinan DPRD Garut

Discussion about this post

KabarTerbaru

Infast Bestari: Kritik Presiden Prabowo terhadap Neoliberalisme Harus Berlanjut ke Reformasi Kebijakan Sosial yang Universal

26 Juli 2026

Muslimat NU Garut Perkuat Ketahanan Keluarga Lewat Parenting, Soroti Ancaman Gadget hingga Judi Online

26 Juli 2026
Dok.Foto ilustrasi: Istimewa

Polda Metro Jaya Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual yang Libatkan Oknum Pendeta

26 Juli 2026
Dok.Foto : Bemby/kabariku.com

Hasanuddin Siaga 98: Sejak Awal Pernah Ingatkan Risiko Pembentukan Kortastipidkor Polri

26 Juli 2026

Investor Raksasa Ingin Tanam Ratusan Ribu Mangrove di Indonesia, Jumhur: Mereka Sudah Datangi Pemerintah

26 Juli 2026

Bupati Masinton Pasaribu Lantik 35 Pejabat Pemkab Tapteng, Tekankan Integritas dan Tanggung Jawab

26 Juli 2026

Polda NTT Cetak Sejarah, Raih Dua Rekor MURI Lewat Terapi Kesehatan Mental USEFT

26 Juli 2026

Tim Sembilan Kejagung Tetapkan FA Tersangka Dugaan TPPU: Penahanan di Rutan KPK Bukan Tanpa Alasan

26 Juli 2026
Dok.Foto: Istimewa

Donny Pur Raih Gelar Magister Kelima, Angkat Pembiayaan Syariah untuk Hotel Halal

25 Juli 2026

Presiden Prabowo Tunjuk Sudaryono Jadi Kepala BGN, Pastikan Program MBG Tetap Berjalan

22 Juli 2026

Kabar Terpopuler

  • Sinyal Belum Ada Pergantian Kapolri?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hasanuddin Siaga 98: Sejak Awal Pernah Ingatkan Risiko Pembentukan Kortastipidkor Polri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Retakan Bernegara Mulai Terlihat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Bocorkan ‘Adiknya’ Jadi Calon Pengganti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hotman Paris Tiba-tiba Mundur dari Kasus Febrie Adriansyah, Ternyata Ini Alasannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KDM Sebut Pembagunan Flyover Bojongsoang Solusi Urai Macet Perbatasan Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SIAGA 98 Minta Kortas Tipikor Polri Dibatalkan, Ini Penjelasan Hasanuddin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM
DJITUBERITA.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com