• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Kamis, Februari 26, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home News

Hari Bahasa Ibu Internasional: Pemeliharaan Kearifan Lokal di Tengah Ancaman Punahnya Bahasa Daerah

Redaksi oleh Redaksi
21 Februari 2024
di News
A A
0
ShareSendShare ShareShare

Garut, Kabariku- Hari Bahasa Ibu Internasional diperingati setiap tanggal 21 Februari sebagai momen penting untuk menghargai dan mempromosikan keberagaman bahasa di seluruh dunia.

Di Kabupaten Garut, Darpan, seorang pegiat bahasa daerah, mengungkapkan pentingnya peringatan ini yang mengusung tema : “Multilingual Education is a Pillar of Intergenerational Learning” atau “Pendidikan Multibahasa merupakan Pilar Pembelajaran Antargenerasi”.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Perjuangan dari bangsa Bangladesh yang mempertahankan Bahasa Bangli menjadi awal mula hadirnya peringatan ini, yang kemudian diresmikan oleh UNESCO pada tahun 1999. Darpan menyoroti perlunya pemeliharaan bahasa ibu atau bahasa daerah karena kearifan lokal yang terkandung di dalamnya. Menurutnya, ketika satu bahasa punah, juga akan lenyap kearifan lokal yang dimiliki.

RelatedPosts

Mobil Ugal-ugalan Tabrak Sejumlah Kendaraan di Gunung Sahari, Warga Kepung Pelaku

Menguji Syarat Calon Pimpinan KPK: Pemohon Soroti Peluang TNI-Polri Aktif

KPK Panggil Sekjen Kemnaker Cris Kuntadi dalam Kasus Dugaan Pemerasan Sertifikasi K3

“Sejarah itu diapresiasi, karena ternyata banyak bangsa-bangsa di dunia punya bahasa-bahasa sendiri, punya bahasa ibu sendiri, punya bahasa etnis sendiri, tapi faktanya bahasa-bahasa itu mulai punah, mulai tidak diperhatikan lagi bahkan oleh para penuturnya sendiri, maka kemudian di UNESCO mengkampanyekan pemeliharaan atau perlindungan terhadap bahasa-bahasa ibu atau bahasa etnis di seluruh dunia,” ujar Darpan di sela-sela kunjungannya ke Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Garut, Selasa (20/2/2024).

Adapun UNESCO memberikan perhatian lebih terhadap bahasa ibu, imbuh Darpan, berdasarkan Teori David Crystal seorang linguis dari Amerika, jika satu bahasa punah, maka akan punah juga kearifan-kearifan lokal yang terkandung dalam bahasa tersebut, dan hal tersebut menurut Darpan merupakan kerugian yang sangat besar.

“Setiap tahun atau setiap 10 tahun sekali lah pasti ada yang punah, di Papua misalnya, bahasa-bahasa daerahnya itu sudah banyak yang punah, padahal bahasa-bahasa itu merekam kearifan-kearifan lokal orang Papua, bayangkan misalkan sekarang anak-anak muda Papua itu tidak lagi mengenali nama-nama pohon di hutan-hutan Papua, karena nama-nama pohon itu yang disebutkan dalam bahasa daerah hilang,” paparnya.

Baca Juga  Jabar Punya Pabrik Baterai Listrik, RK: 'Tercanggih dan Terbesar di Asia Tenggara Sinyal Kepercayaan Investor'

Atas hal tersebut, melalui Hari Bahasa Ibu Internasional ini, UNESCO kemudian mengkampanyekan agar bahasa-bahasa ibu atau bahasa-bahasa lokal tersebut bisa dipelihara.

Di Indonesia sendiri, terdapat sekitar 718 bahasa daerah, termasuk Bahasa Sunda. Meskipun Bahasa Sunda masih relatif aman, namun data menunjukkan bahwa grafik keberlangsungan bahasa daerah menurun secara keseluruhan.

Dari jumlah tersebut, kata Darpan, ada bahasa yang masih aman karena penuturnya masih banyak, ada bahasa yang sudah tidak aman, hingga ada bahasa yang mulai “sekarat” karena penuturnya yang semakin sedikit.

“Dan dari 718 bahasa itu, Alhamdulillah lah bahasa Sunda mah masih aman, tapi menurut badan bahasa, tidak ada satupun bahasa daerah di Indonesia yang grafiknya itu naik, semuanya turun, kenapa turun? Karena bisa dirasakan juga dalam di lingkungan orang Sunda (atau) ya penutur orang Sunda, orang Sunda sendiri mulai banyak meninggalkan bahasa ibunya,” ucap Darpan.

Akan tetapi, tambahnya, banyak orang lupa bahwa Indonesia memiliki bahasa daerah yang tentunya harus terus dipelihara, agar kearifan-kearifan lokal yang ada bisa terus lestari.

Darpan menyoroti beberapa faktor yang menyebabkan hal ini, antara lain penetapan Bahasa Indonesia sebagai lingua franca dan sikap inferior atau tidak percaya diri masyarakat terhadap kebudayaan lokal.

“Sikap inferior ini yang oleh para ahli sebagai warisan dari penjajahan, sampai sekarang masih muncul, sehingga kemungkinan orang-orang muda gitu menganggap bahwa bahasa daerahnya itu bahasa jadul, bahasa ketinggalan zaman, padahal kalau dikaji secara keilmuan, justru di dalam bahasa daerah itu sangat banyak yang kita petik pelajaran berharga dari sana,” jelasnya.

Bahasa Sunda sendiri, imbuh Darpan, sebagai bahasa Ibu masyarakat Sunda, memiliki banyak keunikan, mulai dari undak usuk basa hingga babasan paribasa.

Darpan mengungkapkan berdasarkan Kamus Utama Bahasa Sunda yang disusun oleh Ajip Rosidi, kosa kata Bahasa Sunda hampir mencapai 450 ribu lema.

Baca Juga  Diskominfo Garut dan JQR Jalin Sinergi untuk Akselerasi Penanganan Kemanusiaan

Hal tersebut terjadi, karena kamus tersebut memang terbitan terbaru, dan juga bahasa Sunda banyak menerima serapan dari bahasa lain, akibat adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada.

“Dan saat ini bahasa Sunda itu boleh disebut sebagai penyumbang terbesar dalam penyerapan bahasa-bahasa daerah ke dalam bahasa Indonesia,” terangnya, seraya mencontohkan kata “bobotoh” dari bahasa Sunda, termasuk bahasa Jawa, bahasa Bali, dan bahasa daerah lainnya yang sekarang sudah masuk dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), yang telah menyumbang besar ke dalam KBBI.

Ia berharap di momentum Hari Bahasa Internasional tahun ini, masyarakat tidak inferior dan bisa menerima hingga mempelajari bahasa Sunda, selain itu ia juga berpesan agar masyarakat penutur Sunda untuk memberikan citra positif terkait Bahasa Sunda, serta bisa menampilkan bahasa Sunda yang baik dan halus.

“Sekarang ini ada anggapan bahwa bahasa Sunda itu seperti terlihat dalam medsos gitu yang kasar (ada kata) aing, sia atau dalam (arti lain) hate speech, padahal itu hanya satu varian bahasa Sunda,” ungkapnya.

Tak hanya itu, ia juga berharap masyarakat bisa menerapkan trigatra yang ditetapkan oleh Badan Bahasa, yakni melestarikan bahasa daerah, mengutamakan bahasa Indonesia, dan mempelajari bahasa asing, yang artinya ketika memelihara bahasa daerah, bukan berarti tidak perlu belajar bahasa asing. Menurutnya, trigatra ini harus dijalankan secara bersama-sama.

Sementara itu, Penjabat Bupati Garut, Barnas Adjidin, di momentum Hari Bahasa Ibu Internasional Tahun 2024 ini, mengajak masyarakat untuk memelihara Bahasa Sunda sebagai bahasa Ibu masyarakat Sunda.

Terlebih, berdasarkan data dari Badan Bahasa Kemendikbud Ristek RI, tidak ada satu pun bahasa daerah di Indonesia yang grafiknya mengalami peningkatan untuk penuturnya, termasuk Bahasa Sunda.

Baca Juga  Pemkab Garut Luncurkan Program 'Garut Satu Data' untuk Peningkatan Kualitas Data Sektoral

“Lebar temen lamun hiji mangsa basa Sunda kudu tumpur. Urang bakal kaleungitan jati diri sarta kaarifan lokal anu kakandung dina basa Sunda. Mugi-mugi mah ulah kajadian. Ku hal éta, hayu urang ngamumulé sareng ngamulyakeun basa Sunda sangkan hirupna lana. Hurip Sunda!, (Sayang sekali jika suatu waktu Bahasa Sunda harus musnah. Kita akan kehilangan jati diri dan kearifan lokal yang terkandung dalam bahasa Sunda. Saya harap itu tidak terjadi. Oleh karena itu, mari kita pelihara dan lestarikan bahasa Sunda agar dapat lestari selamanya, Hurip Sunda!),” tandasnya.***

Red/K.101

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Bahasa Sundadiskominfo garutHari Bahasa Ibu Internasionalpegiat bahasa daerahUNESCO
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Barnas Adjidin Tekankan Pentingnya Pembangunan Karakter Bagi Pramuka di Kabupaten Garut

Post Selanjutnya

Sat Reskrim Polres Garut Tangkap AB Sesaat Setelah Membacok WUH Hingga Meninggal Dunia

RelatedPosts

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold Hutagalung saat dimintai keterangan terkait insiden mobil ugal-ugalan di Gunung Sahari. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

Mobil Ugal-ugalan Tabrak Sejumlah Kendaraan di Gunung Sahari, Warga Kepung Pelaku

26 Februari 2026
Ilustrasi sidang uji materi di Mahkamah Konstitusi/MK. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

Menguji Syarat Calon Pimpinan KPK: Pemohon Soroti Peluang TNI-Polri Aktif

25 Februari 2026
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo saat dimintai keterangan (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

KPK Panggil Sekjen Kemnaker Cris Kuntadi dalam Kasus Dugaan Pemerasan Sertifikasi K3

25 Februari 2026
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo saat dimintai keterangan awak media di Gedung Merah Putih KPK. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

KPK Absen di Sidang Praperadilan Yaqut, Ini Alasannya

24 Februari 2026
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. (Foto: Humas KPK)

Dalami Suap Proyek Kereta, KPK Butuh Keterangan Eks Menhub Budi Karya Sumadi

24 Februari 2026
Para korban Jiwasraya usai mengadu ke Sekretariat Negara RI. (Foto: Dok. Pribadi)

6 Tahun Berjuang, Korban Jiwasraya Desak Menkeu Purbaya Lunasi Sisa 25,5 Persen

24 Februari 2026
Post Selanjutnya

Sat Reskrim Polres Garut Tangkap AB Sesaat Setelah Membacok WUH Hingga Meninggal Dunia

Terdakwa Ungkap Modus Pengurusan Perkara Atasnamakan KPK, Ali Fikri: Laporkan Sertai Alat Bukti

Discussion about this post

KabarTerbaru

ICW Surati KPK: Waspadai Potensi Konflik Kepentingan Pengelolaan 1.179 Dapur MBG Polri

26 Februari 2026

Akselerasi Pembangunan Melalui Teknologi, Bupati Garut Gandeng BRIN Perkuat Riset dan Inovasi Daerah

26 Februari 2026

Bahas Pembangunan Pelabuhan Cilautereun, Bupati Garut Temui DKP Provinsi Jawa Barat

26 Februari 2026
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold Hutagalung saat dimintai keterangan terkait insiden mobil ugal-ugalan di Gunung Sahari. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

Mobil Ugal-ugalan Tabrak Sejumlah Kendaraan di Gunung Sahari, Warga Kepung Pelaku

26 Februari 2026

Polres Garut Ajak Masyarakat Manfaatkan SuperApp PRESISI Polri, Wujudkan Pelayanan Cepat dan Humanis

25 Februari 2026
Ilustrasi sidang uji materi di Mahkamah Konstitusi/MK. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

Menguji Syarat Calon Pimpinan KPK: Pemohon Soroti Peluang TNI-Polri Aktif

25 Februari 2026
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo saat dimintai keterangan (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

KPK Panggil Sekjen Kemnaker Cris Kuntadi dalam Kasus Dugaan Pemerasan Sertifikasi K3

25 Februari 2026

Viral di Medsos, Satlantas Polres Garut Tindak Tegas Dua Pengendara Aksi Balap Liar

25 Februari 2026

Prof Achmad Tjachja Nugraha Rilis Buku “Technopreneurship”: Rahasia Membangun Bisnis Teknologi di Era Digital

25 Februari 2026

Kabar Terpopuler

  • Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo saat dimintai keterangan terkait kasus dugaan gratifikasi batu bara (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

    KPK Bidik Politisi PSI Ahmad Ali dan Ketum Pemuda Pancasila di Kasus Dugaan Gratifikasi Batu Bara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Longsor di Bungbulang Garut: Satu Meninggal, Akses Jalan Terputus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Tahun Berjuang, Korban Jiwasraya Desak Menkeu Purbaya Lunasi Sisa 25,5 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Isu “Gurita Keluarga” dan Sandi Proyek G1 Mengemuka di Garut, Hasanuddin Nilai Sarat Nuansa Politis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jarang Terungkap, Inilah Orang Tua dan Tiga Saudara Kandung Menlu Sugiono Beserta Pekerjaannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • THR ASN, TNI, Polri 2026 Segera Cair Awal Ramadan, Pemerintah Gelontorkan Rp 55 Triliun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com