• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Rabu, Juli 1, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home News

Perkumpulan Indonesia Muda (PIM) Gelar Diskusi Bertema Pancasila

Redaksi oleh Redaksi
19 Mei 2022
di News
A A
0
ShareSendShare ShareShare

JAKARTA, Kabariku- Perkumpulan Indonesia Muda (PIM) menggelar diskusi dengan mengangkat tema ‘Pancasila: Dahulu Kala, Saat Ini, dan Masa Depan’, di Sekretariat PIM Jalan Taman MPU Sendok No 15 Selong Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel), pada hari Rabu (18/5/2022).

Diskusi kali ini menghadirkan dua pembicara; Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo dan Sekjen MPN Pemuda Pancasila Arif Rahman.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Acara dipandu oleh DR. Bayquni, Dosen Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama), selaku moderator mengatakan diskusi ini merupakan wujud usaha nyata dalam membumikan Pancasila kepada komponen bangsa terpenting yaitu pemuda.

RelatedPosts

Gubernur Pramono Persilakan Keluarga Korban Jatuh di Proyek Manggarai Tempuh Jalur Hukum

Selamat Hari Bhayangkara ke-80, 1 Juli 2026

LPDP Buka Pendaftaran Beasiswa Tahap II Tahun 2026, Perluas Akses dan Perkuat STEM Industri Strategis

“Pemuda pada zaman ini sudah berkembang pesat dan tak sadar meninggalkan kultur, maka kegiatan diskusi ini dilakukan hingga gagasan-gagasan besar hadir dengan Platform kebangsaan yang berguna bagi masa depan bangsa,” ucapnya mengawali diskusi.

Menurut dia, ada 3 gambaran yang akan diangkat yaitu peristiwa piagam Madinah perjanjian antar suku yang dibuat oleh Nabi Muhammad SAW yang berisi nilai-nilai kemanusiaan yang berasal dari Tuhan demi kemaslahatan masyarakat dari latar belakang yang berbeda.

“Kedua adalah American Creed yang dibuat oleh William Taylor 3 April 1918, dimana mempercayai Amerika berdiri berdasarkan kebebasan, namun tetap mempertahankan persatuan kesatuan, ini sejalan dengan prinsip Steve Jobs, Mark Zuckenberg dan Bill Gates dimana visioner, tepat guna dan tidak berhenti berinovasi menjadi,” terangnya.

Alasan bagi mereka untuk dapat sukses di bidang masing-masing, bagaimana Pancasila dapat diejawantahkan hingga kita bisa meraih masa depan yang lebih baik.

Baca Juga  Jaksa Agung Menerima Audiensi Pansel Calon Pimpinan dan Calon Dewan Pengawas KPK

“Agar Pancasila tidak hanya terlibat dalam diskusi-diskusi retorika namun benar benar tepat guna dalam perkembangan bangsa,” tuturnya.

Staf khusus BPIP Antonius Benny Susetyo menyatakan bahwa Soekarno mampu membawa Pancasila sebagai pemersatu bangsa.

“Namun dalam perkembangannya Pancasila juga digunakan sebagai alat represi penguasa di era Presiden kedua Soeharto, hingga terjadi trauma pada masa reformasi yang menganggap Pancasila sebagai kepanjangan tangan kesewenang-wenangan penguasa,” terangnya.

Sementara, dalam era Presiden Joko Widodo, Pancasila hendak dikembalikan menjadi kenyataan hidup berbangsa dan bernegara yaitu menjadi living and working ideology.

“Pancasila merupakan kapital kita sebagai bangsa dalam berkehidupan sehari-hari khususnya di masa ini dalam menghadapi Covid-19. Working Ideology yang dilaksanakan dibuktikan dengan kian sempitnya jurang-jurang perbedaan diantara masyarakat Indonesia seperti dalam aspek sarana prasarana hingga dikotomi Jawa dan luar Jawa tidak lagi menjadi isu karena ada usaha pemerataan pembangunan,” jelasnya.

Pelaksanaan Pancasila, masih kata dia, sebagai working ideologi tidak mudah karena kita menghadapi situasi geopolitik yang tidak menentu.

“Masyarakat terjebak dalam hoaks, narasi negatif dan rasa takut, maka habituasi dan pembiasaan nilai-nilai Pancasila harus dikembalikan dalam arus utama masyarakat hingga tujuan negara dapat dilaksanakan,” ulasnya.

Ditambahkan Benny, pemuda memiliki modal banyak dalam membumikan Pancasila. Para pemuda bisa membuat konten secara masif tentang kearifan lokal dan harus bertindak lokal dan berpikir global.

“Karena budaya daerah yang bernafaskan Pancasila dapat mengubah kemunduran-kemunduran yang terjadi akibat perkembangan zaman dan Globalisasi menjadi suatu hal yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomis namun juga dapat menjaga jati diri bangsa,” ungkapnya.

Kegagalan dalam era globalisasi ini, adalah tidak memiliki budaya literasi yang kritis dan tidak menyeleksi dan menyaring dengan baik informasi yang diterima sehingga masyarakat banyak terjebak pada nilai-nilai kebohongan yang berujung pada perpecahan.

Baca Juga  Polhankamnas MPN Pemuda Pancasila Siap Kawal Program Panglima TNI Terpilih

“Para pemuda harus memiliki etos kerja baik, melihat lebih luas ke sekitar mengenai potensi potensi kedaerahan, dengan potensi tersebut. Pemuda juga harus memiliki logos atau pengetahuan digitalisasi hingga dapat memenuhi dunia dengan konten-konten bernilai Pancasila,” papar Benny.

Benny mengingatkan para pemuda harus memiliki pathos yaitu rasa empati dan membaca rasa masyarakat sekitar hingga dapat diketahui dan dilokalisir kebutuhan daerah yang dapat terjawab melalui konten konten yang akan diciptakan

“Pancasila harus menjadi Ideologi Praktis yang dapat dibuktikan dalam kebijakan pemerintahan dan politis, maka dimensi etis Pancasila harus dapat menjiwai setiap gerak masyarakat sebagai gugus insting dalam bertindak, berbuat dan membuat kebijakan,” katanya

“Nilai-nilai Pancasila harus dilaksakan secara penuh dan utuh dan menjadikan manusia Pancasila menjadi lebih baik. Bukan menjadikan pancasila sebagai alat politis semata,” imbuh dia.

Sementara itu, Arif Rahman Sekretaris Jenderal Majelis Pimpinan Nasional Ormas Pemuda Pancasila (Sekjen MPN Ormas PP) menyatakan bahwa Pancasila tidak boleh hanya bergerak jika hanya sebatas retorika, namun harus bergerak juga dalam pembuktian dalam masyarakat.

“Bangsa Indonesia harus sadar sebagai pemilik wilayah dan negara ini harus ada rasa kebersatuan, walaupun kita memiliki latar belakang yang berbeda beda kita harus bisa mempersatukan bangsa demi upaya nyata dalam membumikan Pancasila,” tandass Sekjen MPN Pemuda Pancasila.***

Red/K.103

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Diskusi Bertema PancasilaMPN Pemuda PancasilaPerkumpulan Indonesia MudaSoekarno membawa Pancasila sebagai pemersatu bangsaStaf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila
ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

Repdem Riau Ingatkan Pejabat Kepala Daerah Jangan Rasis dan Mesti Berjiwa Pancasila

Post Selanjutnya

Sidang Perbaikan Gugatan Presidential Threshold 0% Bergulir, DPD dan PBB: Perjuangan Terhadap Demokrasi Terus Berlanjut!

RelatedPosts

Gubernur Pramono Persilakan Keluarga Korban Jatuh di Proyek Manggarai Tempuh Jalur Hukum

1 Juli 2026

Selamat Hari Bhayangkara ke-80, 1 Juli 2026

1 Juli 2026

LPDP Buka Pendaftaran Beasiswa Tahap II Tahun 2026, Perluas Akses dan Perkuat STEM Industri Strategis

30 Juni 2026

Kapolda Jabar Rudi Setiawan Raih Pangkat Komjen, Lulusan Akpol 1993 Kini Jenderal Bintang Tiga

30 Juni 2026

MK Tegaskan Pilkada Tetap Dipilih Langsung Rakyat, Gugatan Uji UU Pilkada Ditolak

30 Juni 2026
Nadiem Makarim mengaku tak memiliki uang untuk membayar uang pengganti Rp809 miliar yang dijatuhkan dalam putusan kasus Chromebook.

Nadiem Makarim Nyatakan Tak Sanggup Bayar Uang Pengganti Rp809 Miliar usai Divonis 10 Tahun Penjara

30 Juni 2026
Post Selanjutnya

Sidang Perbaikan Gugatan Presidential Threshold 0% Bergulir, DPD dan PBB: Perjuangan Terhadap Demokrasi Terus Berlanjut!

Kejaksaan Agung Tetapkan LCW Tersangka Korupsi Ekspor CPO di Kementerian Perdagangan RI

Discussion about this post

KabarTerbaru

Gubernur Pramono Persilakan Keluarga Korban Jatuh di Proyek Manggarai Tempuh Jalur Hukum

1 Juli 2026

Selamat Hari Bhayangkara ke-80, 1 Juli 2026

1 Juli 2026

KPK OTT di Kuansing, Amankan 10 Orang dan Sejumlah Barang Bukti

30 Juni 2026

LPDP Buka Pendaftaran Beasiswa Tahap II Tahun 2026, Perluas Akses dan Perkuat STEM Industri Strategis

30 Juni 2026

Kapolda Jabar Rudi Setiawan Raih Pangkat Komjen, Lulusan Akpol 1993 Kini Jenderal Bintang Tiga

30 Juni 2026

MK Tegaskan Pilkada Tetap Dipilih Langsung Rakyat, Gugatan Uji UU Pilkada Ditolak

30 Juni 2026
Nadiem Makarim mengaku tak memiliki uang untuk membayar uang pengganti Rp809 miliar yang dijatuhkan dalam putusan kasus Chromebook.

Nadiem Makarim Nyatakan Tak Sanggup Bayar Uang Pengganti Rp809 Miliar usai Divonis 10 Tahun Penjara

30 Juni 2026

KPK Dorong Pemanfaatan Aset Rampasan untuk Publik, Rp4,2 Miliar Diserahkan ke KPU dan Polri

30 Juni 2026

Jaksa Agung Burhanuddin dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Resmikan Gedung Baru Kejari Jakarta Utara

30 Juni 2026

Istana Pastikan Program Tetap Berjalan, Latsarmil Koperasi Merah Putih Dievaluasi Usai Lima Peserta Meninggal

29 Juni 2026

Kabar Terpopuler

  • Mewujudkan Polisi Kelas Dunia: Menyambut Hari Bhayangkara Ke-80

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diduga Sekap dan Rantai Tiga Karyawan Selama 21 Hari, Pemilik Percetakan Dilaporkan ke Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Eks Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung, Gugat Kejagung Lewat Praperadilan, OC Kaligis Persoalkan Proses Penangkapan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Razman Arif Nasution Resmi Ditahan di Lapas Cipinang, Jalani Hukuman 18 Bulan atas Kasus Pencemaran Nama Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Guru Besar IPB, Diskanak Garut, dan Unit Pakan Mandiri Leles Lestari Dorong Inovasi Pakan Murah Berkualitas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mulai 1 Juli 2026, Pemerintah Resmi Terapkan Biodiesel B50 di Seluruh SPBU

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM
DJITUBERITA.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com