Menhan Prabowo Sampaikan Posisi Indonesia Terkait Situasi di Ukraina. Berikut Pernyataannya

Kabariku- Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bertemu dengan Menteri Pertahanan Nasional Yunani Nikolaos Panagiotopoulos di Kota Athena, Yunani, pada Jumat, 11 Maret 2022. Keduanya membahas peningkatan kerja sama pertahanan antara kedua negara dan isu strategis lain terkait pertahanan hingga kondisi Ukraina.

Menhan Prabowo menjelaskan, Pembahasan dalam pembicaraan bilateral antara kedua Menhan mencakup bidang kerja sama pertahanan bilateral, pendidikan dan pelatihan, serta alutsista.

“Kami melakukan diskusi yang bermanfaat dan produktif. Yunani dan Indonesia memiliki hubungan yang baik. Yunani adalah salah satu negara Eropa pertama yang mengakui kedaulatan NKRI,” kata Menhan Prabowo. Selasa (15/3/2022).

Sejak 2015, RI dan Yunani telah menjalin kerja sama yang baik di bidang industri pertahanan. Perusahaan Yunani, Theon Sensors telah bekerja sama dengan PT Pindad (Persero) untuk produksi bersama Teropong Bidik Senapan Malam (TBSM) di Pindad dan pembangunan lini assembly dan penjualan bersama.

Kerja sama ini bertujuan agar proses alih teknologi yang dilakukan berjalan secara lebih maksimal dan akan berujung pada penguasaan teknologi industri dalam negeri yang meningkat.

Sementara itu, Menhan Yunani dalam penjelasannya meyakinkan kepada Menhan Prabowo bahwa Yunani memiliki tujuan utama untuk lebih memperkuat kerja sama bilateral dengan Indonesia di bidang politik dan ekonomi.

Yunani juga ingin memperluas kerja sama pertahanan, yang difokuskan pada bidang perdagangan maritim, perkapalan, penelitian dan pengembangan, pariwisata dan industri pertahanan.

Pada kesempatan tersebut, Menhan Prabowo juga mengungkapkan posisi Indonesia terkait situasi di Ukraina. RI mendesak supaya Ukraina dan Rusia melakukan gencatan senjata, serta menggelar dialog perdamaian atas konflik yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

“Kami meminta semua pihak di situasi Ukraina untuk segera melakukan gencatan senjata dan memulai dialog perdamaian untuk menyelesaikan masalah ini,” kata Prabowo.

Prabowo juga menyampaikan bahwa posisi Indonesia sangat jelas dan tidak akan mendukung setiap pelanggaran terhadap Piagam PBB.

Prabowo mengungkap, Indonesia mengakui hak setiap negara untuk mempertahankan negara mereka. Hal itulah yang menjadi poin khusus posisi Indonesia atas konflik antara Ukraina dan Rusia.

Selain itu, Prabowo juga berharap segera terjadi perdamaian dalam konflik kedua negara tersebut.

“Kami berharap dan berdoa untuk hasil damai dalam krisis di Ukraina,” tutup Menhan Prabowo.

Kunjungan kehormatan Menhan Prabowo disambut hangat dengan upacara jajar kehormatan oleh Menhan Yunani beserta pejabat utama pertahanan Yunani. Pejabat yang turut hadir di antaranya Panglima Angkatan Bersenjata Yunani (HNDS) Jenderal Konstantinos Floros, serta Kepala Staf Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara Yunani.***

Red/K.000

Tinggalkan Balasan