• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Rabu, Juli 29, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Opini

Jebakan Batman Para Adipati

Redaksi oleh Redaksi
10 April 2022
di Opini, Politik
A A
0
ShareSendShare ShareShare
oleh
S. Indro Tjahyono
Pengamat Politik

Kabariku- Isu perpanjangan jabatan Presiden, kalau berdasar pemberitaan TEMPO, tampaknya secara diam-diam juga digerakkan pembantu terdekat Presiden.

Sekarang, isu tersebut berada pada tahap memobilisasi dukungan. Banyak para menteri yang mulai bersuara nyaring dengan harapan mereka akan tetap berada di kabinet pada periode ketiga pemerintahan Jokowi.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Sebelumnya ada relawan yang mulai unjuk suara untuk mendukung periode ketiga jabatan Presiden Jokowi. Sedang sebagian belum menyatakan dukungan terhadap perpanjangan jabatan presiden. Mereka bersikap mendukung presiden Jokowi sampai 2024, selanjutnya menunggu arahan Jokowi setelah periode kedua berakhir.

RelatedPosts

Komisi II DPRD Kota Tangerang Soroti Antrean dan Skrining Berbelit di Puskesmas, Minta Pelayanan Kesehatan Dibenahi

Desa Wisata: Tantangan dan Penyelamat Ekonomi di Tengah Kontraksi Ekonomi Nasional

Komunikasi Dasco dan Ikhtiar Menuju Persatuan Nasional

Ada Agenda Tersembunyi
Beberapa Partai Politik, antaralain PAN dan PKB, juga melantunkan lagu yang sama. Tentu mereka juga berkeinginan akan digandeng masuk ke dalam jajaran eksekutif.

Tak kurang Kepala Desa melalui perhimpunannya turut mendukung perpanjangan jabatan presiden. Mobilisasi dukungan yang besar untuk gagasan yang diragukan keberhasilannya tentu juga mengundang pertanyaan besar.

Mungkin tujuannya bukan lagi untuk menyelamatkan proyek-proyek strategis nasional ,terutama proyek Ibu Kota Negara.

Tetapi ada agenda lain yang tersembunyi. Hal ini mengingat effortnya dan resiko politiknya sangat besar.

Presiden Jokowi jauh-jauh hari sudah menolak jabatannya diperpanjang untuk ketiga kali. Tetapi entah bagaimana, seperti dilaporkan TEMPO, elit (brutus ,kata Shakespeare) di sekitar Jokowi mulai gencar melempar umpan dan menggoreng isu penundaan pemilu dan perpanjangan jabatan presiden ketiga kali. Jokowi memang berdiam diri ketika isu-isu itu bergulir.

Baca Juga  Tidak Perlu Tunda Pemilu atau Presiden Tiga Periode Jika Ada Badan Pengelola Keberlanjutan Proyek Strategis Nasional

Jeda Kekuasaan
Terbukti kini Presiden Jokowilah yang dirugikan oleh semua keonaran atau ontran-ontran ini, karena semua citra yang dibangun lewat Nawacita hancur. Presiden sebelumnya juga telah dirugikan oleh Kabinet Indonesia Maju karena semua persoalan yang dihadapi pemerintah ditangani secara akrobatik melalui kebijakan yang berubah-ubah.

Sehingga setiap saat, Presiden harus mengeluarkan pernyataan berbeda dengan resiko dituduh sebagai penipu dan pembohong.

Dukungan politik terhadap Presiden Jokowi sejatinya cukup kuat di DPR-RI, sehingga jika memang ada masalah agar proyek gagasan presiden tidak mangkrak setelah turun tahta ,bisa dicari solusinya secara konstitusional, yuridis, dan teknokratis.

Pilihan inilah yang harus diambil oleh kabinet yang didukung oleh Koalisi Partai Politik Pendukung Pemerintah yang kuat secara politik. Namun keputusan memilih solusi politis agar proyek-proyek strategis berlanjut dengan cara menunda pemilu dan memperpanjang masa jabatan kemungkinan ditunggangi kepentingan lain, yakni untuk menciptakan jeda kekuasaan.

Jeda kekuasaan inilah yang diincar oleh partai politik dan kekuatan politik yang merasa Capres dan Cawapres sudah disetting oleh pihak tertentu.

Kedua, mereka juga berharap muncul perlawanan mahasiswa di mana-mana, sehingga lahir situasi darurat, pemerintah demisioner, kocok ulang kandidat presiden, dan kekuatan alternatif menang dalam pemilu. Upaya bertahap untuk transisi kekuasaan ini sering disebut dengan “kudeta merangkak”.

Presiden Mulai Sadar Dijerumuskan
Penundaan Pemilu sendiri sebenarnya tidak ada dasar hukumnya alias inkonstutusional. Kondisi itu justru akan melahirkan vakum kekuasaan yang berisiko dan undang-undang yang bisa mengatur kondisi tersebut adalah UU Nomor 23 Tahun 1959 tentang Keadaan Bahaya.

Otoritas presiden hampir tidak ada dalam keadaan tersebut, karena negara berada di bawah kepemimpinan kolektif yang melibatkan polisi dan TNI. Di lain pihak perpanjangan jabatan presiden merupakan kemustahilan ,karena membutuhkan amandemen undang-undang atau mungkin juga UUD.

Baca Juga  Gugurnya Ayatullah Khamenei: Alarm Arah Politik Luar Negeri Indonesia

Presiden Jokowi sendiri akhirnya sadar dan menghentikan langkah yang digagas secara serampangan oleh para pembantunya. Menteri-menteri dilarang latah berbicara tentang perpanjangan jabatan presiden dan penundaan pemilu. Tetapi apa lacur, hujatan kepada presiden tentang hal itu terlanjur merebak dalam aksi-aksi mahasiswa di kota-kota besar.

Namun ada sesuatu yang aneh tentang bagaimana Presiden Jokowi memperlakukan pembantu-pembantunya yang nakal. Seperti biasa pola manajemen konflik dimainkan untuk menyingkirkan sebagian penggagas. Tetapi sebagian diperintahkan untuk membereskan segala prolog dan epilog sebagai dampak dari isu tersebut.

Raja Lalim Kualat
Karena itu tidak terjadi perpecahan atau konflik dengan adanya “internal struggle yang malu-malu” itu. Seperti anak kecil yang memecahkan gelas, tidak ditempeleng oleh ayahnya, tetapi hanya disuruh membersihkan beling-beling yang bertebaran. Mungkin juga pecahnya gelas itu ada andil dari kesalahan ayahnya.

Teori tentang demokrasi terlalu banyak, baik yang klasik maupun kontemporer. Tapi ada persepsi demokrasi yang mistis ketika dikatakan bahwa “suara rakyat, adalah suara Tuhan” (Robert Ferguson). Inilah mengapa ketika rakyat melakukan “aksi pepe” (aksi duduk berjemur di halaman kerajaan), Raja-raja Jawa segera memanggil mereka untuk didengar permintaannya sebagai pertanda adanya dawuh (perintah) dari Allah yang Maha Kuasa.

Tetapi juga ada Raja Jawa yang lalim, yang mengabaikan kehendak rakyat. Bahkan rakyat dan kerabat yang ikut berjuang mendirikan kerajaan, ditelantarkan, tanpa balas budi dan dibunuh. Raja akhirnya “kualat” sehingga selama memerintah dirundung petaka, dan lengser dengan suul khotimah.***

Minggu, 10 April 2022

Red/K.101
Tags: Jebakan Batman Para AdipatiPengamat Politikperiode ketiga jabatan Presiden JokowiS Indro Tjahyono
ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

Ketua Katar DKI Jakarta Nilai Positif Silaturahmi Sosial Ramadhan PERKAPJU

Post Selanjutnya

Terhadap Program Perhutanan Sosial, Kades Kedungsumber: Bukti Hadirnya Negara Mensejahterakan Petani Hutan

RelatedPosts

Komisi II DPRD Kota Tangerang Soroti Antrean dan Skrining Berbelit di Puskesmas, Minta Pelayanan Kesehatan Dibenahi

29 Juli 2026

Desa Wisata: Tantangan dan Penyelamat Ekonomi di Tengah Kontraksi Ekonomi Nasional

29 Juli 2026

Komunikasi Dasco dan Ikhtiar Menuju Persatuan Nasional

28 Juli 2026

Ratusan Aktivis Lintas Generasi Hadiri Reuni Aktivis ADK SHOW, Ahmad Doli Kurnia Luncurkan Empat Buku

28 Juli 2026

Usai Dikukuhkan, DPC PKB Garut Bidik 9 Kursi DPRD pada Pemilu 2029

27 Juli 2026

Di Harlah PKB, Prabowo Sebut Cak Imin, Dasco dan Bahlil Tiga Kancil Politik Kalau Berkumpul “Bahaya”

24 Juli 2026
Post Selanjutnya
Alham M Ubey, Sekum LSM PK PAN saat menjelaskan perhutanan sosial dibhadapan Kades Kedungsumber, Kec. Temayang, Bojonegoro dan lelompok tani hutan  desa setempat

Terhadap Program Perhutanan Sosial, Kades Kedungsumber: Bukti Hadirnya Negara Mensejahterakan Petani Hutan

Polda Metro Jaya Siapkan Skenario Rekayasa Alih Arus Sekitar Istana Antisipasi Unjuk Rasa 11 April

Discussion about this post

KabarTerbaru

Siapa Layak Gantikan Perry Warjiyo? Empat Nama Bankir Sentral Menguat di Bursa Calon Gubernur BI

29 Juli 2026
Foto Istri Bupati Pemalang saat tiba di KPK (Foto:Bemby/kabariku.com)

Istri Bupati Pemalang dan 11 Orang Hasil OTT KPK Tiba di Gedung Merah Putih, Uang Rp2 Miliar Ikut Diamankan

29 Juli 2026

Lantik Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII IPDN, Presiden Prabowo Tekankan Birokrasi Bersih dan Pro Rakyat

29 Juli 2026

KY Rampungkan Seleksi Kesehatan dan Kepribadian, Ini 19 Calon Hakim Agung yang Lolos

29 Juli 2026

Kinerja Semester Satu BTPN Syariah, Konsisten Perbaiki Kualitas, Pembiayaan Tumbuh 9%

29 Juli 2026

BGN Pastikan 833 SPPG Ditangguhkan Tak Ganggu Penyaluran, Siapkan Sistem Digital untuk Pengawasan Publik

29 Juli 2026
Oplus_131072

DPR RI Mediasi Perselisihan SPBUN-SGN, Dasco: Dialog Jadi Jalan Keluar Persoalan Pekerja

29 Juli 2026
Gedung Merah Putih KPK

OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, KPK Amankan 21 Orang dan Sita Uang Rp2 Miliar

29 Juli 2026

Syahganda Dorong Koperasi Jadi Kekuatan Baru, Tinggalkan Dominasi Oligarki

29 Juli 2026

Resmi, Perry Warjiyo Tinggalkan Jabatan Gubernur BI, Destry Damayanti Jalankan Tugas Sementara

27 Juli 2026

Kabar Terpopuler

  • Fasilitasi Pertemuan Hotman Paris dengan Ketua Umum PWI, Dasco: Silaturahmi Persatuan Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hasanuddin Siaga 98: Sejak Awal Pernah Ingatkan Risiko Pembentukan Kortastipidkor Polri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SIAGA 98 Minta Kortas Tipikor Polri Dibatalkan, Ini Penjelasan Hasanuddin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Resmi Dilaporkan, Dwi Febrie Endaryanto Diduga Lakukan Penipuan Berkedok Bridging Financing

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hotman Paris Tiba-tiba Mundur dari Kasus Febrie Adriansyah, Ternyata Ini Alasannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polda Metro Jaya Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual yang Libatkan Oknum Pendeta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wakil BP Taskin Iwan Sumule Apresiasi Program Mobil Homecare Bupati Jember, Bakal Jadi Pilot Project Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM
DJITUBERITA.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com