• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Rabu, Mei 13, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Opini Artikel

Garut Tempo Doeloe: Menyibak Jejak Priangan di Masa Kolonial dalam Bingkai Sejarah Swiss van Java

Tresyana Bulan oleh Tresyana Bulan
18 Februari 2026
di Artikel
A A
0
dok Dispusipda

dok Dispusipda

ShareSendShare ShareShare

Garut, Kabariku – Pameran foto bertajuk “Garut Tempo Doeloe: Jejak Priangan di Masa Kolonial” digelar di seputaran Pendopo Garut, Rabu (18/2/2026), dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-213 Kabupaten Garut.

Kegiatan ini mengajak masyarakat menelusuri kembali wajah Garut pada dekade 1910-1920-an melalui arsip visual peninggalan masa Hindia Belanda.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Mengusung konsep perjalanan lintas waktu, pameran ini menampilkan dokumentasi foto yang merekam lanskap alam, perkembangan tata kota, hingga dinamika sosial masyarakat Garut pada awal abad ke-20.

RelatedPosts

Tradisi Intelektual Pejabat Publik

Hari Pers Dunia: Kasus Kadri Amin dan Ancaman Ekosistem Pers

Sekilas Gebyar Pesona Budaya Garut

Pada masa itu, kawasan Priangan, termasuk Garut, dikenal luas dengan julukan “Swiss van Java” karena keindahan alam pegunungan dan udaranya yang sejuk.

Cipanas dan Pesona Alam Garut Tempo Dulu

Salah satu sorotan utama dalam pameran adalah kawasan Cipanas yang sejak awal 1900-an telah berkembang menjadi destinasi wisata unggulan.

Pemandian air panas di kaki Gunung Guntur serta panorama pegunungan yang mengelilingi kota menjadi daya tarik utama yang dipromosikan pemerintah kolonial kepada wisatawan Eropa.

Foto-foto hitam putih yang dipamerkan memperlihatkan hamparan kebun, jalan-jalan tanah yang membelah perbukitan, serta suasana pedesaan yang masih alami.

Dokumentasi tersebut menggambarkan Garut sebagai wilayah yang tenang, namun mulai mengalami transformasi menuju modernitas di bawah administrasi kolonial.

Hotel Mewah dan Ruang Sosial Kaum Elite

Pameran ini juga menampilkan potret kejayaan sektor pariwisata kolonial melalui kemegahan hotel-hotel legendaris.

Salah satunya adalah Hotel Papandayan yang pada masanya dikenal sebagai hotel termewah di wilayah Priangan. Bangunan bergaya arsitektur kolonial dengan sentuhan tropis itu menjadi simbol eksklusivitas dan kemewahan.

Baca Juga  Coretax: Digitalisasi Pajak yang Dipaksakan?

Tak jauh dari pusat kota, berdiri pula Hotel Ngamplang di kawasan dataran tinggi Ngamplang. Hotel ini menawarkan panorama lapangan golf dan pegunungan, sekaligus menjadi ruang sosial tempat pejabat kolonial, pengusaha perkebunan, dan wisatawan Eropa berinteraksi.

Melalui arsip visual tersebut, terlihat bahwa hotel bukan sekadar tempat bermalam, melainkan pusat aktivitas sosial dan ekonomi yang mencerminkan stratifikasi masyarakat kolonial.

Tata Kota dan Sistem Kolonial

Selain lanskap wisata, dokumentasi yang dipamerkan memperlihatkan bangunan pemerintahan dan fasilitas umum yang menandai penataan kota secara sistematis. Jalan raya yang lebar, jembatan kokoh, serta kantor administrasi menunjukkan hadirnya sistem kolonial yang terstruktur di Garut.

Namun di balik kemegahan arsitektur dan keteraturan tata kota itu, tersimpan realitas sosial yang kompleks. Sistem perkebunan, kerja paksa, dan ketimpangan sosial menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah pembentukan kota pada masa tersebut.

Membaca Ulang Sejarah Garut

Pameran “Garut Tempo Doeloe” tidak hanya menghadirkan romantisme visual masa lalu, tetapi juga menjadi ruang refleksi sejarah. Foto-foto yang ditampilkan berfungsi sebagai arsip yang membekukan waktu sekaligus saksi perjalanan identitas Garut—hasil interaksi antara alam, kolonialisme, dan masyarakat lokal.

Pengunjung diajak membayangkan suasana kota di awal abad ke-20: suara delman di jalanan, percakapan berbahasa Belanda di beranda hotel, hingga aktivitas masyarakat pribumi yang menjadi bagian penting denyut kehidupan kota.

Melalui peringatan Hari Jadi ke-213 ini, Garut tidak sekadar merayakan usia, tetapi juga merawat ingatan kolektif. Dokumentasi visual era 1910–1920-an menjadi pengingat bahwa Garut hari ini merupakan hasil perjalanan panjang sejarah—sebuah warisan yang terus hidup dan memberi makna bagi generasi kini dan mendatang.***

Baca juga :

Garut: Dari Duri Semak hingga Identitas Kolektif
“Garut Gumiwang Tanjeur Dangiang”, Saksikan Live dan Hadiri Puncak Acara HJG ke-213 di Alun-Alun Garut

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Garut Tempo DoeloeJejak Priangan di Masa KolonialPendopo Garutpeninggalan masa Hindia BelandaSejarah Swiss van Java
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

“Garut Gumiwang Tanjeur Dangiang”, Saksikan Live dan Hadiri Puncak Acara HJG ke-213 di Alun-Alun Garut

Post Selanjutnya

Jelang Ramadan, Legislator Garut Tinjau Kondisi Janda Tua Duafa di Leuwigoong

RelatedPosts

Tradisi Intelektual Pejabat Publik

13 Mei 2026

Hari Pers Dunia: Kasus Kadri Amin dan Ancaman Ekosistem Pers

10 Mei 2026

Sekilas Gebyar Pesona Budaya Garut

26 April 2026

Reformasi Polri Melalui Pendekatan Improvement dan Developement Demi Mewujudkan Polisi Kelas Dunia

20 April 2026
foto dok. Teddy Friends

Siapapun Kabinetnya, Seskabnya Teddy

16 April 2026

Taman Yu Yuan (Yu Yuan Garden) dan Polisi Shanghai

23 Maret 2026
Post Selanjutnya

Jelang Ramadan, Legislator Garut Tinjau Kondisi Janda Tua Duafa di Leuwigoong

Wakil Ketua DPRD Kabupaten H Subhan Fahmi

Momentum HJG ke-213, DPRD Garut Tegaskan Pentingnya Sinergi Pembangunan

Discussion about this post

KabarTerbaru

Oplus_131072

Apresiasi Satgas PKH, Presiden Prabowo Tekankan Integritas Yudikatif dan Perlindungan Aset Negara

13 Mei 2026
Presiden Prabowo Subianto meminta bunga kredit PNM untuk rakyat kecil dipangkas hingga di bawah 9 persen. (Istimewa)

Presiden Prabowo Perintahkan Bunga PNM Dipangkas di Bawah 9 Persen, Rosan Siap Turunkan Jadi 8 Persen

13 Mei 2026

Tradisi Intelektual Pejabat Publik

13 Mei 2026

Deretan Kapolri Terlama: Fondasi R.S. Soekanto, Integritas Hoegeng hingga Polri Presisi

13 Mei 2026
GMNI Jakarta dan HMI menggelar aksi meminta transparansi proyek KDMP.(Foto: Istimewa)

GMNI Jakarta-HMI Desak Audit Proyek KDMP, Soroti Dugaan Selisih Anggaran Rp112 Triliun

13 Mei 2026

Disaksikan Presiden Prabowo, Kejagung Serahkan Rp10,2 Triliun Hasil Satgas PKH ke Kas Negara

13 Mei 2026

Pelarangan Film “Pesta Babi”, YLBHI: Pengangkangan Konstitusi dan Ancam Kebebasan Berekspresi

13 Mei 2026

BNN Gandeng PT Gyokai Indonesia, Program “Paksa Sarjana” Reintegrasi Sosial Pascarehabilitasi

13 Mei 2026

Soliditas Bhara Daksa, Akpol 1991 Warnai Kepemimpinan Polri hingga Level Kewilayahan

13 Mei 2026

Desa Nelayan Modern Hadir di Miangas, Presiden Prabowo Bangun Ekonomi Biru Wilayah Perbatasan

10 Mei 2026

Kabar Terpopuler

  • Sekretaris Utama PPATK, Alberd Teddy Benhard Sianipar saat berpangkat Brigjen Pol

    Adhi Makayasa 94 Irjen Pol Alberd Teddy Benhard Sianipar, Perkuat PPATK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mutasi TNI: Agus Widodo Resmi Jadi Waka BIN, Dirjen Strahan Kini Dijabat Bagus Suryadi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Teddy Indra Wijaya: Diam di Tengah Serangan Politik, Karier Cemerlang Tentara Profesional di Pusat Kekuasaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • MK Kabulkan Pencabutan Uji Materi UU APBN 2026 Terkait Tata Kelola MBG

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hari Pers Dunia: Kasus Kadri Amin dan Ancaman Ekosistem Pers

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • GMNI Jakarta Timur Mengawal Keadilan bagi Debitur Panin Bank yang Diduga Dirugikan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM MEDIAMASSA.ID

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com