• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Rabu, Juli 15, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Opini Artikel

Garut Tempo Doeloe: Menyibak Jejak Priangan di Masa Kolonial dalam Bingkai Sejarah Swiss van Java

Tresyana Bulan oleh Tresyana Bulan
18 Februari 2026
di Artikel
A A
0
dok Dispusipda

dok Dispusipda

ShareSendShare ShareShare

Garut, Kabariku – Pameran foto bertajuk “Garut Tempo Doeloe: Jejak Priangan di Masa Kolonial” digelar di seputaran Pendopo Garut, Rabu (18/2/2026), dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-213 Kabupaten Garut.

Kegiatan ini mengajak masyarakat menelusuri kembali wajah Garut pada dekade 1910-1920-an melalui arsip visual peninggalan masa Hindia Belanda.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Mengusung konsep perjalanan lintas waktu, pameran ini menampilkan dokumentasi foto yang merekam lanskap alam, perkembangan tata kota, hingga dinamika sosial masyarakat Garut pada awal abad ke-20.

RelatedPosts

Catatan Ringan Juli 2026: Dua Blok dan Satu Kue

Lima Cahaya Penjaga Hati dari Jalan Dosa

Watak Integritas Polisi: Kunci Utama Terwujudnya Kemajuan Bangsa

Pada masa itu, kawasan Priangan, termasuk Garut, dikenal luas dengan julukan “Swiss van Java” karena keindahan alam pegunungan dan udaranya yang sejuk.

Cipanas dan Pesona Alam Garut Tempo Dulu

Salah satu sorotan utama dalam pameran adalah kawasan Cipanas yang sejak awal 1900-an telah berkembang menjadi destinasi wisata unggulan.

Pemandian air panas di kaki Gunung Guntur serta panorama pegunungan yang mengelilingi kota menjadi daya tarik utama yang dipromosikan pemerintah kolonial kepada wisatawan Eropa.

Foto-foto hitam putih yang dipamerkan memperlihatkan hamparan kebun, jalan-jalan tanah yang membelah perbukitan, serta suasana pedesaan yang masih alami.

Dokumentasi tersebut menggambarkan Garut sebagai wilayah yang tenang, namun mulai mengalami transformasi menuju modernitas di bawah administrasi kolonial.

Hotel Mewah dan Ruang Sosial Kaum Elite

Pameran ini juga menampilkan potret kejayaan sektor pariwisata kolonial melalui kemegahan hotel-hotel legendaris.

Salah satunya adalah Hotel Papandayan yang pada masanya dikenal sebagai hotel termewah di wilayah Priangan. Bangunan bergaya arsitektur kolonial dengan sentuhan tropis itu menjadi simbol eksklusivitas dan kemewahan.

Baca Juga  MBG Jadi Mesin Ekonomi Nasional: Puluhan Ribu SPPG Gerakkan Hampir 1 Juta Tenaga Kerja dan Rp1 Triliun Per Hari

Tak jauh dari pusat kota, berdiri pula Hotel Ngamplang di kawasan dataran tinggi Ngamplang. Hotel ini menawarkan panorama lapangan golf dan pegunungan, sekaligus menjadi ruang sosial tempat pejabat kolonial, pengusaha perkebunan, dan wisatawan Eropa berinteraksi.

Melalui arsip visual tersebut, terlihat bahwa hotel bukan sekadar tempat bermalam, melainkan pusat aktivitas sosial dan ekonomi yang mencerminkan stratifikasi masyarakat kolonial.

Tata Kota dan Sistem Kolonial

Selain lanskap wisata, dokumentasi yang dipamerkan memperlihatkan bangunan pemerintahan dan fasilitas umum yang menandai penataan kota secara sistematis. Jalan raya yang lebar, jembatan kokoh, serta kantor administrasi menunjukkan hadirnya sistem kolonial yang terstruktur di Garut.

Namun di balik kemegahan arsitektur dan keteraturan tata kota itu, tersimpan realitas sosial yang kompleks. Sistem perkebunan, kerja paksa, dan ketimpangan sosial menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah pembentukan kota pada masa tersebut.

Membaca Ulang Sejarah Garut

Pameran “Garut Tempo Doeloe” tidak hanya menghadirkan romantisme visual masa lalu, tetapi juga menjadi ruang refleksi sejarah. Foto-foto yang ditampilkan berfungsi sebagai arsip yang membekukan waktu sekaligus saksi perjalanan identitas Garut—hasil interaksi antara alam, kolonialisme, dan masyarakat lokal.

Pengunjung diajak membayangkan suasana kota di awal abad ke-20: suara delman di jalanan, percakapan berbahasa Belanda di beranda hotel, hingga aktivitas masyarakat pribumi yang menjadi bagian penting denyut kehidupan kota.

Melalui peringatan Hari Jadi ke-213 ini, Garut tidak sekadar merayakan usia, tetapi juga merawat ingatan kolektif. Dokumentasi visual era 1910–1920-an menjadi pengingat bahwa Garut hari ini merupakan hasil perjalanan panjang sejarah—sebuah warisan yang terus hidup dan memberi makna bagi generasi kini dan mendatang.***

Baca juga :

Garut: Dari Duri Semak hingga Identitas Kolektif
“Garut Gumiwang Tanjeur Dangiang”, Saksikan Live dan Hadiri Puncak Acara HJG ke-213 di Alun-Alun Garut

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Garut Tempo DoeloeJejak Priangan di Masa KolonialPendopo Garutpeninggalan masa Hindia BelandaSejarah Swiss van Java
ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

“Garut Gumiwang Tanjeur Dangiang”, Saksikan Live dan Hadiri Puncak Acara HJG ke-213 di Alun-Alun Garut

Post Selanjutnya

Jelang Ramadan, Legislator Garut Tinjau Kondisi Janda Tua Duafa di Leuwigoong

RelatedPosts

Catatan Ringan Juli 2026: Dua Blok dan Satu Kue

13 Juli 2026

Lima Cahaya Penjaga Hati dari Jalan Dosa

5 Juli 2026

Watak Integritas Polisi: Kunci Utama Terwujudnya Kemajuan Bangsa

28 Juni 2026

Sikap Bijak Lembaga Maupun Pemerintah Tidak Melulu Menimpakan Kesalahan Kepada Masyarakat

14 Juni 2026

MBG Jadi Mesin Ekonomi Nasional: Puluhan Ribu SPPG Gerakkan Hampir 1 Juta Tenaga Kerja dan Rp1 Triliun Per Hari

16 Mei 2026

Tradisi Intelektual Pejabat Publik

13 Mei 2026
Post Selanjutnya

Jelang Ramadan, Legislator Garut Tinjau Kondisi Janda Tua Duafa di Leuwigoong

Wakil Ketua DPRD Kabupaten H Subhan Fahmi

Momentum HJG ke-213, DPRD Garut Tegaskan Pentingnya Sinergi Pembangunan

Discussion about this post

KabarTerbaru

Kapolda Babel Pimpin Sertijab Sejumlah PJU Hingga Kapolres, Berikut Daftar Lengkapnya

14 Juli 2026

Tangsel Makin Terang! Pemkot Bangun 3.280 PJU Baru, Benyamin Pastikan Warga Lebih Aman Beraktivitas Malam Hari

14 Juli 2026

Ketua DPRD Kota Tangerang Rusdi Desak Disdik Segera Data Siswa yang Belum Dapat Sekolah, Optimalkan Penempatan ke Swasta

14 Juli 2026
Jamwas melaporkan Kepala Dinas SDABMBK Kabupaten Bekasi ke Dewas KPK dan KPK. (Istimewa)

Kepala Dinas SDABMBK Resmi Dilaporkan, Jamwas Desak KPK Kembangkan Kasus Ijon

14 Juli 2026
Foto Ilustrasi : Istimewa

Kuasa Hukum Nancy Ancam Laporkan Dwi Febri jika Kesaksiannya Terbukti Palsu 

14 Juli 2026

ISPA Akibat Asap TPA Jatiwaringin Nol, Dinkes Kabupaten Tangerang: 398 Warga Sudah Sembuh

14 Juli 2026

Stok BBM Pertalite Aman, Keluarga Besar APKLI Babel Yakin Pertamina Bekerja Profesional

14 Juli 2026

Dinilai Lebih Efisien, Kebijakan Sewa Mobil Dinas Pemkot Tangsel Bisa Tekan Beban APBD

14 Juli 2026

Kejagung Gandeng KPK, Bentuk Tim Khusus Tangani Kasus Eks Jampidsus

14 Juli 2026

Presiden Prabowo Panggil Menhan, Panglima TNI, Kapolri hingga Kepala BIN ke Istana

12 Juli 2026

Kabar Terpopuler

  • Mantan Branch Manager MNC Bank Cabang MNC Tower,Saidah Amir Sussy Ditahan Polisi, Diduga Gelapkan Dana Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diresmikan Sejak November 2025, SPPG Milik Eks Bupati Agus Supriadi Belum Juga Beroperasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Atlet Renang Pelajar Garut Borong Medali di O2SN Jabar, Kalula Lolos ke Tingkat Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Presiden Prabowo Panggil Menhan, Panglima TNI, Kapolri hingga Kepala BIN ke Istana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KPK Tahan Eks Sekjen MPR, Diduga Terima Gratifikasi “Uang Assalamualaikum” Rp30 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polri Tetapkan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah sebagai Tersangka Dugaan Korupsi dan TPPU

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SIAGA 98 Desak Kortas Tipikor Polri Buka Terang Keterkaitan Penggeledahan dengan Jampidsus Febrie Adriansyah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM
DJITUBERITA.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com