• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Rabu, Juli 15, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Opini

Gerakan Nasional Zero Droplet (GNZD), Memutus Mata Rantai Penyebaran Covid-19 di Indonesia

Redaksi oleh Redaksi
20 April 2020
di Opini
A A
0
Dr. Alimin Ginting. (*)

Dr. Alimin Ginting. (*)

ShareSendShare ShareShare

Oleh: Alimin Ginting (Pakar Geopark Kaldera Toba dan Ketua Badan Pakar Asosiasi Daerah Penghasil Panasbumi Indonesia – ADPPI)

PABUMNews – Covid-19 yang awalnya terjadi di Wuhan China telah menyebar dan menular secara global, sebagian besar negara didunia telah mengalami pandemi. Penyebaran Virus ini cukup cepat dan sudah terjadi disekitar 213 negara, baik Negara maju maupun Negara berkembang tidak luput dari penyebaran dan penularan Virus ini, termasuk Indonesia.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Kita mengapresiasi perhatian dan tindakan Pemerintah dalam penanganan Covid -19 yang saat ini telah menyebar dan menular di Indonesia. Pemerintah telah membuat berbagai kebijakan dan tindakan antisipasi dalam melindungi masyarakat Indonesia agar terhindar dari penularan virus ini.

RelatedPosts

WPR dan IPR di Bangka Belitung: Solusi Tata Kelola atau Perpanjangan Ketergantungan pada Timah?

Menjaga Kepercayaan dalam Kemitraan Negara: Pelajaran dari Polemik SPPG

Menegaskan Koalisi Prabowo-Jokowi: Ketika Bayang-Bayang Jokowi Tetap Mengiringi Pemerintahan Prabowo

Penyakit yang disebabkan oleh Covid-19 ini menimbulkan kepanikan masyarakat internasional, sehingga dianggap perlu diatasi bersama, paling tidak melalui sumbangan pemikiran atau gagasan, oleh karena itu saya tergugah memberi masukan dan gagasan dalam mengatasi pendemi ini, Fokus perhatian mengelola droplet dengan tujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 melalui “Gerakan Nasional Zero Droplet” ini yang disingkat dengan GNZD.

Jadi yang dikelola disini adalah sisi hulu sebagai sumber dan penyebab dasar (root cause) penyebaran Covid-19 tersebut, manajemen penyebab dasar penyebaran virus bukan hilirnya.

Dalam Gerakan ini mungkin cara-cara penanganan virus akan berbeda dengan yang dilakukan oleh Negara lain, karena Indonesia berbeda kondisi iklim, politik, ekonomi, geografis, sosial-budaya dan karakter masyarakatnya dengan negara mereka. Di Indonesia kita coba virusnya yang kita lockdown, kalau di negara lain manusianya yang di lockdown.

Apa bedanya kebijakan “Social Distance/Pembatasan Sosial Berskala Besar-PSBB” pergerakan masyarakat dengan kebijakan Gerakan Nasional Zero Droplet ini ?.

Dengan kebijakan Social Distance dan Pembatasan Sosial Berskala Besar-PSBB, pergerakan masyarakat/manusianya yang dibatasi untuk menghindari kontak fisik dengan Covid-19. Sebaliknya, gerakan ini virusnya yang dibatasi-Zero, karena Droplet adalah sebagai media penyebaraan dan penularan virus, sehingga manusianya/masyarakatnya dapat bergerak relatif bebas. Dengan kata lain pada Gerakan Nasional Zero Droplet ini, virusnya yang di lockdown atau gerakanya dibatasi, bukan manusianya.

Para ahli sependapat bahwa media penyebaran virus hidup dalam droplet. Droplet adalah berupa cairan lendir basah yang keluar dari tubuh manusia ketika dia batuk ataupun bersin.

Aksi GNZD kita sesuaikan dengan kondisi yang kita memiliki terkait keterbatasan kekuatan medis, finasial dan ekonomi masyarakatnya. Kita yakin kecerdasan kita cukup untuk menangani Covid-19 ini dengan baik sesuai dengan situasi dan kondisi kita, termasuk lokasi geografis yang memiliki banyak sinar matahari.

Baca Juga  Tujuh Tantangan Besar Indonesia 2023, Catatan Akhir Tahun Dr. Syahganda Nainggolan

Salah satu cara agar tidak ada droplet yang tersembur keluar dari mulut dan hidung dan terjatuh kepermukaan bumi serta kepermukaan tubuh manusia dan permukaan benda lainnya termasuk yang terdispersi dan tersuspensi ke udara dalam bentuk aerosol, maka perlu sebuah gerakan yang diusulkan-GNZD , dilaksanakan secara nasional dan serentak seluruh Indonesia.

Dibanding dengan kebijakan sekarang ini manusianya yang dirumahkan dan dibatasi geraknya melalui Gerakan social distance dan Pembatasan Sosial Bersekala Besar, sedangkan dalam gerakan GNZD ini yang dilakukan sebaliknya, virusnya yang di lockdown atau gerakan virusnya dikungkung atau dibatasi.

Untuk tujuan merealisasikan Gerakan Zero droplet ini perlu langkah-langkah yang dianggap perlu dilakukan dengan melaksanakan sensus dan absensi kesehatan Secara Nasional Untuk Mendata Orang Yang Mengalami Gejala Covid 19 Yang Berpotensi Mengeluarkan Droplet.

Diharapkan dari kegiatan sensus dan absensi kesehatan ini adalah agar terdata dan dapat dikelompokkan antara orang kurang sehat dan sehat disebuah Desa/Kelurahan seluruh Indonesia. Kegiatan sensus ini, selanjutnya ditindak lanjuti dengan kegiatan absensi kesehatan secara nasional. Kegiatan absensi kesehatan ini tujuannya untuk memonitor dan mengevaluasi perkembangan orang kurang sehat di masing masing Desa/Kelurahan per-hari serta memantau kesehatan masyarakat setempat secara keseluruhan dan rutin, untuk menjadi dasar perencanaan program zero droplet.

Sensus akan ditindak lanjuti dengan aktifitas absensi kesehatan untuk memfilter dan memilah warga yang sehat dan kurang sehat setiap hari, dikerjakan secara rutin, untuk dapat mengambil tindakan sedini mungkin terkait dengan penanganan droplet dan bencana virus, bila ada penambahan di Desa/Kelurahan tersebut. Terjadi penambahan atau pengurangan akan terlihat dari aktifitas absensi kesehatan ini.

Absensi kesehatan ini dapat diberlakukan juga untuk seluruh instasi pemerintah dan swasta, baik di pusat maupun di daerah, termasuk TNI-Polri seperti batalyon dan juga seluruh Lapas/Penjara padat penghuni, untuk mendeteksi secara dini setiap hari terkait orang yang berpotensi mengeluarkan droplet dan terkena infeksi virus di lingkungan komunitas mereka. Semua instansi pemerintah dan swasta ,perlu juga mengadakan kegiatan absensi kesehatan ini dengan tujuan pengelolaan droplet dan pemutusan mata rantai penyebaran dan penularan virus.

Langkah- langkah selanjutnya Protokol pengelolaan droplet dan Protokol diluar rumah atau ketika berpergian yang menjadi acuan semua pihak.

Perbandingan biaya bila penanganan dititik beratkan di bagian hulu dengan Gerakan Nasional Zero Droplet, bukan dibagian hilir.

Pemikiran Gerakan Nasional Pencegahan Covid-19 melalui kegiatan Zero Droplet ini bicara tentang penanganan detail dibagian hulu sebagai sumber bencana virus, tidak dibagian hilir yang terkait dengan penangan korban/orang terinfeksi yang penangannya lebih komplek. Dengan demikian diperkirakan biaya yang dibutuhkan jauh lebih rendah bila bagian hulu ditangani dengan baik, dibandingkan dengan mengandalkan penanganan bagian hilir.

Baca Juga  Saatnya Pengelolaan Desa Yang Partisipatif, Akuntabel dan Berwawasan Lingkungan

Penanganan bagian hilir membutuhkan fasilitas lebih banyak dan berbiaya tinggi. Gerakan Nasional Zero Droplet ini ditekankan pada pemanfaatan organisasi Pemerintahan dan masyarakat yang telah ada di desa masing masing dan biayanya dititik beratkan pada penggunaan Dana Desa dan dana Pemerintah lainnya yang tersedia. Walaupun perlu bantuan relawan, hanya sebatas relawan Desa. Bila diperlukan dana tambahan, diperkirakan masih dalam jangkauan kemampuan dana Pemerintah. Dengan system penanganan yang dititik beratkan dibagian hilir( yang ditangani korban virusnya), karena fasilitas yang dibutuhkan jauh lebih banyak, maka diyakini akan menelan biaya yang cukup tinggi.

Bila penanganan bagian hulu bisa terlaksana dengan baik, maka angka jumlah warga yang terinfeksi virus juga bisa ditekan bahkan dihilangkan, karena ruang gerak virusnya dibatasi di lock down atau tidak dikasih ruang gerak sama sekali. Sehingga, dampak bagian hilir juga dapat turun drastis karena korban/orang terinfeksi virus corona menurun dan bahkan mungkin dapat di -zero- kan alias tidak ada. Akibat penurunaan orang terinfeksi, maka terjadi relaksasi dibagian hilir termasuk relaksasi pembiayaan, fasilitas kesehataan, tenaga kesehataan dan meminimalisasi usaha dan tenaga penanganan. Akhirnya tidak perlu persiapan dana diluar dana yang tersedia.

Selain itu kenapa diyakini Gerakan Nasional Zero Droplet ini lebih rendah biayanya dan lebih hemat, karena pengurusan orang sehat dan terinfeksi virus corona plus kurang sehat tidak lagi bercampur baur, tapi Pemerintah sudah dapat focus pada penanganan warga kurang sehat dan yang terinfeksi saja. Orang sehat bisa mandiri dan tidak perlu diurus karena dapat beraktifitas seperti biasa , menjalankan ekonomi nasional secara normal.

Manfaat Gerakan Nasional Zero Droplet yang diperoleh bila berhasil dilaksanakan di seluruh Indonesia secara serentak, terutama pada kantong-kantong penyebaran ataupun di epicenter penyebaran Virus Corona, yaitu;

Pertama, dengan zero droplet ini ditargetkan dapat memutus mata rantai penyebaran dan penularan Covid-19 secara total dan nasional,dalam kurung waktu yang tidak terlalu lama, karena virusnya di lockdown maka penyebaran dan penularannya juga dapat dibatasi, diputuskan, bahkan dihilangkan.

Kedua, Mengurangi dan menghilangkan kepanikan dan stres di tengah tengah masyarakat, untuk meningkatkan peran antibody dan imunitas masyarakat Indonesia secara nasional, dalam rangka menangkal infeksi virus, mengingat anti virusnya belum tersedia.

Ketiga, telah ter-inventarisir dan ter-indentifikasi orang yang kurang sehat yang berpotensi mengeluarkan droplet, yang sedang mengalami sakit flu, batuk batuk, sesak nafas, sakit tenggorokan, pusing-pening kepala dan sejenisnya, sehingga tindakan pengawasan dan bantuan Pemerintah dapat difocuskan kepada mereka, sehingga lebih tepat sasaran dan akurat.

Baca Juga  Tragedi Kanjuruhan dan Rendahnya Budaya Malu Bangsa Kita

Keempat, Pemerintah atau pihak yang bertugas mengurusi dampak Covid-19, tidak sibuk lagi ngurusi orang sehat, tapi sudah bisa fokus ngurusi orang yang tidak sehat.

Kelima, meringankan beban Pemerintah dan gugus tugas lainnya karena tidak perlu memikirkan fasilitas kesehatan, obat obatan, serta perangkat kesehatan cukup besar untuk jutaan penduduk Indonesia karena, yang diutamakan orang yang kurang sehat berdasarkan hasil sensus dan absensi kesehatan secara nasional yang diperoleh melalui Gerakan Nasional Zero Droplet ini.

Keenam, biaya yang dibutuhkan menjadi biaya terjangkau oleh pemerintah, sehingga Pemerintah tidak terlalu disibukkan dengan kebijakan perubahan penggunaan anggaran dan keuangan yang sebelumnya telah ditetapkan dan ditempatkan pada cost center tertentu untuk pembangunan.

Ketujuh, orang yang sehat tidak perlu terlalu diurus dan dirumahkan (dicampur dengan orang yang kurang sehat),mereka dapat bekerja sebagaimana biasanya seesuai dengan jam kerja, untuk menjalankan roda perekonomian secara nasional. Sehingga dampak ekonomi nasional bisa di-minimalisir, walaupun kondisi global akan terpengaruh terhadap ekonomi nasional Indonesia.

Kedelapan, dimata dunia internasional bahwa Indonesia serius dan berhasil mengatasi penyebaran virus corona di negerinya sendiri dengan caranya sendiri dan berbeda dengan cara mereka.

Kesembilan, sudah tersedia protocol kesehatan masyarakat, mekanisme, ataupun standard operating procedure (SOP) kesehatan , bagi semua warga Indonesia baik desa maupun dikota, terkait virus corona, yang bisa mereka ikuti.

Kesepuluh, penangannya lebih terkendali, karena yang ditangani adalah akar permasalahannya (root cause) disisi hulu,sebagai sumber penyebarannya dan diperkirakan dapat dihambat atau dihentikan dengan Gerakan Nasional Zero Droplet, bukan disisi hilir yang sifatnya lebih komplek dan membutuhkaan energi dan biaya lebih tinggi karena yang ditangani adalah korbannya yang tiap hari bertambah.

Kesebelas, diharapkan terjadinya kesetabilan sosial-politik dan social – ekonomi secara nasional serta manfaat manfaat lainnya.

Keduabelas, Gerakan zero droplet ini bisa dijadikan pertanggungjawaban keseriusan Pemerintah terhadap kurang lebih 260 juta penduduk Indonesia terkait dengan penanggulangan dan pencegahan penyebaran virus corona sesuai standar teknis yang berlaku di Indonesia.

Ketigabelas, Droplet yang berperan sebagai media penularan virus corona di nol kan (zero) pada segala permukaan benda yang terletak baik dalam rumah maupun diluar rumah, termasuk yang nempel di partikel partikel kecil di udara dalam bentuk aerosol, sehingga penyebaran virus corona dapat dihambat atau dihentikan.

Inti daripada tulisan ini adalah yang di-lockdown adalah virus corona-nya bukan manusianya. Kalau manusiaanya di lockdown maka terlalu berat beban sosial-politik dan sosial ekonominya dan terlalu besar beban finasial yang harus dipersiapkan dan ditanggung. Titik berat tulisan ini lebih dititik beratkan pada management pandemic virus di Indonesia, bukan mengatasinya dari sisi medisnya. (*)

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

Inilah 40 Negara dengan Kasus Covid Tertinggi, Indonesia di Urutan 38

Post Selanjutnya

Presiden Kembali Tegaskan Data Covid-19 Harus Disampaikan Secara Terbuka

RelatedPosts

WPR dan IPR di Bangka Belitung: Solusi Tata Kelola atau Perpanjangan Ketergantungan pada Timah?

15 Juli 2026
Oplus_131072

Menjaga Kepercayaan dalam Kemitraan Negara: Pelajaran dari Polemik SPPG

15 Juli 2026

Menegaskan Koalisi Prabowo-Jokowi: Ketika Bayang-Bayang Jokowi Tetap Mengiringi Pemerintahan Prabowo

13 Juli 2026

Catatan Ringan Juli 2026: Dua Blok dan Satu Kue

13 Juli 2026

Jangan Sampai Kita Jadi “Kuli Listrik” ASEAN, Kita Juga Harus Jadi “Tuan Rumah” di ASEAN

8 Juli 2026

Rp174 Triliun Belum Cukup, Saatnya Menata Ulang Tata Kelola SPPG Nasional

7 Juli 2026
Post Selanjutnya

Presiden Kembali Tegaskan Data Covid-19 Harus Disampaikan Secara Terbuka

Ilham Yunda. (*)

Dukung Buruh Tolak Pembahasan RUU Ciptaker, Komnas RIM Siap Turunkan Massa

Discussion about this post

KabarTerbaru

WPR dan IPR di Bangka Belitung: Solusi Tata Kelola atau Perpanjangan Ketergantungan pada Timah?

15 Juli 2026

Kapolda Babel Minta Jajarannya Turun Ke SPBU, Awasi Pendistribusian BBM Subsidi

15 Juli 2026

Kasus Tuduhan Penggelapan dan Penipuan Dr.Andi Kusuma,S.H.M.kn., CTL.,Resmi SP3D

15 Juli 2026

Kemendag Tangani 1.911 Layanan Konsumen di Semester I 2026, Pengaduan Elektronik hingga Paylater Mendominasi

15 Juli 2026

Kejagung Terbitkan 3 Sprindik Pengalihan Kasus Korupsi, SIAGA 98 Dorong Libatkan KPK

15 Juli 2026
Wasekretaris Jenderal Depinas SOKSI, Rouli Rajagukguk, (Istimewa)

Wasekjend Depinas SOKSI Kritik Deddy Sitorus, Singgung Etika Politik dan Kepemimpinan PDIP

15 Juli 2026
Oplus_131072

Menjaga Kepercayaan dalam Kemitraan Negara: Pelajaran dari Polemik SPPG

15 Juli 2026

Pakar Hukum Dr Muhamad Rullyandi: KUHAP Baru Perkuat Profesionalitas Penyidik dan Supremasi Hukum

15 Juli 2026

Adian Napitupulu: Kepastian Hukum Jadi Kunci Wujudkan Keadilan bagi Masyarakat

15 Juli 2026

Seskab Teddy: Presiden Prabowo dengan DEN Bahas Ketahanan Ekonomi hingga Percepatan GovTech

15 Juli 2026

Kabar Terpopuler

  • Mantan Branch Manager MNC Bank Cabang MNC Tower,Saidah Amir Sussy Ditahan Polisi, Diduga Gelapkan Dana Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diresmikan Sejak November 2025, SPPG Milik Eks Bupati Agus Supriadi Belum Juga Beroperasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Atlet Renang Pelajar Garut Borong Medali di O2SN Jabar, Kalula Lolos ke Tingkat Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PSI Tangsel: Bergabungnya Narji Cagur Jadi Suntikan Semangat bagi Kader

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Catatan Ringan Juli 2026: Dua Blok dan Satu Kue

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Baik! RS Medina Garut Rekrut 99 Peserta Program Magang Nasional Kemenaker

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Presiden Prabowo Panggil Menhan, Panglima TNI, Kapolri hingga Kepala BIN ke Istana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM
DJITUBERITA.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com