• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Rabu, Januari 14, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Artikel
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Artikel
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Opini

Gerakan Nasional Zero Droplet (GNZD), Memutus Mata Rantai Penyebaran Covid-19 di Indonesia

Redaksi oleh Redaksi
20 April 2020
di Opini
A A
0
Dr. Alimin Ginting. (*)

Dr. Alimin Ginting. (*)

ShareSendShare ShareShare

Oleh: Alimin Ginting (Pakar Geopark Kaldera Toba dan Ketua Badan Pakar Asosiasi Daerah Penghasil Panasbumi Indonesia – ADPPI)

PABUMNews – Covid-19 yang awalnya terjadi di Wuhan China telah menyebar dan menular secara global, sebagian besar negara didunia telah mengalami pandemi. Penyebaran Virus ini cukup cepat dan sudah terjadi disekitar 213 negara, baik Negara maju maupun Negara berkembang tidak luput dari penyebaran dan penularan Virus ini, termasuk Indonesia.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Kita mengapresiasi perhatian dan tindakan Pemerintah dalam penanganan Covid -19 yang saat ini telah menyebar dan menular di Indonesia. Pemerintah telah membuat berbagai kebijakan dan tindakan antisipasi dalam melindungi masyarakat Indonesia agar terhindar dari penularan virus ini.

RelatedPosts

Mencegah Politisasi Reformasi Polri

Aktualisasi Pesan Kapolri Idham Azis

Coretax: Digitalisasi Pajak yang Dipaksakan?

Penyakit yang disebabkan oleh Covid-19 ini menimbulkan kepanikan masyarakat internasional, sehingga dianggap perlu diatasi bersama, paling tidak melalui sumbangan pemikiran atau gagasan, oleh karena itu saya tergugah memberi masukan dan gagasan dalam mengatasi pendemi ini, Fokus perhatian mengelola droplet dengan tujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 melalui “Gerakan Nasional Zero Droplet” ini yang disingkat dengan GNZD.

Jadi yang dikelola disini adalah sisi hulu sebagai sumber dan penyebab dasar (root cause) penyebaran Covid-19 tersebut, manajemen penyebab dasar penyebaran virus bukan hilirnya.

Dalam Gerakan ini mungkin cara-cara penanganan virus akan berbeda dengan yang dilakukan oleh Negara lain, karena Indonesia berbeda kondisi iklim, politik, ekonomi, geografis, sosial-budaya dan karakter masyarakatnya dengan negara mereka. Di Indonesia kita coba virusnya yang kita lockdown, kalau di negara lain manusianya yang di lockdown.

Apa bedanya kebijakan “Social Distance/Pembatasan Sosial Berskala Besar-PSBB” pergerakan masyarakat dengan kebijakan Gerakan Nasional Zero Droplet ini ?.

Dengan kebijakan Social Distance dan Pembatasan Sosial Berskala Besar-PSBB, pergerakan masyarakat/manusianya yang dibatasi untuk menghindari kontak fisik dengan Covid-19. Sebaliknya, gerakan ini virusnya yang dibatasi-Zero, karena Droplet adalah sebagai media penyebaraan dan penularan virus, sehingga manusianya/masyarakatnya dapat bergerak relatif bebas. Dengan kata lain pada Gerakan Nasional Zero Droplet ini, virusnya yang di lockdown atau gerakanya dibatasi, bukan manusianya.

Para ahli sependapat bahwa media penyebaran virus hidup dalam droplet. Droplet adalah berupa cairan lendir basah yang keluar dari tubuh manusia ketika dia batuk ataupun bersin.

Aksi GNZD kita sesuaikan dengan kondisi yang kita memiliki terkait keterbatasan kekuatan medis, finasial dan ekonomi masyarakatnya. Kita yakin kecerdasan kita cukup untuk menangani Covid-19 ini dengan baik sesuai dengan situasi dan kondisi kita, termasuk lokasi geografis yang memiliki banyak sinar matahari.

Baca Juga  Post Truth vs Crowdocracy

Salah satu cara agar tidak ada droplet yang tersembur keluar dari mulut dan hidung dan terjatuh kepermukaan bumi serta kepermukaan tubuh manusia dan permukaan benda lainnya termasuk yang terdispersi dan tersuspensi ke udara dalam bentuk aerosol, maka perlu sebuah gerakan yang diusulkan-GNZD , dilaksanakan secara nasional dan serentak seluruh Indonesia.

Dibanding dengan kebijakan sekarang ini manusianya yang dirumahkan dan dibatasi geraknya melalui Gerakan social distance dan Pembatasan Sosial Bersekala Besar, sedangkan dalam gerakan GNZD ini yang dilakukan sebaliknya, virusnya yang di lockdown atau gerakan virusnya dikungkung atau dibatasi.

Untuk tujuan merealisasikan Gerakan Zero droplet ini perlu langkah-langkah yang dianggap perlu dilakukan dengan melaksanakan sensus dan absensi kesehatan Secara Nasional Untuk Mendata Orang Yang Mengalami Gejala Covid 19 Yang Berpotensi Mengeluarkan Droplet.

Diharapkan dari kegiatan sensus dan absensi kesehatan ini adalah agar terdata dan dapat dikelompokkan antara orang kurang sehat dan sehat disebuah Desa/Kelurahan seluruh Indonesia. Kegiatan sensus ini, selanjutnya ditindak lanjuti dengan kegiatan absensi kesehatan secara nasional. Kegiatan absensi kesehatan ini tujuannya untuk memonitor dan mengevaluasi perkembangan orang kurang sehat di masing masing Desa/Kelurahan per-hari serta memantau kesehatan masyarakat setempat secara keseluruhan dan rutin, untuk menjadi dasar perencanaan program zero droplet.

Sensus akan ditindak lanjuti dengan aktifitas absensi kesehatan untuk memfilter dan memilah warga yang sehat dan kurang sehat setiap hari, dikerjakan secara rutin, untuk dapat mengambil tindakan sedini mungkin terkait dengan penanganan droplet dan bencana virus, bila ada penambahan di Desa/Kelurahan tersebut. Terjadi penambahan atau pengurangan akan terlihat dari aktifitas absensi kesehatan ini.

Absensi kesehatan ini dapat diberlakukan juga untuk seluruh instasi pemerintah dan swasta, baik di pusat maupun di daerah, termasuk TNI-Polri seperti batalyon dan juga seluruh Lapas/Penjara padat penghuni, untuk mendeteksi secara dini setiap hari terkait orang yang berpotensi mengeluarkan droplet dan terkena infeksi virus di lingkungan komunitas mereka. Semua instansi pemerintah dan swasta ,perlu juga mengadakan kegiatan absensi kesehatan ini dengan tujuan pengelolaan droplet dan pemutusan mata rantai penyebaran dan penularan virus.

Langkah- langkah selanjutnya Protokol pengelolaan droplet dan Protokol diluar rumah atau ketika berpergian yang menjadi acuan semua pihak.

Perbandingan biaya bila penanganan dititik beratkan di bagian hulu dengan Gerakan Nasional Zero Droplet, bukan dibagian hilir.

Pemikiran Gerakan Nasional Pencegahan Covid-19 melalui kegiatan Zero Droplet ini bicara tentang penanganan detail dibagian hulu sebagai sumber bencana virus, tidak dibagian hilir yang terkait dengan penangan korban/orang terinfeksi yang penangannya lebih komplek. Dengan demikian diperkirakan biaya yang dibutuhkan jauh lebih rendah bila bagian hulu ditangani dengan baik, dibandingkan dengan mengandalkan penanganan bagian hilir.

Baca Juga  Revolusi Mental itu Negara Harus Hadir Dalam Permasalahan Rakyat

Penanganan bagian hilir membutuhkan fasilitas lebih banyak dan berbiaya tinggi. Gerakan Nasional Zero Droplet ini ditekankan pada pemanfaatan organisasi Pemerintahan dan masyarakat yang telah ada di desa masing masing dan biayanya dititik beratkan pada penggunaan Dana Desa dan dana Pemerintah lainnya yang tersedia. Walaupun perlu bantuan relawan, hanya sebatas relawan Desa. Bila diperlukan dana tambahan, diperkirakan masih dalam jangkauan kemampuan dana Pemerintah. Dengan system penanganan yang dititik beratkan dibagian hilir( yang ditangani korban virusnya), karena fasilitas yang dibutuhkan jauh lebih banyak, maka diyakini akan menelan biaya yang cukup tinggi.

Bila penanganan bagian hulu bisa terlaksana dengan baik, maka angka jumlah warga yang terinfeksi virus juga bisa ditekan bahkan dihilangkan, karena ruang gerak virusnya dibatasi di lock down atau tidak dikasih ruang gerak sama sekali. Sehingga, dampak bagian hilir juga dapat turun drastis karena korban/orang terinfeksi virus corona menurun dan bahkan mungkin dapat di -zero- kan alias tidak ada. Akibat penurunaan orang terinfeksi, maka terjadi relaksasi dibagian hilir termasuk relaksasi pembiayaan, fasilitas kesehataan, tenaga kesehataan dan meminimalisasi usaha dan tenaga penanganan. Akhirnya tidak perlu persiapan dana diluar dana yang tersedia.

Selain itu kenapa diyakini Gerakan Nasional Zero Droplet ini lebih rendah biayanya dan lebih hemat, karena pengurusan orang sehat dan terinfeksi virus corona plus kurang sehat tidak lagi bercampur baur, tapi Pemerintah sudah dapat focus pada penanganan warga kurang sehat dan yang terinfeksi saja. Orang sehat bisa mandiri dan tidak perlu diurus karena dapat beraktifitas seperti biasa , menjalankan ekonomi nasional secara normal.

Manfaat Gerakan Nasional Zero Droplet yang diperoleh bila berhasil dilaksanakan di seluruh Indonesia secara serentak, terutama pada kantong-kantong penyebaran ataupun di epicenter penyebaran Virus Corona, yaitu;

Pertama, dengan zero droplet ini ditargetkan dapat memutus mata rantai penyebaran dan penularan Covid-19 secara total dan nasional,dalam kurung waktu yang tidak terlalu lama, karena virusnya di lockdown maka penyebaran dan penularannya juga dapat dibatasi, diputuskan, bahkan dihilangkan.

Kedua, Mengurangi dan menghilangkan kepanikan dan stres di tengah tengah masyarakat, untuk meningkatkan peran antibody dan imunitas masyarakat Indonesia secara nasional, dalam rangka menangkal infeksi virus, mengingat anti virusnya belum tersedia.

Ketiga, telah ter-inventarisir dan ter-indentifikasi orang yang kurang sehat yang berpotensi mengeluarkan droplet, yang sedang mengalami sakit flu, batuk batuk, sesak nafas, sakit tenggorokan, pusing-pening kepala dan sejenisnya, sehingga tindakan pengawasan dan bantuan Pemerintah dapat difocuskan kepada mereka, sehingga lebih tepat sasaran dan akurat.

Keempat, Pemerintah atau pihak yang bertugas mengurusi dampak Covid-19, tidak sibuk lagi ngurusi orang sehat, tapi sudah bisa fokus ngurusi orang yang tidak sehat.

Baca Juga  Menggoreng Isu Minyak Goreng

Kelima, meringankan beban Pemerintah dan gugus tugas lainnya karena tidak perlu memikirkan fasilitas kesehatan, obat obatan, serta perangkat kesehatan cukup besar untuk jutaan penduduk Indonesia karena, yang diutamakan orang yang kurang sehat berdasarkan hasil sensus dan absensi kesehatan secara nasional yang diperoleh melalui Gerakan Nasional Zero Droplet ini.

Keenam, biaya yang dibutuhkan menjadi biaya terjangkau oleh pemerintah, sehingga Pemerintah tidak terlalu disibukkan dengan kebijakan perubahan penggunaan anggaran dan keuangan yang sebelumnya telah ditetapkan dan ditempatkan pada cost center tertentu untuk pembangunan.

Ketujuh, orang yang sehat tidak perlu terlalu diurus dan dirumahkan (dicampur dengan orang yang kurang sehat),mereka dapat bekerja sebagaimana biasanya seesuai dengan jam kerja, untuk menjalankan roda perekonomian secara nasional. Sehingga dampak ekonomi nasional bisa di-minimalisir, walaupun kondisi global akan terpengaruh terhadap ekonomi nasional Indonesia.

Kedelapan, dimata dunia internasional bahwa Indonesia serius dan berhasil mengatasi penyebaran virus corona di negerinya sendiri dengan caranya sendiri dan berbeda dengan cara mereka.

Kesembilan, sudah tersedia protocol kesehatan masyarakat, mekanisme, ataupun standard operating procedure (SOP) kesehatan , bagi semua warga Indonesia baik desa maupun dikota, terkait virus corona, yang bisa mereka ikuti.

Kesepuluh, penangannya lebih terkendali, karena yang ditangani adalah akar permasalahannya (root cause) disisi hulu,sebagai sumber penyebarannya dan diperkirakan dapat dihambat atau dihentikan dengan Gerakan Nasional Zero Droplet, bukan disisi hilir yang sifatnya lebih komplek dan membutuhkaan energi dan biaya lebih tinggi karena yang ditangani adalah korbannya yang tiap hari bertambah.

Kesebelas, diharapkan terjadinya kesetabilan sosial-politik dan social – ekonomi secara nasional serta manfaat manfaat lainnya.

Keduabelas, Gerakan zero droplet ini bisa dijadikan pertanggungjawaban keseriusan Pemerintah terhadap kurang lebih 260 juta penduduk Indonesia terkait dengan penanggulangan dan pencegahan penyebaran virus corona sesuai standar teknis yang berlaku di Indonesia.

Ketigabelas, Droplet yang berperan sebagai media penularan virus corona di nol kan (zero) pada segala permukaan benda yang terletak baik dalam rumah maupun diluar rumah, termasuk yang nempel di partikel partikel kecil di udara dalam bentuk aerosol, sehingga penyebaran virus corona dapat dihambat atau dihentikan.

Inti daripada tulisan ini adalah yang di-lockdown adalah virus corona-nya bukan manusianya. Kalau manusiaanya di lockdown maka terlalu berat beban sosial-politik dan sosial ekonominya dan terlalu besar beban finasial yang harus dipersiapkan dan ditanggung. Titik berat tulisan ini lebih dititik beratkan pada management pandemic virus di Indonesia, bukan mengatasinya dari sisi medisnya. (*)

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Inilah 40 Negara dengan Kasus Covid Tertinggi, Indonesia di Urutan 38

Post Selanjutnya

Presiden Kembali Tegaskan Data Covid-19 Harus Disampaikan Secara Terbuka

RelatedPosts

Mencegah Politisasi Reformasi Polri

7 Januari 2026
Idham Azis kedua dari kanan (disamping Ahmad Dofiri) sesaat setelah Komisi Percepatan Reformasi Polri menggelar audiensi bersama sejumlah organisasi kelompok masyarakat di Lounge Adhi Pradana, STIK-PTIK Lemdiklat Polri, Selasa (18/11)

Aktualisasi Pesan Kapolri Idham Azis

29 November 2025
ilustrasi

Coretax: Digitalisasi Pajak yang Dipaksakan?

28 November 2025

BBM Oplosan di SPBU Resmi: Tanggung Jawab Siapa?

24 November 2025

Pengalaman Saya, Lala Zhulaeha, Mengajar di SMA Terbuka Caringin

23 November 2025

Tanah, Laut, dan Negara yang Tersesat: Menegakkan Dialektika Petani dan Nelayan di Tengah Kontradiksi Kebijakan Agraria

17 November 2025
Post Selanjutnya

Presiden Kembali Tegaskan Data Covid-19 Harus Disampaikan Secara Terbuka

Ilham Yunda. (*)

Dukung Buruh Tolak Pembahasan RUU Ciptaker, Komnas RIM Siap Turunkan Massa

Discussion about this post

KabarTerbaru

Anggota DPRD Provinsi Banten dari Fraksi PDI Perjuangan, Abraham Garuda Laksono sambangi KPU Banten. (Foto: Istimewa)

Ijazah Dipertanyakan Publik, Anggota DPRD Banten Abraham Garuda Tunjukan Semua Ijazah dari SD-S1 di KPUD

14 Januari 2026

Wakil Ketua DPRD Garut Dorong Pengetatan Pengawasan Tambang Galian C Demi Keselamatan Lingkungan

14 Januari 2026

Belasan Calon Pengantin di Garut Diduga Tertipu Wedding Organizer, Polres Garut Lakukan Penyelidikan

14 Januari 2026
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan keterangannya kepada awak media di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Selasa, 13 Januari 2026

Terima Laporan OIKN, Mensesneg: Presiden Minta Perbaikan Desain dan Fungsi Bangunan IKN

14 Januari 2026
Ilustrasi Pilkada 2029

SIAGA 98: Pilkada Langsung dan Melalui DPRD Sama-sama Demokratis dan Konstitusional

13 Januari 2026
Abbdi Edison PIR JATIM (Pusat Impormasi Rakyat Jawa Timur)

Abdi Edison: Pasal 7 KUHAP Melemahkan Kewenangan Penyidik Non-Polri

13 Januari 2026
Presiden Prabowo meresmikan SMA Taruna Nusantara Malang dengan desain arsitektur yang digagas langsung oleh Presiden.

Presiden Prabowo Resmikan SMA Taruna Nusantara Malang, Sekolah Gratis Berasrama Tiga Kurikulum

13 Januari 2026
KIP menyatakan ijazah Jokowi sebagai informasi publik dan memerintahkan KPU membuka salinan dokumen pencalonan presiden.

KIP Tegaskan Ijazah Jokowi Informasi Publik, KPU Diperintahkan Membuka Salinan

13 Januari 2026

Rajab Prilyadi : Mukab Kadin di Pendopo Bukan Hasil Rekonsoliasi Dua Kubu

13 Januari 2026

Kabar Terpopuler

  • Tommy Soeharto dan Ida Iasha

    Unggahan Sandy Harun Mengguncang Publik: Tommy Soeharto Dikabarkan Menikah dengan Artis Ida Iasha

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jarang Terungkap, Inilah Orang Tua dan Tiga Saudara Kandung Menlu Sugiono Beserta Pekerjaannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Ijazah Belum Tuntas, Dua Tersangka Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Datangi Rumah Jokowi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Tujuh  Anak Try Sutrisno: Dari Jenderal, Dosen, hingga Psikolog di Amerika Serikat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dukung Bupati-Wabup Garut Tertibkan Galian C, Ekspedisi 57: Kebijakan Berani Lindungi Warga dan Lingkungan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Membaca Rekam Jejak Peraih Adhi Makayasa Irjen Rudi Darmoko di Penugasan Kapolda NTT

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jejak Presiden Prabowo dan Jenderal LB Moerdani di Sekolah Kader Taruna Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku adalah media online yang menyajikan berita-berita dan informasi yang beragam serta mendalam. Kabariku hadir memberi manfaat lebih

Kabariku.com Terverifikasi Faktual Dewan Pers dan telah mendapatkan Sertifikat dengan nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Artikel
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com