GARUT – Kondisi memprihatinkan dialami Ibu Erianah, seorang janda lanjut usia yang tinggal seorang diri di rumah tidak layak huni di Kampung Cibingbin, RT 02 RW 04, Desa Cirapuhan, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut.
Informasi mengenai kondisi Ibu Erianah disampaikan oleh Iim Heryanto, Wakil Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Selaawi. Mendapat laporan tersebut, pada Minggu (9/8/2026), dilakukan kunjungan langsung untuk melihat kondisi rumah dan kehidupan Ibu Erianah.
Kunjungan tersebut dilakukan bersama Kepala Desa Cirapuhan Ahmad Kosasih, Pendamping Sosial Desa Cirapuhan Rini Karlina, serta jajaran PAC PDI Perjuangan Kecamatan Selaawi.
Dalam kunjungan tersebut, kondisi rumah Ibu Erianah terlihat membutuhkan perhatian dan perbaikan agar dapat menjadi tempat tinggal yang lebih layak dan aman.
Selain melihat langsung kondisi rumah, sebagai wakil rakyat, Yuda Puja Turnawan juga memberikan bantuan berupa sembako dan santunan uang untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari Ibu Erianah.
Persoalan lain yang turut menjadi perhatian adalah akses Ibu Erianah terhadap bantuan sosial. Berdasarkan data dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), Ibu Erianah masuk dalam kategori desil 4. Namun, hingga saat ini dirinya belum mendapatkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako secara reguler.
Sementara itu, Kepala Desa Cirapuhan Ahmad Kosasih menyampaikan bahwa pemerintah desa telah mengusulkan Ibu Erianah untuk mendapatkan bantuan perbaikan rumah melalui program bedah rumah dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Informasi tersebut kemudian dikonfirmasi kepada Gagan Subhan Nuralam selaku Koordinator Kabupaten Garut untuk program bedah rumah Kementerian PKP. Ia membenarkan bahwa Ibu Erianah akan menjadi salah satu penerima manfaat program bedah rumah dari Kementerian PKP.Kabar tersebut menjadi angin segar bagi Ibu Erianah yang selama ini tinggal di rumah dengan kondisi tidak layak huni.
“Alhamdulillah, saya sangat berterima kasih dengan adanya program bedah rumah dari Kementerian PKP. Program ini sangat tepat sasaran, khususnya bagi warga seperti Ibu Erianah yang memang membutuhkan rumah layak huni,” ujar Yuda.
Menurutnya, persoalan rumah tidak layak huni tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik bangunan, tetapi juga menyangkut keselamatan dan kualitas hidup masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti janda lanjut usia.
Ia berharap program bedah rumah tersebut dapat segera direalisasikan sehingga Ibu Erianah dapat menempati rumah yang lebih aman, sehat dan layak.
“Semoga bantuan bedah rumah ini segera terealisasi. Saya mengapresiasi Kementerian PKP karena program ini benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Ia juga berharap pendataan dan pemberian bantuan sosial kepada masyarakat miskin dan rentan dapat terus diperbaiki agar tidak ada warga yang luput dari perhatian pemerintah.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah desa, pendamping sosial, pemerintah daerah, pemerintah pusat, serta masyarakat menjadi penting untuk memastikan warga yang membutuhkan mendapatkan intervensi secara tepat.
“Ini menjadi contoh bahwa ketika data, usulan pemerintah desa dan program pemerintah pusat bisa terhubung dengan baik, maka manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” pungkasnya.


















Discussion about this post