Jakarta,Kabariku.com – Ketua Dewan Direktur GREAT Institute, Syahganda Nainggolan, menilai konflik yang tengah berlangsung di berbagai kawasan dunia telah membuka babak baru dalam dinamika geopolitik global. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi tantangan sekaligus momentum bagi Indonesia untuk memperkuat arah kebijakan luar negeri yang berpijak pada kepentingan nasional.
Syahganda mengatakan, perubahan konstelasi geopolitik internasional menuntut setiap negara untuk menyesuaikan strategi diplomasi dan kebijakan luar negerinya. Indonesia, sebagai negara dengan posisi strategis di kawasan Indo-Pasifik, dinilai perlu mengambil langkah yang lebih adaptif dalam menghadapi perubahan tersebut.
“Konflik ini telah membuka babak baru dalam dinamika geopolitik dunia. Indonesia perlu merespons perubahan tersebut dengan memperkuat arah kebijakan luar negeri yang berlandaskan kepentingan nasional,” ujar Syahganda.
Ia menegaskan, kebijakan luar negeri Indonesia harus mampu menjaga kedaulatan negara sekaligus mengoptimalkan peluang kerja sama di tengah meningkatnya persaingan antarnegara.
Menurutnya, diplomasi Indonesia perlu diarahkan untuk melindungi kepentingan ekonomi, keamanan, dan posisi strategis Indonesia di tingkat global.
Syahganda juga menilai pemerintah perlu mencermati setiap perkembangan geopolitik secara komprehensif agar dapat mengambil keputusan yang tepat tanpa mengabaikan prinsip politik luar negeri bebas aktif yang selama ini menjadi pijakan Indonesia.
Dengan dinamika global yang terus berubah, ia berharap Indonesia mampu memainkan peran sebagai kekuatan penyeimbang di kawasan sekaligus memperkuat posisi tawarnya dalam percaturan internasional melalui kebijakan luar negeri yang konsisten dan berorientasi pada kepentingan nasional.
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com


















Discussion about this post